
“Setelah ini kita akan liburan. Aku akan mengajak kalian liburan. Aku ingin kalian berhenti dahulu memikirkan hal-hal yang berkaitan dengan Sistem. Lagi pula, sejak kita menikah, aku belum mengajak kalian bulan madu bukan? Jadi, anggap saja ini adalah bulan madu kita.” pinta Seno kepada kedua istrinya.
“Ehm, sepertinya aku tidak bisa ikut dalam bulan madu kali ini. Tidak lama lagi aku akan ada ujian semester. Jelas aku tidak bisa meninggalkan ujian semesterku bukan? Lebih baik Ayah dengan Mbak Dina saja yang pergi.” ucap Miranda.
“Aku sama saja. Masih ada beberapa mata kuliah yang belum selesai. Jadi aku juga harus mengikuti ujian. Aku belum bisa pergi dalam waktu lama.” imbuh Dina.
Niatnya Seno akan berbuat romantis dengan mengajak kedua istrinya bulan madu. Ia ingin mengajak mereka berlibur melepas penat. Tetapi, ia lupa bahwa kedua istrinya masih harus menyelesaikan kuliah mereka.
“Kalau begitu, kalian fokus saja dengan ujian kalian. Selama dua minggu ke depan jangan membuat diri kalian stress dengan memikirkan misi-misi dari sistem. Setelah kalian selesai ujian, kalian bisa menentukan tempat tujuan kita berbulan madu.” Jelas Seno.
“Tentu, kami akan melakukannya.”
Jika seperti ini, Seno hanya bisa menjalankan misinya terlebih dahulu. Ia lalu mengecek lokasi dari dimensi yang akan ia kunjungi. Ia ingin segera menyelesaikan misi itu dan menghabiskan waktu lebih lama dengan kedua istrinya agar mereka tidak terlalu stress.
Seno mengecek dari koordinat yang Sistem berikan, dimensi yang akan ia kunjungi berada di salah satu hutan yang ada di Sumatera Utara, Hutan Kemenyan.
Seno mengecek bahwa hutan kemenyan ini cukup banyak dikunjungi oleh masyarakat sekitar. Itu membuat Seno sulit menentukan titik koordinat yang pas untuk meletakkan portal miliknya. Ia tidak mau ketika keluar dari portal, ada warga sipil yang melihat.
Militer tidak mau keberadaan portal dimensi lain diketahui masyarakat umum. Seno pun juga begitu. Ia tidak mau keberadaan dimensi lain diketahui oleh masyarakat umum. Pasti akan ada keributan besar jika masyarakat umum mengetahui hal ini.
“Aku akan memikirkan hal itu nanti dulu. Sekarang aku akan perlu mencari dua orang yang cocok sebagai bintang iklan dari kacang hijau super hijau dan kacang merah super merah yang harus aku jual.” gumam Seno.
…
Di waktu bersamaan, di lain tempat, tiga orang Jenderal sedang melakukan pertemuan. Mereka adalah Ardi, Gio dan Eko. Selain tiga orang Jenderal tadi, ada beberapa Jenderal lain yang selama ini tidak terlibat dalam rapat yang membahas mengenai dimensi lain.
__ADS_1
Memang pihak militer sudah membuat pasukan khusus untuk mengatasi masalah munculnya dimensi itu. Hanya empat dari dua belas jenderal yang ada yang mengurusi kemunculan dimensi. Yang lain memikirkan keamanan negeri dari kemungkinan serangan luar.
Beberapa Letnan Jenderal, Mayor Jenderal, dan Brigadir Jenderal juga diikut sertakan dalam rapat kali ini. Kehadiran Johan, yang masih berpangkat sebagai Kolonel, sangat mencolok dalam rapat kali ini.
Beberapa orang terlihat saling berbisik membicarakan hal ini. Memang beberapa dari mereka mendengar rencana kenaikan pangkat dari Johan. Tetapi aneh saja Johan yang belum benar-benar naik pangkat ada di sini.
Pasalnya, beberapa kenalan mereka yang juga akan naik pangkat ke Brigadir Jenderal, tidak diikut sertakan dalam rapat besar kali ini. Mereka yang tidak tahu apa yang akan dibahas dalam rapat kali ini membuat beberapa spekulasi.
Sementara itu, mereka yang sudah tahu, menatap Johan dengan tatapan tajam. Jika tatapan bisa membunuh, sudah pasti Johan sekarang sudah tercabik-cabik karena dipandang oleh beberapa orang dengan tatapan tajam.
“Jadi, apa yang membuatmu mengundang Kami semua untuk menghadiri rapat kali ini Ardi? Apa Kalian sudah tidak bisa mengatasi dunia bawah sehingga mengumpulkan Kami di sini untuk meminta bantuan?” Tanya Mansyur salah satu Jenderal yang hadir dalam rapat.
"Tidak, Kami masih bisa mengatasi semuanya. Ya meskipun ada variabel-variabel baru yang cukup mengejutkan. Tetapi sejauh ini Kami bisa mengatasi masalah dunia bawah dengan baik."
"Jumlah korban pun juga semakin menurun, malah bisa dibilang sudah tidak ada lagi. Sejauh ini belum ada makhluk dunia bawah yang keluar dalam jumlah besar."
"Ini mengenai Roy, Mansyur." Jawab Gio
"Roy?" Tanya Mansyur ingin memastikan.
Mansyur memang sadar bahwa Roy belum juga hadir dalam rapat kali ini. Ia mengira Roy akan terlambat karena masih ada urusan yang harus ia jalankan.
Tetapi sepertinya bukan itu alasan Roy belum juga hadir di sini. Kemungkinan besar terjadi sesuatu kepada Roy. Lalu, Ardi, Gio, dan Eko mengundang mereka untuk membicarakan hal ini.
"Memangnya apa yang terjadi kepada Roy?" Tanya Supardi, yang juga berpangkat Jenderal.
__ADS_1
"Dia menghilang dan tidak meninggalkan jejak." Jelas Ardi.
"Bagaimana itu bisa terjadi?"
Ardi dan Gio pun bergantian menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Mulai dari sayuran yang Seno miliki, kerja sama antara mereka dengan Seno, efek dari sayur-sayuran itu, semua Ardi dan Gio ceritakan.
Mereka juga menceritakan mengenai Seno yang menaikkan harga dari produk miliknya. Hal itu memberatkan menurut mereka.
Semua yang ada di sana mendengarkan dengan seksama apa yang dua Jendral itu ceritakan. Meskipun ingin menyela, tidak ada yang berani melakukannya. Yang bercerita adalah seorang Jenderal, jadi yang bisa berbicara dengan mereka secara santai hanya mereka yang sepangkat.
Cerita Ardi dan Gio kini tiba di saat mereka berencana menguasai produk milik Seno untuk mereka sendiri. Tentunya mereka tidak membicarakan mengenai rencana mereka yang akan melakukan kudeta.
Di sini masih banyak tentara yang setia pada negara. Mereka tidak sebodoh itu untuk mengungkap rencana jagat yang sebelumnya mereka susun.
Yang mereka ceritakan hanyalah mereka yang ingin "sedikit" mengancam Seno dengan mengirimkan Tim Garuda. Roy ikut juga dalam misi pengancaman itu.
"Jadi, semua orang yang ikut dalam misi itu menghilang tanpa jejak. Bahkan kendaraan mereka pun tida bisa ditemukan. Jika bukan karena sinyal mereka, Kami pasti menduga mereka tidak pernah kesana." Jelas Ardi menutup ceritanya.
Semua yang ada di sana masih terdiam meskipun Ardi selesai menceritakan semuanya. Beberapa dari mereka masih mencerna apa yang baru saja mereka dengar.
"Aku tidak menyangka bahwa kehebatan produk milik Petani Hebat memang benar adanya. Aku kira semua itu hanyalah setingan yang sudah diatur sehingga produk mereka laku." Suara Mansyur tersebut memecah kehiningan yang terjadi.
Apa yang Mansyur ucapkan, mewakili apa yang ada dibenak para tentara yang ada di sini. Beberapa dari mereka sebelumnya mendengar kehebohan yang diakibatkan oleh beberapa produk pertanian.
Mereka mengira itu hanya trik promosi dari sebuah perusahaan. Mereka mempebrsar sebuah berita, meninggi-tinggikan efek suatu produk, yang pada akhirnya akan berpengaruh pada penjualan.
__ADS_1
Semua yang ada di sini memiliki pemikiran demikian. Sangat sulit mempercayai adanya tanaman ajaib jika belum merasakannya sendiri atau melihat orang yang mereka kenal baik mengakui keaslian tanaman tersebut.
Sekarang, semua petinggi militer sudah mengetahui mengenai adanya sayuran ajaib. Setelah ini, rapat yang sedang berlangsung itu akan lebih sulit lagi mencapai keputusan yang mufakat. Semua mulai memiliki pemikiran masing-masing.