
Dua hari berlalu begitu saja. Ini adalah saat-saat yang ditunggu Seno. Hari ini dirinya akan memanen sayuran miliknya. Tetapi bukan itu yang membuat Seno senang. Dengan dia memanen sayuran miliknya, otomatis akan ada lahan yang kosong.
Hal itu membuat Seno bisa memiliki tempat untuk menanam anggur yang Thorbiorn dapatkan dengan bersusah payah. Seno sekarang memiliki lima puluh benih anggur. Untuk tanaman yang baru pertama kali di tanam dikebunnya, ini adalah jumlah yang paling banyak.
Biasanya Seno hanya mendapatkan sepuluh benih baru dari sistem. Sekarang, ketika dirinya mencari sendiri benih tersebut, ia bisa mendapatkannya dalam jumlah banyak.
Tetapi bukan menanam anggur itu yang membuat Seno senang. Benih misterius yang ia dapatkan setelah menyelesaikan misilah yang membuat Seno senang.
Sebelumnya ketika dirinya mendapatkan benih misterius, Seno mendapatkan buruh tani seperti Thorbiorn. Tidak hanya dapat membantunya dalam mengelola kebunnya, buruh tani yang ia dapatkan dari benih misterius memiliki kemampuan lainnya yang tidak kalah hebatnya.
Thorbiorn misalnya, dia adalah tawanan perang yang memiliki kemampuan bertarung. Tidak hanya itu, buruh taninya itu bisa membantunya menyelesaikan misi-misi berbahaya.
Jadi, Seno sangat menantikan munculnya buruh tani lain dari benih misterius yang ia tanam. Dengan begitu, maka anak buahnya akan semakin kuat.
Asalkan dirinya memiliki anak buah yang kuat itu tidak masalah jika ia sendiri lemah. Seno pikir, kekuatan seseorang tidak hanya diukur dari seberapa kuat dirinya sendiri, tetapi juga seberapa banyak anak buah yang ia miliki yang bisa menghancurkan lawan.
Tidak semua Pemimpin harus kuat. Layaknya seorang pemimpin sebuah negara. Ia tidak perlu memiliki berbagai keahlian untuk menjadikan negaranya menjadi yang terkuat. Yang perlu ia miliki adalah, banyak anak buah yang memiliki keahlian dalam berbagai bidang.
Seno ingin memposisikan dirinya sebagai seorang pemimpin negara. Meski demikian, itu tidak menjadi alasan untuk Seno bermalas-malasan. Itu malah membuatnya bersemangat untuk melatih diri agar bertambah kuat.
“Hah.” Seno menghembuskan nafas panjang setelah selesai menanam sayuran terakhir miliknya.
Ia memandangi kebunnya yang ada di dimensi lain ini. Kebunnya yang ada di sini semakin luas dengan adanya penambahan setiap kali ia panen. Tetapi itu juga diimbangi dengan banyaknya tanaman yang ia miliki.
Seno lalu memusatkan perhatiannya kepada sektor pengolahan hasil kebun dan ternak miliknya. Hari ini ia berencana menghabiskan waktunya di sana dan memproduksi sebanyak mungkin keju super lumer. Seno ingin mengumpulkan banyak poin pengolahan untuk ia pakai membeli resep cokelat super cokelat.
Dirinya sudah memiliki pohon cokelat sekarang. Ya meskipun nantinya dirinya dirinya tidak bisa memproduksi cokelat dalam jumlah banyak karena toko sistem belum menjual benih cokelat, tetapi Seno ingin mempersiapkan resep itu.
Setelah panen dari pohon cokelat besok lusa, Seno ingin segera mencoba memproduksi beberapa cokelat. Ia ingin tahu apa kasiat dari cokelat yang akan dihasilkan dari pengolahannya nanti.
Tiga jam kemudian, Seno selesai memproduksi keju super lumer miliknya. Ia melihat poinnya sudah cukup untuk membeli resep cokelat super cokelat. Langsung saja Seno meminta Sistem untuk membelikannya resep cokelat super cokelat tersebut.
__ADS_1
[Ding]
[5.000.000 poin pengolahan telah diambil]
[Ding]
[Selamat Host telah mendapatkan resep cokelat super cokelat]
[Perbanyaklah mengelola hasil kebun agar hasil jualnya semakin tinggi]
“Baiklah sekarang aku bisa sedikit bersantai. Aku sudah memiliki stok keju super lumer cukup banyak. Tidak hanya itu, aku juga sudah membeli resep cokelat super cokelat.” Gumam Seno.
Keesokan harinya, Seno tengah menemui Effendi. Ini adalah jadwal bagi pihak militer mengambil pesanan wortel mereka. Seperti biasa, Seno akan mengobrol dengan Effendi selama wortel-wortel tersebut diangkut masuk ke dalam truk.
“Jadi Pak Seno, bisakah Anda meningkatkan kembali jumlah wortel yang dikirimkan untuk Kami?” Tanya Effendi.
“Menaikkannya lagi?” Tanya Seno.
Tetapi sekarang ini pihak militer memiliki musuh yang cukup kuat. Jadi Seno tidak keberatan jika harus menambah jumlah wortel yang ia jual kepada pihak militer.
“Baiklah. Aku akan memberikan tambahan seribu lima ratus wortel untuk pihak militer. Itu berarti pihak militer akan mendapatkan delapan ribu lima ratus wortel dariku.” Ucap Seno.
“Terima kasih sudah menambahkan wortel-wortel untuk pihak militer.” Jawab Effendi.
Seno lalu mengibaskan sebelah tangannya kepada Effendi.
“Ah itu bukan menjadi masalah untukku. Lagi pula, ini adalah bentuk bela negara yang aku lakukan. Memang aku tidak bisa bergabung dengan militer untuk mempertahankan keamanan negeri ini. Tetapi aku harap apa yang aku jual kepada kalian ini sangat membantu pihak militer.”
“Tentu saja. Itu sangat membantu pihak militer.” Jawab Effendi dengan nada yang cukup serius.
Jika boleh jujur, wortel dari Seno ini sangat, sangat, dan sangat membantu pihak militer. Effendi memberikan pengulangan tiga kali pada kata sangat menunjukkan betapa besar peran wortel itu.
__ADS_1
Belakangan Effendi baru mengetahui apa yang sedang dihadapi oleh pihak militer. Itu adalah musuh yang sangat berbahaya. Tentara yang di sana kemungkinan untuk meninggal cukup besar. Lalu adanya wortel milik Seno ini mengurangi cukup besar resiko kematian bagi para tentara.
“Hanya ini yang bisa aku bantu untuk negara ini.” Gumam Seno yang sekarang memandang kepergian truk dari pihak militer.
Bisa saja Seno menjual brokoli kepada pihak militer untuk membuat mereka semakin kuat danmampu menghadapi musuh. Tapi masih ada keraguan dalam diri Seno.
Dirinya hanya memiliki Thorbiorn yang bisa kapan saja berubah menjadi pengawal pribadinya. Lalu ada juga kebun miliknya yang ada di dimensi lain yang bisa ia pakai untuk bersembunyi untuk menghindari musuh. Tetapi bagaimana dengan kedua adiknya, Dina, Miranda dan orang yang Seno sayangi lainnya.
Jika keberadaan brokoli itu diketahui publik sebelum dirinya menjadi kuat, besar kemungkinan orang terdekatnya akan diculik dan dijadikan sandera agar Seno mau menuruti segala kemauan musuh. Seno tidak mau hal itu terjadi padanya.
Ia ingin yakin seyakin yakinnya bahwa semuanya akan baik-baik saja. Barulah nanti Seno akan mengumumkan keberadaan brokoli yang membuat orang memiliki kekebalan tersebut.
Deringan ponselnya membuat Seno tersadar dari lamunannya. Ia lalu melihat siapa yang tengah memanggilnya itu.
Di layar ponselnya terdapat nama Miranda di sana. Langsung saja Seno menerima panggilan tersebut. Mungkin saja ada sesuatu yang penting yang ingin perempuan itu ucapkan kepadanya.
“Hallo Mas Seno.” Sapa Miranda.
“Hallo Mir, ada apa memangnya?”
“Apakah Mas Seno memiliki waktu luang sekarang?”
“Ada memangnya kenapa?”
Semua pekerjaannya sudah selesai ia lakukan. Ia memiliki waktu luang sekarang. Jika pun ada yang belum beres, masih ada Thorbiorn dan para kelincinya yang akan menylesaikan hal tersebut.
Luka di tubuh Thorbiorn sudah sembuh. Tidak ada lagi memar di tubuhnya. Jadi laki-laki itu bisa kembali beraktifitas seperti sebelumnya.
“Kalau begitu, setelah ini aku akan menjemput Mas Seno. Kita akan ke apartemen Mbak Dina. Ada yang perlu kita bicarakan setelah ini.” Jelas Miranda.
Setelah berucap demikian, Miranda langsung menutup panggilan mereka tanpa memberi Seno kesempatan mengatakan sesuatu. Hal itu membuat Seno heran. Sebenarnya apa yang akan mereka bicarakan? Kenapa tadi suara dari Miranda terdengar seperti tengah terburu-buru?
__ADS_1