
[Gandum penuh magnesium]
[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]
[Katanya jika dikonsumsi dapat mempertajam pendengaran]
[EXP +70]
[Poin tanam +3000]
[Talas super]
[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]
[Katanya jika dikonsumsi bisa membuat tubuh anti air]
[EXP +70]
[Poin tanam +3000]
Deskrpsi Seno baca setelah memanen gandum dan talas yang baru ia dapatkan setelah naik ke level sepuluh. Baru sekarang Seno memiliki kesempatan untuk memanen sayuran miliknya setelah ia tinggal cukup lama.
“Hem … gandum yang bisa meningkatkan pendengaran? Lalu talas yang bisa membuat tubuh anti air?”
Seno tidak menyangka dirinya akan mendapatkan sesuatu yang sangat penting. Mendapatkan gandum yang bisa membantunya meningkatkan pendengaran. Ini adalah hal yang cukup penting bagi Seno. Apalagi dirinya akan menaklukkan beberapa dimensi ke depannya.
Seno tidak tahu apakah makhluk dimensi yang akan ia taklukkan semuanya menyerang secara terbuka. Bisa saja ada makhluk yang senang menyergap mangsanya. Jadi, gandum yang meningkatkan pendengaran ini bisa membantunya lebih waspada dalam menjalankan misi.
Selain itu, talas ini juga cukup baik. Seseorang tidak akan basah setelah mengkonsumsi talas ini. Mungkin efek yang ada di daun talas menurun ke umbi-umbian yang ada di akar. Dengan memakan talas ini, seseorang tidak akan takut basah ketika hujan. Bahkan, mereka akan baik-baik saja ketika berenang.
Sependek ingatan Seno, ia pernah mendengar ada sesuatu yang bisa membuat seseorang kedap air. Namun, itu berbentuk gel yang perlu dibalurkan ke seluruh tubuh. Berbeda dengan talas miliknya yang hanya perlu dikonsumsi saja.
“Setidaknya gandum ini bisa membantuku dalam menjalankan misi. Lalu, talas ini bisa terjual laris kepada mereka yang sering berurusan dengan air. Tubuh mereka tidak akan basah, tetapi baju mereka tetap akan basah.”
“Hem … aku rasa daun talas ini bisa dijadikan bahan membuat pakaian.”
__ADS_1
Seno memegang daun talas di depannya. Daun tersebut terlihat kaku, tetapi ketika dipegang, daunnya lentur seperti kain. Tidak hanya itu, ketika Seno menekuk tekuk daun talas itu, tidak ada bekas tekukan.
Selama ini Seno selalu membuang dedaunan atau pun batang yang tersisa setelah memanen tanamannya. Beberapa ia berikan tetangganya untuk memberi makan ternak mereka. Beberapa juga ia berikan sebagai tambahan pakan ternaknya sendiri. Lalu sisanya, biasanya ia buat pupuk kompos sebagai pelengkap pupuk miliknya.
Namun, keberadaan daun talas yang sepertinya masih bisa dimanfaatkan, membuat Seno memiliki pemikiran untuk menggunakannya.
“Aku akan meminta beberapa hewan untuk mempelajari hal ini. Aku tinggal memberi mereka bahan ajar dan beberapa kacang merah agar mereka bisa meneliti daun talas ini,” gumam Seno.
Tangan Seno saat ini sudah sangat penuh akan tugas-tugas dari Sistem. Jadi, ia tidak bisa menyempatkan waktu untuk membuat beberapa percobaan dengan daun talas ini. Lebih baik ia delegasikan semua itu kepada anak buahnya yang tidak banyak memiliki tugas.
Lagi pula, pasukan hewan miliknya cukup banyak. Jasmine sekarang bahkan aktif menambahkan pasukan kelincinya dengan membeli kelinci berbagai ras yang ada di pasaran. Jadi, daripada mereka menganggur, lebih baik Seno memanfaatkan mereka dengan baik.
Lalu, Seno mengalihkan pandangannya ke arah tumbuhan kacang tanah yang sebelumnya ia ambil dari dimensi milik Rarae. Meski belum melihat deskripsi dari kacang tanah itu, Seno sudah bisa menebak apa manfaatnya.
Kemungkinan besar itu berkaitan dengan pengendalian tanah. Seno melihat ketika menaklukkan dimensi milik Rarae, para Muradae bisa dengan mudah membuka tanah yang ada di depan mereka.
[Kacang tanah super cokelat]
[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]
[EXP +80]
[Poin tanam +3500]
“Sudah aku duga, ini pasti ada hubungannya dengan pengendalian tanah. Sekarang, aku akan mencoba mengkonsumsinya.”
Tanpa pikir panjang, Seno langsung memakan kacang tanah yang ada di depannya. Meski tidak diolah sedikit pun, rasa kacang tanah ini sangat gurih. Ia seolah merasakan kacang tanah yang sudah disangrai dengan tambahan bumbu serta penyedap rasa. Padahal, Seno hanya memakannya secara langsung.
Setelah memakan kacang tanah itu, Seno merasakan sesuatu yang berbeda ketika dirinya memandangi tanah. Tanah yang ada di sekitar Seno, seolah menjadi bagian tubuhnya. Seno lalu menghentakkan kakinya cukup keras ke tanah. Ia juga seolah memberi perintah bahwa tanah itu harus membuka diri hingga membentuk sesuatu seperti saluran air.
Pada akhirnya, apa yang Seno pikirkan itu terwujud juga. Di tempat kakinya berpijak sekarang, terdapat saluran air baru yang memiliki kedalaman lima puluh sentimeter dengan lebar tiga puluh sentimeter. Namun, panjang saluran air tersebut hanyalah lima meter saja.
Ada kemungkinan ini terjadi karena jumlah kacang yang Seno konsumsi tidaklah banyak. Jadi, tanah yang bisa Seno kendalikan hanya sepanjang ini saja.
“Wow … ini sangat luar biasa. Kemampuan ini bisa membantuku menggemburkan tanah lebih cepat lagi. Membuat saluran air pun jauh lebih muda sekarang.”
__ADS_1
Senyum lebar tercetak jelas di bibir Seno. Kacang ini benar-benar membantunya. Selain dalam hal pertanian, adanya kacang ini bisa membantunya menjalankan misi. Seno bisa menggali tanah seperti para Muradae dan menyergap musuh dari dalam tanah.
Seno yakin musuh tidak akan pernah menyangka bahwa ada seseorang yang bersembunyi di dalam tanah untuk membunuh mereka.
“Sekarang, mari kita lihat benih misterius yang sebelumnya aku tanam. Aku memiliki tiga benih yang aku panen. Lalu, setelah ini aku akan mulai menaklukkan beberapa dimensi agar aku bisa mengumpulkan anak buah untuk berperang.”
“Sistem, Ratu Leleisa bilang jika aku ingin menaklukkan semua dimensi yang ada, aku harus menaklukkan dimensi inti yang ada di Asia Tenggara. Berapa anak buah yang perlu aku kumpulkan untuk bisa menaklukkan dimensi itu?” tanya Seno.
Seno ingin semuanya selesai dengan cepat. Oleh karena itu ia ingin segera menaklukkan beberapa dimensi untuk memperkuat diri, sebelum kemudian ia akan menaklukkan dimensi inti yang menjadi pusat semua dimensi di Asia Tenggara.
[Dari analisa yang Sistem lakukan, setidaknya Host membutuhkan empat puluh lima atau lebih buruh tani untuk bisa memiliki kekuatan setara dengan makhluk yang ada di dalam dimensi tersebut]
“Empat puluh lima atau lebih? Ini berarti, aku perlu memiliki lima puluh lebih anak buah. Sebagian akan aku tinggal di rumah untuk menjaga keluargaku, dan yang lain aku ajak menjalankan misi. Itu adalah angka yang cukup besar.”
“Saat ini, aku hanya memiliki sembilan anak buah, dengan tiga benih misterius yang akan aku panen ini, aku akan mendapatkan dua belas anak buah. Itu berarti, aku masih perlu mengumpulkan empat puluh anak buah lagi.”
“Jika menaklukkan satu dimensi membuatku mendapatkan dua benih misterius, maka aku perlu menaklukkan dua puluh dimensi terlebih dahulu sebelum mengatasi dimensi inti itu. Selama ini aku mendapatkan tiga benih karena aku menjalankan misi pencarian benih yang ada di dimensi,” gumam Seno.
Meski tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan seluruh dimensi yang ada di Asia Tenggara, dua puluh dimensi tetaplah jumlah yang banyak. Setidaknya Seno membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk menaklukkan dua puluh dimensi.
Itu pun dengan catatan bahwa kekuatan dari dimensi yang ia hadapi sama dengan dimensi milik Momoy. Seno harus jeli dalam memilih kedua puluh dimensi tersebut.
“Hem … Sistem, apakah aku bisa mendapatkan tambahan benih misterius jika aku menemukan benih tanaman ajaib di sebuah dimensi? Selama ini Kamu memberiku dua benih misterius karena sudah menaklukkan dimensi sebelum kamu memberiku misi bukan?” tanya Seno.
[Ya, Host]
[Jika Host terlebih dahulu menemukan benih tanaman ajaib sebelum Sistem memberi misi, maka Host akan mendapatkan dua benih misterius]
“Jika begini, maka aku hanya perlu menaklukkan sepuluh dimensi lagi untuk bisa mendapatkan empat puluh anak buah baru. Aku bisa berkeliling menaklukkan dimensi baru. Dalam seminggu pun, aku yakin sudah bisa menaklukkan sepuluh dimensi,” gumam Seno.
Hal ini membuat Seno semakin bersemangat. Masalah mengenai dimensi, bisa ia selesaikan dalam waktu dekat. Lalu setelahnya, Seno bisa fokus untuk mengurusi pertaniannya. Menjalankan usahanya agar produk pertaniannya bisa menguasai makanan seluruh penduduk Bumi bukan perkara yang mudah.
Ia perlu memikirkan kerja sama dengan pusat perberlanjaan di setiap negara. Selain itu juga, Seno perlu memikirkan lahan pertanian di luar negeri sebagai kamuflase bahwa dirinya memiliki pertanian yang cukup banyak di sana.
Semuanya terdengar sangat mudah, tetapi melakukannya sangat sulit. Butuh kerja keras yang cukup ekstra untuk bisa menjadi seorang petani yang produknya menyokong makanan seluruh penduduk planet Bumi.
__ADS_1