Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 204 Si Kejam Anthony


__ADS_3

Marc mengemudikan mobil yang ia pinjam di jalan tol. Kali ini ia dalam perjalanan menuju ke rumah Seno. Sementara itu, Anthony terlihat duduk tenang di kursi belakang. Pandangan Anthony tertuju pada layar ponselnya. Di sana nampak foto Seno yang diambil ketika dia menikah.


Anthony ingin mengingat-ingat wajah targetnya. Ia takut nanti tidak mengenali target dan justru membunuh Seno karena tidak bisa mengontrol tenaganya.


"Berapa lama lagi kita sampai?" tanya Anthony.


Menurutnya, perjalanan ini terlalu panjang. Ia tidak memiliki waktu banyak untuk dibuang hanya untuk perjalanan seperti ini.


"Maaf, Mr. Anthony. Kita masih butuh satu jam lagi untuk sampai di kota tempat tinggal target kita," jawab Marc dengan suara pelan.


"Tidak bisakah Kau mempercepat laju kendaraan ini? Jalanan begitu sepi. Tetapi Kau melajukan mobil seperti nenek tua yang pergi berbelanja. Anak remaja saja bisa membawa mobil lebih cepat darimu," bentak Anthony.


"Mobil ini tidak bisa melaku cepat juga karena dirimu yang sangat berat."


Ingin sekali Marc meneriakkan kata-kata itu langsung kepada Anthony. Sayangnya Marc tidak berani. Ia hanya berani mengatakan hal seperti itu dalam hati.


Tetepi tunggu dulu, jalanan sepi? Bukankah jalanan sangat ramai tadi. Meski tidak seramai itu, tetapi Marc masih bisa melihat beberapa mobil mendahului mereka. Sekarang, jalanan di depannya sangat sepi. Dari kaca spion tengah, Marc juga tidak mendapati adanya kendaraan lain.


Tidak hanya itu, jalur lain yang berlawanan arah pun tidak terlihat mobil yang lewat. Ini cukup aneh menurut Marc. Jika hanya di jalurnya saja yang tidak ada kendaraan lain, maka itu akan sedikit wajar. Tetapi ini jalir sebelah juga tidak ada kendaraan lain.


Kejadian ini cukup mencurigakan bagi Marc. Ia menaikkan kewaspadaannya. Marc langsung mengambil pistol miliknya, ia bersiap untuk kejadian terburuk.


"Mr. Anthony, sepertinya keberadaan kita sudah diketahui oleh pihak keamanan Indonesia. Kemungkinan besar mereka sudah menutup jalan tol ini. Aku yakin tidak lama lagi akan ada rombongan pihak militer yang akan menghadang kita," lapor Marc.

__ADS_1


Marc ingin Anthony lebih siap lagi dan tidak bersantai-santai. Ia tidak akan bisa menghadapi pihak keamanan sendirian. Yang bisa Marc lakukan hanyalah mengandalkan Anthony sekarang.


"Pihak keamanan?"


Sebuah seringai langsung menghiasi bibir Anthony. Dengan tubuh besarnya itu, Anthony terlihat sangat mengerikan ketika menyeringai.


"Itu malah lebih bagus bukan? Aku sedikit kesal dan sudah lama tidak menggerakkan otot-otot milikku. Jadi, kemunculan pihak keamanan itu justru berita baik. Aku bisa sekalian melakukan pemanasan."


Sekarang Anthony memutar-mutarkan kepalanya. Terdengar beberapa bunyi tulang bergeser ketika Anthony melakukan hal itu. Tidak berhenti di sana, Anthony juga menggerak-gerakkan tangannya sehingga menimbulkan bunyi yang sama. Anthony seolah tengah melakukan pemanasan kecil sekarang.


"Hentikan mobilnya. Kita tidak perlu terus melaju seperti ini. Itu akan membuang-buang waktu. Akan butuh waktu lama hingga kita bertemu mereka. Sekarang, sudah saatnya kita menyambut langsung orang-orang yang cari mati itu."


Marc langsung merasa merinding mendengar ucapan Anthony tersebut. Ia bisa menebak nasib pihak keamanan dari Negara Indonesia akan berakhir tragis.


Ketika keluar dari mobil, Anthony langsung berdiri di tengah jalan. Ia meletakkan kedua tangannya di pinggang. Pandangannya lurus ke arah mobil mereka datang.


Sementara itu, Marc memilih bersembunyi di balik mobil. Marc tidak membawa rompi anti peluru atau alat pelindung lainnya. Jadi, jika nanti ada baku tembak, keamanannya bisa terjaga.


Seperti dugaan Marc, tidak lama kemudian terlihat iring-iringan mobil kepolisian. Meski mereka tidak menyalakan sirene atau lampu khusu, Marc bisa menebak itu mereka. Setidaknya ada dua satu truk pasukan keamanan yang datang.


Melihat hal itu, Anthony langsung melakukan ancang-ancang. Ia lalu menginjakkan kakinya dengan keras ke arah jalan. Hal itu membuat jalan cor yang ada di sana hancur berkeping-keping.


Anthony langsung melesat berlari menuju ke arah truk yang datang. Ketika berlari, Anthony sudah mengambil posisi seakan bersiap memukul. Sepertinya Anthony ingin memanfaatkan momentum berlarinya untuk menambah kekuatan pukulannya. Ketika sudah cukup dekat, Anthony langsung melomopat dan mengarahkan kepalan tangannya ke arah truk tersebut.

__ADS_1


Beberapa anggota detasemen khusus yang ada di dalam truk terkejut melihat apa yang Anthony lakukan. Mereka berpikir Anthony sedang cari mati melakukan sesuatu yang seperti ini. Jika Anthony sampai tertabrak truk mereka yang melaju cepat, sudah jelas Anthony akan terpental jauh.


Jika tidak langsung mati, Anthony pasti mengalami luka serius yang bisa kapan saja menjadi penyebab kematiannya. Namun, pandangan mereka berubah menjadi horor ketika melihat betapa cepatnya Anthony berlari.


Ketika kepalan tangan Anthony bertubrukan langsung dengan truk, Anthony tidak terpental seperti dugaan mereka. Justru yang mengalami kejadian buruk adalah mereka. Truk yang mereka kendarai, langsung ringsek di bagian depan. Tidak hanya itu, bagian belakang truk juga terangkat beberapa saat.


Beberapa anggota detasemen khusu yang duduk di belakang, tidak tahu apa yang terjadi. Lalu, ketika truk mereka melayang, tidak ada yang siap dengan hal itu. Akibatnya banyak dari mereka yang tersungkur di dalam truk. Beberapa bahkan terpental keluar dari truk.


"Pengawal pribadi Profesor Giorgio memang berbeda. Sekali pukulan saja truk itu langsung ringsek. Jika itu diarahkan kepada manusia, sudah pasti mereka akan hancur. Tubuh mereka pasti akan terilah seperti balon yang meletus," gumam Marc yang melihat kejadian itu.


Dalam penggambaran, semua itu terjadi bergitu lambat. Tetapi, kenyataannya semua berlangsung begitu cepat.


"Sudah aku duga. Satu pukulan saja sudah cukup untuk membereskan truk ini. Sekarang, giliran manusia-manusia itu yang harus aku bereskan," gumam Anthony.


Anthony lansung menarik orang yang duduk di kursi kemudi. Darah segar mengalir dari area perut sopir truk tersebut. Entah dia hanya kehilangan kesadaran atau sudah mati Anthony tidak mau memastikannya dulu. Ia memlih menarik langsung kepala sopir tersebut sembari menahan tubuhnya.


Apa yang Anthony lakukan ini membuat kepala supir tersebut terputus dari badannya secara paksa. Sangat mengerikkan untuk dilihat.


"Hem .... Rasa darahnya tidak terlalu manis. Memang lebih enak makan daging sapi mentah daripada darah manusia. Tetapi ini juga tidak terlalu buruk."


Anthony bisa mengatakan hal ini setelah menyesap sedikit darah sopir truk tersebut dari pangkal kepalanya. Ini adalah hobi yang sering Anthony lakukan ketika membunuh seseorang, merasakan darah mereka.


"Sekarang, saatnya membereskan yang lain. Aku ingin tahu di antara kalian semua, siapa yang memiliki darah paling enak. Siapa pun itu orangnya, kalian akan mendapatkan penghargaan dariku. Kepala kalian akan aku bawa pulang untuk diawetkan," ucap Anthony sembari menyapukan lidahnya di bibir.

__ADS_1


Apa yang Anthony ucapkan itu seperti kata-kata kematian untuk tim detasemen khusus yang ditugaskan untuk menangkap Marc. Mereka tidak tahu bahwa musuh mereka adalah seorang monster yang tidak memiliki perasaan.


__ADS_2