Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 70 Susu Penyembuh Patah Tulang


__ADS_3

Seno cukup kaget melihat beragam komentar mengenai pepaya miliknya. Laki-laki itu tidak menyangka bahwa pepaya miliknya akan dijadikan senjata untuk membalaskan dendam.


Seno lalu mengecek beberapa kali deskripsi dari pepaya yang ia lelang. Di laman lelangnya, Seno sudah menulis peringatan dengan jelas, bahwa pepaya yang ia lelang ini tidak baik jika dikonsumsi oleh mereka yang tidak memiliki masalah pencernaan.


Jika masih ada yang bersikukuh untuk memakannya, atau memberikannya kepada orang lain yang tidak memiliki masalah pencernaan, itu bukan salah Seno jika nanti terjadi sesuatu. Peringatannya sudah jelas.


Sebenarnya tidak ada barang yang berbahaya. Yang berbahaya adalah mereka yang menggunakannya dengan tidak bijaksana. Jadi, Seno tidak salah jika menjual pepaya itu. Target pasar untuk pepaya itu adalah mereka yang memiliki masalah sembelit, bukan masayarakat umum seperti sayuran yang lain.


….


“Panel Sistem”


[Host : Seno Eko Mulyadi (23)]


[Kekuatan : 7,1 (+2) (Manusia Dewasa : 10)]


[Stamina : 5 (+6) (Manusia Dewasa : 10)]


[Luas lahan : 800 m2 (+1700 m2)]


[Level kebun : 4 (10000/10000)]


[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 125.000.000]


[Poin tanam : 49.532.600]


[Penyimpanan Sistem : 20 slot (17/20)]


[Slot hewan ternak : 5]


[Pembelian slot selanjutnya : 10.000 poin ternak]


[Jumlah ternak : 4 ekor sapi]


[Poin ternak : 1.142.915]


[Slot resep olahan : 2]


[Pembelian slot selanjutnya : 1.000.000 poin pengolahan]


[Sektor pengolahan hasil kebun dan ternak : - Keju super lumer]


[Poin pengolahan : 360.000]


[Misi : - Dapatkan uang sebesar Rp 1.000.000.000,- dari berjualan buncis

__ADS_1



Produksi 1.000 kilogram keju super lumer (180/1.000)]



[Toko sistem : - Bukan Pupuk Biasa : 100 poin tanam



Wortel dengan penuh Vitamin A : 50 poin tanam


Kentang mengenyangkan : 100 poin tanam


Brokoli penuh vitamin dan mineral : 200 poin tanam


Buncis penuh vitamin E : 300 poin tanam


Rumput super grade D : 100 poin ternak]



[Buruh Tani : - Thorbiorn Arisson]


Seno baru saja menyelesaikan panen sayurnya. Sekarang laki-laki itu tengah menikmati kopinya. Setelah ini, ia berencana untuk membuat beberapa keju lagi.


Namun, ketika Seno hendak menuju ke kebun miliknya, ponsel miliknya berdering. Di layar ponselnya Seno melihat nama Miranda. Langsung saja Seno mengangkat panggilan telepon tersebut.


“Hallo Mir….” Belum sempat Seno melanjutkan ucapannya, ia sudah di potong dengan rentetan ucapan Miranda.


“Mas Seno, sekarang aku mengalami kecelakaan di Jalan XX.” Ucap Miranda.


“Apa kecelakaan? Sekarang keadaanmu gimana? Apa kamu baik-baik saja?” Tanya Seno cemas.


Laki-laki itu mengira Miranda menelfon karena hanya ingin mengobrol dengannya sama seperti biasanya. Ia tidak menyangka bahwa perempuan itu menelfonnya dan memberikan kabar mengejutkan seperti ini.


“Aku baik-baik saja. Hanya mengalami patah tulang saja. Aku sedang di rawat di Rumah Sakit Harapan Kita. Kalo Mas Seno sempet, datang ke sini ya sebelum operasiku dilakukan.”


“Tentu-tentu. Aku akan ke sana sekarang.” Ucap Seno yang lalu menutup sambungan telepon tersebut.


Membuat keju bisa ia tunda besok. Dengan produksi seratus delapan puluh kilogram keju selama satu jam, Seno hanya butuh lima jam saja untuk memenuhi misinya. Jadi meski sekarang ia tidak memproduksi keju itu tidak akan mengganggu misinya.


Sebelum mengganti pakaiannya, laki-laki itu tidak lupa untuk mengabari Dina. Entah kenapa Seno terpikirkan untuk mengabari perempuan itu dan mengajaknya pergi menjenguk Miranda bersama.


*****

__ADS_1


Miranda dirawat di kamar VIP rumah sait Harapan Kita. Ketika Seno dan Dina masuk ke sana, Miranda di temani oleh seorang asisten rumah tangganya. Ini karena kedua orang tua Miranda masih berada di luar negeri, begitu juga dengan Ferdi kakak Miranda.


Melihat kedatangan Seno dan Dina, asisten rumah tangga Miranda itu memilih pergi. Ia memakai alasan untuk mencari makan agar bisa keluar dari sana. Dengan begitu, Miranda bisa mengobrol dengan tenang bersama dengan teman-temannya.


“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Seno ketika sudah berada di dekat Miranda.


Tidak terlalu banyak cedera yang terlihat di tubuh Miranda. Hanya lecet di lengannya saja. Seno tidak tahu apakah dibagian kaki Miranda ada luka yang lain atau tidak. Itu karena Miranda memakai selimut sekarang. Jadi dirinya tidak bisa mengeceknya.


“Aku baik-baik saja Mas. Hanya saja tangan kiriku mengalami patah tulang.” Jelas Miranda singkat.


“Bagaimana ini bisa terjadi?” Tanya Dina.


“Ketika aku jalan di trotoar kampus, ada aku terpeleset. Lalu, aku menggunakan sebelah tanganku untuk menahan tubuhku yang jatuh. Tetapi sepertinya nasib sial memang sedang menimpaku. Posisi jatuhku tidak tepat sehingga aku mengalami patah tulang.” Jelas Miranda.


“Lalu, kapan operasimu dilakukan?”


“Besok siang Mas. Dokternya masih belum ada.”


“Kalau begitu, Kamu masih boleh minum sesuatu bukan?” Tanya Seno yang dijawab dengan anggukan oleh Miranda.


Setelah mendapatkan konfirmasi dari Miranda, Seno lalu mengeluarkan sebuah termos dari dalam tas miliknya dan menuangkannya ke dalam gelas. Ia harap susunya ini memiliki efek penyembuhan untuk Miranda yang mengalami patah tulang.


Dalam deskripsinya, susu miliknya ini memiliki kalsium tinggi. Jadi ada kemungkinan susu ini bisa menyambungkan tulang yang patah.


Seno sendiri tidak tahu apakah teorinya ini benar atau tidak. Yang jelas ia akan memberikannya dulu kepada Miranda. Perkara ini berhasil atau tidak, mereka akan mengetahuinya setelah Miranda mengkonsumsi susu ini bukan?


“Minumlah dulu.” Ucap Seno sembari menyerahkan segelas susu


Dengan tangan kanannya yang tidak sakit, Miranda menerima gelas tersebut lalu meminum susu tersebut hingga tandas tidak bersisa. Kemudian ketiga orang itu mengobrol bersama.


Tepat lima belas menit setelah Miranda mengkonsumsi susu tersebut, ia merasakan sakit di tangannya berkurang. Sebelum ini perempuan itu tidak meminum obat pereda nyeri. Jadi cukup aneh jika tangannya yang sebelumnya terasa nyeri, sekarang baik-baik saja.


Pandangan perempuan itu kemudian beralih kepada susu yang tadi diberikan oleh Seno kepadanya. Sebelum ini, apa pun yang diberikan oleh Seno dalam jumlah sedikit, memiliki manfaat yang begitu besar.


Seperti wortel yang memperbaiki pandangannya, atau buncis yang membuat kulitnya semakin cerah daripada sebelumnya. Miranda yakin hilangnya rasa nyeri di tangannya ini ada hubungannya dengan susu yang diberikan oleh Seno.


Sebelumnya Miranda memang sudah mengkonsumsi susu tersebut. Tetapi, saat itu dirinya dalam kondisi baik-baik saja. Jadi, ia tidak merasakan efek apa pun dari susu tersebut.


Sekarang, ketika dirinya sedang mengalami patah tulang dan Seno memberikan susu itu padanya, ia sedikit banyak merasakan efeknya. Langsung saja Miranda mengatakan hal ini kepada Seno.


“Mas Seno, tanganku sudah tidak sakit lagi. Apakah ini karena susu yang Kamu berikan jadi nyeri di tanganku hilang?” Tanya Miranda.


Seno menggelengkan kepalanya pelan. Aku juga tidak mengetahuinya. Ini adalah kali pertama aku memberikan susu ini kepada orang yang mengalami patah tulang. Jadi, ada kemungkinan susu ini memiliki efek penyembuhan bagi mereka yang mengalami patah tulang.” Jelas Seno.


“Kalau begitu, Kamu melakukan rontgen ulang aja supaya tahu apakah tulangmu sudah baik-baik saja atau masih ada tulang yang patah.” Saran Dina.

__ADS_1


Mereka pun menghubungi suster jaga untuk meminta rontgen ulang. Meski suster menolak dengan alasan rontgen yang mereka lakukan sebelum ini sudah akurat, tetapi pada akhirnya mereka berhasil membujuk suster dan menjadwalkan rontgen ulang untuk Miranda.


__ADS_2