Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 203


__ADS_3

“Apakah Kau memiliki berita bagus Jessica? Kenapa Kau terlihat sebahagia itu?” tanya Lucas.


“Tentu, Profesor Giorgio. Aku memiliki kabar gembira untukmu. Penelitianku sedikit membuahkan hasil sekarang,” jawab Jessica.


“Benarkah?”


Lucas langsung mendekat ke arah Jessica. Ia ingin tahu sendiri hasil penelitian yang dilakukan oleh asistennya itu. Melihat kedatangan Lucas, Jessica menyingkir dan membiarkan laki-laki itu melihat langsung spesimen yang Jessica teliti di balik lensa mikroskopnya.


Sementara Lucas melihat penelitiannya, Jessica langsung menjabarkan apa yang ia temui kepada Lucas.


“Aku menemukan kandungan vitamin A yang cukup banyak dari wortel ini. Jika hanya itu saja, maka itu tidak akan membuat wortel ini begitu spesial,” jelas Jessica.


“Aku melihat, vitamin A ini sangat cepat diserap oleh tubuh. Tidak hanya itu, organ tubuh manusia, terutama mata, sangat cepat dalam menyerap vitamin ini. Meski aku belum melakukan penelitian langsung kepada manusia, tetapi aku bisa menyimpulkan bahwa wortel ini akan bisa meningkatkan penglihatan seseorang.”


“Aku yakin Anda sudah mendengar berita mengenai keajaiban dari wortel ini bukan, Profesor? Mereka yang sebelumnya mengalami penyakit mata, akan bisa sembuh karena wortel ini. Tidak hanya itu, mereka yang memiliki mata normal, penglihatan mereka semakin tajam.”


“Aku rasa ada kandungan lain dari wortel ini yang belum aku ketahui apa itu. Vitamin A saja tidak akan membuat wortel ini memiliki efek sebesar itu,” jelas Jessica.


“Hem … Kau benar Jess, ini memang memiliki efek yang luar biasa seperti itu. Sekarang, kita akan melakukan penelitian kepada manusia. Aku ingin tahu batasan dari sayuran ini untuk mengobati penyakit mata.”


“Aku juga ingin melihat apakah seseorang yang buta bisa kembali melihat dengan wortel ini? Atau mereka yang matanya di tusuk hingga berdarah, bisahkah mereka sembuh dan bisa kembali melihat dengan mengkonsumsi sayuran ini?” gumam Lucas.


Segala percobaan ingin Lucas coba. Ia bahkan berpikir menukar mata manusia dengan mata hewan dan meminta orang itu untuk mengkonsumsi wortel. Lucas ingin melihat hasil persilangan organ itu.


Menurut sebagian orang, penelitian Lucas ini terbilang kejam dan tidak peri kemanusiaan. Tetapi bagi Lucas, itu adalah hal yang harus dikorbankan untuk mencari jawaban atas rasa penasarannya. Ia akan melakukan apa pun untuk melakukan hal itu.


Toh dia bukan yang pertama melakukan penelitian seperti ini. Pada masa perang saja, banyak penelitian serupa yang lebih kejam lagi. Ada sebuah penelitian yang menyabung bagian tubuh manusia tidak pada tempatnya. Seperti kaki ditempatkan di tangan, dan tangan ditempatkan di kaki. Penelitian dari laboratorium ini justru memberikan banyak sumbangsih ilmu kepada dunia kedokteran.


“Tetapi kita butuh banyak wortel untuk bisa melakukan hal itu, Profesor. Setidaknya kita butuh ratusan hingga ribuan wortel untuk bisa melanjutkan percobaan pada manusia.”

__ADS_1


Ucapan Jessica ini berhasil membuat Lucas menyadari kenyataan itu. Mereka tidak memiliki banyak stok sayuran untuk bisa melakukan penelitian dengan baik.


“Itu tidak masalah,” jawab Lucas. “Dalam waktu dekat, Anthony akan mendapatkan apa yang kita butuhkan.”


“Jadi, pesan saja beberapa kelinci percobaan di pasar gelap. Aku mau manusia dari segala umur. Tua, muda, bahkan bayi sekali pun. Aku juga mau Kau mencarikan aku beberapa orang buta untuk penelitian ini. Buta dari lahir atau pun tidak. Semuanya.”


Jika sebelumnya Lucas hanya ingin mendapatkan banyak sayuran untuk menjalankan penelitiannya, sekarang ia berubah pikiran. Penelitian Jessica ini membukakan jalan untuknya.


Daripada hanya mendapatkan sebagian kecil sayuran, Lucas ingin mendapatkan semuanya. Jika perlu, asal usul dari sayuran-sayuran ajaib itu. Kemungkinan besar, munculnya sayuran-sayuran ajaib ini karena ada peneliti gila lain di luar sana.


Lucas bisa menebak peneliti itu mengubah komposisi genetik dari beberapa tanaman dan membuatnya berubah menjadi sayuran ajaib. Lucas harus bisa mendapatkan hasil penelitian itu, bagaimana pun caranya.


“Tentu, Profesor. Aku akan menghubungi suplaier kita di pasar gelap untuk mengirim kelinci percobaan sesuai dengan keinginanmu. Karena sekarang kita meminta cukup banyak syarat, aku yakin ini akan sedikit sulit. Ini tidak seperti kelinci percobaan yang biasa kita minta.”


“Tidak masalah untukku. Kita bisa melakukannya bertahap. Kita juga masih perlu menunggu sayuran-sayuran itu bukan?”


“Sekarang, sembari menunggu semua kelinci percobaan dan sayuran itu datang, lebih baik Kau lanjutn penelitianmu. Lihat sayuran yang lain, apakah mereka memang memiliki kandungan yang sehebat itu. Meski di lapangan bukti sudah cukup banyak, aku masih ingin melihat pembuktian dari data peneletian kita.”



Anthony sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Untuk misi kali ini, tidak banyak yangperlu ia persiapkan. Kekuatan tangannya saja sudah bisa menghancurkan manusia-manusia yang lemah. Jadi, dengan atau tanpa senjata tidak akan ada bedanya untuk Anthony, kekuatan tangannya bisa menghancurkan apa pun yang menghalanginya.


Sebelum ia berangkat, Anthony melihat Lucas mendatanginya. Lucas tengah menunjukkan wajah seriusnya sekarang. Jika Lucas sudah menujukkan wajah seserius ini, berarti misinya ini bukan misi main-main seperti sebelum-sebelumnya.


“Master, apakah ada hal lain yang ingin Kau katakan?” tanya Anthony.


“Ya. Aku ingin Kau membawa petani itu hidup-hidup kepadaku. Geledah seluruh rumahnya dan bawa semua perangkat elektronik yang ada di sana. Jadi, jangan sampai merusak data-data penting yang mereka miliki.”


“Aku juga akan mengirimkan tim pendukung untukmu. Masih ada beberapa orang yang ada di negara kecil itu, mereka yang akan memberimu informasi mengenai petani itu.”

__ADS_1


Anthony sebenarnya ingin protes. Ia merasa tidak membutuhkan bantuan siapa pun untuk menyelesaikan misi ini. Tetapi ini adalah perintah dari Lucas. Ia tidak bisa membatah.


“Tentu, Master.”


Anthony harus menaiki sebuah helikopter untuk bisa keluar dari pulau ini. Ia harus kembali ke Italia sebelum kemudian menaiki pesawat jet pribadi milik Lucas. Anthony sudah terbiasa melakukan perjalanan seperti ini. Jadi, ia tidak terlalu kaget ketika berada di dunia luar.


Setelah beberapa jam melakukan penerbangan, Anthony sampai di salah satu bandara pribadi yang ada di Indonesia. Bandara ini adalah milik salah satu pengusaha yang bekerja sama dengan Lucas dalam memperjual belikan obat-obatan terlarang.


“Mr. Anthony,” sapa Marc ketika Anthony keluar dari pesawat.


Anthony menganguk pelan.


“Bawa aku ke tempat target kita sekarang,” ucap Anthony tanpa basa basi.


“Maaf, Mr. Anthony. Tetapi, target kita belum juga kembali dari Amerika. Terakhir kali aku lihat, mereka berada di Amerika. Ini sudah hari kelima sejak mereka berada di Amerika,” jelas Marc.


“Di Amerika? Kenapa Kau tidak mengatakan hal ini sejak awal? Master memintaku membawa petani itu hidup-hidup. Jika dia berada di Amerika, bagaimana aku bisa mendapatkannya?” bentak Anthony.


“Maafkan aku, Mr. Anthony. Aku tidak bisa menghubungi Profesor Giorgio karena aku sendiri sedang diawasi. Keberadaanku sudah tercium oleh polisi lokal. Jadi, aku harus berpindah-pindah tempat untuk menghindari mereka.”


“Tidak hanya itu, pihak kepolisian setempat juga bekerja sama dengan militer. Itu membuatku dan yang lain tidak bisa bergerak dengan bebas. Sekarang saja aku baru bisa lepas dari mereka.”


“Mereka hanya manusia lemah, kenapa pula Kau harus takut. Sekarang, bawa aku ke rumah petani itu. Meski aku tidak bisa membawa petani itu, aku masih bisa membawa hal-hal lain yang diminta oleh Master. Kau harus mengantarku ke sana. Jika Kau menolak, maka Kau akan kuhabisi sekarangjuga.”


Anthony masih ingat tugas lain yang diberikan oleh Lucas, membawa semua barang elektronik dari rumah target mereka. Sekarang dia akan mengosongkan rumah itu. Lalu, ia akan mencari keberadaan si petani itu.


Jika waktu tidak memungkinkan, setidaknya Anthony membawakan sesuatu untuk Lucas. Nantinya, jika dia bisa keluar lagi, barulah Anthony akan menyelesaikan tugas dari Lucas.


“B-baiklah, Mr. Anthony. Aku akan membawamu ke sana,” ucap Marc dengan sedikit tergagap.

__ADS_1


Ancaman Anthony tidak pernah main-main. Jika Anthony mengatakan akan membunuhnya, maka dia akan melakukan itu jika kesempatan itu muncul. Marc harus menuruti ucapan laki-laki besar ini. Lagi pula, Anthony pasti bisa mengatasi pihak keamanan dari negeri ini dengan mudah.


__ADS_2