Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 223


__ADS_3

Seno menerjabkan matanya berkali-kali setelah mendengar cerita Lasmi mengenai apa yang terjadi dengan cucunya. Di depan Seno, sekarang sudah ada Catur yang membuka bajunya dan menujukkan apa yang terjadi padanya.


Seno tidak menyangka akan menemukan kejadian aneh seperti ini. Seorang laki-laki yang meminum air rebusan daun kelor, memiliki efek samping seperti ini. Seno bersumpah, ke depannya ia akan menjauhi kelor itu. Jika perlu ia akan menyuruh anak buahnya saja yang memanen.


Bagaimana jika nanti ketika memanen, tanpa sengaja ada daun yang rontok dan tertelan oleh Seno. Pasti dia akan memiliki nasib yang tidak jauh berbeda dengan yang Catur alami. Itu cukup mengerikan bagi Seno.


“Jadi bagaimana? Apakah Kamu punya sesuatu yang bisa mengatasi semua ini?”


Suara Lasmi membuyarkan lamunan Seno. Hal itu membuatnya kembali fokus pada masalah di depannya. Catur yang menghasilkan air dari benda gelap di tubuh bagian depannya.


“Maaf. Namun aku sendiri tidak bisa memberi solusi. Belum ada penelitian mendalam mengenai hal ini. Lalu, daun kelor ini sedari awal memang diperuntukkan untuk perempuan bukan? Kenapa dia malah meminumnya?”


Dari awal Lasmi meminta ini untuk menantunya yang belum lama ini melahirkan. Jadi, semua ini bukan salah Seno jika tiba-tiba yang meminum adalah cucu laki-laki Lasmi. Seno hanya memberikan apa yang Lasmi butuhkan. Itu pun Seno memberi dengan cuma-cuma karena ingon tahu efek dari daun kelor itu.


“Apa benar-benar tidak ada solusi lain?” tanya Catur yang terdengar putus asa. Sedari tadi bagian tubuhnya masih mengeluarkan air. Catur sama sekali tidak melihat tanda-tanda semua ini akan berhenti.


Dalam perjalanan kemari tadi, Catur membaca banyak artikel di internet. Katanya jika semakin dikeluarkan, maka produksinya akan semakin banyak. Jadi, Catur sedari tadi membiarkan saja bagian tubuh itu berair. Ia tidak mau menyentuhnya terlalu keras, takut yang keluar semakin banyak.


“Sebentar, biarkan aku berpikir sebentar,” ucap Seno.


Bisa dibilang, ini adalah kejadian salah pemakaian produk kedua yang Seno alami. Yang pertama adalah kasus pepaya yang dipakai untuk mengerjai seseorang hingga orang itu masuk rumah sakit. Akibatnya, Seno dituntut dan hampir saja diproses di kantor polisi.


Lalu sekarang, kasus daun kelor. Lagi-lagi salah penggunaan. Untungnya Lasmi tidak langsung melaporkan Seno ke polisi. Ia lebih memilih bertanya dulu ke Seno untuk mencari solusi mengenai masalah ini.


“Sistem, apakah Kamu memiliki cara agar ini berakhir? Maksudku laki-laki ini? Dia mengeluarkan asi, ah salah jika aku menyebut asi karena dia bukan seorang ibu. Pokoknya itu, bagian tubuhnya yang itu mengeluarkan air sekarang. Apakah Kamu memiliki cara untuk mengatasinya?” tanya Seno dalam hati.


Seno berharap Sistem memberinya solusi. Kasus daun kelor ini sepertinya sangat berbeda dengan kasus pepaya. Jika pepaya, korbannya tinggal dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif.


Namun bagaimana caranya menghentikan laki-laki ini mengeluarkan air? Seno sendiri tidak pernah mendengar hal yang seperti itu.


[Host, dalam bank data milik Sistem, tidak ada cara menangani hal ini]


[Semua produk milikmu memiliki manfaat yang besar]

__ADS_1


[Namun, bukan berarti tidak ada hal yang buruk di dalamnya]


[Jika tidak digunakan dengan bijak, maka produk milikmu justru akan memberikan masalah]


[Jadi, Host perlu berhati-hati dalam penggunaannya]


“Jadi Kamu tidak memiliki solusi sama sekali?”


[Tidak ada, Host]


Seno menarik napas panjang. Ia sudah menduga bahwa Sistem tidak memberikannya solusi. Sekarang, bagaimana ia memberitahukan hal ini kepada Lasmi dan Catur? Mereka pasti berharap banyak kepada Seno.


“Maaf, aku tidak memiliki solusi mengenai masalah ini,” ucap Seno pada akhirnya.


“Aku turut prihatin Kamu harus menghadapi masalah seperti ini. Aku benar-benar tidak bisa membantumu.”


“Jadi, apakah aku harus menerima keadaanku seperti ini? Sudah pasti aku tidak akan bisa berpergian secara bebas nanti. Air ini akan selalu merembes di bajuku. Bagaimana aku menjelaskannya kepada orang di sekitarku?” tanya Catur yang terdengar putus asa.


“Nak Seno, tolong carikan solusi. Berapa pun akan aku bayar asalkan cucuku ini bisa kembali menjadi normal seperti semula,” mohon Lasmi.


“Ayah coba baca artikel ini deh.”


Miranda, yang sejak awal hanya berada di dalam rumah, kini keluar ikut bergabung ke ruang tamu. Miranda memberikan ponsel miliknya kepada Seno. Di sana sebuah artikel mengenai cara alami mengehentikan asi bagi ibu yang akan menyapih anaknya.


Seno membaca dengan cermat artikel tersebut. Di sana tertulis bahwa makanan pedas bisa menghentikan produksi asi. Tidak hanya itu, memakan daun mint berlebihan juga bisa memengaruhi produksi asi.


Dari artikel ini saja Seno sudah bisa menebak arah pembicaraan Miranda. Kemungkinan besar Miranda menyarankan agar Seno memberi Catur cabe rawit miliknya atau mungkin daun mint yang ia punya.


Tetapi tidak mungkin ia melakukannya. Cabe rawit atau pun daun mint miliknya sangat berbeda dari brokoli yang ia punya. Brokoli miliknya hanya memberikan kemampuan pasif yaitu tubuh kebal. Seseorang yang memiliki tubuh kebal memang bisa saja melakukan kejahatan. Namun, itu tidak akan terlalu parah.


Beda ceritanya dengan cabe rawit dan daun mint yang ia punya. Itu memberikan kemampuan aktif. Meski pun ia sudah memberikan ramuan pencegah rahasia sekali pun, itu tidak akan bisa menjamin orang itu tidak akan menggunakannya untuk kejahatan.


Bayangkan ada penjahat yang bergerak bebas membakar semua yang ada di sekitarnya. Atau, dengan mudahnya membunuh orang dengan cara membekukan mereka dan memecahkan mereka. Itu lebih parah lagi. Seno tidak mau mengambil resiko seperti itu.

__ADS_1


“Mungkin aku punya solusinya. Tetapi, aku tidak memiliki apa yang kalian cari. Salah satu artikel mengatakan bahwa seorang ibu yang menyusui biasanya menyapih anaknya dengan minum minuman beralkohol, memakan makanan pedas, atau dengan konsumsi daun mint secara berlebihan.”


“Mungkin kalian bisa melakukan dengan cara ini. Sebagai permintaan maafku karena tidak bisa membantu banyak, aku akan memberikan tiga botol anggur fermentasi yang aku punya,” jelas Seno.


“Hanya itu?” tanya Catur memastikan.


Mungkin dirinya tadi salah memilih kata kunci dalam mencari solusi mengatasi masalahnya ini. Tetapi, ia tidak menyangka bahwa solusinya cuma itu saja.


“Ya, itu yang aku baca dari artikel ini. Aku tidak memiliki solusi lain. Atau mungkin kalian bisa bertanya ke dokter. Mungkin dokter bisa memberikan solusi lain.”


“Baiklah kalau begitu, kami undur diri dulu.”



“Ayah nggak ngasih mereka cabe rawit atau daun mint yang kita punya?” tanya Miranda setelah Lasmi dan Catur pulang.


Seno menggelengkan kepalanya.


“Terlalu beresiko. Kita tidak pernah tahu orang yang seperti apa cucu dari Bu Lasmi. Bisa aja dia orang yang emosian. Coba bayangin, dia dibikin emosi sama temennya, terus dia membakar tememnya itu sampai nggak bersisa.”


“Aku nggak mau menyelesaikan masalah dengan membuat masalah baru. Jadi, lebih baik aku nggak ngasih cabe rawit atau pun daun mint itu ke dia. Selama aku nggak bisa mengontrol apa yang orang-orang lakukan, aku tidak akan pernah memberikan sayuran yang bisa menjadi senjata kepada orang lain.”


“Jadi, nanti jika Ayah bisa memiliki kemampuan untuk mengkontrol apa yang orang lain lakukan, maka Ayah akan mengijinkan orang lain selain keluarga kita untuk mengkonsumsi sayuran sejenis cabe rawit atau pun daun mint?” tanya Miranda.


“Aku tidak tahu. Mungkin aku melakukannya, mungkin juga tidak melakukannya. Kamu tahu bukan jika aku memberikan sayuran seperti itu, sama saja dengan tanggung jawabku bertambah. Selain itu, aku harus mengawasi semua yang mereka lakukan. Itu akan sangat merepotkan nantinya,” jelas Seno.


“Seperti itu rupanya. Lalu, kapan Ayah akan memulai ekspedisi penaklukkan dimensi lain? Ayah bilang dalam waktu dekat akan melakukannya?”


Belakangan Miranda melihat Seno yang membaca informasi mengenai berbagai informasi mengenai dimensi yang ada di negeri ini. Miranda tahu bahwa Seno ingin mempersiapkan diri untuk ekspedisinya.


Kemungkinan besar, ekspedisi yang Seno lakukan ini akan berjalan cukup lama. Di Pulau Jawa saja ada ratusan dimensi. Belum lagi di pulau lain. Jika dalam sehari Seno menaklukkan dua hingga tiga dimensi dan beristirahat lima hari setelahnya, Seno masih membutuhkan waktu yang lama untuk melakukannya. Mungkin berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun lamanya. Miranda sendiri tidak tahu kapan Seno akan menyelesaikan itu semua.


“Tiga hari lagi aku akan berangkat. Aku akan berangkat setelah menaikkan level kebun milikku. Dari perhitunganku, besok lusa aku bisa menaikkan level kebunku ke level sepuluh. Aku akan berangkat setelah itu,” jelas Seno.

__ADS_1


Level sepuluh, adalah level yang lama Seno nantikan. Sudah lama sistem mengatakan bahwa semua misteri dan informasi yang ingin Seno ketahui perlahan akan ditunjukkan pada level sepuluh. Rasa penasaran Seno mengenai kenapa dirinya dipilih untuk memiliki sistem dan alasan dibalik kemunculan berbagai dimensi, akan asa jawabannya.


Apa pun itu nanti, Seno harus mempersiapkan diri untuk semua kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi.


__ADS_2