Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 107 Pertanyaan Dina


__ADS_3

Keringat dingin langsung mengalir di punggung Seno ketika mendengar pertanyaan Dina. Laki-laki itu tahu bahwa Dina sekarang menuntut dirinya untuk lebih terbuka mengenai hal ini.


Dirinya bingung jawaban apa yang harus ia berikan kepada Dina. Jawaban jujurkah, atau jawaban ala kadarnya. Seno sendiri belum menentukannya.


“I-itu, a-aku…” Jawab Seno dengan sedikit gugup.


Dina hanya mengangguk pelan. Ia tidak mengatakan apa pun lagi. Perempuan itu pun mengalihkan pembicaraan mereka dengan menanyakan Seno apa yang ingin dia makan.


“Jadi Kamu mau makan apa? Ada banyak makanan enak di sekitaran kampusku yang bisa kita cobain.” Ucap Dina.


Seno tahu dirinya sudah membuat sebuah kesalahan dengan tidak menjelaskan semua ini kepada Dina. Maka dari itu, laki-laki itu perlu mengatakan sesuatu agar Dina bisa tenang dan masih percaya dengannya.


“Din dengarkan dulu penjelasanku. Bukannya aku tidak mau menjelaskan semua ini. Hanya saja, cukup sulit bagiku melakukannya. Aku janji setelah kita menikah nanti, aku akan menjelaskan semuanya kepada Kamu dan Miranda.”


“Jika Kamu meminta penjelasan itu sekarang, maaf aku tidak bisa melakukannya.” Jelas Seno lirih.


Mendengar jawaban Seno, Dina menarik nafas panjang. Ia tidak bisa memaksakan hal itu kepada Seno. Lagi pula, Seno tadi sudah berjanji akan menjelaskan semuanya setelah mereka menikah bukan? Jika nanti dirinya masih penasaran, ia bisa menagih janji yang sekarang ini Seno ucapkan.


“Baiklah. Aku akan menagih janjimu ini setelah kita menikah nanti.” Jelas Dina.


Seno harap, ketika waktunya tiba, dirinya bisa menemukan alasan yang tepat untuk ia berikan kepada Dina dan Miranda. Untuk sekarang, dirinya hanya tinggal memikirkan alasan yang logis yang bisa ia berikan kepada mereka.


….


Dua hari berlalu begitu saja. Selama dua hari ini Seno beberapa kali mengikuti kedua kekasihnya untuk memantapkan semua persiapannya. Sekarang semua persiapan telah selesai. Tinggal menunggu hari H saja.


Undangan pun sudah di sebar sejak minggu lalu. Sekarang ini, kedua pacar Seno menjalani proses pingitan. Jadi Seno tidak bisa menemui mereka. Waktu pingitan ini Seno pakai untuk mengurusi kebun miliknya.


Apalagi hari ini bertepatan dengan panennya tanaman baru yang ia miliki. Nanas pencegah impotensi dan jambu mete pelebur lemak. Dua produk ini akan membawa banyak keuntungan baru untuk Seno.


[Nanas pencegah impotensi]


[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]


[Katanya bagus meningkatkan kualitas ******]


[EXP +36]


[Poin tanam +1600]


[Jambu Mete pelebur lemak]

__ADS_1


[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]


[Mete-nya jika diolah bisa membakar lemak]


[EXP +36]


[Poin tanam +1600]


Itu adalah deskripsi yang Seno terima mengenai dua produk pertanian miliknya. Baru sekarang Seno sadar bahwa sistem memberinya produk yang berhubungan dengan kesuburan seseorang tidak lama sebelum dirinya menikah.


Apakah Sistem memintanya untuk cepat-cepat memiliki anak dengan memberinya tanaman seperti ini? Tetapi, pembicaraan mengenai anak belum Seno bahas dengan kedua calon istrinya. Meski anak adalah rejeki, tetapi tidak semudah itu memiliki anak.


Memang sangat mudah mendapatkan anak, tetapi berperan sebagai orang tua yang baik untuk anak itu tidaklah muda. Seno dan kedua calon istrinya harus benar-benar yakin dan siap memiliki anak, barulah mereka melakukan pemrograman memiliki anak.


Untuk sekarang Seno tidak mau memusingkan diri dengan memikirkan hal itu. Ia sekarang lebih fokus ke jambu mete yang baru saja ia panen. Jambu tersebut baru bisa menunjukkan efeknya jika Seno mengolah kacang mete yang ada pada jambu.


Biasanya kacang mete itu akan dipanggang atau digoreng dulu sebelum di konsumsi. Ini yang Seno bingungkan. Apakah dirinya bisa mengolahnya dengan cara biasa, ataukah ia perlu mengolahnya di sektor pengolahan sistem?


[Host haruslah mengolahnya di sektor pengolahan hasil kebun dan ternak untuk membuat produk yang memiliki efek yang luar biasa]


Ucapan Sistem yang tiba-tiba Seno dengar menjawab semua pertanyaan yang ada di benak Seno. Laki-laki itu lalu mengecek toko sistem miliknya. Di sana ia menemukan resep kacang mete panggang. Sistem menjual resep tersebut dengan harga lima juta poin produksi.


Ketiga slot yang ia miliki sudah habis terpakai. Jadi Seno perlu membeli slot baru untuk bisa memproduksi produk baru. Lalu, harga untuk membuka slot baru adalah sepuluh juta poin.


[Sektor pengolahan hasil kebun dan ternak : - Keju super lumer


Cokelat super cokelat


Anggur fermentasi XY01BS9]


[Poin pengolahan : 20.600.000]


“Ternyata poinku cukup untuk semua ini. Sistem, tolong tambah slot pengolahan milikku dan belikan resep kacang mete untukku.” Pinta Seno.


[Baiklah Host]


[Ding]


[15.000.000 poin pengolahan telah diambil]


[Ding]

__ADS_1


[Selamat Host telah memperoleh resep kacang mete super gurih]


[Selamat Host telah membuka slot baru dalam sektor pengolahan hasil kebun dan ternak]


[Perbanyaklah mengelola hasil kebun agar hasil jualnya semakin tinggi]


Langsung saja Seno menuju ke sektor pengolahan hasil kebun dan ternak untuk memulai produksi kacang metenya. Tidak banyak yang Seno lakukan dalam memproduksi kacang mete ini. Ia hanya perlu memasukkan beberapa bumbu dan memanggangnya bersamaan dengan kacang mete.


Sekali produksi, Seno menghasilkan tiga ribu porsi kacang mete yang dikemas dalam kemasan lima puluh gram. Seperti sebelum-sebelumnya, Seno kemasan yang dibuat oleh Sistem, sudah mencantumkan logo miliknya.


Kali ini ia tidak akan langsung memasang beberapa porsi di laman lelangnya untuk di coba oleh pelanggannya. Ia ingin membuat kehebohan yang besar untuk produknya ini.


Untuk mempromosikan kacang mete ini, Seno sudah menemukan caranya. Seno memiliki salah satu teman ketika masih SMA dulu. Temannya ini memiliki badan yang besar. Bukannya Seno mau meremehkan atau merendahkan mereka yang memiliki badan besar, bukan.


Hanya saja Seno kurang menyukai orang yang bertubuh besar karena obesitas. Itu adalah penyakit menurut Seno. Layaknya sebuah penyakit pada umumnya, sebuah penyakit haruslah dicari obatnya agar sembuh.


Seno tidak masalah dengan mereka yang bertubuh besar dan berusaha mengecilkan tubuh mereka. Yang menjadi masalah adalah orang dengan obesitas tetapi tidak ada niatan memperbaiki pola makan mereka agar lebih sehat lagi. Seno berharap kacang mete produknya ini bisa menjadi obat untuk temannya itu.


Tanpa berpikir panjang, Seno langsung mengambil dua puluh bungkus kacang mete. Setelahnya ia pergi menunju ke rumah temannya yang jaraknya tidak terlalu jauh. Sepuluh menit berkendara dengan motornya, Seno sampai di sebuah warung internet yang cukup ramai di datangi oleh para remaja.


Warung internet ini memiliki perangkat komputer yang kompatibel untuk dipakai memainkan game berat. Jika pada umumnya warung internet mematok tariff tiga ribu hingga empat ribu rupiah untuk satu jam, maka di sini harus membayar enam ribu rupiah untuk satu jamnya.


Seno langsung menuju ke arah kasir. Di balik kasir itu, terdapat seorang laki-laki yang memiliki badan yang besar. Ia duduk di kursi kayu yang bagian belakangnya ditaruh sebuah bantal. Tetapi, Seno sama sekali tidak bisa melihat keberadaan kursi yang dia. Semua itu tertutup badannya yang besar.


Laki-laki itu sedikit melebarkan matanya setelah melihat keberadaan Seno. Ia terlihat kaget melihat teman lamanya datang berkunjung.


“Seno, aku kira pelanggan yang datang. Ternyata itu Kamu. Tumben Kamu ke sini. Ada perlu apa?” Tanya laki-laki itu.


“Aku ada perlu denganmu Ray. Bisakah kita bicara sebentar di tempat lain?” Tanya Seno.


“Hemm… baiklah. Dodo sini gantiin aku jagain meja kasir.” Teriak Ray cukup keras.


Tidak lama kemudian, seorang laki-laki yang memiliki badan tidak jauh berbeda dengan Ray datang. Seno mengenal laki-laki itu. Dia adalah adik Ray yang lebih muda dua tahun dari Ray. Mereka sama-sama mengalami obesitas.


“Ayo sekarang kita ke atas Sen. Kita ke kamarku.” Ucap Ray.


....


Selamat tahun baru semuanya, semoga sehat selalu, rezeki di tahun ini semakin melimpah, apa yang belum tercapai bisa segera tercapai.


sukses selalu buat kalian..

__ADS_1


terima kasih juga buat dukungan kalian selama ini


🥰🥰🥰🥰


__ADS_2