
“Ternyata dunia ini tidak seaman yang aku kira.” Gumam Seno.
Berita yang ia terima dari Thorbiorn membuat Seno merasa was-was berada cukup jauh dari kedua adiknya. Ia takut terjadi sesuatu dengan mereka. Keduanya adalah satu satunya keluarga yang Seno miliki saat ini.
Jadi, Seno tidak mau ada kejadian buruk yang terjadi kepada mereka dan membuatnya kembali kehilangan anggota keluarganya. Tidak mudah bagi seseorang bangkit dari kesedihan kehilangan seseorang.
“Sepertinya aku perlu memperbanyak jumlah brokoli yang aku berikan kepada mereka. Dengan begitu, aku akan sedikit lebih tenang. Jelas tubuh mereka akan kebal dari serangan-serangan makluk itu.”
…
Esok harinya, Seno pergi ke kebunnya untuk mengecek kedaan anak Betty. Anak sapi itu sudah cukup sehat sekarang. Ia berlarian kesana kemari dengan riang. Ketika Seno datang, anak sapi itu langsung mendatanginya.
Anak sapi ini langsung bersikap jinak padanya. Mungkin itu karena dia masih bayi jadi anak sapi ini tidak bersikap waspada kepada siapa pun yang datang. Apalagi induknya berada tidak jauh dari sini. Tentu saja anak sapi itu tidak memiliki rasa takut.
Seno lalu memerah sapi-sapi itu. Setelah mengkonsumsi rumput super grade C, produksi susu dari sapi sapinya bertambah banyak. Sekarang sekali perah saja Seno bisa mendapatkan empat puluh lima liter. Tidak hanya itu, grade dari susu yang ia dapatkan juga semakin tinggi.
Sebelumnya grade susu tertinggi yang ia dapat adalah grade C, sekarang susunya sudah menjadi grade B. Poin ternak yang ia dapatkan juga naik menjadi delapan ratus poin per liter susu dari sebelumnya yang hanya lima ratus poin per liter susu.
Kemarin sebelum berangkat menjalankan misi, Seno juga membeli dua ekor sapi perah lagi. Ia ingin memperbanyak jumlah produksi susunya. Semakin banyak jenis tanaman yang ia miliki, semakin banyak pula jumlah susu yang ia butuhkan untuk menjadi bahan baku olahan.
Ada hal mengejutkan lain yang baru Seno ketahui. Anak sapi Betty sama sekali tidak memakan slot hewan ternak miliknya. Ketika Seno menanyakan hal itu kepada Sistem, jawabannya adalah, anak sapi milik Seno tidak menghasilkan apa pun untuk peternakaannya.
__ADS_1
Jadi, itu tidak termasuk ke dalam slot. Lalu, mengenai Samson si sapi jantan, sistem mengatakan Samson masih memilliki kegunaan untuk peternakan. Dengan adanya sapi jantan, maka sapi-sapi betina milik Seno bisa dibuahi. Dengan begitu, produksi susu Seno tidak akan terhenti.
Seno baru tahu kalau sapi perah harus dalam keadaan hamil atau menyusui agar tetap memproduksi susu. Memang ada saat di mana si sapi tidak akan memproduksi susu sama sekali, beberapa orang menyebut ini masa kering sapi.
Tetapi itu tidak berlangsung lama. Hanya tiga hingga empat minggu. Setelah itu, sapi tersebut akan kembali memproduksi susu.
Karena anak sapi Betty tidak masuk slot, sore ini setelah memerah susu, Seno akan memiliki poin yang cukup untuk kembali membeli satu ekor sapi. Lalu untuk anak sapi Betty, sistem mengatakan Seno bisa menjual anak sapi itu kembali kepada sistem dengan bayaran beberapa poin ternak.
Menurut Seno, itu adalah langkah yang praktis. Hal ini karena menunggu anak sapi tersebut dewasa dan bisa memproduksi susu, membutuhkan waktu yang lama. Lebih praktis bagi Seno untuk membeli langsung sapi dewasa kepada Sistem.
Setelah memerah sapinya, tidak ada kegiatan yang bisa Seno lakukan. Kemarin dirinya sudah selesai menanam sayuran baru. Ini berarti, tidak ada lahan kosong untuk Seno menanam benih anggur yang baru saja ia dapatkan semalam.
Sementara Seno sibuk merencanakan kegiatannya dalam beberapa hari kedepan, di tempat lain terdapat pembicaraan yang cukup serius.
Saat ini para Jendral tengah melakukan pembicaraan yang cukup serius. Di depan masing-masing Jendral sekarang sudah ada laporan mengenai kejadian semalam. Tidak hanya itu, saat ini mereka tengah menonton video rekaman dari kamera pengawas mengenai kejadian semalam.
Video tersebut sudah dipelankan semaksimal mungkin. Mereka mencoba mencari tahu apa bayangan tersebut. Namun, mereka gagal menemukan jawabannya. Meski sudah dipelankan sekali pun, video tersebut masihlah menunjukkan bayangan hitam.
Lalu salah satu operator mengubah video yang diputar. Kali ini video itu menunjukkan pintu gua di mana portal ke dunia bawah berada. Tidak lama kemudian, portal tersebut bercahaya yang menandakan akan ada yang menyebrang dari portal tersebut.
Tidak lama kemudian, ada sosok seperti manusia muncul dari sana. Tetapi sosok itu dengan cepat berubah menjadi bayangan hitam. Setelah memperlambat video tersebut pun, yang mereka lihat hanya sosok berjubah hitam.
__ADS_1
Jubah tersebut menutupi seluruh tubuh sosok tersebut. Wajahnya tidak terlihat, bahkan kulitnya sekali pun tidak. Sosok itu berhenti selema seper sekian detik sebelum kembali berubah menjadi bayangan hitam yang berlari ke arah para tentara yang berjaga.
Ketika para tentara memberondong sosok itu dengan tembakan, tidak ada tanda-tanda sosok hitam tersebut memperlambat larinya ke arah para tentara. Bahkan bisa dibilang sosok tersebut malah mempercepat langkahnya.
Lima menit setelah sosok itu menghilang di kerumunan tentara, portal tersebut kembali bereaksi dan muncullah makluk asing yang dipenuhi dengan bulu berwarna putih. Tidak lama setelah itu, video tersebut berheti diputar.
“Kalian semua sudah melihat sendiri video dari kamera pengawas bukan?” Ucap Roy membuka rapat tersenut.
“Dari video tersebut, sosok berjubah hitam tersebut memiliki perawakan seperti kita, manusia. Tetapi, untuk menyebut dia manusia aku rasa sangat tidak mungkin. Bagaimana mungkin ada manusia yang bisa memiliki kecepatan berlari seperti itu?”
“Tidak hanya itu saja, tidak ada darah yang berceceran setelah sosok berjubah hitam tersebut menerima rentetan tembakan. Ini berarti dia hampir sama dengan makluk dunia bawah. Dia memiliki tubuh yang kebal oleh senjata api.” Imbuh Roy.
“Dari situ bisa aku simpulkan, ada kemungkinan makluk lain juga hidup bersama dengan kita para manusia. Aku belum bisa menyimpulkan apakah sosok berjubah hitam ini ramah terhadap kita manusia, atau bahkan diam-diam mereka yang akan menghancurkan kita dari belakang.”
“Dia yang tidak menyerang tentara kita tidak bisa kita pakai sebagai acuan bahwa sosok berjubah hitam tidak akan menyerang kita, para manusia nantinya.” Jelas Roy.
Setelah mendengar penjelasan panjang dari Roy, semua Jendral yang ada di sana terdiam. Apa yang Roy ucapkan ada benarnya. Mahkluk tersebut belum tentu aman bagi manusia. Informasi mereka sangat minim mengenai mahkluk tersebut.
Apalagi sosok berjubah hitam itu menghilang dan tidak bisa mereka temukan. Bahkan jejak kaki sekali pun tidak ada. Semalam anjing pelacak juga sudah mereka kerahkan. Tetapi anehnya, anjing pelacak tersebut malah diam dan tidak berani mencari keberadaan sosok tersebut.
Hal ini membuat pencarian mereka buntu. Mereka bingung akan mengkatagorikan sebagai apa sosok berjubah hitam tersebut. Kawan atau lawan? Belum lagi setelah sosok tersebut masuk portal, dia kembali dengan membawa puluhan makluk dunia bawah.
__ADS_1