
Di sebuah ruangan tertutup, terdengar suara erangan dan teriakan kesakitan dari beberapa orang. Mereka berasal dari rentang usia yang beragam. Tetapi, ada satu hal yang sama di antara mereka, mata mereka tertutup perban dan kedua tangan mereka diikat.
Di ujung ruangan, terdapat sebuah meja yang mirip meja operasi. Di sana sudah ada seorang anak laki-laki yang ditidurkan di meja operasi tersebut. Kelopak mata anak laki-laki tersebut dijapit oleh sebuah besi. Dengan begini, anak laki-laki itu tidak bisa menutup matanya.
Tubuh anak laki-laki itu juga di tahan dengan sabuk yang cukup kuat. Pergerakannya benar-benar dibatasi. Dari gerakan tubuhnya yang mencoba memberontak, bisa diketahui bahwa anak laki-laki itu dalam keadaan sadar sekarang.
Seorang laki-laki dan perempuan yang memakai baju serba hijau, baju khas yang biasa dokter kenakan ketika melakukan operasi, terlihat berada di dekat anak itu. Mereka tengah sibuk mempersiapkan beberapa peralatan untuk melakukan eksperimen mereka.
“Profesor Giorgio, semua sudah siap. Kita akan melakukan percobaan pertama kepada anak ini. Karena terbatasnya ekstrak wortel yang kita miliki, sepertinya kita tidak akan bisa melakukan penelitian lain dengan wortel itu setelah percobaan ini.”
“Kau tenang saja Jess, Anthony akan segera kembali. Jadi, kita mulai saja percobaan kita kali ini,” jawab Lucas.
“Bagaimana keadaan kelinci percobaan kita?” tanya Lucas.
“Semua organ vital normal. Kelinci percobaan ini memiliki mata dengan minus tiga serta silender dua pada kedua matanya. Aku akan menyuntikkan ekstrak wortel kepada kelinci percobaan.”
“Lakukanlah.”
Jessica langsung menyuntikkan ekstrak wortel yang sudah mereka buat. Cukup sulit bagi mereka mendapatkan ekstrak wortel ini. Dalam satu suntikan ini, setara dengan lima buah wortel. Ini adalah wortel terakhir yang mereka miliki.
Setelah Jessica menyuntikan ekstrak tersebut, Lucas memandang lekat ke arah monitor di sampingnya. Di sana memperlihatkan mata dari anak kecil yang menjadi kelinci percobaan mereka. Lucas sengaja memasang kamera di atas mata anak itu untuk bisa memantau semuanya dengan lebih jelas.
“Lihat terjadi sedikit perubahan di sini,” ucap Lucas yang meminta Jessica ikut melihat gambar yang terpampang di monitor.
Saat ini, di layar monitor mata anak laki-laki itu mengalami perubahan. Bagian putih pada matanya berubah memerah, lalu iris mata anak itu berubah semakin menggelap. Lucas masih fokus melihat perubahan itu. Di sampingnya, Jessica mencatat semua perubahan yang terjadi.
Lucas berniat memberikan instruksi lain kepada Jessica, ketika sebuah suara terdengar di telinganya. Suara yang Lucas dengar itu membuatnya menampilkan wajah yang cukup serius.
“Master pergi dari tempatmu sekarang! Master, cepatlah pergi! Bahaya sedang datang kepadamu! Pergilah, Master!” seru suara itu berulah-ulang di telinga Lucas.
“Anthony?”
__ADS_1
“Ada apa Profesor?” tanya Jessica setelah mendengar Lucas mengucapkan sesuatu. Jessica mengira Lucas tengah memberikan sebuah instruksi padanya.
“Apa Kau tadi mendengar suara Anthony, Jessica?” tanya Lucas ingin memastikan.
Jessica heran dengan pertanyaan Lucas. Kenapa dia mencari keberadaan Anthony? Padahal sudah jelas bahwa Anthony tidak ada di sini. Kenapa pula Lucas menanyakan apakah Jessica mendengar suara Anthony.
“Tidak ada suara apa pun selain erangan para kelinci itu Profesor. Aku sama sekali tidak mendengar suara Anthony. Apakah Kau sedang mencarinya? Kau tahu sendiri bukan bahwa dia sedang menjalankan misi darimu, dia belum kembali.”
“Jika Kau butuh dengan Anthony, aku akan mencoba menghubungi dia setelah ini. Salah satu anak buah Roman sudah bisa dihubungi sekarang.”
“Kau tidak mendengarnya? Aku mendengar jelas suara Anthony di telingaku. Aku sama sekali tidak salah dengar. Dia memintaku untuk segera pergi dari sini,” jelas Lucas.
“Tetapi aku memang tidak mendengar suara Anthony, Profesor Giorgio.”
Lucas mengerutkan keningnya. Ini adalah kali pertama ia mendengar suara Anthony, ketika dia berada jauh darinya. Apakah ini sebuah telepati? Lucas masih ingat bahwa dirinya dan Anthony memiliki ikatan khusus yang tidak bisa dijelaskan bisa saja ini adalah telepati dari Anthony.
Meski terdengar sedikit aneh, tetapi ini bisa saja terjadi. Lucas lalu mencoba mengingat ucapan Anthony tadi. Anak buahnya itu menyuruh agar ia pergi dari sini, ada bahaya yang datang mengancam.
“Jessica, bereskan semua penelitianmu. Bawa semua yang penting dan hancurkan hasil penelitian yang lainnya,” ucap Lucas tiba-tiba.
“Memangnya ada apa, Profesor? Kenapa Kau memintaku untuk membereskan semuanya? Apalagi Kau memintaku menghancurkan penelitian yang lainnya?” tanya Jessica heran.
Tidak biasanya Lucas bersikap demikian. Lucas menganggap semua penelitian mereka adalah hal yang berharga. Sekecil apa pun penelitian itu, Lucas akan meyimpan datanya dengan baik. Bahkan penelitian gagal pun ia simpan dengan baik.
Sekarang, tiba-tiba saja Lucas meminta membereskan hal yang penting dan menghancurkan yang lainnya? Apa yang Lucas lakukan ini seolah-olah sebuah perintah bahwa mereka akan pergi dari sini? Tetapi kenapa mereka harus pergi? Meski mereka kadang keluar pun, mereka tidak akan melakukan . hal seperti ini.
“Memangnya ada apa, Profesor? Kenapa kita harus melakukan hal ini?” tanya Jessica ingin memastikan.
“Kita akan pergi dari sini untuk waktu yang tidak bisa aku tentukan. Jadi, kita harus mengamankan penelitian yang penting dan menghancurkan yang lain.”
“Bukankah ini adalah tempat paling aman? Meski beberapa kali ada pihak interpol datang ke pulau ini, mereka tidak bisa menemukan keberadaan kita. Jadi, kenapa kita harus menghancurkan penelitian kita yang lain?” tanya Jessica heran.
__ADS_1
“Sudahlah, ikuti saja perintahku. Kita tidak memiliki waktu banyak. Setelah ini kita masih harus pergi dari sini.”
Melihat keseriusan Lucas, mau tidak mau Jessica mengikuti perintahnya. Ia lalu kembali ke laboratorium mereka. Di sana sudah ada banyak berkas mengenai penelitian mereka selama ini. Jessica memilah beberapa penelitian penting dan memasukkannya ke dalam sebuah koper.
Meski teknologi digital sudah canggih, mereka masih menggunakan penyimpanan data secara manual dalam kertas untuk hasil penelitian mereka. Hal ini untuk menghindari kebocoran data oleh para peretas.
Dalam waktu singkat, tiga koper besar berisi salinan data sudah Jessica amankan. Ia lalu melemparkan sebuah korek api ke rak data yang masih tersisa. Di lorong, sudah ada beberapa pengawal yang membantu Lucas membawa perangkat elektronik miliknya. Beberapa pengawal yang lain juga langsung menghampiri Jessica dan membantu membawa koper.
“Semua sudah Kau bawa?” tanya Lucas memastikan.
“Tentu, Profesor. Sudah membawa penelitian penting dalam tiga koper ini, sisanya aku bakar.”
“Bagus, kita berangkat sekarang.”
Di tengah pulau, rupanya sudah ada yang helikopter yang menunggu mereka. Setelah semua barang sudah disimpan di dalam helikopter, kini giliran Lucas dan Jessica.
Helikopter itu pun mengudara meninggalkan pulau di mana laboratorium milik Lucas berada. Beberapa orang pengawal masih tersisa di pulau. Rencananya, mereka akan menyusul Lucas dengan helikopter kedua setelah mereka berhasil menghancurkan isi laboratorium miliknya.
Meski sangat berat untuk Lucas melakukan hal itu, tetapi ia terpaksa. Apa pun itu bahaya yang dikatakan oleh Anthony, Lucas harus menyelamatkan diri. Ia juga tidak bisa membiarkan hasil penelitiannya diambil oleh pihak lain begitu saja.
“Aku akan mencari tahu sebenarnya apa yang sedang terjadi. Siapa pun itu yang membuatku melakukan semua ini, pasti aku akan membalasnya berkali-kali lipat,” gumam Lucas sembari melihat ke arah pulau miliknya.
Bersamaan dengan hal itu, sebuah cahaya putih yang cukup menyilaukan terlihat muncul di tengah pulau. Cahaya itu muncul selama beberapa detik. Cahaya itu tidak nampak seperti cahaya yang muncul dari ledakan.
Meski kecepatan cahaya lebih cepat daripada kecepatan suara, seharusnya Lucas sudah mendengar ledakan sekarang, jika cahaya itu berasal dari ledakan.
“Cahaya apa itu, Profesor?” tanya Jessica.
“Aku juga tidak tahu. Kemungkinan besar cahaya itu bisa memberikan bahaya untuk kita. Untunglah kita sudah meloloskan diri sekarang. Aku nanti akan menyuruh beberapa orang untuk menyelidiki hal ini,” jawab Lucas.
Sesuatu yang membahayakan? Jika seorang Lucas Giorgio mengatakan hal ini, berarti cahaya itu memang sangat berbahaya. Untung saja Lucas sangat tanggap dan meminta mereka pergi dari pulau itu sesegera mungkin.
__ADS_1
Jika saja mereka sampai terlambat melarikan diri, maka apa yang akan terjadi pada mereka? Jessica benar-benar tidak bisa membayangkan hal itu. Keringat dingin langsung mengalir di punggung Jessica.