
“Bagaimana Mbak Dina, Mbak Mira? Apakah kalian mau berbarengan jadi pacar Mas Seno? Aku udah ngerestuin kok.” Ucap Renata sembari tersenyum lebar.
“Rena Kamu apa-apaan sih? Kenapa tanya kayak gitu coba.” Ucap Anita yang menyikut pelan perut adiknya.
“Ish Mbak Nita ini, aku cuma bantu mereka dengan kasih saran. Urusan di ambil atau enggak juga mereka yang nentuin. Aku nggak maksa juga.” Jawab Renata.
Seno pun melerai perdebatan kecil di antara Anita dan Renata. Laki-laki itu pun meminta keduanya membantunya membawa beberapa barang yang sudah ia beli sebelumnya masuk ke dalam rumah.
Seno berhasil mengalihkan fokus mereka yang sebelumnya membahas hubungannya dengan Dina dan Miranda, kepada susu yang akan ia olah. Mereka berlima bersama-sama mencoba membuat olahan susu sesuai instruksi dari video Youtube.
Olahan susu yang mereka buat adalah es krim dan yogurt. Sistem tidak memberikan intrsuksi secara spesifik mengenai olahan susu apa yang perlu Seno buat. Jadi, ia memilih olahan yang cukup mudah.
Meski dua olahan itu terbilang merepotkan jika dikirimkan ke luar kota, tetapi itu lebih baik daripada mengirimkan susu segar. Seno hanya perlu menambahkan beberapa ice pack ketika mengirimkannya. Dengan begitu, es krim atau yogurt yang ia kirim akan tetap dalam keadaan baik.
Jam menunjukkan pukul sembilan malam ketika mereka selesai membuat es krim dan yogurt. Sebenarnya itu benar-benar selesai. Mereka masih perlu menunggu beberapa jam untuk bisa mengkonsumsinya.
Es krim yang mereka buat misalnya, mereka masih perlu mengaduknya dalam mixer agar teksturnya lembut setelah es krim itu di diamkan selama empat hingga lima jam di lemari pendingin. Lalu setelah lembut, barulah es krim bisa dinikmati langsung atau memasukkannya kembali ke lemari pendingin.
Sementara itu untuk yogurt, prosesnya lebih lama lagi. Seno masih perlu memfermentasikannya di tempat yang hangat selama tujuh belas hingga dua puluh empat jam. Tidak hanya itu, setelahnya yogurt itu masih perlu disimpan di lemari pendingin sebelum akhirnya bisa dikonsumsi dan mendapatkan rasa yang enak.
Tidak terlalu merepotkan tapi memerlukan waktu panjang. Olahan susu yang lainnya malah ada yang lebih lama lagi. Berminggu-minggu bahkan ada yang berbulan-bulan. Yang lama adalah proses fermentasinya.
Seperti halnya olahan keju. Beberapa ada yang memerlukan fermentasi selama satu tahun baru keju tersebut memiliki rasa yang pas untuk dikonsumsi.
“Ini sudah terlalu malam. Apa aku perlu mengawal kalian pulang?” Tanya Seno setelah mereka selesai membereskan peralatan.
Meski ini masih jam sembilan malam, tetapi cukup berbahaya bagi mereka untuk pulang. Rumah Seno berada di daerah pegunungan yang penerangan jalannya belum begitu bagus. Jadi Seno perlu mengawal mereka menggunakan motornya hingga keduanya sampai di rumah masing-masing.
__ADS_1
“Aku nginep sini boleh nggak Mas?” Tanya Miranda tiba-tiba.
Di sini tidak hanya ada dirinya, Dina, dan Seno. Masih ada kedua adik Seno yang serumah dengan mereka. Jadi, Miranda rasa tidak masalah jika dirinya dan Dina menginap di sini.
“Aku bisa tidur berasama dengan Renata, dan Mbak Dina tidur dengan Anita. Bagaimana?” Imbuh Miranda.
Di samping Miranda, Dina cukup kaget mendengar peryataan itu. Pasalnya sebelum ini mereka tidak janjian sama sekali untuk menginap di rumah Seno. Lalu, tiba-tiba saja Miranda menyebut namanya untuk di ajak menginap di sini tanpa bertanya terlebih dahulu.
Dina sudah menyenggol pelan tubuh Miranda. Namun, perempuan itu tidak menggubrisnya. Dia masih fokus memandang ke arah Seno dan berharap permintaanya ini disetujui oleh laki-laki itu.
“Kalau kalian menginap nggak masalah sih.” Jawab Seno.
Sebelum ini mereka bertiga menginap di villa keluarga Miranda. Tentunya di kamar yang berbeda. Jadi, tidak ada salahnya jika sekarang ini mereka menginap di sini sekarang.
*****
Pada akhirnya keempat perempuan itu hanya berlari sebanyak tiga putaran saja sebelum akhirnya memilih istirahat di bawah pohon. Tidak lama kemudian, Anita dan Renata kembali masuk ke dalam rumah karena mereka ingin mengambil minum.
Sekarang hanya ada Dina dan Miranda yang memandangi Seno yang masih berlari mengelilingi rumahnya. Tiba-tiba saja Miranda menoleh ke arah Dina dan mengatakan sesuatu yang cukup mengejutkan bagi Dina.
“Mbak Dina, bagaimana menurut Mbak Dina dengan ucapan Rena yang kemarin?” Tanya Miranda.
“Yang mana Mir?”
Dina sendiri bingung, ia tidak tahu ucapan Renata yang mana yang Miranda maksud. Adik Seno yang paling kecil itu mengatakan banyak hal kemarin. Jadi, jika Miranda dan mengatakan secara mendetail, dirinya tidak akan mengetahuinya.
“Tentang kita yang sama-sama menjadi pacarnya Mas Seno. Gimana menurut Mbak Dina mengenai hal itu.”
__ADS_1
“Oh yang itu ya.” Jawab Dina yang kemudian terdiam sejenak. “Aku sendiri juga nggak tahu Mir. Aku sih pengennya ngelakuin hubungan yang cukup serius yang nantinya bisa berlanjut ke jenjang pernikahan. Bukan hanya soal pacaran doang.”
“Aku sendiri juga nggak tahu mau apa nggak berbagi suami dengan seseorang. Bisa saja aku nggak masalah nantinya dengan hal itu. Tetapi bagaimana dengan keluargaku? Jelas mereka nggak akan setuju jika aku dimadu.” Jelas Dina.
Perkataan Dina itu ada benarnya. Miranda juga ingin menjalani hubungan yang serius dan bukan hanya di tahap pacaran.
Di umur mereka yang sudah kepala dua, ketika memulai hubungan asmara mereka memang perlu mempertimbangkan apakah hubungan mereka ini bisa lanjut ke tahap selanjutnya atau tidak.
Untuk berbagi suami memang cukup sulit. Mungkin mereka tidak mempermasalahkan hal itu. Tetapi bagaimana dengan keluarga mereka? Jelas mereka tidak akan menyetujui.
“Ah ya. Mbak Dina benar mengenai hal itu. Jadi, untuk sekarang Mbak Dina belum bisa ngasih kepastian mengenai hal itu ya?”
“Ya. Mungkin aku perlu menyakinkan diri dulu.” Jawab Dina.
“Tetapi, aku rasa Mas Seno akan menjadi sosok suami yang adil jika dia menikahi kita. Mbak Dina tahu sendiri bukan, selama ini aku ini hanya dipandang sebagai adik dari temannya oleh Mas Seno. Tetapi, Mas Seno mau memberiku kesempatan.”
“Bisa dibilang, kesempatan yang Mas Seno berikan kepadaku, sama besarnya dengan kesempatan yang ia berikan kepada Mbak Dina. Padahal, kalian yang terlebih dahulu menjalani masa penjajakan ini. Tetapi Mas Seno bersikap adil ketika aku datang.” Jelas Miranda.
Memang jika dilihat dari sisi Dina, ini sedikit tidak adil. Tetapi perempuan itu tidak melakukan protes sama sekali. Ia masih menjalani hubungan yang menurut orang lain sedikit aneh ini.
Tetapi jika dilihat secara keseluruhan, Seno sudah bersikap adil kepada keduanya. Laki-laki itu sama sekali tidak membeda-bedakan keduanya. Dia berusaha dengan baik untuk membagi perhatiannya dengan rata ketika mereka bersama.
Mendengar pernyataan Miranda itu, Dina langsung memiliki pemikiran yang sama dengan perempuan itu. Meski begitu, Dina tidak langsung mengatakannya kepada Miranda bahwa dirinya sependapat dengan perempuan itu.
Perlahan Dina mulai menerima hubungan yang terjalin di antara ketiganya ini. Jika memang ketiganya nanti menjadi satu keluarga, Dina tidak merasa keberatan. Tetapi, perempuan itu menyerahkan semua itu kepada takdir.
Jika memang mereka ditakdirkan seperti itu, maka mereka akan bersama nantinya. Tetapi jika takdir mereka berbeda, sekeras apa pun mereka mencoba menjalankan hubungan ini, pasti hasilnya tidak akan baik.
__ADS_1