Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 197 Menyingkirkan Roman


__ADS_3

Seno tengah asyik berbelanja dengan keluarnya ketika ponsel milinya bergetar. Ketika mengecek, itu adalah pesan singkat dari Azkareia. Apa yang tertulis di sana membuat Seno mengerutkan keningnya.


[Bos ada yang sedang membututimu sekarang. Seorang laki-laki tinggi seratus delapan puluh sentimeter. Ia memakai jaket warna biru tua. Dia sudah mengawasi kalian sejak di restoran cepat saji.]


Membaca pesan singkat tersebut membuat Seno teringat akan beberapa orang asing yang ditangkap oleh pasukan hewannya. Sampai ia berangkat ke Amerika pun, mereka belum juga mengatakan siapa yang sudah menargetkan keluarganya.


Adanya orang yang membututinya di hari pertama ia sampai di Amerika, membuat Seno berpikir bahwa orang ini adalah komplotan orang-orang yang sudah ia ringkus. Tidak ada yang tahu di mana Seno berada. Apalagi menemukannya dengan cukup cepat seperti orang ini.


Ketika memakai portal, perpindahannya adalah seketika. Jadi, tidak akan ada yang mencurigai hilangnya Seno dan keluarganya jika orang itu tidak sedang memata-matai Seno.


“Sepertinya kita memiliki tamu yang tidak diundang,” gumam Seno pelan.


Apa yang Seno ucapkan hanya bisa di dengar oleh Dina dan Miranda. Hal itu membuat keduanya memandang Seno secara bersamaan sembari mengangkat sebelah alis mereka.


“Tamu tidak diundang?” tanya Dina memastikan.


“Ya. Kita sudah dibuntuti. Aku rasa orang ini adalah komplotan dari orang-orang yang akan menyusup ke rumah kita.”


“Bagaimana mungkin mereka bisa menemukan kita secepat itu? Kita pindah tadi ‘kan hanya beberapa detik. Tidak mungkin mereka sadar bahwa kita hilang lalu menemukan kita dengan mudah,” sanggah Miranda.


“Semua itu mungkin jika mereka melacak kita dari sinyal ponsel. Jika mereka dengan rutin mengecek sinyal ponsel kita, maka mereka akan tahu di mana kita berada dengan mudah. Mereka juga akan mudah menentukan titik koordinat di mana kita berada.”


“Secepat itu?”


“Ya. Aku pernah mendengar ini dari Ray. Dia terkadang suka meretas dan melacak keberadaan seseorang dari ponsel mereka. Jadi, yang seperti ini sangat wajar terjadi.”


Meski peretas tidak akan langsung meretas isi ponsel kita, mereka bisa dengan mudah menemukan lokasi kita melalui ponsel yang kita miliki. Ini lebih berbahaya daripada ponsel kita yang diretas. Jika ponsel kita diretas, setidaknya akan mudah melihat tanda-tandanya. Tetapi jika diintai saja? Itu cukup sulit merasakannya.

__ADS_1


“Lalu, kita harus bagaimana?” tanya Dina.


Meski tengah berbicara seperti ini, mereka tetap berperilaku santai. Sesekali mereka akan memilih jaket dan beberapa baju hangat. Hal ini untuk membuat orang yang sedang mengawasi mereka tidak menyadari bahwa keberadaannya sudah diketahui.


“Kita perlu menyingkirkan orang ini. Aku akan meminta Tiar dan Azka melakukannya. Lalu, kita akan mehancurkan ponsel kita dan membeli yang baru. Setelah pulang dari sini, barulah aku akan meminta kepada Eko atau Mansyur telepon satelit. Dengan begitu, kita akan lebih aman dan sulit diretas.”


Seno yakin pihak militer memiliki alat komunikasi seperti itu. Alat yang membuat pembicaraan aman tanpa takut diretas atau didengar oleh pihak lain. Meski Seno yakin bentuk dari telepon itu akan sangat jauh dari kata modern tetapi, demi keamanan Seno akan melakukannya.


“Apa tidak masalah melakukan hal itu? Maksudku, sekarang ini hari mulai pagi. Sudah cukup banyak orang yang mulai beraktivitas. Akan sangat beresiko jika kita menyingkar orang itu begitu saja bukan?” tanya Dina.


“Tenang saja. Para buruh taniku bisa melakukan itu. Kita serahkan saja kepada mereka. Aku yakin mereka bisa membereskan orang itu dengan sangat baik. Sekarang, kita lanjutkan saja berbelanjanya. Kalian nikmati saja waktu berbelanja ini. Mumpung kita masih ada di sini.”



Roman masih memandangi Seno dan keluarganya. Sudah setengah jam lebih ia melihat mereka berbelanja di satu toko. Tetapi Roman melihat mereka masih belum ada niatan beranjak dari sana. Hal ini membuat Roman yang sudah lama tidak terjun langsung untuk mengintai, merasa tidak sabaran dengan mereka.


Benar saja, dua puluh menits kemudian, Seno dan rombongannya beranjak dari sana. Masing-masing orang setidaknya membawa dua tas berisi belanjaan. Sedangnkan di tangan Seno sediri sudah ada sepuluh tas belanjaan.


Tidak hanya itu, Roman juga melihat beberapa dari mereka sudah memakai baju hangat sekarang. Ini berarti, mereka memakai baju yang sudah mereka beli.


Roman langsung berjalan mengikuti mereka. Tidak lama kemudian, ada tiga orang perempuan yang tiba-tiba berjalan di depannya. Lalu, dari arah belakangnya, Roman merasakan ada dua orang laki-laki yang berjalan cukup dekat ke arahanya.


“Ada apa dengan orang-orang ini? Kenapa mereka tiba-tiba saja berjalan cukup dekat denganku seperti ini?” gumam Roman dalam hati.


Roman berniat mendahului ketiga perempuan di depannya supaya jaraknya dan rombongan Seno tidak terlalu jauh. Tetapi, di depannya tiba-tiba saja ada sebuah cahaya tipis. Munculnya cahaya itu membuat Roman tidak bisa melihat ke arah sekitar. Ia seakan terkurung di dalam sebuah kubah.


“Hey … apa-apaan ini.” teriak Roman dengan cukup keras. Namun, suaranya sama sekali tidak terdengar. Ruangan ini seperti sebuah ruang hampa yang tidak bisa menghantarkan suara. Anehnya Roman masih bisa bernafas denganbaik.

__ADS_1


Roman lalu mencoba memukul tabir cahaya itu dengan kekuatan penuh. Tetapi, ia tidak bisa melakukannya. Tabir itu cukup lentur, segala serangan yang Roman lakukan tidak mengubah apa pun.


“Sial. Apalagi ini. Apakah Seno itu memiliki anak buah lain yang memiliki kemampuan tersembunyi? Sial, sial, sial,” umpat Roman berkali-kali.


Ia melewatkan kemungkinan itu. Bahwa Seno mungkin saja memiliki anak buah lain, yang memiliki kekuatan hebat. Fokus Roman selama ini hanya anak kecil berbaju merah. Ia tidak memikirkan yang lain.


Setelah dipikir-pikir, tidak mungkin Seno berani pergi ke tempat lain tanpa ada pengawalan ketat. Apalagi dia pergi bersama dengan keluarganya. Sudah jelas Seno akan menyiapkan pengaman ketat demi keselamatan keluarganya.


“Sial. Aku bahkan belum menghubungi yang lain bahwa Seno bisa berpindah tempat dengan cepat.”


Roman mencoba membuka ponselnya dan mengirim pesan singkat kepada yang lain mengenai temuannya. Tetapi, sinyal di ponselnya tidak ada. Jika begini, ia tidak bisa menghubungi siapa pun. Tidak akan ada yang tahu mengenai kemampuan Seno berpindah tempat. Juga tidak akan ada yang tahu bahwa Seno memiliki anak buah lain yang memiliki kekuatan mengerikkan.


Roman hanya bisa pasrah ketika merasakan dirinya seperti melayang di udara. Ia tahu siapa pun itu yang membuat tabir cahaya ini, akan membawa Roman ke suatu tempat. Ada kemungkinan hidupnya akan berakhir setelah ini.


“Aku harap Kau tidak lagi berurusan dengan monster seperti mereka Profesor Giorgio,” gumam Roman.


Tidak lama kemudian, tabir yang membatasi ruang gerak Roman menghilang. Ia kira orang-orang yang meringkusnya ini akan membawanya ke sebuah bangunan tua untuk diinterogasi. Tetapi tidak. Mereka justru membawanya ke sebuah gua yang remang-remang.


“Bagaimana mungkin di Kota New York ada gua seperti ini?” gumam Roman.


Lalu, pandangan Roman tertuju kepada empat belas orang yang cukup ia kenali. Mereka tergeletak tidak berdaya. Di sekitar mereka, terdapat beberapa darah yang nampak mulai mengering. Roman bisa melihat banyak bekas luka di tubuh mereka.


“Bagaimana mungkin kalian ada di sini?” tanya Roman heran.


Keempat belas orang itu adalah tim yang ia kirimkan untuk menculik Seno dan keluarganya yang lain. Roman tidak menyangka dirinya akan berada di tempat yang seperti ini.


“Jasmine, aku serahkan orang ini padamu. Bos meminta agar Kamu mengorek informasi dari orang ini. Lebih cepat lebih baik.”

__ADS_1


Sebuah suara terdengar di samping telinga Roman. Meski ia tidak tahu apa arti ucapan orang itu, tetapi Roman tahu bahwa dirinya akan berada dalam keadaan berbahaya setelah ini.


__ADS_2