Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 155 The Auction


__ADS_3

Pembuatan website untuk petani hebat memberikan dampak yang menghebohkan bagi para pelanggan setianya. Beberapa yang berharap membeli sesuatu memalui lelang yang biasa diadakan di The Auction merasa kecewa.


Pelanggan-pelanggan tersebut berharap menjadi yang pertama membeli buncis, sayangnya penjualan yang biasatepat waktu sekarang tidak muncul.


[Sultan Baru : Eh, kenapa tidak ada lelang? Apakah semua buncis sudah terjual habis untuk lelang kali ini? Tetapi, jika memang lelang sudah berakhir, biasanya akan ada daftar pemenangnya. Kenapa sekarang tidak ada? Apakah Petani Hebat sakit dan tidak bisa mengurusi laman lelangnya ini?]


[Kakak Tampan : @Sultan Baru, memang tidak ada lelang sepertinya. Aku sudah menunggu sejak pagi berharap bisa membeli satu paket buncis. Aku sudah menabung cukup lama untuk membelinya. Tetapi, aku tidak menemukan satu pun produk yang dilelang di hari ini.]


[Monta : Ini cukup aneh sih. Tidak biasanya dia tidak melakukan lelang. Bahkan di hari pernikahannya saja, Petani Hebat masih memasang beberapa produk untuk dilelang. Ada seseorang yang membantunya melakukannya. Tetapi sekarang kenapa tidak ada barang satupun yang dipasang?]


[Panggil Saja Bujang : Lihatlah Instagram dari Petani Hebat, dia membuat sebuah pemberitahuan di sana. Rupanya dia sekarang membuat website baru dan tidak akan lagi menjual produknya di sini.]


Berita yang dibawa oleh pemilik akun Panggil Saja Bujang itu membuat mereka yang menunggu Petani Hebat memulai lelangnya, buru-buru membuka Instagram. Seperti yang Panggil Saja Bujang katakan, Petani Hebat sudah membuat sebuah website baru yang akan ia pakai untuk melelang produknya.


Pelanggan setia Petani Hebat itu membaca dengan teliti aturan baru yang Petani Hebat buat untuk peserta lelang di laman miliknya.


Banyak yang memprotes aturan baru yang dibuat oleh Petani Hebat. Tetapi, tidak sedikit pula yang suka dengan aturan itu. Aturan yang dibuat ini cukup adil.


[Aku tidak menyangka Petani Hebat akan membuat website mereka sendiri. Tetapi, kenapa harga pembuka dari lelang semuanya naik?]


[Aturannya banyak sekali, aku yakin tidak semuanya senang akan aturan ini.]


[Eh, di sini sudah dijual nanas yang rumornya memiliki efek menakjubkan bagi para laki-laki. Tetapi harganya mahal juga, satu buah nanas dijual dengan harga seratus lima puluh ribu untuk harga pembuka, dan tiga ratus ribu untuk membeli secara langsung. Meski mahal sekali, aku akan mencoba membelinya. Kebahagiaan yang utama.]


Beragam komentar pun bermunculan, menanggapi Petani Hebat yang sekarang memiliki laman sendiri untuk melelang produk miliknya.


Secara umum, mereka sangat menyukak hal ini. Pasalnya, meski harga dari produk di laman milik Petani Hebat ini banyak yang naik, jumlah yang dijual juga ikut naik.

__ADS_1


Ini berarti semakin banyak yang berkesempatan untuk bisa membeli produk milik Petani Hebat. Harga yang mereka dapatkan pun sebenarnya sedikit lebih murah jika dibandingkan memenangkan lelang di The Auction.


Tetapi tidak semua orang sebahagia pelanggan-pelanggan Petani Hebat dengan munculnya laman lelang ini. Ada pihak yang sangat tidak menyukaki apa yang sedang terjadi.


Siapa lagi jika bukan pihak The Auction, pihak yang sangat dirugikan karena Petani Hebat memiliki laman sendiri. Rapat yang dilakukan oleh pegawai The Auction, berjalan cukup tegang.


"Bagaimana bisa kalian membiarkan Petani Hebat tidak lagi memakai jasa kita. Apa kalian tidak tahu, sejak Petani Hebat memasarkan produknya melalui laman kita, pendapatan kita naik pesat." Ucap Rangga salah satu petinggi di The Auction.


"Apa kalian tahu, meski kita hanya mendapatkan lima persen dari Petani Hebat, dalam sehari dia membuat kita mendapatkan keuntungan bersih puluhan juta juta rupiah. Itu dalah keuntungan beraih."


"Bagaimana mungkin kalian membiarkan ikan sebesar itu terlepas dari kolam kita. Dia adalah penyumbang keuntungan terbesar dari aplikasi kita."


"Sekarang, aku minta kalian hubungi pemilik akun Petani Hebat, aku ingin dia kembali menjual barangnya di aplikasi milik kita. Aku tidak peduli bagaimana kalian membujuknya, yang jelas kalian harus bisa membujuknya." Jelas Rangga.


Setelah berucap demikian dan memberikan instruksi, Rangga meninggalkan ruang rapat tersebut. Tidak lama setelah kepergiannya, satu per satu anak buah Rangga mulai mengeluh.


"Kamu benar Rif, dia gampang banget ngasih instruksi, mana kita nggak boleh nurunin biaya administrasi dari hasil lelang pula. Jika seperti ini, bagaimana mungkin kita bisa membujuk pemilik akun Petani Hebat?"


"Setiap harinya dia mendapatkan penghasilan ratusan juta. Pernah kapan hari dia mendapatkan penghasilan lelang satu milyar lebih. Dengan penghasilan sebesar itu, siapa pun akan enggan terkena potongan cukup banyak."


"Belum lagi dia harus membayar pajak ke pemerintah. Dengan memiliki laman web sendiri, aku yakin Petani Hebat lebih bisa memaksimalkan keuntungan yang ada." Jelas Lutfi, pegawai yang lain.


"Ah, Kamu benar Lut. Biaya operasional untuk mengoperasikan web mungkin berkisar antara belasan juta sampai beberapa puluh juta sebulan. Itu sebulan bukan per hari."


"Jelas orang yang sudah memiliki cukup banyak uang, dan bisa mengeluarkan biaya operasional sebanyak itu, lebih memilih memiliki laman web mereka sendiri."


"Kamu tahu, ini lebih menyulitkan kita. Bagaimana kita membujuk Petani Hebat untuk mau kembali menjual produknya di aplikasi kita?" Keluh Rifki.

__ADS_1


Menurut Rifki, saat ini Rangga menyuruh mereka merayu orang yang sudah memiliki toko sendiri untuk usaha mereka, agar menyewa toko yang perusahaan mereka miliki.


Mana mungkin ada orang sebodoh itu yang melakukannya. Orang sudah bersuaah payah membangun toko, mencari pekerja, dan melalukan persialan yang lainnya, tiba tiba disuruh mengkosongkan toko mereka.


Itu sangat tidak mungkin terjadi. Jika itu membuka cabang mungkin bisa saja terjadi. Tetapi, penjualan yang dilakukan oleh Petahi Hebat merupakan penjualan secara online.


Ia tidak membutuhkan toko fisik untuk membuka cabang. Semua pelanggan dari mana pun asal mereka, bisa Petani Hebat jangkau. Ia hanya perlu mengirimkan barang melalui kurir, dan barang bisa sampai ke seluruh pelosok negeri.


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan mengenai hal itu. Asalkan kita sudah melakukan usaha membujuk pemilik akun Petani Hebat, itu berarti kita sudah melakukan pekerjaan kita." Potong Lutfi.


"Perkara kita nantinya berhasil atau tidak, kita lihat saja nanti. Yang penting kita sudah berusaha." Imbuhnya.


"Kamu benar. Tetapi kita tidak akan mendapatkan bonus bulan ini jika kita gagal dalam membujuk pemilik akun Petani Hebat." Jawab Rifki.


"Aku sudah berniat pergi dari perusahaan ini. Jika mereka benar-benar tidak memberikan kita bonus bulan ini hanya karena ada klien yang pergi bukan karena kesalahan kita, maka itu sudah melewati batasku." Ucap Lutfi.


"Setelah gajian, aku akan mengundurkan diri dari sini. Mungkin nnati aku akan merayu pemilik akun Petani Hebat, siapa tahu mereka membutuhkan orang sepertiku sebgai pekerja untuk membantunya."


"Ah, idemu itu bagus juga. Kita bisa melakukan hal itu. Kita bisa berbasa basi apakah Petani Hebat membutuhkan pekerja baru. Mungkin saja kita bisa begabung ke dalam timnya."


Keduanya lalu berdiskusi apa yang akan mereka lakukan untuk membujuk pemilik akun Petani Hebat nantinya. Tetapi mereka tidak seniat itu dalam diskusi ini.


Yang mereka fokuskan malah bagaimana caranya agar mereka bisa bergabung dengan tim dari Petani Hebat.


"Baiklah, setelah makan siang kita akan langsung pulang dan bersiap untuk berangkat ke kota di mana pemilik akun Petani Hebat tinggal." Ucap Lutfi menutup diskusi mereka hati itu.


"Tentu"

__ADS_1


__ADS_2