
“Aku pemilik semua portal-portal itu? Aku berharap juga demikian. Sayangnya semua portal-protal itu bukanlah milikku.”
Jika Seno pemilik portal-portal yang sekarang ini menyebar di seluruh penjuru negeri, ia akan sangat senang. Itu berarti dirinya sudah menaklukkan seluruh dimensi yang ada di negeri ini.
Tidak hanya itu, jumlah buruh tani yang ia miliki juga akan semakin banyak. Jika memiliki buruh tani yang banyak, tentunya Seno bisa dengan mudah menjalankan misi yang menurut sistem merupakan misi yang sangat, sangat, dan sangat berat itu.
Bagaimanapun juga, ada rasa penasaran dalam diri Seno mengenai apa misi tersebut sampai-sampai sistem memberinya klasifikasi seperti itu.
“Ti-tidak mungkin. Buktinya semua makhluk dunia bawah ini tunduk padamu bukan? Mereka menuruti permintaanmu?”
“Ya aku hanya menaklukkan sebagian dari portal-portal itu. Tetapi Anda tidak perlu tahu lebih detail bagaimana aku mendapatkannya.”
“Aku sebenarnya ingin sekali menjadi kaya. Jika aku memiliki semua portal itu, maka dengan mudah aku bisa menguasai dunia. Aku akan menyuruh semua anak buahku untuk mengambil alih sektor-sektor penting yang ada di seluruh dunia.”
Roy tersenyum dalam hati mendengar ucapan Seno tersebut. Semua orang sama saja bukan? Lihatlah Seno juga memiliki pemikiran yang sama dengannya. Ingin menjadi penguasa di dunia.
Lalu, pemikiran lain tiba-tiba muncul di benak Roy. Jika dirinya tidak bisa mengalahkan Seno, bagaimana dengan bekerja sama saja dengannya?
Dengan begitu, secara perlahan dirinya akan mengetahui rahasia milik Seno. Nantinya Roy bisa memikirkan cara untuk mengambil alih apa pun itu yang Seno miliki. Bukankah itu ide yang lebih baik?
“Bagaimana jika kita bekerja sama saja untuk menguasai dunia? Aku memiliki pengetahuan yang luas mengenai kemiliteran. Sedikit banyak aku juga mengetahui kekuatan-kekuatan milik negara lain.”
“Jika kita bekerja sama, aku yakin Kamu bisa menjadi orang terkaya di dunia ini dengan mudah. Kamu tinggal mengatakan negara mana yang ingin Kamu taklukkan, lalu aku akan membantumu menaklukkan negara itu.”
Roy sangat yakin apa yang ia tawarkan ini akan diikuti oleh Seno. Banyak keuntungan yang akan Seno dapatkan jika Roy mereka bekerja sama.
“Hahaha.”
Seno malah tertawa cukup keras mendengar ucapan Roy. Kursi goyang yang ia duduki pun juga bergoyang cukup keras dari sebelumnya. Seno lalu memandang Roy dengan tatapan mencemooh.
“Aku belum selesai bicara dan Anda malah memotongnya. Apakah ini memang hobi Anda Jenderal untuk memotong pembicaraan orang lain?” tanya Seno sarkas.
__ADS_1
“Aku memang ingin menjadi orang terkaya, tetapi aku tidak mau menggunakan cara seperti itu. Aku lebih suka melakukan semuanya dengan pelan-pelan, menikmati semua prosesnya, dan yang terpenting, aku masih memiliki banyak waktu untuk keluargaku.”
“Menjadi penguasa di dunia ini memang terdengar sangat menyenangkan. Tetapi pada kenyataannya itu adalah hal yang paling menyebalkan yang tidak akan pernah aku pilih.”
“Tidak mungkin. Semua orang menginginkannya. Tidak ada yang tidak mau menjadi penguasa.” sela Roy.
“Tetapi aku tidak termasuk dalam semua itu Jenderal. Aku tidak memiliki ambisi sebesar itu. Menjadi penguasa dunia membuatku akan terus memikirkan semuanya, apakah yang aku lakukan sudah benar, apakah tindakanku ini membuat orang lain rugi atau tidak.”
“Setiap saat memikirkan hal itu justru akan membuatku merasa pusing. Lebih baik aku menjadi seorang petani yang hanya perlu menanam sayurannya dan menjualnya kepada pelanggan. Waktuku juga cukup banyak setelahnya.”
Dalam kamus Seno, keluarga adalah nomor satu. Ia akan melakukan semuanya untuk keluarganya. Memiliki ambisi besar memang bagus, tetapi jangan sampai ambisimu itu membuatmu melupakan keluarga.
Seno tidak mau seperti itu. Apalagi setelah melihat bagaimana Dina yang mulai tertekan. Ia ingin membagi waktunya dan lebih banyak menghabiskannya dengan keluarga kecilnya.
Jika Seno memiliki ambisi menjadi penguasa dunia, sudah pasti ia tidak akan punya banyak waktu untuk keluarganya. Ia akan mengesampingkan mereka untuk ambisinya. Seno menikahi Dina dan Miranda untuk berbahagia bersama, bukan untuk menelantarkan mereka.
“Sepertinya aku tahu kenapa Anda dan para tentara itu mendatangi rumahku malam-malam. Pasti Anda ingin menguasai seluruh sayuran itu dan menjadikannya alat untuk bisa menguasai dunia.”
Seno lalu menggelengkan kepalanya pelan. “Aku memberi banyak diskon kepada pihak militer karena aku tahu bagaimana perjuangan kalian melindungi negara ini agar tetap aman. Aku menghormati kalian karena itu.”
“Jika Anda meminta baik-baik, memberikan semua alasan kalian untuk bisa mendapatkan potongan harga lagi, mungkin istriku bisa luluh dan memberikan apa yang kalian inginkan. Tetapi, bukannya diskusi kalian justru ingin menyerangku dan keluargaku.”
“Anda Jenderal, sebagai orang yang berkuasa, sebagai orang yang memberi perintah, sudah sepatutnya menerima hukuman dariku. Anda sudah melewati batas.” jelas Seno.
Setelah berucap demikian, Seno memandang ke arah Lag yang masih berada di dekat Seno. Ia lalu memberi perintah kepada pimpinan Gylinox itu.
“Patahkan dua tangan dan kakinya. Tetapi jangan sampai membunuhnya. Setelah itu tunggu selama sepuluh menit, lalu kalian berikan dia susu sapi. Jika tulangnya sudah tersambung, patahkan lagi tangan dan kakinya.” perintah Seno.
“Ah jangan lupa, jangan sampai ada darah yang berceceran. Lakukan semuanya sebersih mungkin.” imbuh Seno.
Seno memang tidak akan membunuhnya. Tetapi bukan berarti Seno tidak akan melakukan apa pun untuk menghukum Roy. Siksaan yang seperti ini lebih cocok diterima oleh Roy. Ia akan terus menderita.
__ADS_1
Lalu, jika nanti Seno mengembalikan seluruh tentara ini ke Bumi, pihak militer tidak akan menemukan luka sedikit pun di tubuh Roy. Jika bisa, siksaan ini bisa membuat mental Roy hancur sehancur-hancurnya.
Seno rasa pihak militer tidak terlalu masalah jika “kehilangan” seorang Jenderal mereka. Masih banyak Jenderal lain yang bisa menggantikan Roy.
Orang yang terlalu ambisius tetapi tidak memperhitungkan kekuatan yang ia punya, seperti Roy ini, sudah pasti akan membuat kekacauan di kemiliteran. Seno hanya membantu pihak militer menyingkirkan “hama” yang mereka miliki.
“Tentu Bos.” Jawab Lag.
Roy tidak mengerti apa yang Seno perintahkan. Karena ketika memberikan perintah kepada Lag, Seno hanya bergumam dan sedikit menggeram. Roy hanya melihat makhluk dunia bawah yang berbulu emas itu mendekat ke arahnya.
Roy merasakan makluk itu memegang tangannya. Roy kira dia akan kembali membawanya ke gua tempat tentara ditahan, karena pembicaraannya dengan Seno sudah usai. Tetapi dugaannya salah.
Sekarang ini, makhluk berbulu emas itu memegang tangan kanan Roy dengan kedua tangannya. Ia lalu membuat gerakan mematahkan. Makhluk berbulu itu melakukannya sepelan mungkin.
Namun, sepelan-pelannya gerakannya, tangan Roy pada akhirnya patah. Tidak ada darah yang keluar dari kegiatan tersebut. Roy bisa melihat makhluk itu menganggukkan kepalanya pelan.
“Argh.” teriak Roy keras karena rasa sakit yang ia terima.
Tulangnya dipatahkan begitu saja. Roy mencoba memegang tangannya yang sudah dipatahkan dengan tangannya yang lain. Tetapi, makhluk berbulu emas itu sudah lebih dahulu memegang tangannya itu.
Roy kembali disuguhkan dengan pemandangan kurang mengenakkan. Tangannya itu kembali dipatahkan begitu saja. Sekarang ini, makhluk berbulu emas itu bergerak menuju ke kakinya, dan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukannya terhadap kedua tangannya.
Selain suara para Gylinox yang bekerja membangun rumah untuk Seno, dimensi itu sekarang dipenuhi dengan suara teriakan Roy. Teriakan itu memilukan telinga.
Untung saja tempat mereka berada sekarang cukup jauh dari gua tempat para tentara ditahan. Jika itu cukup dekat, mereka pasti akan mendengar suara teriakan Roy. Tidak hanya itu, mereka pasti akan semakin turun mentalnya.
“Lag, bawa dia ke tempat lain. Suaranya terlalu bising untukku. Jika Kamu bosan melakukan hal itu, Kamu bisa meminta yang lain menggantikanmu. Aku hanya meminta jangan sampai ada darah yang keluar dan pastikan dia masih hidup.” jelas Seno.
“Tentu Bos. Aku akan melaksanakan perintahmu dengan baik.” jawab Lag.
“Kalau begitu aku boleh ikut melakukannya Bos?” pinta Jasmine.
__ADS_1
Selama ini Jasmine hanya menjadi kelinci imut peliharaan Seno. Ia belum pernah benar-benar menghajar manusia. Sekarang, Jasmine ingin merasakannya.
“Kalian boleh melakukannya. Jangan lupa memberi dia susu, jangan ada darah, dan buat dia tetap hidup.”