Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 188 Lucas Giorgio


__ADS_3

Di sebuah ruangan, ada sebuah pertemuan antara dua orang laki-laki. Salah seorang di antara mereka memiliki rambut pirang dan memakai jas berwarna putih. Sementara yang satunya, memiliki rambut cokelat dan memakai jas hitam.


Ruangan tempat mereka berada sekarang dipenuhi dengan botol kaca berbagai warna. Tidak hanya itu, lemari pendingin yang berisikan cawan petri juga ada di ruangan itu. Ruang ini lebih cocok disebut sebagai laboratorium dengan adanya barang-barang itu.


“Apa Kau mendapatkan barangnya, Roman?” tanya laki-laki berambut pirang sembari membetulkan letak kacamatanya.


“Ya, Mr. Giorgio. Aku berhasil mendapatkan beberapa sayuran dari lelang tersebut. Aku juga mendengar bahwa mereka akan mengadakan lelang lagi di New York,” jawab Roman.


“Apakah kasiat dari sayuran-sayuran itu memang seperti yang ada di rumor?”


“Aku tidak tahu Mr. Giorgio. Aku belum mencoba sayuran-sayuran itu.”


Beberapa waktu yang lalu Roman Black mendapatkan tugas dari bosnya, Lucas Giorgio, seorang peneliti ternama di Eropa, untuk membeli sayuran ajaib yang diperbincangkan di sosial media. Roman sendiri tidak yakin bahwa sayuran-sayuran itu memiliki kasiat luar biasa.


Roman hanya bisa mengikuti perintah Lucas untuk membeli beberapa sayuran ajaib itu. Namun, ketika mengikuti lelang, Roman mulai sadar bahwa kemungkinan besar sayuran-sayuran itu memang sayuran ajaib.


Setiap orang yang hadir dalam lelang itu sangat antusias untuk memenangkan produk yang dilelang. Melalui translator yang ia bawa, Roman tahu bahwa mereka tidak ingin melewatkan kesempatan emas itu.


Lalu, setelah membeli semua sayuran itu, Roman sama sekali tidak berani mencobanya. Ini akan dipakai oleh Lucas untuk penelitiannya. Jika Roman memakannya, maka ia akan mendapatkan masalah dari Lucas.


Roman lalu mengeluarkan produk yang ia menangkan dari lelang. Ia menata semua itu di atas meja di depan Lucas.


Melihat jumlah barang yang Roman keluarkan, Lucas mengerutkan keningnya.


“Hanya ini saja yang berhasil Kau beli?”


“Maafkan aku, Mr. Giorgio. Bukan maksudku membawakan sedikit sampel untukmu. Hanya saja, cukup sulit bagiku mendapatkan semua ini. Tiket untuk mengikuti lelang itu terbatas. Tidak banyak yang mau menjual kembali tiket yang mereka miliki.”


“Lalu, jumlah barang yang bisa aku beli pun terbatas. Jadi, meski aku memiliki uang yang cukup banyak, tidak akan mudah bagiku untuk memborong produk yang tengah di lelang. Aku juga mencoba membeli barang dari peserta lelang lain. Tetapi mereka menolaknya.”


Ini yang membuat Roman semakin percaya bahwa produk-produk itu memang benar kasiatnya. Awalnya Roman sempat berpikir bahwa peserta lelang adalah peserta bayaran untuk meramaikan keadaan.


Tetapi semua itu ia tepis setelah ia menawarkan untuk mengganti lima kali lipat dari harga yang peserta lelang lain keluarkan untuk membeli sebuah produk. Banyak yang bilang mereka mengikuti lelang ini karena susah untuk mendapatkan sayuran ini dalam lelang daring.

__ADS_1


“Ini sangat sedikit sekali. Aku tidak yakin bisa mencari tahu kebenaran dari sayuran-sayuran ini jika aku hanya memiliki sedikit spesimen seperti ini.”


Sebuah penelitian tidak akan berhasil dalam beberapa kali percobaan. Banyak kegagalan yang perlu dicapai untuk mendapatkan sebuah hasil. Tidak menutup kemungkinan perlu melakukan ratusan bahkan ribuan percobaan untuk menemukan hasil.


Sayuran yang dibawa oleh Roman masih kurang dari cukup untuk bisa memenuhi kebutuhan penelitiannya. Setidaknya Lucas membutuhkan ratusan sayuran untuk setiap jenisnya agar penelitiannya tidak terhambat.


“Mr. Giorgio, Anda tidak perlu khawatir. Aku sudah menyuruh seseorang untuk mengikuti lelang daring dari petani itu. Aku dengar, katanya dia sudah kembali membuka lelang daring untuk produknya.”


“Lalu, tiga hari lagi lelang lainnya akan diadakan di New York. Tiketnya sudah mulaidi jual sekarang. Dari pantauanku, belum banyak yang membeli tiket lelang itu. Ada kemungkinan belum banyak yang tahu atau mengesampingkan lelang ini.”


“Aku sudah membeli lima puluh tiket lelang. Nantinya, aku dan anak buahku akan mengikuti lelang itu dan mendapatkan sebanyak mungkin sayuran untukmu,” jelas Roman.


Roman yakin dengan cara ini mereka bisa membeli sebanyak mungkin sayuran untuk diberikan kepada Lucas. Jumlah peserta lelang di New York hanya dua ratus peserta. Lalu, setiap orangnya hanya perlu membayar seratus dolar saja.


Bagi Roman mengeluarkan uang lima ribu dolar untuk menguasai seper empat peserta lelang tidak terlalu menjadi masalah.


“Bodoh. Kenapa Kau malah memakai cara yang merepotkan? Ada cara yang lebih cepat mendapatkan sayuran itu dalam jumlah banyak kenapa Kau tidak melakukannya?”


“Maaf, Mr. Giorgio. Aku tidak mengerti apa yang Anda maksudkan.”


“Tentu saja Kau perlu mendatangi petani itu dan membeli langsung padanya. Dia pasti memiliki stok yang lebih banyak. Aku rasa cukup mudah bagimu menemukan keberadaannya bukan? Jika dia tidak mau melakukannya, Kau bisa mencari kelemahan dari petani itu dan mengancamnya.”


“Itu sangat mudah bukan? Kenapa Kau menunggu aku memberimu saran seperti ini?” tanya Lucas dengan suaranya yang datar.


Terdengar sedikit kemarahan dari nada bicara Lucas. Ia tidak suka Roman yang kurang tanggap dalam menyelesaikan sesuatu sesimpel itu.


“Maaf, Mr. Giorgio. Semuanya tidak semudah yang Anda ucapkan. Sepertinya petani itu bukan orang sembarangan. Anda melihat sendiri bukan, gadis kecil yang ada bersamanya bisa memakan api. Aku yakin orang-orang di sekitarnya pasti memiliki kemampuan aneh.”


Ini adalah alasan kenapa Roman memilih cara yang menurut Lucas merepotkan itu. Ia tidak mengetahui kekuatan musuh dengan pasti. Jika Roman ingin menyelidiki musuh, maka ia akan membutuhkan waktu yang cukup lama.


Untuk mendapatkan sayuran itu dalam jumlah banyak dan cepat, hanya cara merepotkan itu saja yang terbaik.


“Apa Kau sepengecut itu Roman? Aku membayarmu mahal tidak untuk menjadi pengecut seperti ini. Aku tidak mau tahu, Kau harus menemukan cara agar aku mendapatkan spesimen untuk penelitianku sesegera mungkin.”

__ADS_1


“Jika Kau mau sedikit berusaha, aku yakin Kau akan menemukan kelemahan petani itu. Kau bahkan belum mencoba apa pun, dan sekarang Kau sudah menyerah. Sekarang pergi dan laksanakan tugas yang aku berikan itu!” bentak Lucas.


“Baiklah, Mr. Giorgio. Aku akan melaksanakan tugas ini dengan baik.”


Sepertinya Lucas tidak bisa menghindari cara yang sedikit berbahaya ini. Ia perlu membawa anak buah yang lebih banyak untuk menyelidiki musuh.


Tidak lama setelah kepergian Lucas, seorang perempuan cantik berambut hitam sebahu memasuki ruang laboratorium tersebut. Di tangannya sudah ada tumpukan kertas yang penuh dengan coretan.


“Profesor Giorgio, aku datang membawa laporan penelitian terakhir kita,” ucap perempuan itu sembari menyerahkan berkas yang ia bawa.


“Kau taruh saja di sana Jessica. Aku perlu mengurus penelitian baru ini,” Jawab Lucas.


Jessica Smith, merupakan asisten Lucas yang membantunya dalam melakukan penelitian. Meski dia masih muda, tetapi dia sangat cerdas. Oleh karena itu Lucas mempekerjakannya sebagai asistennya.


“Penelitian baru? Kali ini mengenai apa Profesor?” tanya Jessica, sangat antusias.


Melakukan penelitian, apalagi sesuatu yang baru, membuat jantung Jessica berdebar kencang. Adrenalinnya akan tinggi jika membicarakan mengenai penelitian.


Lalu, pandangan Jessica tertuju pada sayuran-sayuran yang tertata rapi di depan Lucas.


“Eh …. Profesor, apakah Kau akan memasak di laboratoriummu? Bukankah kita memiliki dapur sendiri? Kenapa Kau membawa bahan makanan ke sini?” tanya Jessica penasaran.


Seingat Jessica, Lucas tidak terbiasa memasak. Ia sering kali menyuruh penjaga untuk membeli makanan dari luar. Cukup mengherankan bagi Jessica melihat bahan makanan di laboratorium.


“Kita tidak akan menjadikan ini sebagai bahan makanan. Tetapi, semua yang ada di sini adalah objek penelitian kita.”


“I-ini … apakah yang Kau maksud itu sayur-sayuran ajaib yang pernah aku bicarakan padamu Profesor?” tanya Jessica ingin memastikan.


Yang pertama kali mengetahui mengenai keberadaan sayuran ajaib adalah Jessica. Ketika ia beristirahat makan siang, ia memutar salah satu video untuk menghibur diri. Ia tidak menyangka justru menemukan sesuatu yang menghebohkan.


Yang lebih sulit Jessica percaya, sekarang Lucas membawa sayur-sayuran ini untuk diteliti. Jessica sangat tidak sabar untuk mengungkap rahasia di balik sayur-sayuran ini. Kenapa mereka memiliki kasiat yang luar biasa seperti itu?


“Ya. Aku menyuruh Roman mendapatkan ini untuk kita. Sekarang dia akan mencari sayuran tambahan untuk mendukung penelitian kita. Mari kita mulai meneliti sayuran ini. Aku ingin mengungkap semua rahasianya.”

__ADS_1


“Tentu saja, Profesor Giorgio. Aku akan membantumu menyelesaikan penelitian ini. Jantungku sudah berdebar kencang, aku sudah tidak sabar untuk mengetahui semuanya.”


__ADS_2