Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 48 Rapat Para Jendral


__ADS_3

Siang itu di sebuah ruang rapat, terdapat beberapa orang yang terlibat dalam sebuah pembicaraan serius. Jika Seno ada di sini, ia pasti akan mengenali salah seorang yang mengikuti rapat tersebut, dia adalah Paman dari Miranda, Johan.


“Jadi bagaimana hasilnya? Apakah kalian sudah tahu varietas apa benih yang sudah kita ambil itu?” Tanya Eko memulai rapat mereka.


“Aku sudah membandingkannya dengan berbagai benih yang ada di pasaran. Maaf Jendral, tetapi benih itu hanyalah benih biasa. Tidak ada kekhususn dari benih itu.” Jawab Edo, peneliti yang diberikan tugas oleh Eko untuk meneliti bibit sayuran yang dibawa anak buahnya.


Mendengar hal itu Eko mengerutkan keningnya. Ia tidak menyangka bibit itu hanyalah bibit biasa. Anak buahnya sudah mengatakan bahwa itu adalah satu-satunya kotak bibit yang bisa mereka temukan di rumah Seno. Tidak ada yang lain.


“Lalu, bagaimana dengan beberapa wortel yang kita tanam kembali itu?” Tanya Eko.


Jika mendapatkan bibit dengan cara instan seperti itu tidak bisa mereka lakukan, maka mereka hanya bisa berharap pada wortel yang mereka tanam itu.


Sebelumnya Eko pernah mencari tahu bahwa beberapa sayuran bisa ditanam kembali dan bertahan hidup. Bahkan jika itu hanya potongan sayuran sekali pun. Jadi, Eko berharap cara ini berhasil.


“Maaf Jendral. Tetapi sayuran itu sudah busuk sekarang. Entah kenapa bisa seperti itu. Padahal kami sudah mengontrol kelembaban dan jumlah air yang diberikan. Tetapi sayuran itu tidak bisa ditanam kembali dan malah menjadi busuk.” Jelas Edo.


“Sial.” Umpat Eko.


“Aku tidak menyangka akan sesulit ini bagi kita untuk membudidayakan sendiri sayuran-sayuran tersebut.”


Eko lalu memandang ke arah Johan yang duduk di sebelak kanannya. “Apakah Kamu sudah menemukan sumber wortel-wortel tersebut? Siapa pemasoknya? Apakah kamu sudah mengetahuinya?”


Johan mengeleng pelan. “Maaf Jendral. Tetapi, aku tidak bisa menemukannya. Seno seolah bisa mengeluarkan sayuran itu begitu saja. Kami tidak menemukan adanya pemasok yang memberikan Seno sayuran-sayuran itu.” Lapor Johan.


“Meski begitu Jendral, kami memiliki temuan lainnya selama menyelediki Seno.” Imbuh Johan.


“Apa itu?”

__ADS_1


Johan lalu mengeluarkan sebuah kotak yang di dalamnya berisi sebuah kentang. Ia lalu membagikannya kepada semua orang yang ada di ruang rapat tersebut.


“Ini adalah produk kedua yang Seno lelang di The Auction. Setelah aku menelusuri lebih jauh lagi, ternyata kentang ini adalah sebuah tanaman ajaib seperti halnya wortel. Jika Seno tidak melelangnya, maka aku akan melewatkan informasi ini.”


Sebelum ini Johan mengira Seno hanya memiliki wortel itu sebagai sayuran ajaib miliknya. Jadi, ia tidak terlalu mempedulikan semua kentang-kentang yang sebelumnya Seno jual dalam jumlah besar.


Fokus Johan hanya pada wortel yang dijual oleh Seno. Jadi ia tidak menggubris sayuran lainnya yang dijual Seno.


“Setelah aku telusuri lebih jauh, ternyata produk ini sudah Seno pasarkan lebih dulu di sebuah bazaar yang dilakukan di Universitas H. Dia menjualnya dalam bentuk perkedel. Satu perkedelnya adalah satu per sepuluh dari kentang yang kalian pegang saat ini.” Jelas Johan.


“Setiap mahasiswa yang membeli perkedel dari Seno, akan mengalami rasa kenyang yang cukup lama. Dua puluh empat jam. Mereka sama sekali tidak merasa lapar setelah dua puluh empat jam.” Imbuh Johan.


“Apakah semua itu benar Johan?” Tanya Eko dengan nada suara yang cukup serius.


Eko langsung mengerutkan keningnya setelah mendengar ucapan Johan itu. Jika apa Johan katakan itu benar, berarti itu cukup luar biasa.


Kentang itu juga memiliki manfaat yang cukup besar bagi militer. Dalam benak Eko, mereka akan mengekstrak kentang-kentang tersebut untuk kemudian memasukkannya ke dalam kapsul.


Itu akan memperingan beban yang dibawa oleh para tentara jika bertugas. Mereka tidak lagi membutuhkan paraffin, kompor, dan berbagai makanan kaleng di tas. Cukup beberapa botol ekstrak kentang.


Ruang yang sebelumnya dipakai untuk menyimpan makanan, sekarang bisa digunakan untuk keperluan lainnya. Tambahan amunisi atau perlengkapan lainnya misal.


Eko tidak menyangka anak muda itu memberikannya kejutan lain. Wortel yang bisa membuat pandangan mata semakin tajam, juga kentang yang membuat orang bisa kenyang seharian.


“Tentu Jendral. Ini adalah hal yang sangat penting. Aku tidak akan berbohong dalam hal ini. Sekarang di depan kita sudah ada kentang-kentang itu. Jadi, bagaimana jika kita mencobanya sendiri dan melihat apakah benar kentang ini memiliki manfaat seperti yang digaung-gaungkan. Bagaiamana Jendral?”


“Baiklah. Minta seseorang untuk memasak beberapa kentang ini dan kita coba sendiri kasiat dari kentang ini. Lalu, suruh seseorang untuk menghubungi Seno dan membeli kentang-ketang itu.”

__ADS_1


“Laksanakan Jendral.” Jawab Johan.


“Lalu Kamu Edo, coba ekstrak kentang-kentang ini. Aku ingin Kamu mengubah ekstrak kentang itu menjadi sebuah kapsul. Telitilah sampai kamu bisa membuat kapsul kentang yang memiliki kasiat sedekat mungkin dengan kentang di sini.”


“Baik, Jendral aku dan timku akan melaksanakan hal ini.” Jawab Edo.


“Rapat berakhir di sini. Kalian laksanakan tugas kalian dengan baik.”


Setelah itu, satu persatu peserta rapat meninggalkan ruangan tersebut. Hanya tinggal Eko saja di ruangan tersebut. Laki-laki itu beberapa kali terlihat mengerutkan keningnya. Ia tengah berpikir keras tentang sesuatu.


Tidak lama kemudian, laptop di depan Eko menampilkan sebuah panggilan video yang dilakukan oleh beberapa orangyang memakai seragam tidak jauh berbeda dengan yang Eko pakai. Semua orang yang mengikuti panggilan video tersebut, tengah menunjukkan ekspresi wajah yang cukup serius.


“Apa yang ingin Kamu laporkan Eko sehingga Kamu mengumpulkan Kami dalam panggilan konverensi seperti ini?” Tanya salah seorang yang sama dengan Eko memiliki empat bintang di pundaknya.


“Aku memiliki informasi untuk memperkuat tentara kita. Aku tahu aku informasi ini tidak bisa aku simpan sendiri dan tidak aku bagikan dengan kalian. Ini adalah hal yang cukup penting bagi kita. Apalagi sekarang keadaan di dunia bawah semakin memburuk.” Jelas Eko.


“Informasi apa itu?” Tanya Jendral yang lainnya.


Eko lalu membagikan kepada mereka mengenai wortel dan kentang temuannya. Bagaimana mereka nantinya akan menggunakan kedua sayuran tersebut untuk memperkuat tentara mereka. Eko menjelaskan secara rinci mengenai hal itu kepada Jendral yang lainnya.


“Apakah benar yang Kamu katakan itu Eko? Kamu tidak sedang mengada-ada bukan? Keadaan di dunia bawah sekarang sedang genting-gentingnya. Jangan sampai Kamu hanya memberikan harapan palsu kepada kita.”


“Aku tahu Gio. Tidak mungkin aku memberikan informasi palsu di saat genting seperti ini. Ini adalah informasi asli. Jika kalian tidak percaya, maka kita bisa melakukan sebuah kompetisi antara tentara yang sudah mengkonsumsi wortel dengan tentara khusus yang selama ini sudah berjaga di dunia bawah.”


“Kita melakukan kompetisi menembak. Kalian kirimkan saja tentara terbaik yang ada di sana. Kita nanti akan tahu bagaimana hasilnya.” Jelas Eko penuh percaya diri.


Beberapa hari terakhir, para tentara khusus di kesatuannya sudah ia gembleng kemampuan menembak mereka. Hasil sangat bagus menurut Eko. Mereka menembak semakin tepat sasaran sekarang.

__ADS_1


Ini karena pandangan mereka yang semakin jelas, membuat mereka bisa dengan mudah melihat target. Target yang jaraknya puluhan hingga beberapa ratus meter itu seakan hanya beberapa meter saja bagi mereka. Jelas itu membuat tentaranya cukup mudah mengenai sasaran di depan mereka.


“Baiklah Kami akan mengikuti ucapanmu itu. Mari kita lihat apakah tentaramu itu menjadi lebih kuat lagi seperti yang Kamu katakan. Jika itu benar, maka itu akan memperkuat tentara kita. Nantinya, kita akan memiliki harapan untuk mengalahkan mereka yang berasal dari dunia bawah.” Jawab Gio.


__ADS_2