Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 239


__ADS_3

Seno melihat bagaimana Ratu Leleisa meminta yang lain pergi dari ruangan ini. Sekarang yang tersisa di ruangan ini hanya Seno dan Ratus Leleisa saja. Seno sendiri cukup heran kenapa sistem tidak segera membawanya pergi meski pun pertemuan yang dilakukan oleh Ratu Leleisa dan para jenderal sudah selesai dilaksanakan.


“Sistem, apa lagi yang harus aku lihat di sini? Bukankah pertemuannya sudah selesai? Kenapa aku tidak segera pindah tempat?” tanya Seno penasaran.


Namun, Sistem tidak menjawab pertanyaan Seno tersebut. Sistem seolah tengahs menonaktifkan diri sehingga tidak bisa merespon ucapan Seno. Biasanya, Sistem selalu merespon pertanyaan dari Seno.


“Sistem milikmu tidak akan memberimu respon apa pun untuk sekarang. Jadi, Kau tidak perlu bertanya-tanya padanya seperti itu.”


Sebuah suara mengejutkan Seno. Ia mengangkat kepalanya dan melihat bahwa saat ini Ratu Leleisa tengah menatap ke arahnya. Jika tidak salah, yang berbicara tadi adalah Ratu Leleisa. Seno sendiri tidak menyangka bahwa Ratu Leleisa akan mengajaknya berbicara.


“Anda berbicara denganku, Yang Mulia Ratu Agung?” tanya Seno.


Meski Seno tidak terlalu mengenal Ratu Leleisa, tetapi ia masih memanggilnya dengan panggilan yang biasa disebutkan oleh Jenderal Jujuio. Ada pepatah mengatakan, jika kita berada di Roma, maka lakukan seperti yang orang Roma lakukan. Karena Seno berada di kawasan Ras Hujelo, maka ia perlu memakai adat istiadat Ras Hujelo.


“Ya, aku berbicara denganmu. Tidak ada satu pun orang di sini selain kita bukan? Jadi, jika bukan denganmu, siapa lagi yang aku ajak berbicara?” tanya Ratu Leleisa.


“Memangnya apa yang ingin Anda bicarakan denganku, Yang Mulia Ratu Agung?”


Ratu Leleisa terlihat menggelengkan kepalanya pelan. Ia lalu menatap lekat ke arah Seno.


“Ini bukan apa yang ingin aku bicarakan denganmu, tetapi apa yang ingin Kau tanyakan padaku. Aku yakin Kau memiliki begitu banyak pertanyaan bukan? Ini adalah satu-satunya kesempatan untukmu mendapatkan jawaban atas keresahanmu. Jadi, manfaatkan kesempatan ini baik-baik.”


Seno terdiam. Ia tengah memikirkan apa yang ingin ia tanyakan kepada Ratu Leleisa. Banyak pemikiran yang berkecamuk di benak Seno, dan ia akan menanyakan semua itu sekarang.

__ADS_1


“Kenapa dari semua orang yang ada, aku terpilih menjadi pemilik sistem? Kenapa pula sistem milikku ini merupakan sistem pertanian?” tanya Seno. Ini adalah pertanyaan dasar yang ingin sekali Seno ketahui jawabannya sejak dirinya memiliki sistem.


“Aku yakin Kau sudah mengetahui latar belakang munculnya sistem, bukan? Jadi, Kau terpilih karena Kau ini memiliki hati yang cukup baik. Lalu, kenapa Kau terpilih menjadi pemilik sistem pertanian? Itu karena kami memerlukan seseorang yang menguasai bidang pangan.”


“Jika suatu hari nanti ada yang mengacaukan stok pangan sebuah planet, maka akibatnya akan cukup fatal. Banyak orang yang mengalami kelaparan dan banyak yang mati.”


Ucapan Ratu Leleisa ada benarnya. Makanan adalah hal utama yang perlu diselamatkan. Percuma memiliki uang banyak tetapi tidak ada makanan yang bisa dibeli. Itu sama saja akan membuat seseorang kelaparan.


Apalagi jika sampai terjadi peperangan. Makanan akan menjadi salah satu penentu dalam perang. Pasukan yang kelaparan tidak akan kuat mengangkat senjata. Tidak hanya itu, mereka juga akan kurang fokus dalam melaksanakan perang.


“Kami memilih orang dari berbagai bidang untuk membantu memperkuat planet kalian. Seseorang yang memiliki sistem kekayaan, sehingga dengan kekayaannya bisa menstabilkan perekonomian planet kalian. Seseorang yang peneliti yang bisa membatu kalian mengetahui penyakit-penyakit baru agar kalian bisa terhindar dari penyakit berbahaya.”


“Masih banyak jenis sistem yang kami sebar. Secara tidak langsung tujuan mereka sama, menstabilkan keadaan planet atau bahkan galaksi yang kalian miliki agar tidak terjadi kekacauan. Sedikit kekacauan bisa dimanfaatkan oleh Ras Mogoley untuk masuk dan menjajah galaksi kalian.”


Jadi seperti itu rupanya. Seperti kata Sistem dulu bahwa banyak pemilik sistem di Planet Bumi. Beberapa masih menjadi pemilik aktif, sementara itu yang lain menjadi mantan pemilik sistem. Mungkin mereka yang sudah tidak lagi memiliki sistem, tujuan mereka sudah tercapai.


Satu nama tercetus begitu saja di benak Seno ketika memikirkan hal ini. Keluarga Prayudi. Jika dilihat dari sejarahnya, Keluarga Prayudi cukup pesat perkembangannya. Dalam waktu kurang dari dua tahun mereka sudah memiliki bisnis yang tersebar di seluruh penjuru dunia.


Sekarang, bisa dibilang bisnis milik Keluarga Prayudi bisa mempengaruhi perekonomian dunia. Lalu, Seno ingat bhawa Sistem miliknya pernah mengatakan bahwa Andi Prayudi adalah seseorang yang dulunya memiliki sistem.


Kemungkinan besar Andi Prayudi sudah tidak lagi memiliki sistem setelah dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia yang bisa mempengaruhi perekonomian dunia. Ini berarti, Seno juga akan bisa terlepas dari sistem miliknya jika ia berhasil menjadi petani terhebat di Planet Bumi dan menguasai pasar sayuran.


“Apakah aku juga akan kehilangan sistem milikku jika aku berhasil menjadi seorang petani terhebat di dunia seperti tujuan yang aku miliki ketika mendapatkan sistem?” tanya Seno. Meski ia memiliki pemikiran seperti itu, Seno ingin memastikannya kembali dengan bertanya kepada Ratu Leleisa.

__ADS_1


“Ya bisa dibilang seperti itu. Meski Kau nantinya akan kehilangan sistem, tetapi Kau masih tetap memiliki beberapa keuntungan sebagai pemilik sistem. Seperti kebun milikmu yang masih bisa menghasilkan tanaman ajaib. Namun, jangka waktunya akan sedikit lebih lama dari biasanya,” jelas Ratu Leleisa.


“Lalu ada apa dengan dimensi-dimensi itu? Kenapa aku harus memiliki dimensi-dimensi itu. Jumlah dimensi-dimensi itu cukuplah banyak. Aku tidak yakin aku bisa menaklukkan semua dimensi yang ada. Dimensi yang ada di pulau Jawa saja sudah berjumlah ratusan. Jika itu jumlah dimensi di seluruh dunia, itu berarti ribuan.”


“Dengan jumlah sebanyak itu, bagaimana bisa aku menaklukkan semuanya? Jelas aku membutuhkan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun untuk bisa melakukan hal itu. Sedangkan, dalam udah bisa waktu beberapa tahun saja aku yakin aku sudah bisa menjadi petani terhebat di Planet Bumi.”


“Bukankah itus berarti aku akan menaklukkan semua dimensi itu sendirian tanpa bantuan Sistem? Yang Mulia Ratu Agung, katakan padaku bagaimana bisa aku menaklukkan semua dimensi itu sendirian?”


Ini kekhawatiran baru yang Seno pikirkan. Ia harus menaklukkan seluruh dimensi yang ada agar makhluk yang ada di dalam sana tidak mengacau. Seno pernah membaca salah satu laporan milik pihak militer bahwa ada beberapa desa yang musnah karena serangan makhluk penghuni dimensi lain.


Jika tidak ada yang memiliki dimensi itu dan mengontrol makhluk yang ada di dalam sana, maka nasib manusia Bumi akan terancam. Seno tidak bisa membiarkan hal itu terjadi.


“Kau tidak perlu terlalu khawatir seperti itu. Nyatanya, bukan hanya Kau saja yang sedang berusaha dengan keras menaklukkan dimensi-dimensi itu agar monster yang ada di dalamnya tidak mengacau di duniamu. Masih ada beberapa pemilik sistem yang saat ini secara bersamaan denganmu tengah menaklukkan dimensi yang ada di planetmu.”


“Yang perlu Kamu lakukan hanyalah menaklukkan semua dimensi yang ada di sektor tempat tinggalmu. Untuk teknisnya, sistem milikmu akan menjelaskan semua itu. Jika Kau ingin menaklukkan semua dimensi yang ada di sektor tempat tinggalmu dalam waktu cepat, ada cara pintasnya.”


“Cara pintas? Apa itu, Yang Mulia Ratu Agung?” tanya Seno penasaran.


Jika ia harus menaklukkan seluruh dimensi yang ada di sektor tempat tinggalnya maka Seno akan melakukannya. Jika ada cara pintas yang bisa Seno lakukan agar menyingkat waktu, maka Seno akan dengan senang hati memilih cara ini.


“Sistem milikmu akan menjelaskannya nanti. Apakah Kau memiliki pertanyaan lain?” tanya Ratu Leleisa.


“Tidak ada. Semua kebigunganku sudah terjawab semua. Jadi aku tidak memiliki pertanyaan lain.”

__ADS_1


“Kalau begitu, sebelum Kau pergi, aku minta Kau bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugasmu. Ini demi perdamaian planet tempat tinggalmu juga.”


“Aku tahu, Yang Mulia Ratu Agung. Aku akan melaksanakannya dengan sungguh-sungguh tugas inis.”


__ADS_2