Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 151 Tiga Jendral Yang Keras Kepala


__ADS_3

“Apa yang akan kita lakukan setelah ini?” Tanya Ardi tidak lama setelah kepergian Johan.


“Tentu saja kita perlu melakukan sesuatu agar mereka mau memberikan sayuran-sayuran ajaib itu dengan harga murah. Jika perlu, kita bisa memaksanya untuk meberikan seluruh sayur ajaib yang dia miliki kepada pihak militer.” Jawab Roy.


“Aku yakin masih ada banyak sayuran ajaib lainnya yang memiliki fungsi luar biasa yang belum kita ketahui. Jika kita bisa memaksanya menyerahkan semua itu kepada kita, maka pihak militer akan semakin lebih kuat.”


“Kita akan lebih mudah menyerang dunia bawah. Tidak hanya itu, kita juga bisa menyerang negara tetangga agar wilayah milik kita menjadi luas lagi. Jika perlu, kita juga ubah juga sistem pemerintahan negara kita ini. Biarkan militer yang memimpin negara ini.” Jelas Roy.


Rupanya Roy memiliki ambisi yang cukup besar. Apalagi dengan adanya sayuran-sayuran ajaib milik Seno. Hal itu membuat Roy ingin mewujudkan ambisinya itu.


“Benar juga Kamu Roy. Kita perlu memberi pelajaran kepada petani itu agar tidak memeras kita dengan cara yang seperti itu. Dia hanyalah petani, apa yang dia punya sehingga dia berani memeras kita seperti itu.” Jawab Ardi.


Aku rasa, kita bisa mengirimkan Tim Garuda untuk menekan mereka. Dengan begitu, petani itu bisa tahu tempatnya. Seperti kata Ardi, dia hanya petani, akan mudah bagi kita untuk menekannya.” Imbuh Gio.


“Apa tidak terlalu berlebihan dengan mengirim tim garuda?” tanya Ardi.


“Itu tidak berlebihan. Apa yang Gio sarankan itu cukup bagus. Dengan kita mengirimkan Tim Garuda, maka petani itu akan tahu seberapa besar kekuatan yang militer miliki. Dengan begitu, akan mudah bagi kita memerintahkan petani itu.” jawab Roy.


Ketiganya terlihat mendiskusikan apa yang akan mereka lakukan setelah ini. Rencana mereka untuk menekan Seno dan keluarganya.


Tetapi, ketika ketiganya berdiskusi, ada satu Jendral yang sedari tadi diam dan hanya mendengarkan diskusi dari rekan-rekannya. Ia tidak memiliki niatan untuk memberikan saran apa pun untuk saat ini.


“Apakah kalian yakin dengan rencana kalian ini?” tanya Eko yang membuat tiga Jendral lainnya menghentikan diskusi mereka.


Ketiganya lalu menatap Eko yang masih menampakkan wajah datarnya. Mereka baru sadar bahwa sedari tadi Eko belum memberikan saran sama sekali untuk terlaksananya rencana mereka ini.

__ADS_1


“Apakah Kamu memiliki saran lain untuk rencana ini? Kamu belum memberi masukan sama sekali bukan?” Tanya Gio.


Eko menggeleng pelan. “Aku tidak akan memberikan saran apa pun untuk kalian. Yang ingin aku tanyakan, apakah kalian yakin rencana kalian ini bisa berhasil? Aku yang sedari tadi mendengarnya, tidak yakin rencana kalian ini bisa berhasil.” Jelas Eko.


“Maksudmu apa Eko. Rencana Kami ini sangat sempurna untuk menghadapi petani seperti dia. Kita tinggal menekannya, menculik anggota keluarganya, maka aku yakin dia akan menuruti perkataan kita.”


“Kamu pikir semudah itu Roy? Jangan meremehkan dia.”


“Meremehkan katamu? Aku sama sekali tidak meremehkannya. Justru dengan mengirim Tim Garuda aku tidak meremehkan petani itu.”


“Heh.” Eko mendengus pelan.


Ia memandangi satu persatu wajah rekannya itu. Terlihat jelas bahwa mereka sangat percaya diri dengan rencana mereka kali ini. Bahkan bisa dibilang, mereka sangat yakin rencana ini berhasil.


“Dengan menurunkan Tim Garuda masihlah kurang menurutku. Jika kalian ingin menekan anak itu, kalian membutuhkan satu kompi tentara. Satu tim yang hanya berisikan beberapa orang tidak akan memberikan efek apa pun. Justru kita yang akan kalah.”


“Apa maksudmu itu Eko? Mengirim satu kompi hanya untuk mengatasi beberapa orang saja? Itu sangat-sangat berlebihan.Lalu, Kamu tadi mengatakan kita akan kehilangan Tim Garuda jika kita tidak mengirim satu kompi? Itu adalah hal terkonyol yang pernah aku dengar selama aku berkarir di militer.”


“Jangan sombong Roy. Jika yang kita hadapi adalah petani biasa, mungkin Tim Garuda lebih dari cukup untuk mengatasi mereka. Tetapi yang kita hadapi adalah petani yang menghasilkan sayuran ajaib. Kalian melupakan hal itu.”


“Apa kalian yakin dia tidak memiliki sesuatu yang bisa melindungi dirinya dan keluarganya, sesuatu yang bisa mengalahkan kita? Apa kalian tidak berpikir ke sana?”


Ucapan Eko ini membuat ketiga Jendral yang lainnya terdiam. Mereka tidak bisa memberikan respon apa pun kepada Eko. Saat ini mereka sibuk mencerna ucapan Eko barusan.


Tetapi, Eko tidak memberikan mereka banyak waktu untuk berpikir. Ia belum selesai berbicara. Ia lalu memutarkan sebuah rekaman yang beberapa hari terakhir ini menjadi terkenal di masyarakat. Rekaman mengenai Momoy yang memadamkan api dengan cara unik.

__ADS_1


“Lihat baik-baik rekaman ini. Di dalam rekaman ini terdapat seorang anak perempuan yang bisa memadamkan api dengan mudahnya. Anak ini memiliki hubungan yang cukup dekat dengan Seno.”


Roy, Gio, dan Andri pun melihat dengan seksama rekaman yang diputar oleh Eko. Mereka memperhatikan bagaimana Momoy yang nampak baik-baik saja setelah berada di dalam api.


“Tidak hanya itu saja, aku sudah menyuruh beberapa anak buaku mencari tahu asal usul anak ini. Tetapi aku tidak menemukannya. Ia muncul begitu saja di rumah Seno. Dua puluh anak kecil lainnya yang terlihat bersama dengan Seno juga dipertanyakan identitasnya.”


“Tidak hanya mereka saja, masih ada dua laki-laki yang menjadi pekerja di rumah Seno. Pekerja yang lain sudah Seno alihkan di gudang miliknya. Tetapi dua ini tidak ia pindahkan. Identitas mereka juga di pertanyakan.”


“Dari pengamatan anak buahku, kedua laki-laki memiliki kekuatan fisik yang berada di atas rata-rata. Mereka bisa dengan mudahnya mengangkat bebeban ratusan kilogram tanpa terlihat kesusahan.”


“Kartu As lain milik Seno dan orang-orang yang identitasnya masih dipertanyakan ini, seharusnya juga masuk dalam pertimbangan kalian dalam membuat rencana.” Jelas


“Ck.” Roy mendecakkan lidahnya setelah mendengar pejelasan panjang dari Eko.


“Eko, Eko. Itu bukanlah video asli. Aku sangat yakin itu hanya efek komputer.” Kamu bisa-bisanya ditipu seperti itu. Ini pasti akal-akalan petani itu. Dia memepersiapkan hal sebesar ini agar kita tidak berani menekannya. Lucu sekali jika Kamu mempercayai rekaman ini.”


“Semua itu mungkin saja terjadi. Jika ada sayuran yang bisa membuat seseorang memiliki tubuh kebal senjata tajam, maka sangat mungkin pula ada sesuatu yang bisa orang kebal api, atau bahkan memakan api seperti halnya yang ada di rekaman tersebut.” jawab Eko.


“Bilang saja Kamu takut dengan konsekuensi yang ada, jika nantinya Kami melakukan kudeta. Jika Kamu memang tidak mau terlibat, Kamu bisa mengatakannya dari awal. Dengan begitu kami tidak akan melibatkanmu dalam diskusi ini.” Ucap Ardi.


“Tidak masalah jika Kamu tidak terlibat, asalkan Kamu tidak menghalang-halangi kudeta Kami nanti, Kami tidak akan melakukan apa pun padamu. Tentunya Kamu tidak akan mendapatkan jabatan apa pun di pemerintahan militer yang baru.” Imbuh Ardi.


Eko menggelengkan kepalanya pelan. Ia tidak menyangka kekuasaan sudah membutakan mereka. Jika sudah seperti ini, sekeras apa pun Eko melarang, mereka tidak akan mendengarkannya.


“Baiklah jika itu keputusan kalian. Aku tidak akan terlibat dalam rencana kalian ini. Kedepannya aku juga tidak akan menghalangi rencana kalian. Terserah kalian mau melakukan apa setelah ini.”

__ADS_1


“Yang jelas aku sudah memperingatkan kalian mengenai hal ini. Di kemudian hari, jangan salahkan aku jika sesuatu yang buruk menimpa kalian atau pun kesatuan kalian.”


Setelah berkata demikian, Eko memilih pergi dari ruang rapat itu. Dirinya sudah tidak lagi di butuhkan di sana. Jadi Eko memilih pergi.


__ADS_2