
[Tentu saja Host]
[Aku berhasil mendapatkan apa yang Kamu inginkan setelah bertanya kepada senior Sistem yang lainnya]
[Aku mendapatkan sebuah ramuan khusus yang membuat seseorang akan berkata aneh, ketika orang itu akan mengatakan sebuah rahasia]
[Ramuan ini cukup susah dibuat]
[Jadi harganya sedikit mahal]
“Memangnya berapa yang Kamu inginkan Sistem?” tanya Seno kepada Sistem.
[Lima puluh juta rupiah untuk setiap vial ramuan]
“Lima puluh juta untuk setiap vial ramuan? Jika aku berniat membungkam semua tentara yang aku tahan, aku butuh membeli lima puluh lima vial ramuan. Itu saja sudah hampir lima milyar rupiah.”
Jika dibandingkan dengan pendapatan harian Seno, lima puluh milyar hanya seper enam dari pendapatannya. Namun, Sneo butuh cukup banyak ramuan tersebut untuk menutup mulut tentara yang ia tahan, juga sebagai stok persiapan.
“Kalau begitu, berikan seratus vial ramuan itu.” jawab Seno.
[Tentu Host]
[Ding]
[Uang sebesar Rp 5.000.000.000,- telah dipotong dari saldo Host]
[Selamat Host mendapatkan seratus vial ramuan penjaga rahasia]
[Ramuan telah dikirim ke ruang penyimpanan milik Host]
[Senang bekerja sama denganmu Host]
“Apakah ada ketentuan khusus untuk menggunakan ramuan ini Sistem?” tanya Seno.
Seno hanya perlu menyembunyikan beberapa rahasia dari pihak militer. Jika ramuan ini menutup semua rahasia yang dimiliki seseorang, pasti itu akan sangat menyulitkan pihak tentara.
__ADS_1
Nantinya, jika ada rahasia lain milik pihak militer yang tidak ada hubungannya dengan Seno, maka rahasia itu juga tidak akan bisa terucapkan dari bibir tentara-tentara ini.
[Tenang saja Host]
[Ramuan ini sudah dimodifikasi hanya berguna untuk menutup semua rahasia yang berkaitan dengan kebun milik Host]
[Jadi Host tidak perlu merasa pusing dengan penggunaan ramuan ini]
Seno bernafas lega. Sekarang dirinya tidak perlu merasa was-was untuk mengahdapi para Jenderal itu. Seno lalu mengecek jam yang ada di tangannya. Ia masih memiliki waktu setengah jam sebelum Johan datang kemari. Itu berarti ia masih memiliki cukup banyak waktu sekarang.
Setelah berpamitan dengan kedua istrinya, Seno langsung menuju ke dimensi para Gylinox. Ia sudah memindahkan pintu masuk portalnya menjadi di dekat gua tempat para tentara ditahan. Jadi ia bisa cepat sampai ke mereka.
Seno memberikan sejumlah vial ramuan kepada para kelinci yang ia temui. Ia meminta mereka memberikan ramuan itu kepada para tentara. Tidak lupa Seno meminta beberapa Gylinox menemani para kelinci melakukan tugas itu.
Dengan begitu, cukup mudah mereka menahan para tentara dan memaksa mereka mengkonsumsi ramuan tersebut. Sementara para kelinci dan para Gylinox itu menyelesaikan tugas mereka, Seno berjalan menuju ke tempat “penyiksaan” Roy.
Dari Jasmine Seno mendengar bahwa Roy dibawa ke salah satu gua yang berada tidak jauh dari gua tempat tentara ditahan. Ketika cukup dekat, Seno mendengar teriakan-teriakan kesakitan dari dalam gua.
Seno cukup kaget dengan apa yang ia lihat sekarang. Di depannya, sudah ada Roy yang tergeletak tidak berdaya. Jika bukan karena Roy masih berteriak, maka Seno pasti mengira bahwa Roy suda meninggal.
Sebelumnya Roy masih bisa mengangkat tangannya. Sekarang, ia tidak sanggup melakukan itu. Siksaan yang dilakukan oleh Jasmine dan yang lainnya membuat Roy tidak lagi seperti orang hidup.
"Hentikan dulu apa yang kalian lakukan." Pinta Seno ketika melihat Lag hendak mematahkan tulang-tulang Roy.
"Baiklah Bos." Jawab Lag.
"Bos bagaimana kerja kami, bagus bukan?" Tanya Jasmine, mengharap pujian dari Seno.
"Aku juga menambahkan pepaya dalam menu siksaan. Hasilnya luar biasa Bos. Laki-laki ini menjadi lebih lemas dari biasanya. Tetapi, kotoran yang dia keluarkan juga cukup banyak. Kotoran itu juga cukup bau. Kami harus berpindah tempat karena hal itu." Imbuh Jasmine.
Pantas saja pakaian yang Roy kenakan sekarang ini berbeda dengan sebelumnya. Saat ini Roy hanya memakai celana pendek dan kaos tanpa lengan. Seno tidak tahu dari mana Jasmine mendapatkan pakaian itu.
Pakaian itu bukanlah miliknya. Ada kemungkinan Jasmine meminta Tiarsus atau Azkareia untuk membelinya.
Seno juga tidak menyangka bahwa Jasmine akan menggunakan pepaya untuk menyiksa Roy. Ia memang meminta Jasmine dan yang lain menyiksa Roy dengan catatan tidak ada darah yang terlibat.
__ADS_1
Seno berharap dengan hal itu siksaan yang Roy terima tidak lehih berat lagi. Sayangnya ia lupa mengecualikan pepaya yang menjadi senjata mematikan dari semua produk miliknya. Pantas saja Roy saat ini badannya lemas begitu.
"Berikan dia susu yang lebih banyak supaya badannya cepat pulih. Lalu berikan dia baju ganti. Jika kalian sudah melakukannya, berikan ramuan ini pada Jenderal Roy." Pinta Seno.
Setelah ini Seno akan mengembalikan mereka ke pihak militer. Tentunya Seno akan membuat mereka muncul di tempat yang cukup jauh dari rumahnya. Semua truk dan persenjataan juga akan ia kembalilan.
"Bedebah." Umpat Roy lemah.
Ia menatap ke arah Seno dengan tatapan tajam. Beberapa hari ini hidup terasa di neraka. Badannya disiksa, disembuhkan lagi, lalu kemudian disiksa lagi. Semua itu membuat Roy ingin sekali mengakhiri hidupnya.
Namun, itu tidak bisa ia lakukan. Ia bukanlah pasukan berani mati yang menyiapkan racun di tubuh mereka. Jadi, tidak ada yang bisa Roy lakukan untuk mengakhiri siksaan ini.
Siksaan yang terlarah adalah buah pepaya yang dipaksakan masuk ke mulutnya. Buah itu membuat perutnya terasa dicampur aduk.
Rasa terhinanya harus buang hajat dengan disaksikan oleh orang banyak, lebih parah jika dibandingkan dengan siksaan lainnya. Ia merasa diperlakukan seperti hewan di sini.
"Rupanya Anda masih sangat kuat. Umpatan Anda begitu keras Jendral. Sepertinya Anda masih suka tinggal di sini. Padahal aku berniat memulangkan Jenderal dengan yang lainnya."
Seno menggelengkan kepalanya pelan. Jika seperti ini, Seno hanya bisa melepaskan tentara yang lain. Sementara itu Roy, siksaan panjang masih akan menantinya.
Siksaan selama beberapa hari ini rupanya belum membuat mental laki-laki itu rusak. Ini berarti, Roy masih bisa saja menyerang dirinya di kemudian hari.
Ramuan pemberian dari Sistem hanya membuat orang lain tidak akan bisa mengungkapkan rahasia milik Seno. Itu tidak menjadikan Seno bisa mengontrol orang lain.
Jikalau pun ada barang seperti itu, Seno juga tidak akan memakainya. Itu sama saja dengan perbudakan, dan Seno sangat anti dengan perbudakan.
Seno lalu menatap ke arah Jasmine dan yang lainnya. Ia lalu memberikan perintah untuk mereka.
"Setelah ini, bebaskan semua tentara yang ada beserta senjata dan truk mereka. Tetapi jangan kalian bebaskan Jenderal yang satu ini. Aku mau kalian menemaninya bermain beberapa hari lagi."
"Lalu, katakan pada tentara itu, jangan pernah lagi mencoba menyerangku. Jika mereka kembali mengikuti perintah untuk menyerangku atau pun keluargaku, maka mereka tidak akan mendapatkan kesempatan kedua seperti sekarang ini." Jelas Seno.
"Siap laksanakan Bos. Aku senang sekali bisa lebih lama bermain denganmu Jenderal. Masih ada banyak penyiksaan seperti yang aku lihat di film yang belum aku praktekkan." Ucap Jasmine sembari menggosok-gosokkan kedua tangannya.
Seno hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar hal itu. Ia tidak tahu dari mana Jasmine mempelajari penyiksaan seperti ini. Kelinci itu sangat senang sekali melakukan kegiatan seperti ini.
__ADS_1
Sepertinya ia perlu membatasi apa yang mereka tonton. Seno tidak mau kelinci miliknya berubah menjadi kelinci yang akan menyerang orang lain karena terlalu senang menyiksa.
Jika Seno membiarkan para kelinci bersikap seperti ini, kedua istrinya pasti akan memarahinya. Kelinci mereka yang imut berubah menjadi psycho karena Seno meminta mereka menyiksa orang.