Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 202 Anthony


__ADS_3

“Jessica, apakah Roman sudah berhasil Kau hubungi?” tanya Lucas dengan tetap fokus pada cawan petri miliknya.


“Maaf, Profesor. Aku sudah ratusan kali mencoba menghubunginya. Tetapi, aku tidak bisa tersambung dengannya,” jawab Jessica.


Jessica merasa aneh, tidak biasanya Roman sulit dihubungi seperti sekarang. Apalagi dia sulit dihubungi ketika menjalankan tugas dari Lucas. Biasanya, Roman selalu tanggap dan bisa dihubungi kapan pun juga.


“Lalu, bagaimana dengan yang lain? Apakah Kau sudah mencoba menghubungi mereka? Roman tidak berangkat sendirian bukan? Pasti ada salah satu dari mereka yang bisa dihubungi.”


“Sekali lagi maafkan aku, Profesor Giorgio. Semua yang bersama Roman tidak bisa dihubungi.”


Ucapan asistennya itu membuat Lucas menghentikan kegiatannya. Ia lalu menatap ke arah Jessica yang sekarang sibuk dengan cawan petri miliknya. Lucas menyukai asistennya yang satu ini. Dia bisa melakukan beberapa tugas secara bersamaan tanpa harus memecahkan konsentrasinya terhadap apa yang dia lakukan.


Seperti sekarang, Jessica masih bisa berkonsentrasi dengan penelitiannya meski pun Lucas mengajaknya mengobrol. Beruntung ia mendapakan asisten seperti dia.


“Tidak bisa dihubungi? Bagaimana mungkin itu bisa terjadi. Kenapa semua orang jadi tidak bisa dihubungi? Apa jangan-jangan mereka takut aku marahi karena tidak menyelesaikan tugas dengan baik?”


“Tugas mereka sangatlah mudah, tetapi sampai sekarang mereka belum juga kembali membawakan apa yang aku inginkan. Sudah berapa lama mereka pergi?” tanya Lucas.


Lucas mencoba mengingat berapa lama tugas itu ia berikan kepada Roman. Menurutnya itu sudah cukup lama sehingga dirinya sampai melupakan detailnya. Lucas yang memusatkan ingatannya pada penelitian miliknya, tentunya tidak bisa mengingat dengan tepat menganai hal itu.


“Lebih dari sepuluh hari terhitung sejak Kau mengirim Roman ke sana, Profesor. Lalu sekarang sudah lebih dari empat hari sejak terakhir kali dia bisa dihubungi,” jawab Jessica.


“Ya, sudah selama itu. Bagaimana mungkin Roman belum juga menyelesaikan tugas dariku,” ucap Lucas kesal.

__ADS_1


Menurut Lucas, Roman terlalu membuang-buang waktu dalam melaksanakan misi darinya. Hanya menghadapi seorang petani saja membuatnya butuh lebih dari sepuluh hari. Lalu, Roman juga memanfaatkan sumber daya yang tidak perlu hanya untuk menyelesaikan tugas kecil ini.


Memberi janji kepada para pebisnis itu hanya untuk membantunya mendapatkan sayuran itu? Sangat membuang-buang sumber daya. Ada cara yang lebih cepat, kenapa pula menggunakan cara merepotkan seperti itu.


“Sekarang panggil Anthony. Sepertinya menunggu Roman memberi kabar hanya akan membuang-buang waktu saja. Seharusnya, dari awal aku mengirim Anthony, yang jauh lebih berkompeten untuk menjalankan tugas ini, bukan Roman yang suka memperhitungkan semuanya itu.”


“Baiklah, Profesor. Aku akan memanggil Anthony untukmu.”


“Ah tidak perlu,” ucap Lucas tiba-tiba. “Biar aku saja yang datang ke tempat Anthony. Aku akan rehat sejenak dari penelitian ini. Kau lanjutkan saja tugas yang sudah aku berikan padamu.”


Meski laboratorium miliknya ini berada di bawah tanah, tetapi tempat ini sama sekali tidak terlihat sempit. Justru tempat ini sangat lapang.


Lucas menemukan tempat ini sepuluh tahun lalu ketika ia tengah bersembunyi dari kejaran interpol yang mencoba menangkapnya. Sebagai seorang peneliti sesuatu yang berbahaya dan menjual hasil penelitiannya di pasar gelap, tentu saja Lucas banyak diburu orang.


Di bagian terdalam dari gua, Lucas menemukan sebuah tabir cahaya yang cukup aneh. Keadaan yang mendesak dan rasa penasaran Lucas, membuatnya nekat memasuki tabir cahaya tersebut. Lucas tidak menyangka akan menemukan dunia yang begitu luas di balik tabir cahaya itu.


Di tengah-tengah tempat asing itu, terdapat sebuah batu yang melayang di udara. Sekali lagi, rasa penasarannya membuat Lucas menyentuh batu itu. Kejutan lain menanti Lucas ketika ia sudah memegang batu tersebut, ratusan informasi aneh muncul di kepalanya. Saat itu Lucas barus sadar bahwa dirinya menemukan harta karun yang sangat berharga.


Tempat ini adalah sebuah dimensi lain yang terhubung dengan Bumi. Tangan Lucas yang terluka, membuatnya menjadi pemilik dimensi ini setelah menyentuh langsung inti dimensi. Tidak hanya itu, inti dimensi itu tiba-tiba saja berubah wujud menjadi sosok manusia yang menuruti semua permintaan Lucas.


Anthony, adalah nama yang Lucas berikan untuk sosok yang muncul dari inti dimensi tersebut. Ia memiliki tinggi dua ratus dua puluh sentimeter dan badan yang penuh dengan otot. Jika Anthony memiliki kulit berwarna hijau, maka orang-orang akan memanggil Anthony dengan nama Hulk.


“Apakah Kau mencariku Master?” ucap sebuah suara ketika Lucas memasuki salah satu ruangan yang ada di laboratoriumnya.

__ADS_1


Lucas melihat Anthony sekarang tidak memakai kaos dan sedang mengangkat beban. Ini adalah yang dilakukan oleh Anthony jika dirinya tidak diberi tugas apa pun.


“Ya, aku memiliki tugas untukmu. Kau akan aku kirim ke Asia Tenggara. Aku ingin Kau mengambil beberapa sampel sayuran dari seorang petani.”


“Bukankah si bodoh Roman sudah mengambil tugas itu Master?” tanya Anthony.


“Ya. Aku memang sudah menugaskan Roman untuk hal ini. Tetapi, dia belum juga menyelesaikan tugas itu dengan baik. Oleh karena itu, aku memintamu melakukan tugas itu.”


“Dasar Roman bodoh. Aku sudah menduga bahwa manusia satu itu tidak akan bisa menyelesaikan tugas darimu dengan baik Bos. Tidak seperti aku, aku selalu menyelesaikan tugas darimu dengan cepat dan hasil memuaskan.”


“Serahkan semuanya kepadaku, Master. Aku akan melakasanakan tugas ini dengan baik,” ucap Anthony sembari memukul dada kirinya dengan kepalan tangan.


“Ingat, Kau hanya memiliki waktu satus minggu saja untuk melakukan semua itu. Itus adalah batas waktu yang Kau punya untuk keluar dari dimensi ini,” ucap Lucas mengingatkan.


Meski Anthony bisa keluar masuk dari dimensi ini dengan mudahnya, ia tidak bisa melakukan sebebas itu. Anthony memiliki batasan waktu yang harus ia patuhi. Jika Anthony berada di luar dimensi lebih dari waktu yang sudah ditentukan, maka ia akan berangsur-angsur melemah.


Lucas sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi jika Anthony sampai tidak bisa kembali ke dimensi ini. Selama ini, ia hanya memberi tugas dengan jangka waktu singkat kepada Anthony. Jadi, Anthony tidak pernah berada dalam posisi lemahnya.


Lucas bisa menebak bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi jika Anthony berada di luar terlalu lama, dan Lucas tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.


“Persiapkan dulu dirimu dengan matang. Aku akan meminta seseorang untuk menyiapkan pesawat untukmu. Jika semua sudah siap, Kau bisa berangkat kapan pun Kau mau,” jelas Lucas.


“Tentu saja, Master. Aku akan segera mempersiapkan segalanya. Tunggu kabar baik dariku.”

__ADS_1


Lucas mengangguk pelan. Ia lalu kembali menuju ke laboratorium miliknya. Di sana ia melihat Jessica menampakkan raut wajah yang cukup senang. Pasti penelitian yang dilakukan oleh Jessica mengalami kemajuan. Jika tidak, maka Jessica tidak akan sebahagia itu.


__ADS_2