Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 137 Hukuman Untuk Azkareia


__ADS_3

“Aku adalah siluman rubah Bos. Keahlian utama yang dimiliki oleh rasku adalah memikat seseorang dengan kecantikan yang kami punya. Jadi, semua orang yang ada diras siluman rubah, memiliki wajah yang sangat cantik, entah itu perempuan atau laki-laki.”


“Dengan kekuatan yang kami punya pula, kami bisa mempertahankan kecantikan kami. Bahkan mereka yang sudah tua pun bisa memakai karisma yang mereka miliki untuk membuat orang lain tetap memandang mereka cantik.” Jelas Azkareia.


Seno tiba-tiba saja mengaitkan siluman rubah ini dengan legenda-legenda yang ada di luar negeri. Bahwa di beberapa negara seperti China, Jepang dan Korea terdapat legenda mengenai siluman rubah.


Di sana, siluman rubah biasanya akan menggoda seseorang, baik itu laki-laki maupun perempuan. Nantinya, siluman rubah tersebut akan mengajak orang tersebut menuju ke suatu tempat untuk diserap energinya.


Kemungkinan Azkareia memiliki kemampuan seperti halnya siluman rubah di negara-negara itu cukup besar. Apalagi dengan pakaian yang ia pakai saat ini. Itu sudah menggambarkan semuanya.


“Apakah Kamu bisa menjadi rubah?” Tanya Miranda.


Sepertinya dia sudah lebih tenang setelah mengetahui bahwa Azkareia bukanlah perempuan, tetapi laki-laki. Sekarang Miranda kembali seperti dirinya yang sangat penasaran akan hal-hal baru. Seno bersyukur akan hal itu.


“Tentu saja manis. Aku bisa melakukan hal itu.” Ucap Azkareia sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Miranda.


Apa yang dilakukan oleh Azkareia sama saja dengan memantik api cemburu. Kali ini giliran Seno yang merasa cemburu. Ia tidak terima Miranda tiba-tiba memandang laki-laki lain dengan tatapan seperti itu. Selama ini, hanya dirinyalah yang Miranda pandangan dengan tatapan seperti itu.


Tetapi, belum sempat Seno melakukan apa pun, sebuah cahaya putih menyelimuti tubuh Azkareia. Perlahan tubuh yang sebelumnya menjulang tinggi, kini mengerdil dan berubah memanjang.


Tidak lama kemudian, di tempat Azkareia berdiri, sudah ada seekor rubah berwarna putih. Rubah itu memiliki tujuh buah ekor di tubuhnya. Ketujuh ekor tersebut bergerak-gerak menambah kecantikan dari rubah tersebut.


Azkareia dalam bentuk rubahnya, lebih cantik lagi dari bentuk manusianya. Seno bisa melihat Miranda kini memandang rubah itu dengan mata yang berbinar. Bahkan Dina pun mengikuti jejak Miranda mengagumi rubah tersebut.


“Waow. Cantik sekali. Aku tidak menyangka rubah bisa secantik ini.” ucap Dina penuh kegaguman.


Dina lalu mendekat ke arah rubah Azkareia. Ia lalu mengulurkan tangannya berniat menyentuh bulu dari rubah Azkareia. Sebelum itu, Dina memandang ke arah Azkareia, setelah melihat Azkareia mengangguk, mengijinkan Dina meneyentuhnya, tanpa menunggu lagi Dina menyentuh bulu rubah itu.


Lembut dan hangat. Itulah yang Dina rasakan ketika menjalankan tangannya di atas bulu-bulu milik Azkareia. Senyum lebar pun terlihat di wajah Dina ketika melakukan hal itu.


Hal itu membuat Seno semakin terbakar api cemburu. Jika Dina atau Miranda hanya memandang kagum Azkareia, Seno pasti tidak akan masalah. Ia akan menganggap kedua istrinya tengah menikmati keindahan dari makhluk yang ada di sekitar mereka.

__ADS_1


Tetapi apa yang Dina lakukan itu sudah melebihi batas. Dengan ia menyentuh bulu-bulu milik Azkareia, itu sama saja dengan Dina tengah menggera yahi tubuh laki-laki itu.


Seno tidak terima jika Dina melakukan hal itu. Apalagi di depan matanya seperti sekarang ini.


Langsung saja Seno mendekat dan menarik tangan Dina yang masih ada di bulu rubah Azkareia. Meski ia melakukan hal ini, Seno melakukannya sepelan dan selembut mungkin. Ia tidak mau hanya karena termakan api cemburu, dirinya menyakiti istrinya.


“Eh kenapa Sen? Aku kan lagi nikmatin kelembutan bulu rubah milik Azkareia. Kenapa Kamu malah menarik tanganku?” ucap Dina yang sekarang memanyunkan bibirnya, nampaknya Dina kesal dengan apa yang Seno lakukan.


“Aku tidak suka jika Kamu menyentuh tubuh laki-laki lain seperti itu. Apalagi di depan mataku seperti itu. Aku sangat tidak suka.” Jawab Seno.


“Tapi kan dia ini rubah? Kenapa Kamu melarangku?” protes Dina.


“Sama saja. Dia adalah siluman rubah. Kamu juga sudah melihat bentuk manusianya. Jadi aku tidak terima jika Kamu menyentuh dia seperti itu.” protes Seno.


“Jika Kamu memang menginginkan makhluk berbulu, yang bisa Kamu sentuh kapan pun Kamu mau, maka aku akan membelikan kucing untukmu. Kamu bisa memiliki hewan peliharaan.” Imbuh Seno.


“Apakah Mas Seno cemburu dengan apa yang Mbak Dina lakukan?” Tanya Miranda yang melihat semua perseteruan itu.


Menurut Seno, tidak ada salahnya jika dirinya mengakui bahwa dirinya cemburu dengan apa yang istrinya lakukan. Bukan berarti Seno tidak percaya dengan istrinya, hanya saja kecintaannya kepada mereka membuatnya tidak bisa terima jika mereka dekat dengan laki-laki lain.


Seno perlu mengungkapkan semua itu agar kedua istrinya tahu bahwa dirinya tidak suka akan apa yang mereka lakukan. Dengan begitu, mereka akan mencoba untuk tidak lagi melakukan hal yang sama ke depannya.



Di sisi lain, Azkareia merasakan kemarahan dari Seno. Seketika itu juga, Azkareia baru menyadari bahwa dirinya telah membuat sebuah kesalahan besar. Ia telah membuat Bosnya marah.


Sikap Seno yang menempatkannya seolah-olah sederajat membuat Azkareia berpikir bahwa ia bisa melakukan apa pun, Seno orang baik yang tidak akan marah. Tetapi dia salah.


Seno yang terlihat ramah dan tidak merendahkannya membuat Azkareia lupa akan siapa dirinya. Dirinya hanyalah seorang buruh tani, yang dikirim oleh sebuah entitas tinggi. Nyawa miliknya ada pada pemilik pertanian, Masternya, Seno.


Jika Seno marah besar dan meluapkan semuanya pada Azkareia, maka ada kemungkinan ia akan meninggal. Tidak hanya itu, jiwanya tidak akan lagi bisa terselamatkan. Itu berarti Azkareia akan benar-benar meninggal dan tidak memiliki kesempatan untuk terlahir kembali.

__ADS_1


Azkareia buru-buru kembali ke bentuk manusianya. Tidak hanya itu, ia memilih mundur beberapa langkah, menjauh dari Seno dan kedua istrinya.



“Baiklah-baiklah. Aku tidak akan melakukannya lagi. Tetapi, Kamu harus menepati janji, bahwa Kamu akan membelikanku peliharaan.” Jawab Dina.


“Aku mau, Kamu membelikanku kucing persia yang berbulu lebat. Aku mau yang berwarna kelabu atau putih.” Imbuh Dina.


“Aku juga mau peliharaan juga Mas. Bisakah aku punya hamster sebagai peliharaanku?”


Rupanya Miranda tidak mau kalah setelah mendengar bahwa Dina mengingkinkan hewan peliharaan.


“Tentu kalian bisa mendapatkannya.”


Seno lalu memandang ke arah Azkareia yang sekarang ini sudah menjauh beberapa meter dari tempatnya semula. Dia kini terlihat menundukkan kepalanya, seolah takut melihat langsung ke arah Seno.


“Azka, apa kemampuan yang Kamu miliki?” Tanya Seno dengan nada yang cukup dingin, tidak ada lagi senyuman yang Seno tunjukkan ketika berbicara dengan Azkareia.


“A-aku biasanya membuat a-arak Bos.” Jawab Azkareia sedikit tergagap di beberapa bagian. “Sebelumnya aku sudah pernah membuat arak yang cukup kuat dan enak rasanya.” Lanjut Azkareia.


“Kalau begitu, setelah menjalankan misi nanti, Kamu akan aku tugaskan membuat anggur fermentasi. Manfaatkan pula kemampuanmu itu dan buatlah minuman beralkohol baru untukku.” Jawab Seno datar.


“Sekarang temuilah Thor di peternakan. Bantu dia membersihkan kandang sapi. Selama sebulan ke depan, tugas membersihkan kandang sapi akan aku berikan kepadamu.” Imbuh Seno sekali lagi.


Seorang siluman rubah seperti Azkareia sangat tidak menyukai hal-hal kotor. Membersihkan kandang sapi merupakan pekerjaan paling hina untuk seorang siluman rubah.


Tetapi, mau tidak mau Azkareia harus menerimanya. Ia menganggap ini adalah hukuman untuknya karena sudah menggoda wanita dari Bosnya.


Masih untung dirinya hanya diminta untuk membersihkan kandang. Hukuman ini cukup ringan. Daripada nyawanya melayang, lebih baik ia menjalankan hukuman ini dengan baik.


“Baiklah Bos. Aku akan segera melakukannya.” Jawab Azkareia yang langsung berlari meninggalkan Seno.

__ADS_1


Jika dirinya masih berada di sana, Azkareia takut Seno akan berubah pikiran dan memberinya hukuman yang lebih berat lagi. Azkareia tidak mau itu terjadi.


__ADS_2