
“Kamus sedang menertawakanku ya?” Tanya Dina kepada Miranda.
Sedari tadi Dina merasa bahwa Miranda tengah menertawakannya. Perempuan itu tidak tahu apa yang membuat saingan cintanya ini melakukan hal itu. Padahal, tidak ada satu pun yang lucu dari apa yang ia ucapkan.
“Maaf Mbak. Hahaha.”
Miranda tertawa dengan lantang ketika Dina sudah memergokinya tertawa seperti itu. Tidak ada lagi yang perlu ia sembunyikan jika begini. Sekalian saja ia tertawa sepuasnya.
Dina lalu memandang ke arah Seno dan menunjukkan raut wajah penuh pertanyaan. Ia ingin meminta penjelasan kepada laki-laki itu mengenai apa yang salah dari ucapannya.
Belum juga Seno membuka mulutnya untuk menjelaskan, Miranda sudah terlebih dahulu menjelaskan.
“Petani Hebat adalah Mas Seno. Dia memiliki sebuah akun di The Auction dengan nama Petani Hebat. Di sana dia menjual hasil kebunnya dengan harga tinggi.” Jelas Miranda.
Perempuan itu tidak hanya memberikan sebuah penjelasan kepada Dina, ia juga menunjukkan akun milik Seno yang ada di The Auction. Dina cukup takjub dengan pencapaian Seno di sana.
Dulu ia mengira pendapatan Seno yang mengirimkan sayuran dari rumah ke rumah sudah cukup hebat. Nyatanya itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan pendapatannya dari lelang. Seratus juta lebih sekali lelang? Itu adalah angka yang cukup besar.
“Mas Seno sekarang sudah punya sapi juga ya? Kok sekarang udah ada susu kayak gini?”
Pertanyaan Miranda itu membuat Dina tersadar dari lamunannya. Ia kemudian menatap ke arah Seno dan ingin mendengar jawaban dari laki-laki itu.
“Bisa dibilang begitu. Susu ini sangat bagus untuk tulang kalian. Jadi konsumsilah yang banyak selagi kalian ada di sini. Meskipun aku bisa memberikan kalian beberapa untuk kalian bawa pulang, tetapi jumlah tidak bisa banyak. Susu seperti ini cepat sekali dan rusak.” Jelas Seno.
“Kenapa tidak mengolahnya saja supaya memiliki umur simpan yang panjang?” Cetus Dina tiba-tiba.
“Jika Kamu mengolahnya menjadi yogurt, keju, atau olahan susu yang lainnya, maka kamu bisa memasarkanya dengan mudah. Sekarang ini cukup mudah loh membuat olahan susu seperti itu. Apalagi dengan berkembangnya jaman.”
“Kamu bisa membuat sendiri di rumah dengan mengikuti panduan dari Youtube. Bahan-bahan pelengkap untuk mengolah susu pun sekarang cukup mudah di dapatkan. Jadi, kenapa tidak mengolahnya?” Tanya Dina.
Bertepatan dengan Dina selesai berbicara, Seno mendengar sebuah pemberitahuan dari sistem. Perkataan Dina itu rupanya sudah memancing munculnya misi dari sistem untuk Seno.
[Ding]
__ADS_1
[Sistem mendeteksi bahwa Host perkataan Dina ada benarnya]
[Host sebagai calon petani terhebat, Host harus bisa memasarkan semua produknya]
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Host buat dua buah olahan susu agar Host dapat memasarkan produk itu ke konsumen dan juga memiliki umur simpan yang baik]
[Waktu : 7 hari]
[Hadiah : Resep keju super lumer]
[Hukuman : Kehilangan sektor pertanian]
[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]
Jika sudah ada misi seperti ini, mau tidak mau Seno perlu belajar mengolah produk peternakannya. Beruntung ada Dina dan Miranda di sini. Jadi, mereka bisa membantu Seno dalam menyelesaikan misi ini.
“Tidak masalah.” Jawab Miranda.
“Ini bisa kita jadikan bonding biar lebihs dekat lagi hubungan kita.” Imbuh Dina.
Setelah memasak untuk sarapan, ketiga orang itu pergi ke kota untuk membeli semua alat dan bahan untuk mengolah susu. Toko yang mereka kunjungi cukup jauh letaknya antara satu dengan yang lainnya. Hal itu membuat mereka baru kembali di rumah Seno menjelang sore hari.
Ketika sampai di rumah, ketiganya cukup kaget melihat dua adik Seno yang sedang duduk di teras. Seno sendiri tidak menyangka adiknya akan pulang hari ini. kehadiran mereka membuat Seno bingung untuk menjelaskan keadaannya sekarang.
Di kiri dan kanannya ada dua orang perempuan yang terlihat dekat dengannya. Dari pandangan mata mereka saja sudah mudah ditebak bahwa kedua perempuan itu menyukainya. Apa yang harus Seno jawab ketika kedua adiknya menanyakan hubungannya dengan Dina dan Miranda?
Tidak jauh berbeda dengan Seno, Dina dan Miranda pun juga merasa canggung sekarang. Mereka bingung hubungan apa yang terjalin di antara mereka bertiga.
Tidak mungkin mereka mengatakan kepada Anita dan Renata bahwa mereka hanyalah berteman dengan Seno bukan? Kenyataannya mereka mengharapkan hubungan lebih dari teman dengan laki-laki itu.
__ADS_1
“Mas Seno dari mana?” Tanya Anita.
“Kami dari belanja bareng, aku dan Mira bantuin Seno bawa ini semua.” Jawab Dina cepat. Perempuan itu tidak sadar, yang sekarang tengah ditanya bukanlah dirinya melainkan Seno.
Hal itu membuat Anita memandang ketiga orang di depannya dengan penuh kecurigaan. Ia meyipitkan matanya dan memandang tajam ke arah mereka.
“Bukankah di rumah ada motor roda tiga? Biasanya Mas Seno kalau belanja banyak dari kota pake motor roda tiga itu bukan? Jadi, kenapa sekarang kalian perlu mengantar Mas Seno untuk berbelanja?” Tanya Anita.
Seketika itu juga, Dina tahu bahwa ia sudah salah bicara. Dalam hati ia mengutuk mulutnya sendiri yang membuka seenaknya sendiri.
“Hah.” Di samping Seno Miranda menghembuskan nafas panjang. “Baiklah aku akan jujur padamu, Anita. Aku menyukai Mas Seno dan sekarang aku sedang memperjuangkannya untuk bisa menjadi pacarku.” Aku Miranda.
“Lalu Mbak Dina?” Tanya Renata sembari menunjuk ke arah Dina.
“Dia sainganku dalam mendapatkan Mas Seno. Bisa dibilang, aku dan Mbak Dina sekarang sedang sama-sama berjuang untuk menjadi pacar Mas Seno. Nantinya, Mas Seno akan menentukan siapa pilihannya.” Jelas Miranda.
Ucapan Miranda itu sontak membuat mata Anita dan Renata melebar. Mereka tidak percaya bahwa dua wanita ini sedang memperebutkan Seno.
Yang lebih mengejutkan lagi, keduanya akur-akur saja. Sama sekali tidak terlihat bahwa mereka ini tengah memperebutkan laki-laki yang sama. Biasanya jika ada perempuan yang menyukai laki-laki yang sama, mereka pasti akan saling menjatuhkan satu sama lain, tidak akan ada kata akur di antara mereka.
“Apa itu benar Mas?” Tanya Renata dengan mata berbinar. Entah apa yang dilakukan oleh Kakaknya itu sehingga diperebutkan oleh dua orang perempuan cantik, berpendidikan pula.
Karena Miranda sudah mengakuinya, Seno tidak bisa lagi menutupinya dengan membuat alasan lain. Jadi, mau tidak mau dia mengakuinya.
“Ya, apa yang Miranda katakan itu benar. Kami sedang dalam masa pengenalan dan mereka menungguku memutuskan siapa yang akan aku jadikan pacar.” Jawab Seno.
“Kenapa nggak sekalian aja Mas Seno pacari keduanya. Kalau mereka nggak keberatan, nggak masalah bukan?” Celetuk Renata.
Hal itu membuat Seno memikirkan ulang ucapan Renata itu. Meskipun belum lama melakukan pendekatan dengan Dina dan Miranda, Seno mengakui keduanya adalah sosok yang cocok untuk menjadi pendamping hidupnya.
Dari segi kepribadian, sikap mereka, pemikiran mereka, Seno merasa semuanya cocok dengan kriteria yang ia buat. Hal itu jugalah yang membuatnya bingung dalam menentukan siapa yang akan ia pilih.
Jika menuruti saran dari renata untuk mengambil keduanya tanpa memilih, Seno memang mampu memperistri dua orang sekaligus. Secara finansial ia mampu. Pendapatannya cukup besar dan ke depannya akan terus bertambah besar.
__ADS_1
Namun, apakah Seno sanggup bersikap adil dalam hal yang lainnya? Itu bukan hanya masalah nafkah lahir saja, nafkah batin juga harus ia pikirkan. Apakah dirinya bisa seadil itu?