Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 127 Eksplorasi Dimensi Baru


__ADS_3

“Wow, aku nggak nyangka Kamu bakal naikin harganya sebanyak itu.” Jawab Seno kepada Miranda.


Dari dua ratus ribu menjadi empat juta dan pelanggan tidak keberatan karena alasan yang sudah dibeberkan. Itu adalah bakat yang bagus menurut Seno. Pantas saja Miranda mendapatkan Sub Sistem memasarkan seluruh produknya.


Transaksi pertamanya saja ia berhasil memberikan Seno uang empat ratus juta rupiah. Pasti setelah ini Miranda akan banyak mengubah harga dari produk miliknya. Bisa jadi yang awalnya puluhan ribu, menjadi ratusan ribu, yang ratusan ribu menjadi jutaan.


“Ini sudah menjadi tugasku Mas. Sekarang, kita perlu membeli beberapa alat berat dan juga banyak gergaji mesin untuk mengolah dimensi baru milik Mas Seno.” Ucap Miranda.


“Eh apa Kamu nggak istirahat dulu? Kamu semalam kan kurang tidur. Lebih baik Kamu beristirahat, biarkan aku mengurus semuanya sendirian.” Ucap Seno.


“Nggak. Aku mau bantu Mas Seno mengurus semuanya. Aku bisa kok. Untuk istirahat, aku bisa mengkonsumsi cokelat produksi kita. Dengan begitu, tenagaku akan pulih kembali.” Jawab Seno.


Meski Seno membujuk lama pun Miranda tidak mau. Pada akhirnya setelah mereka sarapan masakan Dina, ketiganya pergi bersama untuk mencari kebutuhan mereka saat ini.


Sejak pagi sampai siang, mereka mendatangi beberapa toko untuk mendapatkan gergaji mesin dan beberapa peralatan lainnya. Tidak hanya itu, Seno juga memborong cukup banyak genset untuk sumber listrik dari beberapa peralatan yang ia beli.


Karena tidak semua toko memiliki stok banyak, Seno dan kedua istrinya perlu mendatangi sepuluh toko untuk mendapatkan peralatan yang cukup, dans ini pun masih Seno rasa kurang. Lahannya cukup luas, pohon yang di sana juga cukup besar.


Jadi apa yang Seno beli ini tidak akan cukup. Besok dirinya berniat pergi ke kota sebelah untuk membeli beberapa peralatan lagi. Untuk alat beratnya sendiri, Seno meminta untuk dikirimkan di gudang miliknya yang sekarang sudah mulai beroperasi.


Setelah berada di sana, ia bisa memindahkannya ke dimensi lain miliknya dengan menyimpan alat berat itu ke dalam kotak penyimpanan miliknya. Untungnya kotak penyimpanan ini bisa ia pakai untuk menyimpan barang lain, danbukan hanya barang dari sistem saja.



Dina sekarang memandangi Seno yang terlihat cukup serius dalam menanam sesuatu. Yang Seno tanam saat ini adalah benih misterius yang ia dapatkan sebagai hadiah menyelesaikan misi penaklukkan kemarin.


“Jadi, semua buruh tanimu hadir dari dunia lain ke sini melalui benih yang Kamu tanam ini?” Tanya Dina penasaran.

__ADS_1


“Ya. Mereka semua berasal dari benih misterius yang aku terima dari menjalankan misi. Setelah aku tanam, mereka nanti akan berubah bentuk menjadi seperti action figure yang sama dengan tubuh asli mereka.”


“Benarkah. Aku sangat penasaran dan ingin melihatnya nanti.”


“Tentu saja. Ketika akan memanennya nanti, aku akan mengajakmu dan Miranda untuk melihatnya.” Jawab Seno.


“Sekarang ayo kita pergi ke dimensi lain yang aku dapatkan.” Ucap Seno.


Untuk sekarang dirinya hanya akan mengajak Dina, besok ketika Miranda senggang Seno baru akan mengajaknya.


Pintu masuk menuju ke dimensi lain berada di kebunnya yang ada di Bumi. Meski itu diluar, tetapi sistem sudah menjamin perlindungannya.


Sama halnya dengan portal menuju kebunnya yang ada di dimensi lain, hanya Seno dan orang-orang yang sudah Seno beri ijin saja yang bisa melihat keberadaan portal tersebut. Seno sudah mencobanya ketika Johan dan Effendi datang tadi pagi.


Mereka sama sekali tidak melihat keberadaan portal-portal miliknya ketika melihat kebun miliknya. Itu membuat Seno merasa lebih lega.



Ketika masuk ke dalam, pemandangan yang Dina lihat adalah sebuah lembah yang cukup indah. Lembah itu dikelilingi tebing yang cukup tinggi. Udara di sini sangat segar seperti yang Seno katakan.


Tetapi rasa senang Dina itu berubah menjadi rasa takut ketika dirinya melihat makhluk tinggi berbulu, dengan taring dan cakar yang cukup panjang. Ia langsung mengeratkan tangannya yang kini tengah memeluk lengan Seno.


“Tenang saja semua akan baik-baik saja. Mereka sudah jinak dan menuruti semua perintahku. Jadi, Kamu tidak perlu khawatir mengenai hal itu.” Ucap Seno yang mencoba menenangkan istrinya.


Meski Seno sudah menenangkannya, tetap saja Dina merasa takut. Ia kemudian memilih bersembunyi di belakang tubuh Seno agar tidak berpandangan langsung dengan makhluk yang kini tengah membungkuk kepada suaminya.


Mahkluk itu menggeram beberapa kali, lalu Dina mendengar Seno yang juga membalas geraman makhluk tersebut. Mereka terlihat tengah berkomunikasi. Tidak lama kemudian, Seno mengeluarkan semua gergaji mesin dan beberapa drum berisi bahan bakar.

__ADS_1


Seno lalu menepukpelan tangan Dina, meminta istrinya untuk melepaskan tangannya. Namun Dina justru semakin memperat pelukannya.


“Din, lepaskan dulu tanganmu. Aku ingin menjelaskan kepada Lag cara penggunaan mesin-mesin ini, dan tugas apa yang akan aku berikan kepada mereka.” pinta Seno.


“Tidak-tidak. Aku nggak mau Kamu tinggal. Makhluk itu cukup mengerikan Sen.” Ucap Dina dengan suara bergetar.


Seolah tahu bahwa dirinya tengah dibicarakan, Lag kemudian memberikan Dina sebuah senyuman yang menunjukkan deretan giginya. Hal itu bukan membuat Dina tenang malahan membuatnya semakin ketakutan.


Mau tidak mau Seno mengantarkan Dina kembali ke Bumi agar dirinya bisa mengajarkan kepada para Gylinox mengenai cara penggunaan  gergaji mesin kepada para Gilinox. Seno harus segara menyelesaikan misi ini dengan cepat. Ia sedang berlomba dengan waktu sekarang.


Misi penjualannya cokelat dan pisang miliknya sekarang sudah hampir selesai. Ia sudah memasrahkan semua itu kepada Miranda untuk diurusi. Jadi ia bisa memfokuskan dirinya untuk mengurusi dimensi para Gylinox.


Selama tiga hari penuh, Seno menghabikkan waktunya di dimensi para Gylinox. Apalagi Dina masih perlu kembali ke Kota H untuk melanjutkan beberapa kelasnya, dan Miranda yang mulai sibuk membagi waktu kuliah dan mengurusi penjualan produknya.


Kesibukan mereka ini membuat mereka tidak lagi-lagi berkumpul dan mengumpulkan waktu bersama sebagai pengantin baru.


….


[Ding]


[Selamat Host telah menjalankan misi penjualan  seribu sisir pisang kesukaan monyet dan lima puluh ribu kemasan cokelat super cokelat]


[Selamat Host mendapatkan +3000 benih pisang kesukaan monyet dan +3000 benih cokelat sangat cokelat]


Pemberitahuan itu Seno dengar ketika dirinya melakukan eksplorasi dimensi miliknya menggunakan ATV yang ia bawa kemari. Hal itu membuat Seno menghentikan laju kendaraannya.


“Akhirnya selesai juga misi itu. Sekarang, hanya tinggal misi ini persiapan lahan yang belum aku selesaikan.” Gumam Seno.

__ADS_1


“Selama tiga hari menelusuri dimensi ini, aku baru membuka dua puluh persen dari peta yang ada. Itu tidak masalah. Aku bisa menjalankan semuanya secara bertahap. Yang penting, aku sudah menentukan di mana lokasi pertanianku. Untuk yang lain aku akan mengurusnya belakangan.” Gumam Seno.


__ADS_2