Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 215


__ADS_3

[Pohon kelor banyak daun]


[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]


[Katanya dapat membantu produksi air susu untuk para ibu]


[EXP +55]


[Poin tanam +2200]


[Teh super hijau]


[Ditanam dengan penuh cinta oleh seorang petani muda]


[Katanya bisa menetralisir racun]


[EXP +55]


[Poin tanam +2200]


Itulah deskripsi yang Seno baca ketika memanen daun kelor dan daun teh yang ia tanam setelah kenaikan level. Setelah urusannya yang lain selesai, baru sekarang ia sempat memanen tanaman barunya ini.


“Kelor yang bisa membantu memproduksi asi, dan teh hijau yang bisa menetralisir racun. Ini adalah hal yang cukup bagus. Aku dengar banyak ibu baru di luar sana yang tidak bisa menghasilkan asi. Jadi, ini pasti akan memberikan kabar baik untuk mereka.”


Setelah dirinya akan menjadi ayah, Seno banyak membaca informasi mengenai cara menjadi orang tua dan yang perlu ia perhatikan selama istrinya mengandung atau pun setelah melahirkan. Ia membaca beberapa artikel bahwa beberapa ibu muda tidak akan memproduksi air susu untuk anak mereka setelah melahirkan.


Hal ini membuat mereka mengalami depresi ringan karena tidak bisa memberikan apa yang seharusnya mereka berikan kepada bayi mereka. Seno rasa ini bisa membantu para ibu baru yang memiliki masalah seperti ini.


Lalu, mengenai teh hijau yang bisa mentralisir racun, Seno rasa ini akan menjadi produk yang cukup laris. Akan banyak pecinta alam yang akan membeli teh ini untuk mereka jadikan bekal dalam melakukan penjelajahan.


"Mengecek tanamam sudah, sekarang saatnya aku mengecek ayam-ayam milikku. Aku oenasaran apa yang aku dapatkan dari mereka."


Seno langsung saja pergi ke dimensi di mana hewan ternaknya berada. Di sana Seno melihat ternak yang sebelumnya sudah ia bagikan kepada para Gylinox, kini sudah kembali berlipat ganda jumlahnya.

__ADS_1


Jumlah sapi dan kambing biasa miliknya sekarang sudah ribuan. Sekarang mereka terlihat berkumpul di satu tempat. Seno melihat ini terjadi karena kedua ayam miliknya menguasai seper empat dari luas peternakannya. Sementara setengahnya lagi dikuasai oleh kawanan Samson, sapi super besar miliknya. Jadi, hewan ternak biasa mikinya berdesakan di seper empat peternakan miliknya.


"Meski aku tiap hari memberikan daging kepada para Gylinox, itu tidak akan mengurangi jumlah hewan ternak ini. Mereka semakin lama bereproduksi. Dalam seminggu saja sudah ada kelahiran baru."


"Jika aku tidak segera mengatasi hal ini, maka nantinya hewan-hewan ini tidak akan punya tempat lagi. Aku harus melakukan sesuatu. Satu-satunya cara adalah menjual hewan-hewan ini ke orang lain."


"Hem .... Selama ini bukankah negara ini masih sering mengimpor sapi pedaging. Sepertinya aku akan mensuplai cukup banyak sapi dari sini ke luar. Mungkin aku juga perlu membeli peternakan di Bumi. Dengan begitu, aku akan punya tempat lain untuk membuang hewan-hewan ini. Aku akan mendiskusikan ini nanti ke Miranda."


"Jika aku tidak melakukan itu, aku juga bisa menambah jumlah dimensi milikku untuk merelokasi beberapa ternak. Itu juga solusi lain yang bisa aku pilih.”


Seno lalu mendatangi ayam-ayam miliknya. Ia ingin melihat keadaan mereka. Kedua ayam itu sekarang ini terlihat sedang makan sekarang. Tidak jauh dari tempat merek, terdapat sebuah sarang yang terbuat dari ranting-ranting tumbuhan.


Di sana terdapat beberapa telur yang memiliki warna merah. Ukuran telur tersebut lebih besar dari ukuran ayam biasa. Setidaknya ukurannya tiga kali ukuran telur ayam normal.


Ketika Seno mencoba mendekati sarang tersebut, kedua ayamnya langsung bersikap defensif. Mereka melabarkan sayap dan mentap garang ke arah Seno. Meski kedua ayam ini sudah cukup jinak, tetapi mereka ternyata masih bersikap seperti ini dengan telur-telur mereka.


"Jika kalian tidak mengijinkanku mengambil telur-telur itu, bagaimana mungkin aku memanen sesuatu yang kalian hasilkan. Jika kalian tidak memberikan kontribusi apa pun, maka aku tidak akan memberi kalian makan," ucap


Seno.


"Bos jangan diambil telur-telur itu."


"Kenapa memangnya?"


"Itu adalah telur yang sudah dierami. Bos tentu saja nggak bisa ngambil telur-telur itu. Telur itu sudah menjadi calon anak dari kedua ayam ini. Jadi mereka menjaganya cukup ketat," jelas Thorbiorn.


Pantas saja kedua ayam ini berubah jadi agresif. Ini karena mereka memiliki naluri untuk melindungi anak-anak mereka. Jadi cukup wajar jika kedua ayam ini seolah akan menyerang Seno ketika mendekat ke arah telur-telur mereka.


"Dierami? Aduh kalo kayak gini nggak bisa panen dong?"


Jika ia tidak memanaen telur, maka ia tidak akan mendapatkan apa pun dari ayam-ayam ini. Manfaat dari telur-telur ini apa saja Seno tidak mengetahuinya.


"Tenang saja, Bos. Aku sudah menyisihkan beberapa telur sebelum dierami oleholeh ayam ini."

__ADS_1


Mendengar ucapan Thorbiorn, Seno bernafas lega. Ia kira ia tidak akan mendapatkan apa pun dari ayam-ayam ini. Ternyata Thorbiorn sudah menyisahkan beberapa telur untuk dirinya.


“Di mana telur-telur itu?”


“Tunggu sebentar, Bos.”


Thorbiorn lalu berlari menuju ke salah satu gubuk yang ada di peternakan miliknya. Dari dalam sana Thorbiorn mengeluarkan satu keranjang besar yang berisi banyak telur-telur besar bewarna merah. Ini adalah telur-telur yang Thorbiorn ambil selama Seno pergi belibur.


“Wow banyak sekali ini? Bukannya ayam betinanya cuma satu? Kenapa ini banyak banget?” tanya Seno heran.


Setidaknya ada puluhan telur yang ada di keranjang itu. Belum lagi telur yang tadi ada di sarang setidaknya ada sepuluh telur. Jadi, bagaimana bisa telur yang tersisa masih sebanyak ini? Ia hanya meninggalkan rumah beberapa hari saja.


“Itu karena ayam itu bertelur lima hingga delapan telur kali sehari. Jadi, selama beberapa hari ketika Bos pergi, aku bisa mengumpulkan telur sebanyak ini,” jelas Thorbiorn.


“Lima hingga delapan telur dalam sehari? Ayam-ayam ini? Pantas saja jumlah telur mereka sangat banyak. Kalau begitu, apa manfaat telur-telur ini?”


Seno lalu mengambil salah satu telur yang ada di sana.


[Telur ayam merah]


[Katanya bisa memperbaiki jaringan tubuh yang rusak]


[Poin ternak +500]


[Exp +50]


“Memperbaiki jaringan tubuh yang rusak? Apa ini? Manfaat seperti apa itu?” tanya Seno bingung.


Meski ingin tahu apa manfaat asli dari telur ini, Seno perlu tahu terlebih dahulu gambaran dari manfaatnya bukan?


“Apakah ini membuat jaringan tubuh yang mati berfungsi kembali? Jika seperti itu, apakah nanti orang yang buta setelah kecelakaan karena saraf mereka ada yang rusak bisa sembuh karena ini? Bagaimana dengan mereka yang sudah teramputasi? Apakah itu juga bisa disembuhkan dengan memakan telur ini?”


Tidak ada satu pun yang menjawab rentetan pertanyaan Seno. Ini karena Sistem selalu meminta Seno untuk mencari tahu sendiri fungsi dari sayuran miliknya. Jadi meski ia bertanya kepada Sistem, ia tidak akan mendapatkan jawaban.

__ADS_1


“Sepertinya aku harus mencari seseorang yang bisa membantuku mengkonfirmasi hipotesisku ini. Tetapi, siapa dia? Seseorang yang memiliki jaringan tubuh rusak. Aku harus mencari orang dengan kriteria seperti itu


__ADS_2