Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 237 Ratu Leleisa


__ADS_3

"Itu adalah kewajibanku sebagai seseorang yang ditunjuk oleh langit sebagai penyampai pesan. Orang yang kita lilih sebagai penerima sistem, haruslah orang yang baik. Meski di alam semesta ini tidak ada orang yang murni orang baik, tetapi kita harus menemukan orang yang hatinya lebih dari tujuh puluh persen memikirkan kebaikan."


"Setidaknya, orang yang seperti ini masih memikirkan orang lain dan membantu yang lain dalam melakukan kebaikan. Lalu, kita tinggal mengarahkannya untuk berbuat lebih banyak kebaikan dan membantu yang lain."


Ratu Leleisa kemudian menjelaslan lebih detai mengenai apa itu sistem dan apa yang akan dilakukan oleh seseorang yang memiliki sistem. Ia juga menjelaskan mengenai konsep tugas, hadiah, dan hukuman bagi mereka pemilik sistem.


"Jadi, pemilik sistem yang dipanggil dengan sebutan Host ini akan memiliki misi utama tertentu. Misi ini sebenarnya adalah misi penstabil keadaan penduduk di planet-planet yang ada di galaksi target kita?"


"Bisa dibilang seperti itu. Jika nanti Ras Mogoley mengirimkan sistem untuk mengacau kehidupan makhluk di galaksi itu, misal dengan memporak porandakan keadaan ekonomi sebuah planet, maka kita bisa mengirim sistem yang akan membantu seseorang menjadi kaya dengan instan. Orang ini yang nantinya menjadi penstabil perekonomian. Ia akan secara langsung atau tidak langsung menghadaoi pemilik sistem pemberian Ras Mogoley," jelas Ratu Leleisa.


"Maafkan hamba, Yang Mulia Ratu Agung. Jika ada tugas dan hadiah, dari mana kita bisa memberikan hadiahnya? Maksudku seperti uang. Bukankah ada hukum-hukum alam tertentu yang tidak bisa diubah. Kita tidak bisa menghasilkan sesuatu begitu saja bukan? Akan ada sesuatu yang perlu dikorbankan."


Jendela Jujuio masih berpegang teguh pada hukum sebab akibat yang ada di alam semesta. Tidak akan terjadi sesuatu tanpa ada penyebabnya. Sebuah hadiah tidak akan muncul begitu saja tanpa ada sesuatu yang dikorbankan.


"Aku tahu apa yang ingin Kau tanyakan Jenderal Jujuio. Kau pasti penasaran bukan, dari mana kita bisa memberikan mereka hadiah berupa uang, kekuatan, dan lain sebagainya?"


"Ya, Yang Mulia Ratu Agung."


"Kita tentu saja menggunakan energi alam semesta dan menukarkannya dalam bentuk hadiah. Alam semesta setiap saat selalu memproduksi energi baru. Selagi masih ada kehidupan di alam semesta, maka energinya tidak akan habis. Semakin banyak kehidulan semakin banyak energinya."


"Jadi jika kita membuat para Host penerima sistem melestatikan kehidupan di planet mereka, yang ada energi alam semesta tidak akan pernah habis, justru energi alam semesta akan berlimpah ruah. Apalagi ini adalah kehendak langit yang sudah dikatakan padaku. Jika langit sudah berkehendak, maka kita tidak bisa melakukan apa pun."

__ADS_1


"Maaf, Yang Mulia Ratu Agung. Lalu bagaimana dengan Ras Mogoley? Mereka juga mengirim sistem untuk orang-orang yang mereka pilih bukan? Jadi kenapa mereka memilih menghancurkan galaksi di alam semesta? Darimana energi yang mereka habiskan untuk memberi hadiah?"


Jenderal Jujuio sangat penasaran dengan hal ini. Jika untuk memberikan hadiah memerlukan energi alam semesta, dan energi alam semesta terbentuk dengan adanya kehidupan di akam semesta, maka sangat tidak masuk akal juka Ras Mogoley menghancurkan galaksi.


Dengan hancutnya galaksi, maka kehidupan di alam semesta akan semakin berkurang. Lalu jika kehidupan berkurang, maka energi alam semesta akan habis. Bukankah semuanya seperti itu?


"Kau melupakan sesuatu, Jenderal. Sejak alam semesta terbentuk, ada energi kehidupan dan energi kematian. Kita Ras Hujole lebih mengutamakan energi kehidupan yang diproduksi oleh alam semesta. Sementata Ras Mogoley, menggunakan energi kematian. Jadi mereka ingin menghancurkan banyak kehidupan agar energi kematian lebih unggu."


"Namun, itu tidak bisa terjadi. Harus ada keseimbangan antara hidup dan mati. Ras Mogoley terlalu serakah dan ingin membuat seluruh alam semesta dipenuhi dengan energi kematian. Langit tidak bisa membiarkan itu."


"Terima kasih atas pencerahannya, Yang Mulia Ratu Agung."


"Sekarang, kita tinggal menyebar sistem milik kita ke seluruh galaksi yang belum tersentuh oleh Ras Mogoley. Dengan begitu, orang-orang baik akan lebih unggul daripada orang-orang jahat. Kita perlu selangkah lebih awal daripada Ras Mogoley."


Setelah berucap demikian, Ratu Leleisa kemudian mengibaskan sebelah tangannya. Tida lama kemudian, di tengah-tengah meja pertemuan terdapat hologram yang menujukkan beberapa titik bercahaya yang ada di ruang angkasa.


Seno yang sedari tadi masih memperhatikan dengan sekasama pertemuan ini, merasa takjub dengan pembadangan di tengah-tengah meja. Hologram ruang angkasa itu terlihat sangat indah dari gambar ruang akasa yang pernah Seno lihat.


Entah bagaimana orang-orang ini membuat hologram seindah itu. Beberapa bintang berkelap kerlip. Beberaoa bahkan bergerak meskipun itu sangat pelan. Ini semua tidak akan pernah bisa dimiliki oleh manusia bumi yang teknologinya jauh di bawah orang-orang ini.


Ratu Leleisa kemudian membuat pergerakan seperti tengah memperbesar hologram yang ada di depannya. Ini seperti yang biasa manusia bumi lakukan ketika ingin memperbesar gambar yang ada di ponsel mereka.

__ADS_1


Ratu Leleisa beberapa kali terlihat menggeser hologram yang ada di depannya untuk mencari sesuatu. Tidak lama kemudian, ia berhenti di salah satu titik yang cukup terang. Seno sendiri tidak tahu apa nama dari bintang tersebut.


"Ini adalah Galaksi Bimasakti. Dari perhitungan yang diberikan oleh langit, dalam waktu dekat galaksi ini akan di targetkan oleh Ras Mogoley. Jadi, kita harus mulai mengirim beberapa sistem untuk menstabilkan kondisi di sana."


Seno tertegun setelah mendengar ucapan Ratu Leleisa. Ia tidak menyangka bahwa titik kecil yang ia kira sebagai bintang, adalah Galaksi Bimasakti, galaksi di mana tata surya tempat bumi berada.


Seno lalu melihat Ratu Leleisa lebih memperbesar hologram yang ada di depannya, lebih tepatnya di titik di mana Galaksi Bimasakti berada. Setelah memperbesarnya, sekarang Seno disuguhi dengan pemandangan bintang-bintang baru.


Sekarang, Seno tidak mau menyimpulkan bahwa semua itu adalah bintang. Meski kemungkinan memang itu adalah bintang, tetapi ada kemungkinan bintang itu di kelilingi planet dan membentuk tata surya lain.


Dari hologram ini tadi Seno bisa menarik sebuah kesimpulan, bahwa di alam semesta ini, terdapat ratusan atau bahkan ribuan galaksi di alam semesta. Belum lagi di setiap galaksi ada ratusan ribu tata surya. Jika di setiap lima tata surya ada satu saja peradaban yang sama seperti manusia, ini berarti kehidupan di satu galaksi saja sudah sangat banyak.


"Kita akan mulai mengirimkan sistem di galaksi ini. Ada sekitar dua ratus lima puluh delapan ribu tujuh ratus lima puluh tiga peradaban di Galaksi Bimasakti. Kita akan menyebarkan sistem itu ke galaksi ini secara bertahab."


"Kita harus menyelesaikannya secepat mungkin sebelum Ras Mogoley terlebih dahulu mengirim sistem milik mereka. Galaksi Bimasakti ini cukup luas. Jadi, tidak menutup kemungkinan mereka akan mendahului kita."


"Mari bekerja sama demi menciptakan keseimbangan energi di alam semesta ini. Aku membutuhkan bantuan kalian untuk bahu membahu mencapai tujuan tersebut bersama-sama," ucap Ratu Leleisa.


Setelah Seno mendengar ucapan Ratu Leleisa ini, pandangan di depannya menjadi kabur. Ia tidak lagi berada di dalam ruang pertemuan Ras Hujole. Tetapi ini bukan pula kabin miliknya, di mana ia meninggalkan tubuhnya.


Lalu, sekarang sistem membawanya ke mana lagi?

__ADS_1


__ADS_2