
Di teras rumah Miranda, sudah ada Johan dengan muka garangnya menunggu kedatangan keponakannya. Selama adiknya mengurusi bisninya di luar negeri, cukup sering Johan bertindak sebagai wali Miranda.
Sekarang, sebagai orang yang dituakan, Johan perlu menasehati Miranda atas apa yang baru saja ia lakukan. Bagaimana mungkin dia mengelami kecelakaan sampai perlu menjalankan operasi, tetapi dia malah tidak memberitahu sama sekali. Ini tidak bisa dibiarkan.
Maka dari itu, pemandangan yang pertama kali Seno, Dina dan Miranda lihat ketika sampai adalah wajah masam Johan yang menahan amarah. Kedua tangannya dilipat di depan dada. Johan lalu memandang tajam ke arah Miranda.
Dipandang seperti itu oleh Johan, Miranda langsung berdiri di belakang Seno. Tangannya memegang ujung kemeja yang dipakai Seno. Jarak antar keduanya cukup dekat sekarang. Perempuan itu seolah meminta perlindungan Seno dari kemarahan Pamannya.
Melihat hal itu, sebelah alis Johan terangkat. Ia tidak menyangka keponakannya itu sudah mengikuti sarannya dan mendekati Seno. Sekarang saja ia sudah berani mendekat seperti itu.
Lalu Johan melihat ke arah Seno untuk melihat ekspresinya. Laki-laki itu terlihat tidak keberatan dengan apa yang dilakukan oleh Miranda. Dia hanya memandang Johan dengan sebuah senyum lebar.
Dalam perjalanan ke mari, Miranda sudah menjelaskan semuanya. Jadi ia tahu kenapa Johan sekarang bermuka masam seperti itu.
Tetapi Johan tiba-tiba saja mengerutkan keningnya melihat keberadaan perempuan lain di samping Seno. Dari gestur tubuhnya pun, Johan bisa melihat bahwa keduanya cukup dekat.
Apakah ini pacar Seno yang di ceritakan oleh Miranda tempo hari? Jika benar, kenapa perempuan itu juga ikut kemari? Kenapa juga dia membiarkan Miranda mendekati Seno seperti itu?
Meski banyak pertanyaan berkecamuk di benak Johan, laki-laki itu tidak bisa serta merta menanyakan hal ini kepada Miranda sekarang bukan? Jika ia bertanya, maka itu nanti setelah Seno dan perempuan yang ada di sampingnya pulang.
“Jadi, kenapa aku mendapatkan kabar bahwa Kamu kecelakaan dan perlu menjalankan operasi, lalu sekarang, Kamu tidak jadi menjalankan operasi. Apakah Kamu sedang mempermainkan kami dan membuat kami khawatir Mira?” Tanya Johan dengan nada dingin.
“Tidak seperti itu Pakde, akus beneran butuh operasi. Hanya saja aku meminum susu pemberian Mas Seno. Berkat susu itu aku bisa sembuh. Tulangku yang sebelumnya patah, jadi sembuh karena susu itu.” Jelas Miranda.
“Iya Pakde. Tetapi jumlahny terbatas. Jadi, aku tidak bisa menjualnya kepada pihak militer.” Imbuh Seno dengan sedikit terburu-buru.
Laki-laki itu perlu menjelaskan mengenai hal ini. Jika tidak, Johan pasti akan meminta dirinya menjual susu itu ke pihak militer. Jumlah sapi yang ia miliki hanya tiga ekor yang bisa diperah. Seharinya ia hanya menghasilkan seratus tiga puluh lima susu.
Jumlah itu cukuplah sedikit. Bahkan untuk Seno nantinya memproduksi keju, itu masih kurang. Jadi, ia perlu menegaskan hal ini kepada Johan agar laki-laki itu tidak memiliki pemikiran untuk membeli susu dari Seno dalam jumlah banyak.
*****
Seno memandang takjub dengan hasil lelang pepayanya. Ternyata cukup banyak yang memiliki dendam dan menjadikan pepaya ini sebagai alat balas dendam. Lihat saja sebuah pepaya harganya sudah meroket.
Sepuluh pepayanya rata-rata di tawar dengan harga tiga ratus lima puluh ribu lebih. Hanya untuk sebuah pepaya yang manfaatnya bisa melancarkan sembelit, itu adalah harga yang fantastis.
Setelah mengirim semua pesanan pelanggan ke kurir, Seno langsung menuju ke sektor pengolahan hasil kebun dan ternak. Ia akan melanjutkan berkutat dengan mesin-mesin pembuat keju itu.
Kemarin ia menghabiskan waktunya bersama dengan Dina di rumah Miranda. Jadi sekarang ia harus menyelesaikannya.
Sembari menunggu keju-kejunya selesai di produksi, Seno membuat perhitungan keuangan miliknya. Dari melelang buncis, sampai sekarang dirinya sudah mendapatkan lima ratus tujuh puluh juta lebih. Ini karena semuanya membeli buncisnya dengan harga satu juta lima ratus tiap paketnya.
Jika sampai lusa pelanggannya masih tetap membeli buncis-buncis tersebut dengan harga satu juta lima ratus, maka lusa misi Seno untuk mendapatkan satu milyar dari berjualan buncis, bisa tercapai.
Laki-laki itu tidak percaya ternyata mendapatkan uang dengan buncis ini cukup mudah. Uang bergantian masuk ke rekeningnya sejak dirinya melelang buncis. Ya meskipun uangnya hanya satu milyar, tetapi Seno bisa disebut dengan miliyarder sekarang.
Dengan uang ini Seno bisa mempercepat pembangunan gudang. Dengan begitu, jika ada pelangan yang akan mengambil pesananya, mereka bisa datang ke sana dan bukan ke rumah Seno lagi.
Selain penjulan pepaya dan buncis yang cukup bagus, penjualan kejunya juga bagus. Rata-rata setiap paket yang ia jual terjual di harga seratus lima puluh ribu. Itu berarti setiap lima puluh gram keju terjual diharga lima puluh ribu.
Melihat semua rincian uang yang dimilikinya, Seno tersenyum lebar. Uangnya sudah cukup banyak sekarang.
Jika ia menghitung semua pendapatannya dari berjualan sayuran, Seno sudah memiliki uang dua koma tiga milyar lebih. Namun, setelah adanya pengeluaran, yang tersisa di rekeningnya hanyalah tujuh ratus lima puluh juta lebih.
__ADS_1
Angka yang cukup besar. Ini adalah kekayaan yang ia dapatkan hanya dalam jangka waktu kurang dari dua bulan sejak dirinya memiliki sistem. Kurang dari dua bulan dan mendapatkan lebih dari dua milyar?
Seno yakin tidak semua orang seusianya memiliki pencapaian sebesar dirinya. Kebanyakan teman-temannya saat ini masih menikmati kuliah mereka dan mengandalkan uang dari orang tua mereka. Tidak banyak yang memiliki pemikiran untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Seno bersyukur sistem memilih dirinya dari sekian milyar orang yang hidup di Bumi. Ia bersyukur menjadi orang yang beruntung yang bisa mengubah takdirnya dengan bantuan Sistem.
….
Setelah empat kali melakukan produksi keju, Seno baru sadar bahwa bahan pelengkap untuk membuat keju super lumer sudah habis. Sistem hanya memberikannya lima paket bahan pelengkap. Sekarang semuanya sudah habis.
Sementara itu, untuk menyelesaikan misinya memproduksi seribu kilogram keju, Seno masih membutuhkan satu kali produksi lagi.
“Sistem, bagaiamana aku mendapatkan bahan untuk membuat keju lagi? Sekarang bahan yang aku beli darimu sudah habis. Jika begini, aku tidak bisa lagi memproduksi keju itu.”
[Jika Host ingin membuka penjualan bahan baku, maka host perlu membuka dulu satu slot baru pada sektor produksi hasil kebun dan ternak]
“Ah jadi sepert itu. Kalau begitu belikan satu baru untukku.” Pinta Seno kepada Sistem.
[Ding]
[1.000.000 poin pengolahan telah diambil]
[Ding]
[Selamat Host telah membuka slot baru dalam sektor pengolahan hasil kebun dan ternak]
[Perbanyaklah mengelola hasil kebun agar hasil jualnya semakin tinggi]
[Host : Seno Eko Mulyadi (23)]
[Kekuatan : 7,1 (+2) (Manusia Dewasa : 10)]
[Stamina : 5 (+6) (Manusia Dewasa : 10)]
[Luas lahan : 800 m2 (+1700 m2)]
[Level kebun : 4 (10000/10000)]
[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 125.000.000]
[Poin tanam : 40.282.600]
[Penyimpanan Sistem : 20 slot (19/20)]
[Slot hewan ternak : 5]
[Pembelian slot selanjutnya : 10.000 poin ternak]
[Jumlah ternak : 4 ekor sapi]
[Poin ternak : 1.210.015]
[Slot resep olahan : 3]
__ADS_1
[Pembelian slot selanjutnya : 5.000.000 poin pengolahan]
[Sektor pengolahan hasil kebun dan ternak : - Keju super lumer]
[Poin pengolahan : 800.000]
[Misi : - Dapatkan uang sebesar Rp 1.000.000.000,- dari berjualan buncis (570.000.000/1.000.000.000)
Produksi 1.000 kilogram keju super lumer (900/1000)]
[Toko sistem : - Bukan Pupuk Biasa : 100 poin tanam
Wortel dengan penuh Vitamin A : 50 poin tanam
Kentang mengenyangkan : 100 poin tanam
Brokoli penuh vitamin dan mineral : 200 poin tanam
Buncis penuh vitamin E : 300 poin tanam
Rumput super grade D : 100 poin ternak
Bahan pelengkap keju super lumer : 30.000 poin pengolahan
Resep coklat super cokelat : 10.000.000 poin pengolahan (1)]
[Buruh Tani : - Thorbiorn Arisson]
“Eh sudah ada resep baru lagi? Resep cokelat? Tetapi aku belum memiliki poin yang cukup untuk membeli resep itu.” Gumam Seno.
Menurutnya harga sepuluh juta untuk resep itu tidak terlalu mahal. Ini karena Seno akan mendapatkan pesin pengolahan dan lima porsi bahan pelengkap. Jadi menurutnya itu cukup wajar.
Seno kemudian membeli sepuluh lagi bahan pelengkap untuk pembuatan keju super lumer. Meskipun Seno bisa membeli lebih banyak lagi, tetapi ia tidak memiliki cukup banyak susu untuknya memproduksi banyak keju super lumer.
Lalu, jika nanti dirinya akan memproduksi cokelat dari resep yang dijual sistem itu, ia juga akan membutuhkan susu lagi. Ini berarti, produksi susunya masih jauh dari kata cukup. Jika dalam sehari ia menghasilkan seribu liter susu, mungkin saja dirinya akan memproduksi keju itu dalam jumlah besar.
Pelanggannya cukup menyukai keju buatannya. Meskipun lebih mahal, tetapi itu sesuai dengan harganya.
[Ding]
[Selamat Host telah menjalankan misi produksi 1.000 kilogram keju super lumer]
[Selamat Host mendapatkan +100.000 poin produksi]
Seno bernafas lega setelah mendengar pemberitahuan dari sistem. Dengan begini, ia bisa fokus menyelesaikan misinya yang lain. Sekarang, Seno tinggal memikirkan keju miliknya yang sekarang sudah melimpah ruah.
__ADS_1