
[Level kebun : 8 (500.000/500.000)]
[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 1.000.000.000.000]
[Poin tanam : 1.003.812.562.700]
“Sistem, naikkan level kebun milikku sekarang,” pinta Seno.
[Tentu Host]
[Ding]
[1.000.000.000.000 poin tanam telah diambil]
[Ding]
[Selamat Host level kebunmu naik menjadi level 9]
[Selamat Host mendapatkan satu kotak petani menengah]
[Selamat Host mendapatkan tambahan kotak penyimpanan +10]
[Selamat Host mendapatkan perluasan kebun +1000m2]
[Selamat Host mendapatkan satu kotak peternak]
[Bercocok tanamlah untuk menjadi petani terhebat]
“Akhirnya naik level juga. Eh, aku mendapatkan kotak peternak sekarang? Hewan apa lagi yang akan aku ternak setelah ini?”
Hewan terakhir yang Seno dapatkan adalah lebah, yang madunya memberikan dirinya kekebalan sihir. Seno penasaran akan hasil ternak apa lagi yang bisa ia dapatkan dan apa pula manfaatnya.
“Tetapi aku akan membuka itu nanti dulu. Sekarang aku perlu menyiapkan lahan milikku untuk agar bisa ditanami kembali.”
Seno melakukan rutinitas yang biasa ia lakukan jika naik level, menyiapkan lahannya. Lalu, ia meminta sistem untuk membuka kotak petani menengah dan kotak peternak miliknya.
[Ding]
[Selamat Host telah membuka kotak petani menengah]
[Selamat Host mendapatkan 20 kantong pupuk luar biasa]
[Selamat Host mendapatkan 10 benih pohon kelor banyak daun]
[Selamat Host mendapatkan 10 benih teh super hijau]
[Selamat Host mendapatkan +1.000 poin tanam]
__ADS_1
[Semua hadiah telah disimpan di penyimpanan sistem]
[Ding]
[Selamat Host telah membuka kotak peternak]
[Selamat Host mendapatkan dua ekor ayam sangat merah]
[Selamat Host mendapatkan sepuluh paket pakan ayam]
[Selamat Host mendapatkan satu slot hewan ternak]
“Pohon kelor banyak daun, teh super hijau, dan juga ayam sangat merah. Jadi ini yang aku dapatkan setelah naik level. Hem … jika ini ayam, kemungkinan besar yang aku dapatkan nantinya adalah telur-telur ayam.”
“Lalu, ukuran ayam ini pasti tidak seperti ayam normal pada umumnya. Aku akan mengurus ayam-ayam itu nanti dulu. Sekarang, aku akan menanam semua sayuranku dulu.”
Kali ini, Seno berencana menanam cukup banyak selada untuk membantu penelitian Dina. Mungkin karena ada tekanan, atau juga efek memakan kacang merah, progres dari penelitian Dina sekarang jauh lebih cepat dari penelitian sebelumnya.
Dina mengatakan bahwa satu hingga dua minggu lagi ia sudah memiliki hasil dari penelitiannya tersebut. Seno sebagai suami yang baik, akan menyediakan selada berdaun lebar sebagai tambahan bahan penelitian.
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Host tanam 20.000 selada berdaun lebar dan 20.000 kemangi berdaun wangi]
[Hukuman -1.000.000.000]
“Untung kali ini bukan misi penjualan. Aku hanya diberi misi menanam. Aku yakin ini bisa cepat terlaksana.”
Setelah selesai dengan urusan kebunnya, Seno pindah ke dimensi yang di tinggali para Molyap. Jika saja semua dimensi yang ia miliki dapat digabung jadi satu, maka akan mudah bagi Seno untuk pergi ke kebun atau peternakannya yang ada di dimensi berbeda.
Sayangnya dimensi-dimensi yang Seno miliki tidak digabung. Dimensi itu memiliki pintu masing-masing sehingga Seno perlu keluar masuk dari satu dimensi ke dimensi lain jika ingin berkunjung.
…
Pertumbuhan hewan ternak yang Seno tempatkan di dimensi para Molyap cukup cepat. Ini hampir seperti sayuran miliknya. Kambing yang awalnya berjumlah lima ratus, dalam waktu beberapa minggu sudah ada seribu empat ratus kambing.
Lalu, jumlah kambing yang tergolong masih anakan hanya berkisar lima ratus lima puluhan kambing, yang lainnya sudah dewasa. Kambing anakan itu adalah generasi kedua yang lahir di dimensi ini. Lalu, kambing dewasa lainnya juga dalam keadaan hamil sekarang.
Tidak hanya kambing, sapi yang Seno bawa kemari juga bertambah banyak sekarang. Sapi pedaging, sapi perah, semua sudah bertambah jumlahnya.
“Sepertinya aku perlu memanen beberapa daging hewan ternakku ini. Aku bisa menghadiahkan beberapa daging ke para Gylinox. Mereka sudah bekerja keras selama ini. Sudah sepatutnya aku memberi mereka hadiah daging.”
“Thor, ambillah setengah dari kambing jantan dan juga sapi jantan yang sudah dewasa. Hadiahkan mereka kepada para Gylinox. Aku yakin beberapa hari kedepan mereka bisa mengkonsumsi daging.”
“Baiklah Bos.”
__ADS_1
“Tetapi, Kamu jangan melakukannya sekarang. Bantu aku mengurus dua ayam yang baru aku dapat. Aku tidak tahu bagaimana sifat dari ayam-ayam itu, tetapi melihat pengalaman sebelum-sebelumnya, aku yakin mereka tidak memiliki sikap yang ramah.”
“Apakah aku perlu memanggil Tiarsus Bos? Aku yakin jika dia ada di sini, Bos akan menjadi lebih aman lagi. Dia bisa membuat sebuah barier pelindung untukmu Bos,” saran Thorbiorn.
Seno menggelengkan kepalanya pelan.
“Tidak perlu. Aku bisa mengatasi semuanya. Lagi pula, aku juga ingin mengetes kekuatanku sekarang.”
Seno merasa dirinya tidak bisa terus menerus bergantung pada Tiarsus untuk masalah seperti ini. Seno ingin mencoba kekuatan yang ia dapatkan setelah memiliki dua dimensi tambahan. Kalau pun nantinya kekuatan yang ia miliki masih kalah dengan keganasan hewan ternaknya, ia yakin Thorbiorn masih bisa mengatasi ayam-ayam itu.
“Baiklah, Bos. Aku akan mengikuti saranmu ini. Tetapi, Bos tetap harus berhati-hati. Aku tidak mau Bos terluka karena hal ini.”
“Tentu saja, Thor. Kau tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Aku tahu bahwa keselamatanku adalah yang utama.”
Seno lalu mengeluarkan dua ayam dari penyimpanan miliknya. Seperti dugaan Seno, ayam itu memiliki tubuh yang lebih besar seperti ayam pada umumnya. Dua ayam di depan Seno itu memiliki badan seukuran dengan kambing. Semua bulunya berwarna merah tanpa ada warna lain yang bercampur. Bahkan cekernya pun juga berwarna merah.
Adanya ayam yang seluruh tubuhnya berwarna merah mengingatkan Seno pada ayam yang memiliki ciri yang sama, asli negeri ini, bernama ayam Cemani. Bedanya, ayam Cemani memiliki tubuh serba hitam.
Ayam yang Seno dapatkan adalah ayam jago dan ayam betina. Ukuran ayam jago jauh lebih besar daripada ayam betina. Ketika keluar, sang ayam jago langsung mengedarkan pandangannya ke sekitarnya. Ia lalu mengepakkan sayap seolah ingin membuat tubuhnya lebih besar lagi dari ukuran aslinya.
Setelah itu, ayam itu berlari ke arah Seno berniat menyerang. Tentu saja Seno lebih siap daripada sebelumnya. Seno lalu menyemburkan napas es di depan ayam tersebut. Semburan es tersebut membentuk pagar es dengan beberapa es runcing mengarah ke arah ayam jago tersebut.
Melihat Seno yang terlihat lemah tetapi memiliki kekuatan lebih, membuat ayam jago itu tidak jadi menyerang Seno. Ia berbalik arah berniat menyerang hewan ternak lainnya.
Tentu saja Seno tidak bisa membiakan hal itu terjadi. Seno kembali menyemburkan napas es dan sehingga ayam jago tersebut terkurung di dalam kurungan es sekarang.
“Hem, aku tidak akan membiarkanmu kabur dan menyerang ternak yang lain. Jika Kamu tidak mengubah sikap marahmu itu, maka aku tidak akan membiarkan dirimu keluar dari kurungan es itu.,” ucap Seno kepada sang ayam jago, yang sekarang metap tajam ke arah Seno.
Ayam jago itu seolah bisa memahami ucapan Seno dari tatapan yang dia berikan. Tetapi Seno tidak mempedulikan hal itu. Sekarang ia mendekat ke ayam betina yang nampak jauh lebih tenang daripada ayam jago.
Seno lalu mengeluarkan pakan ayamnya. Ia kira Sistem akan memberikannya palet atau biji-bijian untuk pakan ternaknya, ternyata tidak. Pakan ayam yang sistem berikan berupa campuran beberapa serangga.
Beberapa serangga sudah dikeringkan seperti serangga yang mirip jangkrik dan belalang, lalu juga ada larva serangga yang memiliki ukuran sebesar jempol kaki orang dewasa. Larva tersebut masih hidup dan beberapa kali terlihat bergerak-gerak. Melihat itu, Seno sedikit geli dan segera melempar serangga-serangga itu ke arah ayam betina.
“Aku tidak menyangka makanan mereka seperti ini. Mulai sekarang, aku akan membiarkan Thiarsus saja yang memberi makan mereka.”
Bukannya Seno takut dengan serangga, tetapi ia merasa geli ketika membawa larva yang bergerak-gerak seperti itu. Jadi, semua tugas memberi makan ayam akan Seno serahkan kepada Thorbiorn yang sudah biasa mengurus ternaknya.
Sekarang, ayam betina itu memakan serangga-serangga yang bertebaran dengan lahap. Sebentara itu, sang ayam jago, terlihat iri dengan apa yang di terima si betina.
“Mangkanya, jika Kamu menurut Kamu akan mendapatkan makanan enak. Jika Kamu masih menyerang seenaknya, maka Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa.”
...
rekomendasi novel, Romansa Bias dan Zee, by Bubu.id
__ADS_1