
Amarah Seno memuncak ketika melihat mayat-mayat di depannya. Mayat-mayat ini ditemukan oleh Azkareia di salah satu ruangan yang ada di laboratorium. Mereka terikat dan tidak bisa keluar ketika api memenuhi seluruh ruangan.
Seno memang bukanlah orang baik, tetapi dirinya tidak mungkin melakukan hal sekeji ini kepada orang-orang yang tidak bersalah.
“Kubur mereka yang sudah meninggal, merikan mereka pemakaman yang layak,” ucap Seno.
Setidaknya ini yang bisa Seno lakukan kepada mereka, memberikan penghormatan terakhir kepada para korban itu.
Seno yang amarahnya masih tinggi itu, kembali menemui Profesor Giorgio yang saat ini sudah ia tahan di dimensi miliknya. Ketika Seno datang, ia melihat tubuh Profesor Giorgio menggigil. Baju hangat yang ia pakai, rupanya tidak bisa menahan rasa dingin yang ada di dimensi ini.
Di depan Profesor Giorgio sudah ada Anthony yang badannya terbalut es hingga menyisahkan kepalanya saja. Beberapa kali Anthony terlihat memanggil Profesor Giorgio, tetapi tidak ada jawaban yang ia terima.
“Master, Master, apakah Kau baik-baik saja? Master, jawab aku,” ucap Anthony berulang-ulang.
“Apakah Kau sudah puas mengobrol dengan tuanmu?”
Anthony yang sebelumnya memusatkan perhatiannya kepada Profesor Giorgio, kini beralih menatap Seno. Seandainya tatapan bisa membunuh, Seno pasti sudah tercabik-cabik dengan tatapan tajam dari Anthony. Kemarahan terlihat jelas di mata Anthony.
“Kau manusia lemah, hentikan semua ini. Jangan siksa Masterku,” teriak Anthony.
“Aku … manusia lemah? Hahaha …. Apa yang Kau katakan itu lucu sekali. Manusia yang Kau panggil lemah inilah yang sudah membuatmu tidak berkutik. Jadi, berhentilah mengatakan aku ini manusia yang lemah.”
“Awas Kau! Jika aku lepas dari sini, maka aku akan membunuhmu,” teriak Anthony kesal.
“Tenang saja Kau tidak akan bisa melakukannya. Sekarang, aku perlu memberi sentuhan kepada tuanmu ini.” Seno tidak lagi mempedulikan raungan Anthony. Fokusnya sekarang ke Profesor Giorgio.
Seno lalu memetikkan jarinya. Bola api pun keluar dari sana dan mengelilingi tubuh Profesor Giorgio. Panas yang muncul dari bola api tersebut rupanya memberikan rasa hangat ke tubuh Profesor Giorgio. Tubuhnya yang tadi menggigil dan memucat, sekarang sudah terlihat lebih berwarna. Dengan begini, Seno bisa berkomunikasi dengan Profesor Giorgio.
“S-siapa Kau? Kenapa Kau menyerangku seperti ini?” tanya Profesor Giorgio setelah ia memiliki tenaga untuk berbicara.
“Bukannya Kau sendiri yang meminta ini semua. Kau yang menyerangku terlabih dahulu. Jadi, bukan salahku jika aku melawan balik.”
__ADS_1
Profesor Giorgio terlihat menatap Seno dengan tatapan bingung. Ia seolah tidak mengerti ucapan Seno barusan. Jika ia tahu ada orang yang bisa melumpuhkan Anthony dan membuatnya menjadi seperti sekarang, jelas ia tidak akan melawannya.
“Lalu, orang jahat sepertimu harus aku hancurkan. Kau adalah sampah masyarakat yang membuat hidup banyak orang sengsara. Sekarang saatnya Kau menerima pembalasan atsa perbuatanmu.”
Setelah berucap demikian, Seno langsung mengarahkan salah satu bola api miliknya ke kaki Profesor Giorgio. Ia lalu menjaga agar api itu hanya menyelimuti kaki kanan Profesor Giorgio saja. Apa yang Seno lakukan ini berhasil membuat Profesor Giorgio berteriak kesakitan.
“Arrgghh ….”
“Master, Master,” teriak Anthony yang melihat Profesor Giorgio kesakitan.
“Lepaskan Masterku. Jangan siksa dia.”
Tetapi Seno tidak memedulikan teriakan Anthony. Seno seolah tengah menulikan telinganya sekarang. Ia masih fokus membakar satu kaki Profesor Giorgio. Setelah kaki kanan Profesor Giorgio habis, barulah Seno menarik api miliknya.
Di sampingnya, Anthony memberontak, ia terlihat mencoba melepaskan dirinya dari es yang menyelimuti dirinya. Namun, apa yang Anthony lakukan itu tidak membawakan hasil. Seno sudah memperkuat es tersebut. Sekarang, ketebalan es yang menyelimuti Anthony sudah lebih dari lima puluh sentimeter.
“Ini belum seberapa, Profesor. Jika dibanding dengan orang-orang itu, yang Kau biarkan mati terbakar, rasa sakitmu ini bukanlah apa-apa. Kau memanen apa yang Kau tanam,” ucap Seno dingin.
“Ampuni aku. Ampuni Aku. Aku akan melakukan apa pun asalkan Kau mau mengampuniku. Aku tidak mau mati. Aku mohon ….”
Selama tiga jam, Seno menyiksa Profesor Giorgio. Ia membakar satu persatu tangan dan kaki milik Profesor Giorgio. Selama itu pula dimensi milik Seno ini dipenuhi oleh teriakan Anthony dan profesor Giorgio.
Sekarang ini, yang tersisa dari Profesor Giorgio hanyalah badan dan kepalanya saja. Nafasnya sudah mulai memendek. Profesor Giorgio terlihat sudah sekarat dan bisa mati kapan saja.
“Bunuh saja aku, bunuh saja aku,” ucap Profesor Giorgio. Ia merasa tidak kuat lagi menerima siksaan yang seperti ini. Semua sungguh menyakitkan menurutnya.
Seno lalu memandangi Profesor Giorgio yang sekarang terlihat sangat menyedihkan. Orang yang tadi memohon ampun, sekarang ganti memohon agar segera diakhiri hidupnya. Seno rasa ini cukup untuk sekarang. Ia melihat Anthony dari tadi berteriak, juga sudah diam dan berkutik.
Dengan satu kibasan tangannya, Seno membakar tubuh Profesor Giorgio. Anthony yang awalnya diam, kembali memberontak. Kali ini Anthony memberontak lebih kuar daripada sebelumnya. Mungkin Anthony tahu serangan Seno kali ini bisa membuat nyawa Profesor Giorgio melayang. Jadi, dia berusaha menyelamatkan tuannya.
“Master, Master. Hentikan! Padamkan api itu! Jangan bunuh Masterku,” teriak Anthony.
__ADS_1
Es tebal yang sedari tadi baik-baik saja, kini terlihat mengalami keretakan. Seno mengerutkan keningnya melihat hal itu. Sepertinya ia harus mempercepat proses pembakaran. Ia melihat Anthony yang akan mengamuk setelah ini. Seno pun kembali menambah api yang membakar Profesor Giorgio.
“Tidak …,” teriak Anthony dengan keras.
Teriakan itu menggema di seluruh dimensi. Hal ini membuat salju yang ada di gunung mengalami pergerakan. Mungkin Anthony bersikap begini karena sudah sadar bahwa Profesor Giorgio sudah tiada. Tuannya itu sekarang sudah menjadi debu.
Dengan gerakan keras, es yang membalut tubuh Anthony langsung pecah berkeping-keping. Setelah bebas, Anthony langsung berlari ke arah Seno untuk menyerangnya. Kehilangan tuannya membuat Anthony menjad mengamuk.
Seno langsung bertindak sigap, ia menyerang Anthony dengan membekukan kaki-kakinya. Seno berharap dengan begini Anthony akan kembali terperangkap dan tidak bisa bergerak. Namun tebakannya salah.
Anthony justru bertidak makin menjadi. Es itu sama sekali tidak bisa mengurangi pergerakan Anthony. Seperti es sebelumnya, es itu hancur begitu saja.
Tiarsus yang kebetulan bersama Seno, bergerak cepat menghampiri Seno dan melompat mundur. Keduanya berhasil menghindari serangan Anthony. Tempat di mana Seno berada tadi sudah terlihat berantakan karena serangan Anthony. Terdapat sebuah kawah kecil karena pukulan Anthony.
Meski Seno sudah kebal terhadap luka fisik, tetapi ia tidak akan kebal dari rasa sakit. Serangan Anthony tadi, meski tidak akan membunuhnya, jelas akan sangat menyakitkan.
“Sial. Dia mengamuk sekarang. Aku harus melakukan sesuatu agar dia tidak mengamuk di sini.” gumam Seno.
Lalu Seno ingat bahwa Anthony sekarang ini adalah inti dimensi yang tidak memiliki pemilik. Jadi, Seno harus menaklukkannya dengan meneteskan darahnya ke Anthony. Tetapi cukup sulit melakukan hal itu sekarang. Pegerakan Anthony lebih cepat dari sebelumnya.
“Tiar, bantu aku mendekat ke arah dia. Aku harus meneteskan darahku padanya,” ucap Seno yang lalu menggigit tangannya.
“Baiklah Bos.”
Tiarsus yang kini menggendong Seno bergerak dengan lincah menghindari serangan Anthony. Setelah cukup lama mencoba, akhirnya Tiarsus berhasil mendekati Anthony. Langsung saja Seno menempelkan jari tangannya yang berdarah, ke kening Anthony.
Apa yang Seno lakukan ini membuat Anthony yang awalnya memiliki mata merah karena emosi, berangsur-angsur normal. Tidak hanya itu, tubuh Anthony tiba-tiba bercahaya dan kemudian berubah bentuk kembali ke wujud inti elemen yang selama ini Seno ketahui.
Lalu, inti elemen itu memasuki tubuh Seno. Hal itu membuat Seno merasakan kekuatannya bertambah sekarang.
[Ding]
__ADS_1
[Selamat Host telah menyelesaikan misi memiliki inti dimensi yang mengacau]
[Selamat Host telah mendapatkan +100 kekuatan +80 stamina]