
“Loh, Nita? Kapan Kamu datang?” tanya Dina melihat kemunculan Anita.
Dina merasa heran dengan keberadaan Anita. Ia sudah ada di gazebo ini bersama dengan Miranda sejak tadi. Tidak ada satu orang pun yang lewat di dekat mereka. Jadi, cukup aneh melihat Anita yang tiba-tiba muncul.
“Eh baru aja, Mbak Dina,” jawab Anita.
“Loh kok? Aku nggak liat Kamu datang. Kok Kamu bisa muncul gitu aja di sini?”
Melihat kedua istrinya bingung dengan apa yang terjadi, Seno langsung menjelaskan semuanya kepada mereka. Setelah mendengar penjelasan Seno, Dina dan Miranda menganggukkan kepala secara bersamaan.
“Jadi seperti itu ya. Kalau begitu ini bagus dong. Aku bisa ngirim barang ke provinsi sebelah dengan mudah. Pulang perginya bisa dilakuin dengan cepat. Nggak perlu nunggu sehari seperti sebelumnya,” jelas Miranda.
“Ya, bisa dibilang seperti itu. Semuanya jadi lebih muda sekarang. Kalian bisa ke mana pun yang kalian mau, dan pulang dengan cepat. Selain itu, aku dalam menjalankan misi penaklukkan pun semakin cepat,” ucap Seno.
“Sekarang, kalian mengobrol saja. Aku mau kembali ke kebunku. Urusanku di sana belum selesai.”
Seno ingat bahwa dirinya belum melakukan kegiatan yang biasa ia lakukan setelah kenaikan level. Hal ini karena Seno bersemangat ingin mencoba fungsi baru dari portal miliknya. Sekarang, setelah mencoba fungsinya, saatnya bagi Seno untuk mengurusi kebun miliknya.
Hal pertama yang Seno lakukan setelah kembali ke kebunnya adalah mempersiapkan lahan baru miliknya. Seperti biasa, anak buahnya turut seta membantu Seno.
“Sistem, sekarang tolong buka kotak petani milikku,” pinta Seno setelah selesai menyiapkan kebun miliknya.
[Baik, Host]
[Ding]
[Selamat Host telah membuka kotak petani menengah]
[Selamat Host mendapatkan 20 kantong pupuk luar biasa]
[Selamat Host mendapatkan 10 benih gandum penuh magnesium]
[Selamat Host mendapatkan 10 benih talas super]
[Selamat Host mendapatkan +1.000 poin tanam]
[Semua hadiah telah disimpan di penyimpanan sistem]
“Gandum penuh magnesium dan talas super. Jadi ini adalah tanaman baru yang aku miliki. Aku akan
tahu manfaat dua tanaman ini setelah menanamnya,” gumam Seno.
Langsung saja Seno menanam seluruh benih gandum penuh magnesium dan talas super yang baru saja ia dapatkan. Tidak lama kemudian, sebuah pemberitahuan lain terdengar di telinga Seno.
[Ding]
[Misi baru telah dibuat]
[Host capai Rp 3.000.000.000,- dalam setiap penjualan daun kelor banyak daun dan teh super hijau]
__ADS_1
[Batas waktu : 14 hari]
[Hadiah : uang tunai Rp 10.000.000.000,-]
[Hukuman : pemotongan saldo Rp 20.000.000.000,-]
“Ternyata misiku setelah ini adalah misi pencapaian penjualan. Mencapai tiga milyar dalam penjualan daun kelor dan teh hijau ya? Jika aku hanya memasarkannya di Indonesia, maka akan sulit bagiku untuk mencapai penjualan sebanyak itu dalam waktu cepat.”
“Apakah aku harus menjualnya ke luar negeri ya?” tanya Seno pada dirinya sendiri.
Jika Seno ingin menjual teh hijaunya dengan harga tinggi, ia perlu menjualnya di negara yang memiliki banyak penduduk mengkonsumsi teh, terutama teh hijau. Di Eropa, beberapa negara memang ada yang menerapkan tradisi minum teh. Namun, dibanding Eropa, pasar Asia lebih menjanjikan menurut Seno.
“Hem … Asia ya? Antara China atau Jepang. Dua negara ini banyak yang meminum teh. Masih banyak yang menjunjung tinggi tradisi minum teh. Beberapa orang terpandang di dua negara ini bahkan mengkoleksi beberapa jenis teh.”
“Jika begini, aku akan menyarankan kepada Miranda untuk membuat lelang lagi di Jepang atau di China. Sekalian aku liburan lagi dengan mereka.” Seno lalu melanjutkan menanam sayuran yang lainnya, terutama daun kelor dan teh hijau yang akan digunakan untuk menyelesaikan misi.
“Hah … akhirnya selesai juga,” ucap Seno yang sudah selesai menanam semua sayuran.
Sekarang, dirinya memiliki waktu kosong. Ini adalah saat yang tepat untuk mengintrogasi Sistem untuk mengorek informasi lebih banyak lagi dari Sistem. Tetapi sebelum itu, Seno menarik napas panjang untuk menenangkan dirinya.
[Host, sepertinya Kamu sudah siap untuk menerima informasi mengenai beberapa rahasia]
Suara Sistem terdengar di telinga Seno. Hal itu membuat Seno yang awalnya sudah tenang, kembali gugup. Ia takut mendengar hal buruk dari informasi yang akan Sistem bagikan kepadanya.
“Sebentar. Biarkan aku menenangkan diri selama lima menit. Setelah itu, Kamu bisa memberitahu semuanya kepadaku,” pinta Seno.
[Tentu, Host]
“Sekarang aku sudah siap. Kamu bisa memulainya Sistem,” ucap Seno setelah lebih tenang.
[Apa yang ingin Host ketahui?]
“Ceritakan semuanya dari awal. Kenapa bisa aku dipilih oleh Sistem, apa tujuan asli kalian? Kenapa banyak orang di Bumi yang mendapatkan Sistem? Lalu, kenapa sekarang di Bumi muncul banyak sekali dimensi yang berisikan monster?”
Seno langsung memberikan rentetan pertanyaan kepada Sistem. Semua pertanyaan itu adalah hal yang mengganjal hati Seno selama ini. Seno selalu mempercayai hukum sebab akibat. Jadi, semua kejadian yang ia tanyakan tadi pasti ada sebabnya.
[Baiklah, Host]
[Sistem akan mengirimkan informasi kepada, Host]
[Saran, carilah tempat yang nyaman sebelum menerima informasi ini]
[Jika bisa, Host lebih baik dalam keadaan merebahkan diri ketika menerima informasi ini]
“Eh harus seperti itu? Tidak bisa langsung di sini?” tanya Seno.
Syarat yang diberikan oleh Sistem cukup aneh menurut Seno. Tidak biasanya Sistem memintanya mencari tempat yang nyaman, bahkan menyuruhnya mencari tempat untuk merebahkan diri. Biasanya, jika Sistem akan memberikannya sebuah informasi, Sistem akan mengatakan langsung kepada Seno.
[Demi kebaikan Host, turuti saran dari Sistem]
__ADS_1
[Informasi yang akan sistem berikan cukup berat]
[Jadi, Sistem akan memberikan informasi itu dalam bentuk mimpi]
[Maka dari itu, Host perlu mencari tempat yang nyaman dan lebih bagus lagi jika Host bisa berbaring]
“Ah seperti itu rupanya. Lalu, berapa lama aku harus tertidur untuk mencerna semua informasi yang akan Kamu berikan?” tanya Seno ingin memastikan.
Dari pembicaraan Sistem, Seno tahu informasi yang akan ia terima cukup berat. Ada kemungkinan ia membutuhkan waktu cukup lama untuk mencerna semuanya. Jika memang dirinya membutuhkan waktu lama, maka ia perlu melakukan beberapa persiapan.
[Itu tergantung bagaimana Host mencernanya]
[Jika cepat, setidaknya Host membutuhkan waktu tiga hari untuk mencerna semuanya]
[Jika lama, maka Host bisa menghabiskan waktu satu bulan lebih untuk mencerna semua informasi yang akan Sistem berikan]
Mendengar ucapan Sistem, Seno bernapas lega. Setidaknya ia bertanya kepada Sistem mengenai hal ini. Bayangakan saja jika Seno tidak menanyakan mengenai hal ini, dan ia harus tertidur dalam waktu lama. Jelas apa yang dilakukannya akan membuat keluarganya khawatir.
Belum lagi ada misi yang perlu Seno selesaikan. Seno tidak mau menyombongkan diri dan percaya bahwa dalam tiga hari ia bisa mencerna semua informasi pemberian sistem. Jika tidak bisa, maka semuanya akan berantakan.
“Kalau begitu, tunda dulu Sistem. Aku perlu melakukan beberapa persiapan. Jika Kamu sendiri tidak bisa memberi angka pasti berapa lama aku akan tertidur, maka aku harus membuat persiapan untuk kemungkinan terburuk.”
[Baiklah, Host]
[Katakan saja padaku jika Host sudah siap dan mau mengetahui semua informasi itu]
“Tentu, Sistem. Nantinya aku akan mengatakan hal itu padamu. Sekarang, apakah ada misi lain untukku? Misi mencari benih atau pun penaklukkan?” tanya Seno.
Jika memang ada, Seno berencana menyelesaikan semua misi yang memiliki jangka waktu sebelum kemudian tidur untuk menerima informasi. Dengan begitu, pikiran Seno tidak akan terpecah nantinya.
[Host mau menerima misi pencarian benih sekarang?]
“Ya. Jika memang ada msis pencarian benih, berikan itu sekarang juga,” pinta Seno.
[Baiklah, Host]
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Host carilah benih kacang tanah super cokelat pada dimensi TM21OP8]
[Batas waktu :14 hari]
[Hadiah : 1 benih misterius]
[Hukuman : kehilangan dua orang buruh tani]
[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]
__ADS_1
“Baiklah. Sekarang aku harus segera menyelesaikan dua misi milikku. Setelah itu, aku akan tidur panjang untuk menerima informasi dari Sistem. Aku juga perlu memberikan penjelasan kepada Dina dan Miranda agar mereka tidak merasa khawatir nantiinya,” gumam Seno.