
Niat hati ingin mengusir sayangnya itu tidak bisa Seno lakukan. Sekarang ini yang datang ke rumahnya adalah Dimas Prayudi, orang yang sebelumnya ia mintai membuatkan senjata milik Thorbiorn dan Tiarsus.
Dimas Prayudi memiliki maksud yang tidak jauh berbeda dengan rombongan ibu-ibu yang sebelunnya datang. Dimas ingin membeli beberapa sayuran dari Seno.
Kali ini Dimas tidak sendirian, ada seorang pemuda yang sebelumnya ikut dengannya. Ada juga lima orang lainnya yang ikut dengan Dimas, selain pengawal tentunya.
Dua orang dari mereka terlihat berusia tidak jauh berbeda dengan Seno atau kedua adiknya. Lalu sisanya, mereka terlihat seusia Dimas.
Jika yang datang Dimas, tentu saja Seno tidak bisa mengusir mereka. Ini karena Seno masih membutuhkan Dimas untuk membuat senjata lainnya. Azkareia, Ruisyo, dan si kembar belum memiliki senjata, rencananya setelah misi mencari benih daun min super sejuk Seno akan mendatangi Dimas untuk memesan senjata yang lain.
"Ternyata Anda Tuan Dimas. Silahkan masuk ke dalam, maaf rumahku ini tidak terlalu besar."
"Ah itu tidak masalah. Perkenalkan ini sepupuku, Andi, lalu itu dua istrinya Widya dan Dinda, dan yang lain anak-anak mereka, Dave, Sarah, dan Bella," ucap Dimas memperkenalkan satu persatu keluarganya yang ia ajak kemari.
"Kamu tidak keberatan bukan bahwa kami datang beramai-ramai seperti ini? Aku sebenarnya ingin datang kemari sendirian, namun Dave ingin ikut, lalu keluarganya yang lain juga ikut."
"Tidak masalah utnukku Tuan Dimas."
Setidaknya rombongan Dimas, meski terlihat banyak, masih tergolong wajar jika dibandingkan dengan rombongan ibu-ibu sebelumnya. Tujuh orang dengan lima puluh orang sangat berbeda jauh.
Tetapi, sejak kedatangan mereka, Seno merasakan hal yang cukup aneh. Ia tidak bisa menjelaskannya hanya saja hal aneh itu masih ia rasakan, terutama dari sepupu Dimas yang bernama Andi itu.
Seno merasa cukup dekat dengannya, namun juga terasa jauh. Seno yakin ini adalah pertemuan pertama mereka. Lalu, dari mana datangnya perasaan itu? Tidak mungkin bukan perasaan ini datang begitu saja? Pasti ada alasannya.
Lalu, orang bernama Andi itu, juga menatapnya dengan intens. Dari pengalamannnya, padang intens Andi itu bukan sesuatu yang buruk. Ia hanya terlihat tengah menilai Seno sekarang.
[Host dia adalah mantan pemilik Sistem]
[Kau harus banyak belajar darinya]
[Seniorku yang dikirim ke Bumi menjadi rekan dia selama beberapa bulan]
[Dalam waktu singkat dia bisa menjadi orang yang kaya]
Suara sistem yang tiba-tiba muncul, sedikit membuat Seno kaget. Ia tidak menyangka Sistem akan memberinya informasi seperti ini.
"Mantan pemilik Sistem? Maksudmu bagaimana?" tanya Seno dalam hati.
__ADS_1
[Dia sudah melepas Sistem yang dia miliki]
[Jadi, sekarang dia tidak memiliki Sistem lagi, Sistem itu sudah diwariskan ke keturunan keluarganya]
"Eh .... Ternyata ada pemilik Sistem yang lain di Bumi? Aku kira hanya aku saja yang menjadi pemilik sistem?" gumam Seno.
[Dari data yang ada, sejak seratus tahun terakhir, setidaknya ada lima ratus orang pemilik sistem]
[Lalu untuk saat ini ada lima sistem yang aktif di Bumi]
"Itu berarti ada empat orang lainnya, selain aku yang memiliki sistem?"
[Ya semacam itu]
"Jadi, kedatangan kami kemari untuk mengajukan kerja sama dengan kalian."
Suara Dimas menyadarkan Seno dari lamunannya. Ia tidak memilki waktu banyak untuk mengobrol dengan sistem.
Sekarang masih ada tamu di rumahnya. Jadi, Seno perlu menjamu tamu ini terlebih dahulu. Setelah memiliki waktu luang, Seno akan kembali menanyakan kepada Sistem mengenai ucapannya tadi.
"Kerja sama apa yang ingin Tuan Dimas lakukan?"
"Aku dengar kacang merahmu bisa mengobati alzheimer, lalu kacang hijaumu membantu mengatasi kanker. Aku ingin membaginya ke orang-orang di daerah pelosok yang membutuhkan dua kacang itu."
"Tidak hanya di negeri ini, tetapi juga di seluruh dunia. Masih banyak yang membutuhkan itu. Aku rasa Mas Seno tidak bisa menjangkau mereka semua bukan?"
“Kami juga bisa membantu Mas Seno memasarkan produk milik Seno di luar negeri. Anggap saja kami tengah menawarkan diri sebagai distributor resmi dari Mas Seno. Bagaimana?”
Seno tidak langsung menjawab tawaran Dimas. Ia melihat ke arah Miranda. Istrinya pasti lebih paham mengenai ini daripada dirinya.
“Untuk menjual kacang merah dan kacang hijau dalam jumlah banyak, kami bisa melakukan itu. Tetapi, untuk bekerja sama dalam pendistribusian produk kami, itu akan kami pertimbangkan,” jawab Miranda.
Miranda tidak ingin memakai orang ketiga dalam penjualan produk milik mereka. Jika itu hanya kurir yang mengantar pesanan, itu tidak akan terlalu menjadi masalah. Tetapi, Dimas Prayudi ingin mereka menjual sayuran kepada mereka yang nantinya akan mereka jual kembali.
“Tenang saja Mbak, keluargaku pasti bisa mendistribusikan produk milikmu dengan baik. Keluarga kami memiliki banyak perusahaan yang tersebar di banyak negara.”
“Sedikit banyak kami mengetahui kondisi pasar yang ada. Aku rasa, bekerja sama dengan kami adalah pilihan yang paling tepat daripada kamu harus memikirkan pemasaran sendirian.” Kini Andi yang sedari tadi mendengarkan ikut berbicara.
__ADS_1
Tetapi, Miranda tetap menggeleng. “Kami mengakui bahwa keluarga kalian memang memiliki banyak perusahaan di berbagai negara. Kalian jelas sudah mengetahui keadaan pasar di sana. Tetapi, kami perlu mempertimbangkan semuanya dulu.”
Yang benar saja …. Miranda ingin membawa keluarga kecilnya ini menjadi keluarga yang kaya raya. Jika bisa, ia ingin menjadi keluarga terkaya di dunia, bersanding dengan keluarga Prayudi.
Jika ia menjadikan keluarga Prayudi sebagai distributornya, itu sama saja dengan Miranda membantu memperkaya mereka. Keluarga Prayudi akan semakin terkenal karena menjual sayuran ajaib, sedang mereka produsennya, tidak akan ada yang mengenal.
“Ah sayang sekali, padahal aku berharap kita bisa bekerja sama ke depannya.”
…
“Ayah, sepertinya kita harus mulai memikirkan masalah pemasaran produk di luar negeri. Sebelum ini aku melihat produk milik kita dibicarakan oleh warga net luar negeri. Kita bisa memanfaatkan momentum ini dengan baik,” ucap Miranda setelah kepulangan Keluarga Prayudi.
“Kamu ada benarnya Bunda. Kita perlu mulai memikirkan pemasaran untuk pasar luar. Tetapi, kita baru bisa melakukannya jika kita sudah memiliki cukup banyak portal. Dengan memiliki banyak portal, maka akan mudah bagi kita untuk mendistribusikan barang yang ada.”
“Aku tinggal memindahkan portal ke tempat tertentu, lalu kita bisa menaruh banyak produk di sana sebelum pindah ke tempat lain.”
“Jika kita tidak bisa menggunakan cara pemasaran kita di sini, yaitu melalui lelang daring dan mengirim produk itu ke mereka, maka kita buat saja lelang luring di setiap negara pada tanggal-tanggal tertentu. Dengan begitu, kita bisa membuka pasar produk kita di luar negeri.”
“Wah …. Ide Ayah ini sangat bagus. Sebaiknya kita melakukan itu saja.”
Di saat yang bersamaan, Miranda mendengar sebuah pemberitahuan di telinganya. Ini adalah misi lain yang perlu Miranda laksanakan.
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Host buatlah satu lelang secara luring di luar negeri]
[Batas waktu : 21 hari]
[Hadiah : kemampuan negosiasi]
[Hukuman : Pengurangan saldo sebanyak Rp 5.000.000.000,-]
[Host laksanakan misi dengan baik dan bantu Host Utama untuks menjadi petani hebat di dunia ini]
...
__ADS_1
rekomendasi cerita untuk kalian Segenggam Luka, by Teh Ijo