Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 216


__ADS_3

“Aku akan memikirkan itu nanti. Sekarang saatnya mengecek ikan-ikan milikku. Setelah ini aku juga perlu belajar membuat lipstik dari sisik-sisik ikan itu."


Seno langsung lergi ke kolam ikan miliknya. Di sana sudah ada Baiyo yang tengah memberi makan ikan. Kedua ikan di dalam kolam terlihat senang dengan pemberian makan ini. Mereka beberapa kali melompat di atas air memperlihatkan betapa aktifnya mereka.


"Bos," sapa Baiyo.


"Bagaimana kondisi kedua ikan ini?" tanya Seno.


"Mereka baik. Mereka cukup senang berada di sini. Ah ya, Bos. Aku sudah mengumpulkan sisik-sisik ikan yang rontok. kamu bilang Kamu ingin mempergunakan sisik ikan itu bukan?"


Baiyo langsung menyerahkan satu baskom berisi sisi ikan. Sisik ikan itu memiliki lebar tiga sentimeter. Ketika menerimanya, Seno tidak mencium bau amis dari sisik ikan tersebut. Memingkinan besar Baiyo sudah membersihkannya.


"Terima kasih."


Setelah menerima sisik ikan itu, Seno langsung menuju ke sektor pengolahan hasil kebun dan ternak. Ini adalah pertama kalinya Seno kembali ke sektor ini setelah selama ini ia serahkan proses produksi ke anak buahnya.


Setiap harinya sektor ini terus berproduksi, meski yang diproduksi tidak sama tiap harinya sekali pun. Seno langsung menuju ke ruangan yang dikhususkan untuk membuat lipstik.


Sebelum membuat lipstik, Seno perlu mengolah sisik ikan ini untuk bisa menjadi bahan pembuat lipstik. Yang Seno perlu lakukan hanyalah membuat guanine yang merupakan zat kristal yang ada dalam sisik ikan.


Seno mengikuti prosedur yang diberikan oleh sistem. Secara perlahan, dia mengekstrak zat kristal yang ada di dalam sisik ikan. Ia melakukan proses itu selama lebih dari enam jam setelah mengikuti prosedur yang sudah Sistem berikan.


“Sekarang semua bahan sudah siap. Aku tinggal membuat lipstik sekarang. Aku perlu memilih warna dulu sebelum memulai semuanya.”


Seno berpikir warna yang cocok untuk dibuat kali ini adalah warna-warna yang tidak terlalu mencolok. Itu karena lipstik dengan warna itu yang sering di pakai oleh kedua istrinya. Seno hanya tinggal menunggu semuanya selesai diproses. Sekarang proses selanjutnya dilakukan oleh mesin-mesin.


Tiga jam kemudian, lipstik produksinya selesai. Seno langsung melihat hasil dari produksinya itu. Lipstiknya ini sudah dibungkus dalam kemasan yang tidak kalah menariknya dengan kemasan kosmetik yang beredar di pasaran.


Untuk mereknya sendiri, Sistem memberikan inisial PH bukan seperti produk-produk sebelumnya yang langsung menyebut Petani Hebat. Mungkin ini karena produk ini nantinya akan dipakai oleh para perempuan dan merupakan sebuah kosmetik.


Pasti akan sangat aneh jika sebuah kosmetik memiliki merek petani hebat. Sebuah kosmetik tidak ada hubungannya dengan produk pertanian. Jadi, sistem memberikan inisial PH dalam kemasan lipstik produksinya.


[Lipstik alami tahan lama]


[Katanya jika memakainya bisa menaikkan karisma seseorang]


[Poin Produksi +1000]


[Exp +50]

__ADS_1


“Yang memakai karismanya akan bertambah? Hem, apakah ini akan membuat seseorang tampak lebih menarik daripada sebelumnya?” gumam Seno pelan.


“Hem …. Aku akan tahu hal itu itu setelah mencobanya.”


Seno berniat memberikan ini kepada kedua istrinya dan melihat efek dari lipstik ini. Ia ingin melihat sendiri kehebatan dari lipstik ini. Ketika Seno ingin menemui kedua istrinya, sebuah pemberitahuan terdengar di telinganya.


[Ding]


[Misi telah dibuat]


[Jual 3.000 buah lipstik]


[Jangka waktu 14 hari]


[Hadiah +1.000.000 poin produksi]


[Hukuman -3.000.000 poin produksi]


“Eh misi baru? Menjual tiga ribu lipstik dalam waktu dua minggu. Hem … ini pasti akan sulit. Jika ini produk normal seperti sayuran atau produk konsumsi, pasti akan mudah menjual tiga ribu buah dalam dua minggu.”


“Namun, ini adalah lipstik, produk kosmetik. Aku tidak pernah memproduksinya. Jelas tidak akan banyak yang langsung percaya dan membelinya.”


“Aku rasa aku perlu membicarakan ini dengan kedua istriku. Mereka sebagai perempuan pasti lebih tahu mengenai memasarkan kosmetik ini.”


Kedua istrinya tengah menikmati teh daun kemangi di rumah gazebo ketika Seno mencari mereka. Sementara itu, Seno tidak melihat kedua adiknya di sana. Ia ingat mereka berpamitan dan kembali ke rumah mereka. Sekolah Renata akan mulai lagi besok.


“Aku memiliki hadiah untuk kalian,” ucap Seno.


“Apa itu?” tanya Miranda penasaran.


Seno lalu mengeluarkan dua buah lipstik dan menunjukkannya kepada Dina dan Miranda. Melihat lipstik itu, mata keduanya berbinar.


“Lipstik? Wah Ayah dalam rangka apa nih ngasih lipstik ke kita? Biasanya Ayah akan ngajak kita belanja dan nyuruh kita milih sendiri. Sekarang, Ayah malah ngasih langsung kayak gini,” ucap Dina.


“Eh PH? Merek apa ini? Aku belum pernah mendengar produk ini,” ucap Miranda tiba-tiba.


“Eh iya. PH, kepanjangan dari apa PH ini?” tanya Dina penasaran. Sependek pengetahuannya, tidak ada kosmetik dengan nama PH. Ini adalah pertama kalinya ia menemukan lipstik dengan merek ini.


“Petani Hebat, itu adalah lipstik produksiku sendiri. Tentu saja kalian nggak akan melihat itu di pasaran.”

__ADS_1


“Produk baru? Tapi kenapa lipstik?”


“Itu adalah hasil dari sisik ikan. Aku sendiri sebelumnya tidak menyangka bahwa sisik ikan bisa dijadikan sebagai bahan kosmetik. Ini bisa dibilang masih memanfaatkan bahan dari hewan yang aku miliki.”


“Sekarang cobalah lipstik ini. Aku ingin tahu apa perbedaannya sebelum kalian memakai dan sesudah memakai lipstik itu. Cobalah,” pinta Seno.


Seno tidak ingin memberitahu efek ini kepada kedua istrinya. Ia ingin mereka memberi pendapat sendiri mengenai lipstik yang akan mereka pakai ini.


Dina dan Miranda langsung mencoba lipstik pemberian Seno. Lipstik itu berwarna merah muda. Setelah memakai, Seno melihat sendiri bahwa keduanya terlihat semakin menawan. Ini bukan pujian karena Seno adalah suami mereka. Tetapi ia melihat sendiri hasilnya.


Setelah mereka memakai lipstik itu Seno seolah tertarik untuk terus memandang mereka. Jika Seorang artis memakai lipstik ini, maka mereka tidak akan memiliki kekhawatiran untuk untuk tidak diperhatikan. Karisma mereka akan meningkat dengan memakai lipstik ini.


“Bagaimana? Apakah kalian merasakan perbedaan setelah memakai lipstik ini?” tanya Seno.


“Ya aku merasa sedikit ada perbedaan di wajah Miranda setelah dia memakai lipstik itu. Tetapi, aku tidak melihat perbedaan pada diriku,” jawab Dina.


“Eh iya, aku juga melihat wajah Mbak Dina terlihat sedikit berbeda. Sebenarnya, apa efek dari lipstik ini Ayah? Nggak mungkin produk Ayah nggak punya efek apa pun bukan?” tanya Miranda penasaran.


“Ini akan menambah karisma pemakainya. Jadi, saat ini karisma kalian berdua sudah bertambah setelah memakai lipstik itu.”


“Karisma bertambah? Pantas saja aku merasa wajah Mira semakin terlihat menarik sekarang. Jadi itu karena lipstik ini menambah karisma kami.”


“Aku perlu menjual tiga ribu lipstik ini dalam waktu dua minggu. Kalian mau membantuku memasarkannya bukan? Aku tidak tahu bagaimana cara memasarkan produk yang satu ini. Sebagai perempuan, kalian pastinya tahu bukan bagaimana membuat produk ini laris di pasaran.”


Miranda mengibaskan sebelah tangannya setelah mendengar ucapan Seno tadi. Ia seolah menganggap mudah tugas yang Seno berikan ini.


“Memasarkan ini sangatlah mudah. Serahkan saja padaku. Aku jamin semuanya akan terjual dalam tujuh hari. Tiga ribu dalam dua minggu adalah hal yang mudah.”


“Memangnya apa yang akan Kamu lakukan untuk bisa menjualnya dengan cepat?”


“Tentu saja memakai kekuatan ibu-ibu. Apa Ayah lupa bahwa kita memiliki cukup banyak pelanggan yang merupakan ibu-ibu? Mereka berasal dari kelas menengah ke bawah. Jika lipstik ini bisa menambah karisma, maka aku bisa menjualnya tiga ratus ribu. Mereka masih sanggup membelinya.”


“Bagi ibu-ibu itu, untuk kosmetik adalah hal yang wajib dibeli jika memberikan efek yang bagus. Apalagi lipstik ini bukan produk sekali pakai. Mereka masih bisa memakainya berulang. Aku yakin akan banyak yang membeli jika sudah ada satu yang mencoba.”


Ah Seno hampir melupakan hal itu. Ibu-ibu penggila produk miliknya. Jelas dengan hadirnya lipstik ini, mereka akan berebut untuk mendapatkannya. Meski pun brokoli sudah menjadikan mereka tampak lebih muda, bukan berarti itu menambah kecantikan mereka.


Dengan adanya lipstik ini, maka ibu-ibu itu akan bertambah senang. Mereka yang memiliki wajah baisa-biasa saja, pasti akan dipandang orang hanya karena memakai lipstik ini.


“Baiklah kalian atur sendiri bagaimana pemasarannya. Aku akan menyerahkan tiga ribu lipstik itu kepada kalian besok.”

__ADS_1


__ADS_2