
Mobil yang Seno kendarai sekarang ini cukup gaduh oleh suara Momoy, Jasmine, dan beberapa kelinci yang lain. Saat ini Seno menjadi sopir yang akan mengantarkan mereka ke pusat perbelanjaan terdekat.
Ini karena pesona keimutan Momoy, sudah menghipnotis kedua istrinya. Mereka ingin membeli baju untuk Momoy dan para kelinci. Keduanya ingin mempercantik mereka. Alhasil, mereka membujuk Seno untuk mengantar ke pusat perbelanjaan.
“Wow, ternyata kalian bisa membuat sarang dari besi yang cukup tinggi.” Ucap Momoy yang kini tengah melihat gedung-gedung tinggi yang ada di kanan kiri jalan.
“Itu bukan sarang Momoy. Itu hanya gedung tinggi. Itu menjadi tempat manusia bekerja. Beberapa memang tinggal di gedung tinggi seperti itu, tetapi banyak yang tinggal di rumah satu lantai.” Jelas Jasmine.
Rekaman yang sering Jasmine lihat melalui Ipadnya membuat Jasmine lebih banyak mengetahui dunia manusia dibandingkan Momoy. Ia merasa bangga bahwa dirinya memiliki pengetahuan lebih banyak daripada Momoy.
“Nyonya Bos, bisakah kami nanti membeli banyak baju dan sepatu?” tanya Jasmine sembari memandang ke arah Dina dan Miranda.
Ketika memandang mereka, tidak lupa Jasmine menampakkan wajah imutnya. Jasmine sudah mengetahui bahwa cara seperti ini cukup ampuh. Ia yakin dengan melakukan ini, kedua istri Bosnya akan mengabulkan permintaannya.
"Tentu. Semuanya bisa memilih baju, sepatu, apa pun itu, sebanyak yang kalian inginkan/ Kami akan membelikan hal itu untuk kalian." Jawab Miranda.
Seno yang mendengar perkataan Miranda barusan langsung melayangkan protesnya. Ia tidak setuju dengan ucapan Miranda.
“Aku nggak setuju Bunda Miranda, kita nggak bisa ngebeliin barang apa pun yang mereka inginkan. Jangan memanjakan mereka. Kita baru akan memberikannya apa yang mereka inginkan setelah mereka melakukan sesuatu. Mereka harus berjuang untuk mendapatkan apa yang mereka mau.” Protes Seno.
Bukannya Seno pelit, bukan. Ia memiliki uang yang cukup banyak untuk membelikan dua puluh kelincinya dan juga Momoy berapa pun baju yang mereka inginkan.
Bahkan sangat mungkin bagi Sneo membelikan mereka baju yang membuat mereka memakai baju baru setiap harinya selama setahun penuh.
Hanya saja, Seno tidak mau membuat mereka dengan mudahnya mendapatkan apa yang mereka mau. Hal itu membuat mereka menganggap semua mudah didapatkan begitu saja tanpa ada usaha.
__ADS_1
Selama ini, Seno membelikan sesuatu yang para kelincinya inginkan setelah mereka bekerja cukup giat di kebun. Tidak ada hadiah yang ia belikan hanya karena mereka meminta Seno membelikannya.
“Apa salahnya membelikan mereka sesuatu yang mereka inginkan?” Tanya Dina.
“Itu memang tidak ada salahnya. Kita memang bisa memberikan hadiah kepada mereka. Tetapi ada batasan. Aku juga ingin anak-anak kita nantinya juga seperti itu. Mereka harus bekerja untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.”
Melihat Dina dan Miranda yang akan melakukan protes, Seno buru-buru menambahkan sesuatu pada ucapannya agar pemikirannya ini bisa mereka terima.
“Tentu saja mereka bukan bekerja beneran. Mungkin mereka harus bertanggung jawab atas mainan mereka. Membereskan mainan mereka setelah memakainya, mebereskan tempat tidur mereka. Itu adalah bekerja yang aku maksud.”
“Aku tidak mau mereka menjadi anak yang manja. Aku mau mereka tahu bagaimana susahnya mendapatkan apa yang mereka mau. Ke depannya keluarga kita akan termasuk menjadi keluarga yang kaya. Aku tidak mau mereka sombong karena terlahir dari keluarga kaya.” Jelas Seno.
Sebentar lagi mereka akan menjadi orang tua. Seno rasa sudah saatnya mereka membicarakan bagaimana mendidik anak-anak mereka kelak.
Seperti yang Seno katakan kepada kedua istrinya, ia tidak mau memiliki anak yang sombong hanya karena terlahir dari keluarga kaya. Atau menjadi orang yang tidak berguna yang hanya mengandalkan kekayaan orang tua mereka.
“Setelah Bunda pikirkan lebih jauh, apa yang Ayah katakan ada benarnya. Kita tidak bisa memanjakan mereka begitu saja. Harus ada reward and punishment dalam mendidik anak. Baiklah, nanti Bunda akan membatasi jumlah barang yang mereka beli.” Jawab Miranda.
“Ya, Nyonya Bos, kami nggak bisa lagi beli barang sepuas kami?” tanya Jasmine.
Kekecewaan tidak bisa Jasmine sembunyikan. Ia terlihat sedih setelah mendengar keputusan Seno. Namun, ketika Seno kembali berbicara, mata Jasmine berbinar karena senangnya.
“Kamu dan semua teman kelincimu, memiliki jatah masings-masing lima belas juta rupiah. Itu adalah gaji kalian setelah membantuku selama ini. Jadi kalian bisa membeli barang apa pun yang kalian inginkan dengan uang itu. Tetapi, aku tidak akan memberikan tambahan jika uang kalian kurang.”
“Yeah. Terima kasih Bos.” Teriak Jasmine dan yang lainnya.
__ADS_1
Sekarang ini mereka sudah cukup paham hitung menghitung. Jadi mereka tahu bahwa lima belas juta itu adalah jumlah yang cukup banyak. Apalagi, Seno memberikan itu untuks setiap orang dari mereka, bukan lima belas juta untuk mereka semua.
“Lalu bagaimana denganku Bos?” Tanya Momoy yang tidak mau kalah dengan yang lainnya.
“Tentu saja Kamu juga mendapatkan jatah. Kamu akan kami belikan Ipad seperti permintaanmu sebelumnya. Yang lain sekarang sudah memiliki Ipad mereka masing-masing. Jadi Kamu juga akan mendapatkannya.”
“Hanya saja, Kamu hanya akan mendapatkan uang tiga juta rupiah yang bisa Kamu habiskan. Tidak bisa lebih dari itu. Kamu belum memberikan kontribusi apa pun untuk kebunku.” Jelas Seno.
…
Seno memakirkan mobilnya di tempat paling sepi pada parkiran pusat belanjaan. Ia memilih tempat terpojok yang ada di sana, tempat yang jauh dari jangkauan kamera pengawas. Satu persatu Seno dan kedua istrinya keluar dari dalam mobil.
Momoy, Jasmine dan lainnya pun keluar dari dalam mobil. Total ada dua puluh satu anak kecil yang keluar dari dalam mobil Seno.
Inilah alasan kenapa Sneo memilih tempat parkir paling pojok, ia membawa dua puluh satu anak kecil di dalam mobilnya. Jika orang lain melihat, mereka pasti tidak akan percaya dan mencurigai Seno.
Ini karena di dalam mobil tadi hanya Momoy dan Jasmine saja yang memperlihatkan tubuh manusia mereka. Yang lainnya, mereka masih dalam bentuk kelinci.
“Momoy, ketika di dalam pusat perbelanjaan nanti, Kamu jangan terlalu jauh dariku. Kamu harus tetap berada lima meter dariku, tidak boleh lebih.” Pinta Seno.
Ada alasan kenapa Seno melakukan hal ini. Momoy cukup baru di dunia manusia. Ia masih menganggap manusia adalah makluk yang lemah dan rendah. Momoy merasa ia jauh di atas mereka karena ia lebih kuat dari manusia.
Jika nanti ada seseorang yang menyinggung Momoy, Seno takut Molyap itu akan menyerang siapa pun itu yang menyinggungnya. Membakar mereka hidup-hidup sangat mungkin dilakukan oleh Momoy.
Maka dari itu, Seno meminta Momoy untuk tidak telalu jauh dengannya. Ia tidak mau sesuatu yang buruk terjadi.
__ADS_1
“Ya aku mengerti Bos. Kamus sudah mengatakan hal ini sudah puluhan kali. Aku tidak akan pergi terlalu jauh darimu. Aku tidak akan membuat masalah untukmu. Aku mengerti itu.” janji Momoy.
Tetapi, apa yang Momoy janjikan ini, padas akhirnya akan ia langgar. Sebuah masalah membuatnya melanggar janjinya itu.