
Setelah mengamati busur tersebut, Tiarsus mengembalikannya lagi ke dalam kotak. Ia lalu membuka kotak yang berisikan pedang milik Thorbiorn. Pedang tersebut memiliki panjang satu setengah meter dengan berat seratus delapan puluh kilogram.
Seno ingin memperingatkan Tiarsus untuk tidak mengangkat pedang tersebut. Tetapi ia terlambat. Tiarsus sudah mengambil pedang tersebut tanpa merasa kesusahan. Ia bahkan memutar-mutarkan pedang tersebut dengan satu tangan dengan begitu mudahnya.
Sekarang ini, Dimas dan Dave terlihat melebarkan mata mereka tidak percaya dengan apa yang sudah mereka llihat sekarang. Untuk mengangkatnya dengan satu tangan saja sudah cukup mustahil dilakukan oleh manusia.
Tiarsus malah menggerakkan pedang itu yang sudah pasti akan menambah beban dari pedang itu. Keduanya tidak menyangka bisa mengetahui hal ini. Apalagi Dave, ia merasa beruntung mengikuti pamannya kemari. Dengan begitu, dirinya bisa mengetahui hal yang langka ini.
Setelah puas mengecek, Tiarsus memasukkan kembali pedang itu ke dalam kotak. Lalu, ia membawa dua kotak berisi senjata itu menuju ke arah Seno.
“Bos tidak ada masalah dengan kedua senjata tadi. Bahanya dan pengerjaannya cukup bagus dan berkualitas. Hanya saja pedangnya terlalu ringan. Tetapi itu bukan masalah besar Bos.” Ucap Tiarsus.
Apa yang Tiarsus ucapkan ini berhasil membuat Dimas dan Dave menganga lebar. Itu sudah cukup berat dan Tiarsus masih bilang terlalu ringan?
“Kalau begitu aku pamit undur diri dulu Tuan Dimas.” Ucap Seno pada akhirnya.
Mau bagaimana lagi. Seno hanya bisa menghindari pertanyaan-pertanyan yang kemungkinan besar akan ditanyakan oleh Dimas atau pun Dave. Apa yang akan ia jelaskan terhadap mereka setelah Tiarsus melakukan hal yang sangat mustahil di depan mereka.
Seno juga tidak bisa memusnahkan mereka. Keluarga Prayudi bukanlah keluarga yang biasa. Mereka adalah penguasa di dunia ini. Jadi, jika Seno macam-macam dengan mereka makahidupnya akan sudah. Bisa saja Seno nanti bersembunyi di kebunya yang ada di dimensi lain.
Tetapi, dia tidak akan bisa menyelesaikan misi-misi yang sistem berikan. Misi yang sistem berikan tidak hanya menyangkut pertaniannya saja tetapi juga pemasaran hasil. Jadi, tidak ada yang bisa Seno lakukan kepada
mereka.
Dave ingin menanyakan sesuatu kepada Seno, tetapi Dimas menahannya. Pada akhirnya Seno bisa pergi dari sana tanpa ada pertanyaan dari yang lain. Meski begitu, kepergian Seno diiringi oleh tatapan tidak percaya dari anak buah
Dimas.
Setelah Seno pergi, Dimas memandang tajam ke arah anak buahnya. Ia lalu memberi peringatan keras kepada mereka.
“Tidak ada satu pun di antara kalian yang boleh menceritakan kejadian ini kepada yang lainnya. Jika sampai aku tahu kalian membocorkannya, maka aku akan membuat hidup kalian sengsara. Kalian mengerti?” Ucap Dimas memperingatkan.
__ADS_1
“Baik Tuan.” Jawab anak buah Dimas secara serentak.
Berbeda dengan anak buah Dimas yang tidak memiliki niatan untuk bertanya, Dave memiliki banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada Pamannya.
“Paman, kenapa Kamu membiarkan mereka tadi pergi begitu saja? Kenapa Kamu tidak menanyai rahasia dibalik mereka yang memiliki kekuatan sebesar itu?” Tanya Dave penasaran.
“David, ada kalanya rasa penasaranmu itu akan membunuhmu. Jadi, kita tidak bisa menanyakan hal itu dengan mudahnya. Dia bukan orang biasa David, kita tidak bisa meremehkan orang seperti dia. Jika kita menganggapnya remeh, justru nanti keluarga kita yang akan hancur.” Jelas Dimas.
“Oh ya? Rupanya ada yang seperti itu.”
“Lihat saja ayahmu. Dia memiliki banyak kemampuan yang sangat tidak mungkin dipelajari dalam waktu singkat. Aku rasa anak muda tadi memiliki sesuatu seperti yang dimiliki oleh ayahmu. Jadi, sebisa mungkin jangan jadikan orang seperti itu sebagai musuh. Jika bisa, jadikan dia sebagai rekan.”
Tidak lama setelah Dimas mengatakan hal ini, mobil yang mereka tumpangi di hadang oleh seseorang. Hal itu membuat mereka terpaksa berhenti. Seorang laki-laki berkemeja hitam keluar dari mobil yang menghadang mereka.
Ia lalu menuju ke arah pintu mobil di sisi Dave berada. Hal itu membuat Dave menurunkan kaca mobil. Ia cukup mengenal orang ini, salah satu anak buah dari ibu kandungnya.
“Tuan Muda, Nyonya Dinda sudah menunggu ada di dalam mobil.” Ucap orang tersebut.
….
Ketika sampai di rumah, Seno bernafas lega. Orang-orang dari keluarga Prayudi itu tidak ada yang memborbardirnya dengan pertanyaan. Bahkan Dimas solah bersikap biasa saja dengan Tiarsus yang memiliki kekuatan sebesar itu.
“Sekarang Kamu coba busur itu dan berikan pedangnya kepada Thor untuk dicoba.” Ucap Seno kepada Tiarsus.
“Tentu Tuan.”
…
Malam harinya Seno membawa mobil box miliknya menuju ke kota sebelah di mana portal ke dimensi XY01BS9. Seno memberhentikan mobilnya di tempat yang sama ketika menurunkan Thorbiorn pada misi sebelumnya.
Ketika Thorbiorn dan Tiarsus bersiap pergi, Seno mendengar sebuah pemberitahuan di telinganya. Hal ini membuat laki-laki itu mengerutkan keningnya cukup dalam.
__ADS_1
[Host, dalam misi penakhlukkan, Host wajib ikut masuk ke dalam dimensi XY01BS9]
[Host tidak bisa hanya mengandalkan dua buruh tani yang Host miliki dalam menyelesaikan misi]
“Ikut dalam misi ini dan masuk ke dalam dimensi itu yang menjadi tempat tinggal makhluk asing yang begitu buas? Apa Kamu ingin membunuhku sistem? Mana mungkin aku bisa melakukannya. Yang ada aku akan mati dengan mudahnya jika melakukan itu.” Jawab Seno kesal.
Dari ucapan Thorbiorn tempo hari, mahkluk penghuni dimensi XY01BS9 tidak bisa diangap remeh. Manusia bumi tidak ada yang bisa menandingi mereka. Meski Seno sudah memakan brokoli dan memiliki tubuh yang kebal, tetapi ia tidak mau berjudi dengan nyawanya. Ia hanya memiliki satu nyawa.
[Jika Host tidak ikut masuk ke dalam dimensi XY01BS9, maka Sistem akan secara otomatis menganggap Host sudah gagal dalam menjalankan misi]
“Sial.” Umpat Seno.
Ia merasa kesal sekarang. Sistem tidak memberitahunya mengenai hal ini. Jadi, Seno sudah terlalu senang duluan karena mengira ia bisa menyelesaikan misi ini dengan hanya mengirimkan Thorbiorn dan Tiarsus.
Tetapi rupanya tidak begitu. Kehadirannya masih dibutuhkan dalam ekspedisi ini agar misinya bisa dikatakan berhasil.
“Kalian berdua, jika aku ikut dalam misi ini, berapa persen kepercayaan kalian untuk berhasil menyelesaikan misi ini?” Tanya Seno.
Ini penting menurut Seno. Ia perlu tahu seberapa besar kepercayaan diri para buruh taninya menjalankan misi bersama dirinya. Seno sadar diri bahwa dirinya adalah beban dalam misi ini. Ia tidak akan membantu banyak.
Justru Seno membutuhkan mereka untuk melindunginya dari serangan makhluk dimensi XY01BS9 nantinya. Jadi, Seno perlu memastikan bahwa dirnya aman.
“Tentu saja kami masih bisa melakukannya Bos. Kamu harus percaya pada kekuatan kami Bos. Sebenarnya, aku sendirian pun bisa menyelesaikan misi ini. Jadi, Tiarsus bisa bersiaga untuk menjagamu Bos.” Jawab Thorbiorn.
Seno bisa mendengar Thorbiorn tidak main-main dengan ucapannya. Ia benar-benar percaya bisa menyelesaikan misi ini sendirian.
“Kalau begitu kita pulang dulu sekarang. Setelah aku menikah barulah kita masuk ke dimensi XY01BS9.” Ucap Seno.
Bukannya Seno tidak percaya dengan kedua buruh taninya, hanya saja ia ingin lebih siap dalam segalanya. Beberapa hari ke depan Seno berencana hanya memakan brokoli saja sebagai menu makanannya. Ia ingin menambah kekebalan tubuhnya.
Lalu, Seno tidak mau mati dalam keadan perjaka. Jika nanti terjadi sesuatu, setidaknya dirinya sudah pernah mencicipi nikmatnya dunia. Jadi, Seno akan mengundur rencana penaklukkan dimensi XY01BS9.
__ADS_1