Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 136 Azkareia


__ADS_3

Dina dan Miranda sekarang ini memandang serius tanaman yang ada di depan mereka. Sebuah buah mirip action figure ada di tanaman tersebut.


Yang membuat mereka menunjukkan ekspresi serius bukan karena keheranan mereka terhadap detail yang ada di action figure tersebut. Mereka sudah paham mengenai hal itu dari penjelasan yang Seno berikan. Jadi bukan itu alasannya.


Mereka bersikap demikian karena action figure tersebut memiliki rambut panjang yang dikuncir kuda. Wajahnya cukup cantik. Jika dia dirias, baik Dina maupun Miranda tahu bahwa dia akan menjadi seorang beauty vlogger yang digandrungi para laki-laki.


Tinggi badannya cukup normal seperti halnya manusia pada umumnya. Tidak ada ciri-ciri aneh pada action figure tersebut seperti yang dimiliki oleh Thorbiorn atau pun Tiarsus. Ia benar-benar mirip manusia pada umumnya.


Yang membuat Dina dan Miranda berubah serius adalah wajah cantik yang dimiliki oleh action figure ini. Tanpa bantuan buncis saja wajahnya sudah secantik ini, apalagi nanti jika dia ikut mengkonsumsi buncis. Alarm tanda bahaya dari Dina dan Miranda langsung saja berbunyi.


“Apakah kalian sudah puas melihatnya? Kalau sudah, biarkan aku memanennya sekarang.”


Suara Seno membuyarkan lamunan Dina dan Miranda. Mereka sekarang menatap Seno dengan tatapan tajam. Ada kilatan kemarahan dari mata keduanya.


“Mas Seno sudah sangat tidak sabar ya buat memanen buah ini?” tanya Miranda dengan nada bicara yang cukup datar.


“Ya. Aku ingin segera memanennya. Dengan begitu, aku bisa segera memiliki anak buah baru. Tidak hanya itu, aku juga ingin segera pergi ke Bali untuk menjalankan misi pencarian benih cabai rawit super pedas.” jelas Seno.


“Oh jadi Kamu pengen segera menghabiskan waktu dengan dia ya?” tanya Dina tiba-tiba.


Seno merasa aneh dengan respon yang diberikan oleh Dina dan Miranda. Kenapa mereka tiba-tiba merasa tidak suka dengan buruh taninya, yang bahkan belum ia panen?


Bukankah sebelumnya keduanya begitu bersemangat, untuk melihat secara langsung kemunculan buruh taninya dari sebuah buah? Kenapa sekarang mereka seolah melarang Seno memanennnya?


“Kalian sebenarnya ada apa sih? Kenapa tiba-tiba berubah seperti ini?”


“Oh jadi Mas Seno sekarang nuduh kami cemburu begitu? Kami nggak cemburu sama sekali.” Jawab Miranda tiba-tiba, sangat tidak sesuai dengan apa yang Seno bahas.


“Ya Tuhan, apa lagi ini? Kenapa Kamu malah berpikir seperti itu Mir? Aku sama sekali tidak menuduhmu cemburu? Aku tidak mengatakannya. Sebenarnya kalian kenapa sih?”


Melihat istrinya yang seperti ini, Seno jadi penasaran dan ingin melihat sosok action figure yang belum ia panen. Dari tadi kedua istrinya menghalangi pandangan Seno sehingga ia tidak bisa melihat lebih jelas action figure tersebut.

__ADS_1


Seno rasa, ada sesuatu pada action figure tersebut yang membuat kedua istrinya bersikap demikian. Jika tidak, mereka tidak akan merubah menjadi sensitif seperti ini.


Tetapi ketika Seno hendak melihat, Dina dan Miranda sudahter lebih dahulu menghalangi dnegan tubuh mereka. Keduanya benar-benar tidak mengijinkan Seno mendekati tanaman itu.


Pada saat mereka saling haling menghalangi, tangan Seno berhasil menyelinap di sela-sela tubuh Dina dan Miranda. Ia lalu memetik action figure yang memang sudah siap panen itu. Tanpa menunggu lama, Seno pun melemparkannya, sejauh mungkin dari kedua istrinya.


“Seno.” “Mas Seno.” Teriak Dina dan Miranda secara bersamaan.


“Aku ingin tahu apa yang membuat kalian menutup tutupi buruh taniku yang satu ini. Sekarang, karena aku sudah memanennya, kalian tidak akan bisa menutupinya lagi dariku.”


Tidak lama setelah Seno berkata demikian, cahaya putih muncul di tempat Seno melemparkan action figure. Tidak lama kemudian, seseorang berambut putih dengan tinggi sekitar seratus tujuh puluh lima sentimeter.


Pakaian yang dia pakai mirip seperti kimono yang biasa orang Jepang pakai. Beberapa riasan tersemat di rambut yang kini dikuncir kuda itu.


Menurut Dina dan Miranda, wajahnya terlihat begitu cantik. Lebih cantik dari wajah yang dia miliki ketika masih berbentuk action figure. Apalagi ketika dia tersenyum, kecantikannya benar-benar bertambah.


Alarm bahaya kembali berbunyi di telinga Dina dan Miranda. Mereka merasa kehadiran sosok ini membahayakan hubungan pernikahan mereka dengan Seno. Keduanya takut Seno akan menjadikan orang ini istri ketiganya.


“Azkareia memberi hormat kepada Master.” Ucap sosok baru saja yang muncul di kebun Seno.


Seperti buruh tani Seno yang lainnya, Azkareia langsung belutut dengan satu kaki sembari membungkukkan badannya ke arah Seno. Sebelah tangannya ia letakkan di dada kirinya.


Dina dan Miranda yang sedari tadi memperhatikan Azkareia dari awal hingga akhir, tiba-tiba tertegun ketika mendengar suara yang keluar dari mulutnya. Mereka kira suara yang keluar adalah suara feminim yang sangat cocok dengan sosoknya.


Tetapi, yang keduanya dengar adalah suara seseorang yang sangat maskulin. Bahkan, lebih maskulin daripada suara Seno selama ini. Hal itu membuat Dina dan Miranda kembali memandang sosok Azkareia yang masih berjongkok di atas tanah.


Dia sebenarnya laki-laki atau perempuan? Dia memiliki rambut panjang dan wajah secantik itu, tetapi kenapa suaranya seperti suara laki-laki.


Lalu Dina dan Miranda ingat bahwa Azkareia tidak memiliki aset besar di depan. Hal itu membuat keduanya sedikit lega dan berpikir bahwa Azkareia adalah laki-laki.


Sekarang, sedikit banyak Seno paham alasan kedua istrinya menghalang-halangi dirinya melihat sosok Azkareia. Pasti mereka cemburu dengan wajah cantik yang dimiliki oleh Azkareia.

__ADS_1


“Bangunlah. Kamu tidak perlu memberi hormat dengan cara seperti itu kepadaku. Kamu cukup menganggukkan kepala saja sudah cukup. Lalu, jangan panggil aku Master, pangil aku Bos.” Jelas Seno.


“Baiklah Bos.” Ucap Azkareia yang sekarang sudah berdiri.


Baru kali ini ada yang menuruti permintaan Seno dengan cepat. Biasanya, mereka akan memanggil Seno dengan panggilan Master Bos sebelum berubah menjadi Bos beberapa hari kemudian.


Tidak hanya itu, Azkareia juga berani menatap langsung ke arah Seno. Ia tidak terlihat takut atau tertekan seperti yang lain.


“Namamu Azkareia bukan? Untuk lebih mudah, aku akan memanggilmu dengan panggilan Azka. Apa Kamu tidak keberatan dengan hal itu?” Tanya Seno.


Azkareia mengendikan bahu, terlihat santai saja dengan permintaan Seno barusan. Apa yang ia lakukan sekarang, membuatnya semakin terlihat berbeda dari buruh tani Seno lainnya.


“Aku tidak masalah dengan semua hal itu Bos. Kamu bisa memanggilku dengan panggilan apa pun sesukamu.” Jawabnya.


“Lalu, Kamu ini laki-laki atau perempuan sebenarnya?” tanya Seno pada akhirnya.


Seno sama penasarannya dengan kedua istrinya. Ia ingin tahu sebenarnya Azkareia ini laki-laki atau perempuan. Secara penampilan dan juga nama yang dia miliki, orang pasti akan menyebutnya sebagai seorang perempuan.


Tetapi nada suaranya yang maskulin khas laki-laki, tidak bisa Seno hiraukan begitu saja. Ia perlu meluruskan semuanya. Seno tidak ingin salah memperlakukan dan malah membuat kedua istrinya terbakar api cemburu.


“Tentu saja aku ini laki-laki Bos. Hanya saja rasku membuatku memiliki penampilan yang seperti ini. Semua orang di rasku memiliki wajah yang cantik jelita. Itu adalah salah satu kelebihan ras kami yang bisa kami gunakan untuk melawan musuh.” Jelas Azkareia.


“Rasmu? Memangnya apa rasmu? Bukankah Kamu manusia?” tanya Seno heran.


Seno tidak melihat ciri lain yang cukup aneh pada diri Azkareia, selain rambutnya yang berwarna putih tentunya. Tetapi itu bisa membuat orang beranggapan bahwa Azkareia merupakan albino sehingga memiliki rambut putih.


Semua itu membuat Seno menyimpulkan bahwa Azkareia adalah seorang manusia, sama seperti dirinya.Tetapi, dari ucapan Azkareia barusan, Seno bisa menangkap bahwa dia bukanlah manusia.


Tinggi badan yang normal, postur tubuh yang normal layaknya manusia pada umumnya. Jika dia bukan manusia, lalu apa dia? Ras apa yang memiliki kemiripan dengan manusia seperti itu?


Seno tidak memiliki jawaban atas kebingungannya ini. Tetapi, Azkareia pasti bisa menjawabnya.

__ADS_1


__ADS_2