Petani Hebat Dengan Sistem

Petani Hebat Dengan Sistem
PH 230 Teh Hijau


__ADS_3

Suasana di aula salah hotel di Kota Beijing terlihat cukup ramai. Ini sudah dua hari setelah mendapat dimensi di mana para Muradae tinggal. Hari ini Seno melaksanakan lelang pertamanya di China.


Peserta lelang kali ini tidak hanya mereka yang berasal dari China. Beberapa orang Amerika dan Eropa juga mengikuti lelang kali ini. Nampaknya efek lelang di New York cukup besar. Kemungkinan ada yang menyebarkan mengenai manfaat sayuran Seno dari mulut ke mulut.


Di atas panggung, Azkareia sudah memulai lelangnya. Seperti sebelum-sebelumnya, jumlah barang yang bisa dibeli oleh seseorang cukup terbatas. Dibanding dengan lelang di New York, beberapa barang yang dilelang di Beijing, mengalami kenaikan harga.


Para peserta juga terlihat memperebutkan produk tertentu milik Seno. Mungkin dua hingga di kali lelang lagi Seno bisa menyimpulkan produk mana yang laris dibeli oleh pelanggan internasionalnya.


“Sekarang, kami akan melelang produk terbaru. Teh hijau dan daun kelor. Teh hijau ini sendiri dapat menetralisir racun dalam tubuh. Sementara itu, daun kelor sendiri bisa memperlancar produksi asi ibu menyusui.”


“Apa teh yang bisa menetralisir racun?”


Beberapa orang terlihat berbisik-bisik satu sama lain. Mereka membicarakan manfaat yang Seno bicarakan mengenai efek teh tersebut.


Lalu, seseorang peserta lelang, yang merupakan laki-laki tua terlihat berdiri dari kursinya. Ia lalu bertanya kepada Azkareia dengan suara yang sedikit bergetar.


“Apa Kau yakin teh itu bisa menetralisir racun?” tanya laki-laki tua itu.


“Tentu saja. Bukankah dalam penelitian sudah terbukti bahwa teh hijau bisa menetralisir racun. Produk kami ini efeknya lebih besar berkali-kali lipat daripada teh yang ada di pasaran. Lalu, rasa teh milik kami juga cukup enak. Aku yakin bagi Anda penikmat teh, ini akan menjadi salah satu koleksi teh kalian.”


“Aku tahu bicara saja tidak akan menyakinkan kalian. Oleh karena itu, Bosku sudah berbaik hati menghidangkan teh untuk kalian yang ada di sini,” jelas Azkareia.


Bersamaan dengan Azkareia mengatakan demikian, beberapa pelayan hotel langsung masuk ke dalam aula. Mereka membawakan cukup banyak gelas berisikan teh hijau yang sudah diseduh. Ukuran gelasnya pun sangat kecil, tidak sampai lima puluh mililiter per gelasnya. Seno rasa segitu sudah sangat cukup untuk membantu peserta lelang merasakan keenakan dari teh miliknya.


Laki-laki tua yang sebelumnya mempertanyakan manfaat teh hijau milik Seno, kini sudah duduk setelah menerima teh miliknya. Ia tidak langsung mengecap teh tersebut. Yang pertama ia lakukan adalah menghirup aroma dari teh tersebut.


Dari aromanya saja, teh ini memiliki diseduh dengan teknik yang baik. Ini juga mencerminkan rasa dari teh ini.


“Aromanya segar dan menenangkan. Aku bisa memberikan nilai delapan dari sepuluh hanya dari aromanya saja,” komentar laki-laki tua itu.


Kemudian laki-laki itu secara perlahan menyesap teh tersebut. Matanya berbinar setelah merasakan teh tersebut. Ia yang awalnya ingin menyesap pelan-pelan, kini menghabiskan teh tersebut dalam sekali tenggakan.


“Rasanya menyegarkan. Ini tidak kalah dengan teh mahal yang diproduksi oleh negara kita. Cukup pantas membawa teh ini dalam lelang,” imbuh laki-laki tua tersebut. Beberapa orang yang semeja dengannya, terlihat menganggukkan kepala mereka, menyetujui pendapat dari laki-laki tua itu.


Tidak lama kemudian, laki-laki tua itu merasakan rasa hangat di dadanya. Lalu, ia terbatuk-batuk. Dengan sebelah tangannya, laki-laki tua itu menutup mulutnya. Setelah batuknya reda, di telapak tangan laki-laki tua itu ada darah yang berwarna merah gelap.

__ADS_1


Melihat hal itu, mereka yang semeja dengan laki-laki tua itu terlihat panik. Terlebih seorang laki-laki yang usianya sekitar dua puluh lima tahunan.


“Kakek.” “Tuan Chen.”


Kepanikan terjadi di meja itu. Beberapa orang berjas hitam yang duduk di meja sebelah mereka, terlihat ikut berdiri dan mendatangi laki-laki tua yang mereka panggil sebagai Tuan Chen itu.


“Apa yang Kau lakukan? Kau pasti sudah meracuni minuman Tuan Chen bukan?” tanya seseorang yang semeja dengan Tuan Chen.


Beberapa orang juga terlihat memasang wajah penuh amarah ketika memandangi Azkareia yang berada di atas panggung. Bahkan, ada salah satu di antara mereka yang sudah menghubungi polisi karena mereka percaya Tuan Chen bisa mengalami hal itu karena minumannya sudah diracun.


Yang lainnya juga memastikan tubuh mereka baik-baik saja. Mereka belum tahu apa penyebab Tuan Chen batuk darah seperti itu. Kemungkinan besar seperti yang diributkan beberapa orang, bahwa Tuan Chen memang diracun. Jika memang demikian, kemungkinan besar mereka juga diracun.


“Kakek, apa Kakek baik-baik saja?” tanya Chen Si yang melihat Tuan Chen masih batuk darah.


Setelah batuknya mereda, Tuan Chen menatap ke arah cucunya. Sebuah senyum lebar tercetak jelas di wajah Tuan Chen. Hal ini justru membuat Chen Si semakin khawatir. Ia pikir Tuan Chen tersenyum seperti ini karena sedang mengucapkan salam perpisahannya.


“Kakek, Kau baik-baik saja bukan?” tanya Chen Si sekali lagi dengan mata berkaca-kaca.


“Anak nakal, kenapa Kau menangis seperti itu? Apakah Kau menyumpahiku mati sekarang?” tanya Tuan Chen sembari memukul bahian belakang kepala Chen Si.


“Tetapi, Kau batuk darah seperti ini Kakek. Aku khawatir dengan keadaanmu.”


“Aku lebih tahu tubuhku. Aku sangat baik-baik saja. Lebih baik daripada sebelumnya. Hey Kau, lanjutkan saja lelangnya. Aku ingin membeli banyak teh hijau milikmu,” teriak Tuan Chen.


Tuan Chen yang sebelumnya terlihat pucat, sekarang ini terlihat semakin bugar. Hal ini membuat beberapa orang yang ada di sana, menatap Tuan Chen heran.


“Tuan Chen, Kau tidak keracunan?” tanya salah seorang yang semeja dengan Tuan Chen.


“Siapa bilang aku diracuni. Justru sebagian racun yang ada di dalam tubuhku keluar setelah meminum teh tadi,” jelas Tuan Chen.


Semasa membangun bisnisnya, Tuan Chen banyak mendapatkan halangan. Ia memiliki cukup banyak saingan yang berusaha menjatuhkannya. Mereka bahkan sampai meracuni dirinya. Meski dirinya menjalani berbagai pengobatan, tidak semua racun di tubuhnya bisa keluar. Ia sering tersiksa karena racun yang ada di dalam tubuhnya.


Tadi, setelah batuk darah, Tuan Chen merasakan tubuhnya semakin ringan. Ini seperti masa mudanya, sebelum ia terkena racun. Jadi, Tuan Chen menyimpulkan ia mengalami batuk darah guna mengeluarkan racun di dalam tubuhnya. Darahnya tadi pun cukup gelap, tidak seperti darah segar pada umumnya.


“Eh … baru kali ini aku melihat langsung efek produk ajaib ini. Sebenarnya aku mengikuti lelang ini karena penasaran dengan ucapan temanku. Tetapi ternyata ini memang benar-benar ajaib,” ucap salah satu peserta lelang.

__ADS_1


Mereka mempercayai ucapan Tuan Chen. Bagaimanapun juga, Tuan Chen memiliki bisnis yang cukup besar. Dia termasuk dua puluh besar orang terkaya di Kota Beijing. Jadi, untuk apa dia berbohong demi membantu seseorang yang bukan dari negeri ini.


“Ternyata tidak ada tindak kriminal rupanya. Aku sudah terlanjur menelepon polisi. Bagaimana ini?” tanya orang yang tadi menghubungi polisi.


“Itu bisa diurus. Jika polisi datang, bilang saja ini hanya kesalah pahaman. Jangan lupa beri mereka sedikit uang bensin agar mereka tidak marah karena sudah datang ke sini dengan sia-sia,” saran seseorang.


….


“Baiklah jika kalian sudah tidak memiliki masalah lagi. Aku akan memulai melelang teh hijau ini. Dua ratus yuan untuk setiap dua puluh lima gram. Lalu teh hijau ini dijual dalam paket seratus gram. Setiap kenaikan penawaran, tidak boleh kurang dari lima puluh yuan,” jelas Azkareia yang kembali memulai lelang.


“Karena teh hijau ini adalah produk terbaru kami, maka kami tidak akan membatasi jumlah pembelian kalian. Kami menyiapkan lima puluh kilogram teh hijau. Mari kita mulai lelang ini.”


“Satu juta yuan. Berikan aku seluruh teh hijau ini, dan aku akan membayar satu juta yuan,” teriak Tuan Chen tanpa mengangkat nomor lelangnya.


Apa yang Tuan Chen lakukan ini membuat beberapa orang yang berminat membeli teh hijau ini, geram kepada Tuan Chen. Teh yang sebelumnya masih berada di harga dua ratus yuan per dua puluh lima gram, kini naik derastis menjadi lima ratus yuan karena tawaran yang diberikan oleh Tuan Chen.


Namun, mereka yang benar-benar berminat dengan teh hijau ini tidak mau kalah. Meski teh hijau ini tidak memberi manfaat besar sekali pun, rasa dari teh hijau ini cukup enak dan cocok dijadikan koleksi.


“Maaf, Tuan Chen. Tetapi, yang menginginkan teh hijau ini bukan hanya dirimu. Aku tawar satu juta dua ratus yuan untuk semua teh hijau itu,” teriak laki-laki lain.


“Tuan-tuan jangan bertindak seperti hanya kalian saja yang kaya di sini. Aku juga masih mampu mengungguli tawaran kalian. Satu juta lima ratus yuan untuk seluruh teh hijau itu.”


Teriakan demi teriakan yang menawarkan harga untuk teh hijau milik Seno semakin tinggi. Tetapi, Azkareia segera menghentikan tawaran yang sedang diucapkan itu dengan mengetuk-ketukkan palu miliknya berkali-kali.


“Mohon perhatiannya. Kalian tidak bisa membeli semua teh hijau yang tersedia. Seseorang bisa membeli maksimal sepuluh kilogram saja tidak lebih.”


“Tetapi, Kau bilang tidak akan ada batasan untuk lelang kali ini?”


“Ya memang tidak ada batasan. Tetapi, kami tidak bisa membiarkan seseorang memborong semua teh hijau yang ada.”


“Baiklah-baiklah. Saudaraku sekalian, tidak seharusnya kita bersikap serakah. Kita ikuti saja apa kata penyelenggara lelang. Kita hanya akan membeli sepuluh kilogram saja. Baiklah aku menawar lima ratus ribu yuan untuk sepuluh kilogram teh hijau itu.”


“Enam ratus ribu yuan.”


Teriakan demi teriakan kembali terdengar di sana. Para orang kaya yang menjadi peserta lelang masih menganggap teh yang Seno jual cukup murah harganya. Jadi, mereka masih berani menawarkan dengan harga tinggi.

__ADS_1


Sepuluh kilogram teh terbilang cukup besar jika hanya untuk konsumsi pribadi. Tetapi, orang-orang di sini berencana memberikan teh tersebut sebagai hadiah kepada mereka yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari mereka.


Pada akhirnya, harga rata-rata untuk setiap dua puluh lima gram teh hijau milik Seno adalah dua ribu tiga ratus yuan. Dari lelang kali ini saja, Seno sudah berhasil mencapai target penjualan yang harus ia capai untuk teh hijau. Sayangnya, penjualan daun kelor di sini tidak sebagus teh hijau. Seno berharap, di negara lain, penjualan daun kelor miliknya bisa mengalami peningkatan.


__ADS_2