
Seno membelalakan matanya melihat hasil lelang dari lima puluh wortel. Kelima puluh wortel itu terjual dengan total empat puluh empat juta enam ratus ribu rupiah lebih. Meski dengan potongan sepuluh persen pun, Seno masih mendapatkan empat puluh juta dari lelang tersebut.
“Lelang memanglah jalan terbaik untuk menjual semua sayuran khusus itu.” Gumam Seno dalam hati.
Tidak lama setelah itu, Seno mendengar sebuah pemberitahuan bahwa beberapa orang sudah melakukan pembayaran wortel yang mereka menangkan melalui lelang. Padahal mereka masih punya waktu dua kali dua puluh empat jam untuk melakukan pembayaran. Tetapi mereka memilih melakukannya sekarang.
“Baiklah akan aku persiapkan semuanya sekarang. Besok pagi aku tinggal mengirimkannya ke ekspedisi bersamaan dengan aku yang mencari gudang untuk aku sewa.”
….
Seharian Seno berkeliling ke beberapa lokasi untuk mencari tempat yang cocok yang akan ia jadikan sebagai gudang sayurnya. Hasilnya tetap sama seperti sebelumnya. Tidak ada satu pun yang cocok dengan keinginan Seno.
Setelah lelah berkeliling, akhirnya Seno memilih pulang ke rumah. Jika seperti ini, sepertinya Seno hanya bisa melakukan pengemasan di rumahnya. Ia akan mengandalkan buruh tani di sekitar rumahnya untuk membantunya melakukan pengemasan.
Sekarang ini bukan musim panen atau musim tanam secara besar-besaran di kampungnya. Jadi, akan banyak buruh tani, yang kebanyakan adalah ibu-ibu, tidak bekerja sekarang. Hitung-hitung Seno akan memberikan lapangan pekerjaan untuk mereka.
Seno masih perlu memanen sayurannya. Ia masih ingin meningkatkan level kebunnya sesegera mungkin. Dengan begini, maka dirinya bisa menanam brokoli yang bisa menambah kekebalan tubuh dalam jumlah banyak.
….
“Panel Sistem”
[Host : Seno Eko Mulyadi (23)]
[Kekuatan : 7,1 (Manusia Dewasa : 10)]
[Stamina : 5 +4 (Manusia Dewasa : 10)]
[Luas lahan : 800 m2 (+700 m2)]
[Level kebun : 2 (1000/1000)]
[Poin tanam yang dibutuhkan untuk naik level : 5.000.000]
[Poin tanam : 4.756.600]
[Penyimpanan Sistem : 15 slot (11/15)]
__ADS_1
[Misi : - ]
[Toko sistem : - Bukan Pupuk Biasa : 100 poin tanam
- Wortel dengan penuh Vitamin A : 50 poin tanam
- Kentang mengenyangkan : 100 poin tanam]
“Eh, kekuatanku naik 0,1 poin? Ini berarti hasil kerja kerasku untuk melatih fisikku setiap paginya mulai membuahkan hasil. Meski itu sangat sedikit, tetapi itu adalah hasil kerja kerasku selama beberapa hari ini.”
Tentu saja Seno merasa bangga dengan pencapaiannya. Itu hasil kerja kerasnya, bukan peningkatan instan yang ia dapatkan dari sistem. Ini berarti latihannya tidak sia-sia, latihannya sudah membuahkan hasil.
“Aku hanya perlu berlatih lebih keras lagi untuk meningkatkan kekuatanku. Jika aku sudah memiliki kekuatan setara manusia normal, aku akan mulai belajar bela diri.” Janji Seno pada dirinya sendiri.
“Sekarang, aku perlu sedikit lagi poin tanam untuk bisa menaikkan level kebun milikku. Hem… untuk selanjutanya aku akan menanam enam ribu wortel dan tiga ribu kentang.” Gumam Seno.
Sekarang kentangnya sudah ada yang membeli dalam jumlah banyak. Ia hanya akan menjual kentangnya itu dengan harga normal saja. Seno sama sekali tidak memiliki niatan menjualnya melalui lelang seperti halnya wortel.
Hal ini karena manfaat kentang tidak terlalu menghebohkan manfaat wortel. Hanya sebatas mengenyangkan. Meski begitu, Seno kini tetap akan menanamnya. Rasa tidak sukanya terhadap kentang sudah tidak setinggi dulu.
Besok saja ia perlu mengirimkan lima ribu kentang kepada Anton. Tetapi Seno sendiri belum tahu apakah Anton sudah siap memproduksi keripik kentang itu atau belum.
Jika besok Anton belum siap menerima kentang dari Seno, itu tidak terlalu masalah. Yang terpenting kentang-kentang itu sudah Seno sediakan dan bisa sewaktu-waktu dikirimkan kepada Anton.
“Satu, Dua, Tiga, Empat, dan Lima.” Panggil Seno kepada kelima kelinci pemimpin tim.
Sekarang kelima kelinci itu yang memakan wortel khusus lebih banyak dari yang lain itu semakin mengerti kata-kata Seno. Mereka cukup cekatan jika Seno berikan perintah. Mungkin ancaman Seno yang akan menyate mereka tempo hari membekas di benak mereka.
Jadi, setiap Seno memanggil, kelima kelinci itu selalu berlomba untuk bisa lebih dahulu sampai di dekat Seno. Mereka masih mau menikmati hidup damai di kebun milik Seno.
Selain kelima kelima kelinci itu, kelima belas kelinci yang lainnya perlahan juga melompat mendekat ke arah Seno. Kecerdasan mereka mulai meningkat setelah Seno juga memberi wortel khusus kepada kelima belas kelinci itu.
Kelima kelinci yang menjadi pemimpin sekarang memandang Seno dengan sedikit perasaan takut. Mereka baru saja menyelesaikan tugas Seno membuat lubang. Sekarang adalah penilaian Seno untuk menentukan kelompok siapa yang menjadi kelompok terbaik.
“Kerja kalian sangat bagus sekarang. Aku cukup puas dengan hal itu.” Ucap Seno sembari menujukkan tatapan jenakanya kepada ke dua puluh kelinci di depannya.
“Sekarang aku akan memberikan bonus untuk kerja keras kalian. Setelah aku amati, tidak ada satu pun dari kalian yang bermalas, malasan dalam bekerja. Jadi, kalian tidak aka nada yang berakhir menjadi sate kelinci.”
__ADS_1
Seno yakin setelah berucap demikian, ia mendengar nafas lega dari kedua puluh kelinci di depannya. Tidak hanya hanya itu saja dengan samar Seno seolah mendengar sebuah suara anak kecil yang berucap “syukurlah”.
Hal itu membuat Seno sedikit mengerutkan keningnya. Ia juga sedikit mengorek telinganya. Ia pikir ia salah dengar sebelum ini. Tetapi, setelah Seno memandang lekat ke arah kedua puluh kelinci di depannya, terutama kelima kelinci yang memakan wortel khusus dalam jumlah banyak, pikiran liar muncul di benak Seno.
“Apakah di antara kalian ada yang berbicara tadi?” Tanya Seno sembari memandang lekat ke arah kelima kelinci itu. Matanya sedikit melebar ketika melakukan hal tersebut.
Hal itu membuat kelima kelinci tersebut mundur beberapa lompatan untuk menghindari Seno. Mereka pikir Seno tengah marah kepada mereka. Di mata para kelinci, pandangan Seno yang diberikan kepada mereka cukup seram.
Seno seakan tahu kesalahannya ketika melihat respon yang diberikan oleh kelinci-kelinci tersebut. Ia buru-buru memperbaiki ucapannya agar kelinci di depannya ini tidak lagi salah paham.
“Eh aku sama sekali tidak marah dengan kalian. Aku hanya cukup kaget mendengar sebuah suara tadi. Aku suara itu salah satu di antara kalian yang membuatnya. Jika kalian yang membuat suara itu, maka aku akan menaikkan jumlah wortel harian kalian menjadi lima belas wortel sehari.”
Sebelum ini, Seno meberikan dua buah wortel untuk setiap kelincinya pada setiap kali makan. Khusus untuk kelima kelinci pemimpin, Seno memberikan tiga buah wortel sekali makan. Itu berarti, mereka mengkonsumsi enam hingga sembilan wortel per harinya.
Meski para kelinci itu belum sepenuhnya mengerti konsep lima belas, tetapi mereka bisa menebak lima belas adalah jumlah yang lebih besar daripada jumlah wortel yang selama ini mereka konsumsi. Jelas saja mereka senang.
Lalu, seekor kelinci melompat mendekat ke arah Seno. Jika ia tidak salah ingat, ini adalah kelinci yang Seno panggil dengan nama Tiga. Kelinci tersebut kemudian berdiri dengan kaki belakangnya menghadap ke arah Seno.
“Apakah Kamu yang sebelumnya berbicara Tiga?” Tanya Seno.
“Ya.” Jawab kelinci itu dengan suara kecil mirip seperti suara anak perempuan.
Meski Seno sudah mempersiapkan hatinya dan menebak hal ini, tetap saja ia merasa kaget mendengar kelinci di depannya bisa berbicara. Langsung saja Seno menanyakan hal ini kepada sistem miliknya.
“Sistem, kenapa kelinciku bisa berbicara? Apakah ini karena wortel yang mereka makan?” Tanya Seno kepada Sistem.
[Ya Host itu semua karena wortel yang mereka makan]
[Jika Host memberi mereka wortel dalam jumlah tertentu, maka kejutan baru akan menanti host]
Ucapan sistem tersebut membuat Seno memikirkan beberapa spekulasi. Meski itu sangat mustahil tetapi itu bisa saja terjadi. Mengkonsumsi wortel bisa meneyembuhkan mata, mengkonsumsi brokoli bisa membuat tubuh kebal.
“Sistem, apakah yang Kamu masud itu mereka bisa memiliki tubuh seperti manusia jika mereka mengkonsumsi wortel dalam jumlah tertentu?”
Ketika Seno berkata demikian, tubuhnya bergetar penuh dengan kesenangan. Jika memang itu benar terjadi, maka dirinya bisa mendapatkan pekerja yang kompeten. Tidak hanya itu, ia juga bisa mendapatkan pekerja yang bisa menjaga rahasianya yangmemiliki begitu banyak sayuran ajaib.
Jika Seno mempekerjakan orang biasa, ada kemungkinan rahasianya akan bocor meski ia menjaga seketat apa pun itu. Tetapi, jika kelinci-kelinci ini bisa merubah wujud hewan mereka menjadi seperti manusia, maka Seno tidak akan kebingungan mencari pekerja lagi.
__ADS_1