
[Host ada misi berat yang akan Host terima setelah ini]
[Apakah Host sanggup menerima misi ini?]
Pertanyaan dari sistem itu Seno dapatkan ketika dirinya tengah sibuk melihat Toko Sistem miliknya. Di sana sudah ada sapi perah yang dijual dengan harga lima ratus ribu per ekornya. Selain itu, di toko sistem sudah ada rumput super grade C untuk sapi-sapinya.
Seno baru akan membeli dua ekor sapi dengan sisa poin yang ia miliki. Tetapi ia menundanya setelah mendapatkan pemberitahuan dari sistem tersebut. Tidak biasanya Sistem menanyakan kesiapannya dalam melaksanakan misi.
Biasanya sistem akan memeberikan langsung misi tanpa peduli Seno mau menjalankan misi itu atau tidak. Tetapi kenapa sekarang berubah? Apa yang membedakan misi yang satu ini dengan misi-misi yang lainnya?
Seberat apa memangnya misi yang akan diberikan oleh sistem? Apakah misi ini besar kemungkinannya untuk gagal sehingga sistem mengatakan demikian?
Selama ini, Seno tahu bahwa misi sesulit apa pun yang sistem berikan, pada akhirnya dia bisa menyelesaikannya. Mungkin misi kali ini sangat berbeda dari sebelumnya.
“Memangnya seberat apa misi kali ini sistem?” Tanya Seno penasaran.
[Dengan kemampuan Host yang sekarang, tingkat keberhasilan Host untuk bisa menyelesaikan misi ini hanya sebesar dua puluh persen]
“Dua puluh persen? Itu sedikit sekali. Lalu, apa konsekuensinya jika aku tidak mengambil misi ini?” Tanya Seno.
Misi kali ini seperti pilihan baginya. Jadi ada kemungkinan dirinya bisa menolak menjalankan misi ini. Seno tahu pasti ada kosekuensinya, jika itu tidak berat, maka Seno lebih memilih tidak menjalankan misi ini.
[Jika Host tidak menjalankan misi ini, maka Host tidak akan pernah naik level dan akan tetap pada level lima untuk selamanya]
[Harga benih dan masa tanam dari semua sayuran akan naik lima kali lipat sementara poin tanam yang host dapatkan masih sama]
Itu cukup berat menurut Seno. Lima kali lipat harga benih dan masa tanam. Itu adalah pilihan berat. Apalagi poin yang ia dapatkan juga akan tetap sama. Berarti, semakin lama Seno tidak akan bisa lagi membeli benih sayuran karena poinnya yang semakin sedikit.
Pada akhirnya nanti, kebun yang Seno miliki hanya akan ia tanami dengan sayuran biasa, tidak ada lagi sayuran khusus yang ia tanam seperti sekarang ini.
Konsekuensi itu cukup berat bagi Seno. Itu sama saja dengan dirinya yang secara pelan-pelan tidak bisa lagi menggunakan sistem. Dampaknya akan sangat terasa jika dibandingkan dengan sistem yang secara langsung membuatnya tidak bisa menggunakan kebunnya.
[Sistem akan memberikan sedikit bocoran kepada Host]
[Jika Host mengambil misi ini, Host nanti akan mendapatkan benih misterius jika berhasil menyelesaikannya]
__ADS_1
[Jika nanti gagal, Host akan kehilangan sistem]
Itu sama saja menurut Seno. Tidak ada bedanya. Jika dirinya mengambil misi ini dan gagal, dengan dirinya tidak mengambil misi ini, hukumannya sama saja. Kehilangan Sistem. Bedanya hanya secara langsung atau perlahan.
“Kalau begitu aku terima saja misi ini sistem. Lebih baik gagal dalam mencoba daripada gagal karena tidak melakukan apa pun.” Gumam Seno.
[Apakah Host sudah yakin dengan pilihan ini?]
“Tentu Sistem aku sudah yakin dengan hal ini.” Jawab Seno dengan serius.
Jika seandainya dirinya gagal dan kehilangan sistem sekali pun, Seno sudah siap. Sekarang ini dirinya masih memiliki tabungan dua milyar rupiah. Uang itu bisa ia manfaatkan untuk modal usaha dan biaya hidup kedepannya.
[Ding]
[Sistem mendeteksi bahwa Host sudah mencapai level lima]
[Host sebagai calon petani terhebat, Host harus mulai bergerak mencari tanaman baru dan tidak terus menerus mengandalkan Sistem]
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Waktu : 14 hari]
[Hadiah : Benih Misterius (1)]
[Hukuman : Kehilangan sistem]
[Host lakukan semua misi dengan sungguh-sungguh agar bisa segera menjadi petani terhebat di dunia ini]
“Mencari benih anggur di dimensi XY01BS9? Memangnya dimensi seperti apa itu sistem? Aku saja tidak tahu letak setiap dimensi yang ada di dunia ini. Jadi bagaimana caraku menemukan dimensi itu?” Tanya Seno.
[Host tenang saja Sistem akan memberikan titik koordinat di mana portal menuju dimensi tersebut berada]
[Host tinggal menuju ke dimensi tersebut melalui portal yang ada di dunia ini]
__ADS_1
“Jadi di dunia ini ada portal menuju dimensi lainnya?” Gumam Seno.
[Ya Host]
Sistem hanya memberikan Seno sebuah jawaban singkat. Ia tidak mendapatkan penjelasan lain setelahnya.
Tidak lama kemudian, Seno mendapatkan koordinat di mana portal itu berada dari sistem. Seno lalu membuka ponselnya dan memasukkan koordinat itu pada peta digital. Hasilnya cukup mengejutkan untuk Seno.
Pasalnya, letak portal tersebut berada di kota yang berbatasan dengan kota tempat tinggal Seno. Tidak hanya itu, secara geografis letak mereka cukup dekat juga. Hal ini karena mereka berada di kaki gunung yang sama dengan kampung Seno.
Jika ditarik garis lurus antara tempatnya tinggal dan lokasi portal itu, itu hanya berjarak dua puluh kilometer. Namun, jika Seno ingin ke sana, ia perlu menempuh jarak lima puluh kilometer.
Seno pun penasaran dengan hal ini. Ia lalu mencari tahu mengenai daerah tersebut di internet. Meski Sistem sudah memberikan koordinat yang pasti, tetapi Seno masih perlu mengetahui keadaan sekitar tempat itu bukan?
Dengan begitu, Seno bisa mempersiapkan segala sesuatu yang perlu ia bawa untuk pergi ke sana. Tetapi, Seno cukup kaget ketika membaca berita yang beredar di internet mengenai daerah tersebut.
Dari salah satu situs, Seno mengetahui bahwa saat ini tempat itu tengah dijadikan tempat latihan militer. Warga sipil dilarang keras untuk datang ke area itu agar tidak menjadi korban salah tembak oleh pihak militer.
Langsung saja Seno menghubungkan hal itu dengan keberadaan portal di daerah tersebut. Apakah keberadaan portal tersebut cukup membahayakan sehingga ada pihak militer di sana?
Seno sama sekali tidak percaya bahwa pihak militer benar-benar mengadakan latihan militer di sana. Mereka berada di sana pasti menjaga portal itu, atau seseuatu yang ada dalam portal itu. Latihan militer hanya kamuflase mereka agar warga sipil tidak mendekat di sana.
Jika dugaan Seno ini benar-benar terjadi, maka akan sulit baginya menyelesaikan misi ini. Menghadapi makhluk di dimensi tersebut itu urusan lain, yang pertama Seno lakukan adalah menyusup ke sana ketika pihak militer melakukan penjagaan ketat.
Ini sangat sulit, sangat sulits memang. Pantas saja sistem mengatakan bahwa tingkat kberhasilan Seno dalam menjalankan misi ini hanyalah dua puluh persen. Rintangan yang perlu ia hadapi untuk menyelesaikan misi ini sangat berat.
Ketika Seno berpikir berat untuk menyelesaikan misi ini, Thorbiorn mendatanginya. Laki-laki itu menujukkan wajah seriusnya sekarang.
“Bos apakah ada yang bisa aku bantu?” Tanya Thorbiorn.
Ucapan Thorbiorn tersebut mengingatkan Seno bahwa buruh taninya yang satu ini adalah seseorang yang dulunya adalah tahanan perang. Biasanya mereka yang merupakan tahanan perang adalah mereka yang berasal dari pihak militer.
Mungkin saja Thorbiorn bisa membantunya dalam hal ini. Langsung saja Seno menceritakan semua itu kepada Thorbiorn.
“Itu sangat mudah bagiku Bos. Aku hanya perlu menyusup ke dimensi itu dan mengambil benih anggur bukan? Itu sangat mudah. Aku akan melakukannya dengan cepat dan tidak akan ketahuan oleh orang lain.”
__ADS_1
“Apa Kamu yakin?” Tanya Seno ingin memastikan.
“Tentu saja Bos. Aku bisa melakukan hal itu.”