
Markas militer itu terlihat ramai oleh beberapa tentara yang berkumpul. Mereka berbaris rapi dengan kesatuan masing-masing. Tidak lama kemudian Eko naik ke atas podium, ia memberikan sambutan singkat kepada pasukan yang ada di depannya.
“Selamat pagi semuanya. Hari ini kita bersama-sama berkumpul untuk mengadakan latihan bersama. Dalam latihan bersama ini, akan diadakan sedikit kompetisi menembak di antara kalian.”
“Aku tahu kalian yang berasal dari kesatuanku merasa agak minder karena sekarang yang akan kalian hadapi adalah mereka yang berasal dari pasukan khusus.” Jelas Eko.
Pernyataan Eko itu diamini oleh pasukan dari kesatuannya. Mereka paham perbedaan kekuatan mereka dengan pasukan khusus yang ada di dekat mereka ini. Selama ini, jika ada latihan gabungan dengan pasukan khusus itu, mereka selalu kalah.
Perbandingan kekuatan mereka adalah satu dibanding lima. Satu orang dari pasukan khusus mampu mengalahkan lima orang dari mereka. Jadi, ketika mereka diberitahu bahwa mereka akan menjalani latihan gabungan, mereka sama sekali tidak memiliki harapan untuk menang.
Pasti ini akan seperti latihan-latihan sebelumnya. Mereka akan berperan sebagai musuh dan menjadi target yang perlu dilumpuhkan oleh pasukan khusus. Tetapi, ucapan Eko selanjutnya, menaikkan kembali semangat mereka.
“Tetapi jangan merasa begitu. Kalian sendiri sudah tahu seberapa berkembangnya kalian setelah mendapatkan menu makanan khusus bukan? Jadi, tunjukkan kepada mereka seberapa berkembangnya kalian.” Imbuh Eko.
Ya benar. Wortel yang selama ini mereka konsumsi sudah membuat kekuatan mereka bertambah. Menembak tidak lagi sesulit dulu.
Sekarang mereka bisa menembak tepat sasaran dnegan jarak berapa pun itu. Asalkan senjata mereka mampu menjangkaunya, target ratusan meter pun bisa mereka jangkau dengan mudah.
Setelah beberapa sambutan dari Jendral yang lainnya, latihan gabungan itu dimulai. Pasukan di kesatuan Eko cukup senang ketika mendengar kali ini mereka hanya akan latihan menembak target dan bukannya latihan simulasi perang seperti biasanya.
Dengan begini, mereka bisa menunjukkan hasil berlatih mereka setelah mengkonsumsi wortel-wortel tersebut. Mereka akan membuat bangga kesatuan mereka dengan mengalahkan pasukan khusus dalam latihan gabungan ini.
Kompetisi menembak ini dilakukan dengan sasaran benda tidak bergerak dan benda bergerak. Jaraknya pun beragam. Dimulai dari seratus meter hingga delapan ratus meter.
Kali ini yang berkompetisi adalah sepuluh tim dalam setiap pasukan, dan tiap timnya terdiri dari sepuluh orang. Setiap target yang mereka kenai akan memiliki poin tersendiri. Dalam latihan gabungan ini, akan dipilih lima tim terbaik yang nantinya akan diberi hadiah oleh para Jendral.
Para tim itu bergantian menembak sasaran. Yang mendapatkan kesempatan untuk menembak pertama kali adalah Tim 1 dari pasukan khusus. Mereka cukup percaya diri bisa memenangkan kompetisi ini.
__ADS_1
Selama ini mereka sudah membunuh makhluk asing yang cukup sulit dibunuh. Kemampuan menembak mereka cukup bagus. Jelas mereka akan menang.
Pasukan khusus ini cukup heran kenapa mereka tiba-tiba di tarik dari tugas penjagaan portal dunia bawah dan berkompetisi seperti ini. Bukankah itu malah akan membuang-buang waktu mereka? Akan sangat berbahaya juga jika tiba-tiba makhluk asing itu tiba-tiba keluar dari portal dan menyerang bukan?
Meski mereka enggan mengikuti latihan gabungan ini, mereka tetap hadir di sini. Mereka tidak bisa membantah perintah dari atasan mereka. Jadi mereka akan memberikan hasil terbaik di sini agar atasan mereka tahu bahwa kegiatan seperti ini tidak terlalu berguna.
Jika yang latihan bersama dengan mereka adalah pasukan khusus juga, mereka tidak masalah. Tetapi mereka ini hanya pasukan biasa bukan pasukan khusus.
Selama dua puluh menit, sepuluh orang dari Tim 1 itu sudah selesai menembak target yang ada di sana. Sekarang mereka tinggal menunggu hasil penilaian yang ada.
Lima menit kemudian, hasil mereka keluar. Tim 1 mendapatkan skor delapan ribu sembilan ratus. Itu adalah hasil yang bagus. Nilai sempurna yang bisa didapat dari target-target yang ada adalah sepuluh ribu. Jadi itu tidak terlalu buruk.
“Apa Kamu yakin pasukanmu bisa mengalahkan poin yang mereka dapatkan?” Tanya Roy kepada Eko.
Ada kebanggan ketika Roy mengatakan hal ini. Ia yakin pasukannya bisa mengalahkan pasukan Eko dengan perbedaan angka yang besar. Tim 1 bukanlah tim terbaik pada pasukannya. Jika nanti pasukan terbaiknya turun, maka skor yang mereka dapat akan jauh lebih besar lagi daripada ini.
“Pasukanku bahkan belum turun. Jadi, jangan berbangga dulu. Kita lihat saja.” Jawab Eko singkat. Sebuah seringai menghiasi bibir Eko ketika mengatakan hal itu.
Apa yang diumumkan oleh juri cukup mengejutkan mereka yang ada di sana. Pasalnya, hasil yang mereka dapatkan berada di atas Tim 1.
“Tim A skor sembilan ribu tiga ratus.” Ucap salah seorang tentara yang menjadi juri.
“Apa tidak mungkin.” Ucap beberapa Jendral yang tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.
Pasukan yang dibawah Eko bukanlah pasukan khusus. Mereka hanya memiliki kemampuan umum seorang tentara. Tidak ada kekuatan khusus di mereka.
Jika mereka berhasil meraih skor tujuh ribu saja sudah sangat bagus. Tetapi pasukan Eko ini tidak hanya melampaui angka itu mereka juga mengalahkan pasukan khusus yang sudah berbulan-bulan menjadikan makhluk asing dunia bawah sebagai target mereka.
__ADS_1
Ini sulit mereka percaya. Mereka sulit pula menerimanya. Bagaimana bisa mereka bisa mendapatkan nilai sebanyak itu.
“Sudah aku bilang wortel itu bisa memperkuat pasukanku berkali-kali lipat. Sekarang setelah melihat pasukan khusus dikalahkan, kalian baru mau mempercayainya.”
“Aku mau semua wortel yang sudah Kamu beli itu diberikan kepada pasukan khusus yang selama ini sudah berjaga di dunia bawah.” Ucap Roy tiba-tiba.
Jika pasukannya memakan sayuran ajaib itu, maka mereka bisa mengalahkan makluk asing itu dengan lebih efisien. Tidak hanya itu, dengan kemampuan mereka yang meningkat, jumlah tentara yang gugur pun akan berkurang derastis.
“Tidak bisa Roy. Bukankah kita sudah menyetujui pembagiannya? Kenapa sekarang Kamu malah ingin semuanya di pusatkan pada pasukanmu saja. Ini tidak bisa dilakukan.” Protes Gio.
Gio sudah mendapatkan jatah wortel untuk pasukannya dipertemuan mereka sebelumnya. Meski itu tidak banyak, tetapi sekarang karena wortel itu sudah terbukti ampuhnya, ia bisa membentuk sebuah pasukan khusus di kesatuannya yang nantinya bisa menjadi sebuah kartu as.
Jika Roy ingin memusatkan semuany ke pasukan yang berjaga di dunia bawah, maka rencananya itu bisa tidak terwujud.
Perkataan Gio ini sependapat dengan jendral-jendral yang lain. Mereka tidak mau kesempatan mereka memperkuat pasukan hilang karena hal ini.
“Tetapi pasukanku yang selama ini berjaga di perbatasan dunia bawah. Jadi, sudah sepantasnya mereka mendapatkan wortel-wortel itu untuk memperkuat tubuh mereka.” Ucap Roy.
“Bukankah kita sudah setuju untuk bergiliran menjaga dunia bawah jika wortel itu terbukti bisa memperkuat pasukan kita? Jadi, jangan merubah apa yang sebelumnya kita setujui.” Bantah Ardi.
“Ardi benar Roy. Apalagi sekarang portal kedua yang kita temukan sudah semakin membesar. Jadi Kau tidak bisa segois itu.”
Beberapa Jendral itu sekarang mulai berdebat merebutkan pembagian wortel ajaib itu. Sementara itu Eko tidak bergabung dan memilih menikmati jalannya kompetisi.
Ia sudah memiliki cukup banyak pasukan yang kekuatannya bertambah. Jadi meskipun nanti dirinya akan mendapatkan jatah yang lebih sedikit dari yang lain, pasukannya tetap akan mengungguli pasukan dari kesatuan lainnya. Sekarang saja pasukannya memimpin angka cukup jauh.
Pada akhirnya pasukan dari kesatuan Eko memenangkan kompetisi dalam latihan gabungan ini. Skor total yang mereka dapatkan adalah sembilan puluh ribu seratus. Lalu pasukan khusus hanya mendapatkan skor sembilan puluh ribu.
__ADS_1
Kedua pasukan itu terpaut angka enam ribu seratus. Itu adalah angka yang sangat besar. Terlihat jelas sekarang rata-rata kekuatan dari pasukan kesatuan Eko jauh lebih tinggi dari pasukan khusus.
Hal itu membuat perdebatan di antara para Jendral semakin memanas. Mereka ingin memiliki sebanyak mungkin wortel bagi pasukan mereka.