
Sekarang ini Seno tengah mengecek panel misi miliknya. Ia ingin melihat lebih lengkap deskripsi dari misinya untuk mencari benih cabe super pedas, lebih tepatnya Seno ingin mengetahui titik koordinat di mana portal menuju ke dimensi tempat cabe itu berada.
Setelah mendapatkan koordinatnya, Seno kemudian menyalinnya. Ia perlu mengeceknya di peta digital yang ia miliki.
“Jadi di mana letak dimensi selanjutnya Sen?” Tanya Dina.
“Kalian lihat sendiri.” Jawab Seno sembari menyerahkan ponsel miliknya kepada Dina dan Miranda.
“Itu ada di Bali? Itu berarti kita perlu ke Bali dulu agar bisa menuju ke sana.” Jawab Miranda.
“Ya benar. Itu akan sulit kita lakukan. Jika kita memakai mobil untuk ke sana, kita masih butuh sepuluh hingga dua belas jam untuk menuju ke Bali. Itu belum termasuk perjalanan menuju koordinat ini. Naik pesawat pun sama saja.”
“Tetapi, yang menjadi permasalahan adalah, bukan aku yang akan memasuki dimensi itu sekarang. Tetapi Thor dan Tiar. Akan sangat merepotkan jika mereka berangkat sendiri. Ada kemungkinan polisi akan mencegat mereka dan meminta kartu identitas mereka.” Jelas Seno.
Seno cukup bersyukur Tiarsus tidak pernah diberhentikan oleh polisi selama mengemudikan mobil box untuk mengirim pesanan. Tiarsus sama sekali tidak memiliki kartu identitas apalagi surat ijin mengemudi.
Mengirim dua buruh taninya itu ke sana tanpa memikirkan konsekuensi lain, justru akan mengundang banyak masalah. Seno perlu memikirkan solusi mengenai hal ini.
“Bagaimana dengan memindahkan portal dari dimensi yang sebelumnya Kamu taklukkan Sen?” Tiba-tiba Dina memberikan saran.
“Bukankah sebelum ini Kamu sudah merubah letak portal itu menjadi di kebun kita. Ada kemungkinan Kamu bisa melakukan itu bukan?” Tanya Dina memastikan.
“Secara teori itu bisa dilakukan. Tetapi, apa Kamu tidak ingat bahwa pemindahan portal tersebut memberikan efek terjadinya gempa? Aku tidak mau hanya karena aku ingin memindahkan portal itu, membuat orang lain kesusahan karena gempa yang terjadi akibat ulahku.” Jelas Seno.
Keduanya terdiam sesaat. Mereka melupakan efek ini. Jika saja efek ini tidak ada, maka itu akan luar biasa. Mereka bisa memindahkan portal dimensi milik mereka, di lokasi mana punyang mereka inginkan. Dengan begitu, mereka bisa berpergian tanpa memikirkan transportasi.
Sayangnya itu hanya sebuah angan-angan belaka. Efek pemindahan portal yang seperti itu membuat mereka tidak bisa memindahkannya semau mereka.
“Sistem, apakah memindahkan portal dari dimensi yang aku miliki, akan memberinyakan efek terjadinya gempa bumi?” Tanya Seno memastikan.
Sistem miliknya ini terkadang tidak memberi tahu dirinya ketika ia sudah bisa melakukan sesuatu. Seperti halnya kebunya yang di mata orang lain terlihat sebagai kebun biasa, jika dirinya tidak bertanya ssitem tidak akan memberitahunya.
Maka dari itu Seno ingin memastikan kembali mengenai hal itu kepada Sistem. Mungkin saja setelah ia taklukkan, tidak akan ada lagi efek seperti itu ketika memindahkan portal dimensinya.
__ADS_1
[Itu tidak akan terjadi Host]
[Sistem sudah membantu menstabilkan portal menuju dimensi yang sudah Host punyai]
[Jadi, Host bisa memindahkan portal itu ke tempat lain asalkan Host tahu titik koordinatnya]
Penjelasan Sistem itu membuat senyum lebar menghiasi wajah Seno. Tanpa Seno beri tahu pun, Dina dan Miranda sudah bisa menebak bahwa Seno memiliki kabar gembira.
“Jadi, kabar gembira apa yang akan Kamu bagi dengan Kami?” Tanya Dina.
“Portal itu bisa dipindahkan tanpa menyebabkan gempa bumi. Jadi kita bisa pergi kemana pun yang kita mau asalkan kita tahu titik koordinatnya.” Jawab Seno.
Mendengar hal itu Dina dan Miranda ikut tersenyum lebar.
“Berarti, kita sekarang bisa pergi dan memiliki makanan ke Thailand, lalu setelahnya kita bisa langsung pulang?” Tanya Miranda dengan mata berbinar.
“Kemungkinan besar kita bisa melakukannya.” Jawab Seno.
“Wah Kamu benar Mir. Kita bisa bebas ke tempat mana pun yang kita mau. Itu pasti sangat menyenangkan.” Imbuh Dina.
Namun, kesenangan Seno itu terusik akan peringatan yang sistem berikan untuknya. Itu membuatnya berpikir dua kali untuk memindahkan portal sesukanya.
[Host meskipun memindahkan portal tidak membuat gempa, tetapi masih ada efek lain yang perlu Host perhatikan]
“Memangnya apa itu Sistem?” Tanya Seno cukup serius.
[Aka nada kilatan cahaya yang cukup menyilaukan ketika portal itu muncul]
[Bahkan, ketika siang hari, ketika langit sangat terang, dan di area terbuka sekali pun, kilatan cahaya tersebut akan tetap terlihat dengan jelas]
[Jadi, Host perlu memikirkan konsekuensi ini]
[Jika sampai ada orang lain yang tertarik dengan kilatan cahaya itu dan mendatangi lokasi baru tempat portal berada, Sistem tidak akan bertanggung jawab atas apa yang akan terjadi setelahnya]
__ADS_1
Meski efeknya hanyalah kilatan cahaya, dan tidak membahayakan orang lain, tetap saja itu bisa memberikan masalah baru. Seperti kata sistem, itu bisa saja menarik perhatian orang lain untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Jika itu hanya rakyat sipil, mungkin Seno atau pun kedua buruh taninya bisa mengatasinya. Tetapi jika itu pihak militer, itu akan sangat merepotkan. Bisa jadi area baru di mana portal itu muncul, akan menjadi area terlarang yang ditetapkan oleh pihak militer.
“Tidak ada satu pun hal di dunia ini yang tidak memiliki resiko.” Ucap Dina setelah mendengar penjelasan yang Seno berikan.
“Efeknya cukup minimal. Kita hanya perlu lebih berhati-hati ketika menyebrang dan memilih waktu yang tepat pula. Pemilihan lokasi juga perlu kita perhatikan. Jika itu di tengah hutan, pasti tidak akan banyak yang melihat.”
“Tetapi, jika kita memindahkan portal itu ke tempat yang dekat pemukiman, atau bahkan pusat kota, jelas kita akan menarik perhatian orang banyak.” Imbuh Dina.
Seno mengangguk pelan mendengar penjelasan Dina. Mereka perlu memikirkan waktu yang tepat untuk melakukan hal itu.
“Kalau begitu, bantu aku membuat riset kecil mengenai daerah sekitar portal dimensi lain ini. Kita perlu menentukan penempatan titik koordinat di mana aku akan memindahkan portal yang ada.” Pinta Seno.
“Yang perlu kalian perhatikan adalah jarak titik tersebut dengan pemukiman. Lagi-lagi portal dimensi ini berada di tengah hutan. Meski begitu, bisa saja ada penduduk di sekitar daerah situ yang nanti bisa melihat kilatan cahaya dari pemindahan portal kita.” Imbuh Seno.
“Aku mau, kita mengeliminasi kemungkinan orang lain bisa melihat keberadaan portal milik kita ini. Kemungkinan besar, aku baru akan mengirim Thor dan Tiar ke dimensi itu setelah buruh taniku yang lain bisa aku panen.”
“Dengan begitu, mereka bertiga bisa melakukan riset lapangan dan menentukan kekuatan musuh.” Jelas Seno.
Tiga orang lebih baik daripada dua orang bukan? Seno ingin ketiga buruh taninya bekerja sama untuk menyelidiki dimensi itu. Ia ingin tahu makhluk apa saja yang ada di sana, berapa perkiraan jumlah mereka, apakah mereka agresif atau tidak, kemampuan lain yang mungkin dimiliki makhluk tersebut.
Semua itu ingin Seno ketahui. Ia sudah belajar dari pengalaman sebelumnya. Pada ekspedisi dimensi tempat tinggal Gylinox, Seno hanya meminta Thorbiorn untuk mencari keberadaan benih anggur. Ia tidak memberi tugas lain kepada buruh taninya.
Akibatnya, mereka memiliki informasi yang minim mengenai makhluk penghuni dimensi. Sekarang ini Seno ingin lebih waspada lagi. Itu karena dirinya akan memasuki dimensi itu nantinya untuk menaklukkannya. Semua harus dipersiapkan dengan baik.
“Aku jadi penasaran mengenai rupa dari buruh tani barumu Mas. Kapan Kamu akan memanennya Mas?” Tanya Miranda.
“Itu tidak lama. Jika tidak besok sore, lusa kita sudah bisa memanennya.” Jawab Seno.
“Kalau begitu, kita perlu mepercepat lagi riset untuk koordinat baru untuk meletakkan portal dimensi kita. Dengan begitu, Kamu bisa segera mengirim mereka bertiga untuk menyelesaikan misi itu Mas.” Jelas Dina.
“Tentu. Lebih cepat lebih baik.”
__ADS_1