Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Ingin Rebonding


__ADS_3

Hari ini Nuari dan Evan tengah melakukan kunjungan ke suatu kebun binatang,di perjalanan Nuari merasa pusing di kepalanya ia pun menyandarkan kepalanya pada bahu Evan yang duduk di samping nya,ia pun memejamkan mata nya.


Keduanya menaiki mobil yang merupakan fasilitas rumah sakit dan di sopiri.


"maaf ya,aku pinjam bahu kamu,gak apa-apa kan ?" tanya Nuari


"iya ,tak apa,kamu sakit?" tanya Evan


"enggak ,cuman sedikit pusing saja " saut Nuari


Nuari yang berada di dalam mobil yang tengah melaju merasa pusing ketika melihat bangunan-bangunan dan sekitar nya seakan bergerak.


"pusing?" tanya Evan


"ehm...iya " sahut Nuari pelan


Saat ini ia tak ingin terlalu banyak bicara sebab rasa mual membuat nya harus menghela nafas beberapa kali,ia tak ingin rasa mual nya bertambah parah dan muntah di dalam mobil.


"gimana kabar nya Yoga?" tanya Evan


"baik "jawab nya singkat


Evan mengerutkan kening karena jawaban Nuari begitu singkat,tak seperti biasanya yang selalu banyak bicara,pria itu pun melirik Nuari yang bersandar di bahu nya. Saat ini Evan tak merasakan lagi debaran seperti sebelum nya pada Nuari,jika biasa nya hanya dengan menatap gadis itu saja jantung nya sudah berlalu-talu tak karuan apalagi dalam posisi dekat seperti saat ini,mungkin karena ia sudah mengikhlaskan gadis itu dan mungkin juga karena kini hatinya telah di singgahi gadis lain.


"kamu kenapa ,sakit ,wajah mu pucat kaya gitu?" tanya Evan memperhatikan wajah Nuari


Nuari menggeleng pelan


Beberapa saat kemudian mobil pun sampai di depan sebuah kebun binatang. Setelah terparkir , Nuari cepat-cepat kuat dari mobil dan segera menuju toilet.


Evan uang melihat nya pun menjadi sangat khawatir pada Nuari,ia pun lantas menyusul nya.


"ada apa dengan nya " gumam nya seraya melangkah kan kaki nya


Setelah sampai di depan toilet Evan mendengar suara seseorang yang tengah memuntahkan isi perut nya


"hoooeekk.....hoooeekk......"


tok tok tok


"Nuari...kamu tak apa-apa?" teriak Evan mengetuk pintu


Tak ada jawaban ,namun kembali Evan mendengar Nuari muntah


"hoooeekk.....hoooeekk......"


"astaga .... apa yang harus aku lakukan ?" gumam Evan bingung ,ia bahkan mondar-mandir di depan pintu toilet


Hingga beberapa saat kemudian Nuari keluar dengan wajah yang sudah segar.


ckleek'


Mendengar suara pintu dibuka Evan pun cepat menoleh


"Nuari...kamu tak apa-apa?" tanya nya


"aku gak apa-apa,biasalah bawaan hamil" sahut Nuari sambil tersenyum


"oh,bawaan hamil rupanya" sahut Evan menghela nafas lega ,namun kemudian ia pun terkesiap setelah menyadari ucapan Nuari


"apa...hamil....kamu hamil? " seru Evan membelalakan mata nya

__ADS_1


"iya ,aku hamil " jawab Nuari seraya mengangguk


"Alhamdulillah....aku ikut senang ,selamat ya " reflek Evan pun memeluk Nuari karena saking senang nya mendengar kabar bahagia tersebut hingga seseorang yang berada di sana nampak salah faham


"wah... istri nya hamil ya,selamat buat kalian ,semoga Dede bayi nya sehat dan dilancarkan dalam persalinan nya , amiiin " ucap ibu paruh baya pengunjung kebun binatang yang tengah mengantar cucu nya untuk buang air kecil


Si anak kecil itu pun terlihat masuk ke dalam toilet karena sudah tak tahan dan membiarkan nenek nya asik ngobrol di luar.


"kalau begitu permisi ,saya mau nyusul cucu saya di dalam " ucap ibu itu lalu masuk begitu saja melewati Nuari dan Evan yang nampak melongo hingga di detik berikutnya keduanya pun terkekeh


"hahaha....ya ampun ... ada-ada saja,masa kita disangka suami istri " ucap Nuari


"hahaha...iya ,duh...jadi baper aku " celetuk Evan ,membuat Nuari menghentikan tawa nya dan menatap Evan


"kenapa ?" tanya Evan ,Nuari menggeleng


Nuari jadi merasa tak enak pada Evan ,karena bagaimanapun pria itu pernah menyatakan perasaan terhadap nya. Seakan tau apa yang di fikiran Nuari , Evan pun berkata


"kamu jangan fikirkan aku,aku gak apa-apa kok,kan aku sudah bilang aku sudah menganggap mu adik ku, lagipula perasaan ku pada mu sekarang tak ubah nya seorang kakak terhadap adik nya,jadi kamu tak usah merasa tak enak atau merasa bersalah pada ku" tutur Evan meyakinkan Nuari


"sekali lagi aku minta maaf ya " ucap Nuari


"iya ,mau sampai kapan kamu mau ngucapin maaf terus,lebaran masih jauh " cetus Evan ,Nuari pun tersenyum lalu memukul lengan pria itu pelan


"isshh...kamu tuh malah ngelawak "


"siapa yang ngelawak " ucap Evan


"aku akan berhenti meminta maaf jika kamu sudah menemukan gadis lain yang mencintai mu dengan tulus "ucap Nuari menatap Evan


"ok... kamu doakan saja ya ,semoga ada gadis yang mau sama aku "


"siapa bilang tak ada ,bukti nya kamu nolak aku kan " ucap Evan mendecak kan lidah nya


"hehehe...kalau aku sih beda lagi cerita nya "


"iya...iya ...aku ngerti ,ya udah yuk kita mulai kerja, kamu beneran sudah gak apa-apa kan ?" tanya Evan


"ehm..." Nuari mengangguk


Keduanya pun segera beranjak untuk segera memulai pekerjaan mereka.


Sementara di tempat lain


Yoga yang sudah selesai mengikuti meeting merasa dirinya tak enak badan,maka Yoga pun duduk dan menyandarkan punggungnya di sofa.


"kenapa rasanya dingin sekali ruangan ini " Yoga melihat suhu pada AC di ruangan nya


"suhu nya normal kok, tapi kenapa rasanya begini ya" gumam nya


"tenggorokan ku juga terasa panas dan sakit " Yoga beranjak menuju meja kerja nya ,dimana di sana terdapat minuman milik nya


"aaahhh.... seperti nya aku meriang,lebih baik aku ke klinik di depan saja,daripada nanti tambah parah , kasihan Ari jika aku sakit " gumam nya


Yoga tak ingin Nuari khawatir ,jika ia sakit siapa yang akan memanjakan istri nya itu,minta ini itu siapa yang berikan ,begitu fikir nya ,maka ia pun segera menuju klinik yang terdapat di sebrang kantor nya.


Sesampainya di klinik, Yoga segera mendaftar dan mengambil nomor antrian.


Setelah itu Yoga pun menunggu di kursi tunggu bersama pasien-pasien lain nya. Seseorang duduk di kursi samping Yoga.


"siapa yang sakit mas ?" tanya nya

__ADS_1


Yoga menoleh


"saya " sahut nya


"sakit apa , kelihatan nya baik-baik saja ?" tanya nya lagi


"hanya meriang " sahut Yoga lagi


"oh cuman meriang,kalau cuman meriang mah tak usah ke klinik mas,mas datang saja ke rumah saya, nanti di rumah saya mas akan aku pijit agar otot dan syaraf pada tubuh mas menjadi rileks,dijamin meriang nya akan hilang setelah mendapat pijitan dari saya " ucap nya panjang lebar


"maaf ,tapi saya tak terbiasa di pijit,apalagi sama orang tak aku kenal" ucap Yoga menolak tawaran wanita itu


"makanya kita kenalan dulu,nama ku Ratna " wanita itu menjulurkan tangan nya pada Yoga


"dengan pasien bernama pak Yogaswara " seru petugas klinik memanggil


"maaf ,saya harus segera masuk " ucap Yoga lalu beranjak memasuki ruangan dokter


"ganteng ,tapi sok jual mahal "dengus Ratna pelan


Di dalam ruangan dokter , Yoga menjelaskan apa yang ia rasakan,dan dokter segera memeriksa.


Setelah beberapa saat Yoga pun keluar dari ruang dokter dan hendak menuju apotik yang terdapat di samping klinik untuk menebus obat yang di resep kan dokter.


"mas Yogaswara "panggil Ratna mengejar Yoga yang hendak mengambil obat yang diserahkan apoteker


Yoga nampak cuek dan membayar obat tersebut.


"mas Yogaswara..." panggil nya lagi


"iya Bu ,ada apa ?" tanya Yoga menoleh


Wanita itu terkesiap


"s*lan....kenapa manggil ibu ,emang nya setua itu apa aku " batin nya tak terima


"jangan panggil ibu lah,usia ku masih 20 an kok ,panggil saja Ratna " ucap nya


"maaf ,mbak Ratna ini ada perlu apa ya,ada yang bisa saya bantu ?" tanya Yoga


"saya hanya mau tanya,tawaran saya yang tadi gimana,mas mau kan menghilangkan stress dengan pijitan ku ?" tanya Ratna


"maaf Bu,eh... mbak saya tidak tertarik ,maaf ya saya masih banyak kerjaan ,permisi " Yoga langsung pergi meninggalkan Ratna yang katanya usia nya masih 20 an itu ,padahal aslinya sudah kepala tiga


"huh... apa-apaan orang itu ,masa dia nolak aku sih,wah seperti nya susuk dari Mbah Sukinah udah mulai luntur " gumam nya seraya memperhatikan wajah nya pada cermin kecil yang ia bawa


**


Nuari memperhatikan seekor singa jantan yang tengah berjemur,sementara Evan terlihat tengah mencatat sesuatu pada buku.


Nuari menyeringai senyum setelah sebuah ide terlintas di kepala nya.


Evan yang melihat ekspresi Nuari merasa penasaran dan bertanya


"kenapa kamu senyum-senyum begitu?"


"hehehe..... pasti akan sangat lucu kalau singa itu di rebonding " cetus nya


"hah...."


...*** ...

__ADS_1


__ADS_2