Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 78


__ADS_3

Lia yang terkejut membuat nya tak dapat menelan minuman nya ,alhasil gadis itu menyemburkan minuman nya tepat ke wajah Riki.


Riki sontak menutup mata seolah pasrah menerima semburan tersebut.


"Eh,ma...maaf pak ,aku gak sengaja " Lia meraih tisu di atas meja lalu mengelap wajah Riki dengan gerakan cepat


Riki diam meski wajah nya kini malah penuh dengan potongan tisu.


"Aduh,kok malah jadi penuh gini muka bapak " Lirih Lia


"Udah ,gak apa-apa,nanti aku bersihkan di toilet" Ucap Riki lalu meraih tangan Lia


"Jadi gimana ,apa kamu suka juga pada ku,jika iya apa kamu mau menikah dengan ku ?" Tanya Riki menatap kedua mata Lia


Lia tercenung ,jantung nya berdebar-debar. "Ya ampun rasanya aku mau pingsan ,tapi kenapa aku masih sadar saja.Aku mimpi gak sih ?" jerit Lia dala hati nya


"Kok malah diam ,jadi ,mau apa tidak ?" Tanya Riki


"Mau ! Eh tunggu...,apa tadi pertanyaan bapak ?" Tanya Lia shock sendiri


"Kamu mau apa tidak nikah dengan aku ?" Tanya Riki


"Tapi ,aku masih sekolah gimana dong ?" Tanya Lia lirih ,Riki tersenyum


"Aku gak ngajakin kamu nikah sekarang kok , tapi nanti setelah kamu lulus sekolah ,aku bisa menunggu mu kok " Ucap Riki


"Pak,bapak jangan bercanda deh ,aku jadi sesak nafas ini " Keluh Lia


"Aku gak bercanda ,aku serius. Aku cinta sama kamu Lia ,kamu juga sama kan ,kalau enggak mana mungkin kamu ambil foto aku diam-diam "Ucap Riki seraya menggenggam kedua tangan Lia


"A...aku....aku......"


"Jawab saja ,mau apa enggak " ucap Riki. Lia yang saat ini masih terkejut pun tak bisa berfikir panjang, sontak Lia pun mengangguk


Riki pun tersenyum lebar ,ia senang bukan kepalang ,saat hendak memeluk gadis di depan nya,sebuah deheman membuat nya urung


"Ekhem " Lia dan Riki pun menoleh


"Papa,kakek,om !" Lia terkejut karena tiga pria yang terdiri dari Gibran ,Rifki , dan Yoga tiba-tiba berada di sana


"Kamu kenapa berada di sini ,bukan nya pulang ?" Tegur Gibran


"Maaf pah,tadi aku ....."

__ADS_1


"Saya yang salah om. Maaf jika saya sudah lancang membawa Lia ke tempat ini bukan nya mengantarkan nya pulang" Ucap Riki seraya menundukkan kepala


"Lia,kesini nak " pinta Gibran agar putrinya mendekat pada nya ,Lia menurut.


"Kamu siapa ?" Tanya Yoga datar


Gluk'


Riki nampak menelan saliva melihat ketiga pria yang kini sedang menatap nya tajam.Tatapan mereka seolah ingin menguliti nya.


"Maaf om , perkenalkan nama saya Riki " Ucap Riki seraya mengulurkan tangan nya


"Maksud kamu bawa cucu saya ke tempat ini untuk apa ?"Tanya Rifki


"Sa...saya....saya hanya mengajak nya makan siang dulu kek ,saya ....


"Aku bukan kakek mu " potong Rifki ,Riki terperanjat


"Maaf ,pak ...."


"Aku bukan bapak mu " lagi-lagi Rifki memotong ucapan Riki


"Hmph " Yoga dan Rifki menahan tawa ,mereka nampak melihat ke arah lain agar tawa mereka tak meledak


"Maaf,tuan. Tadi saya hanya ingin mengantarkan Lia pulang ,akan tetapi saya tahu jika di sekolah Lia tidak terlihat memakan apapun,saya hanya tak ingin membuat penyakit lambung nya kembali kambuh makanya saya membawa Lia untuk makan terlebih dahulu sebelum saya antar pulang " Tutur Riki menjelaskan


Lia terkesiap,"Bagaimana pak Riki bisa tahu kalau aku punya riwayat sakit lambung?" Gumam Lia dalam hati


"Tapi kok dari roman-roman nya seperti ada momen lamar melamar " cetus Yoga


"Eh,itu....anu saya ...." Riki mendadak gugup


"Anu kamu kenapa ? Ada masalah?" Tanya Rifki


"Gak kenapa-kenapa tuan,hanya saja....." Kata-kata Riki terjeda,hingga membuat Rifki menaikan satu alis nya


"Hanya saja apa ?" Tanya Gibran


Huuuuuhhh ' Riki menarik nafas lalu ia berucap," Maaf jika saya sudah lancang.Saya sudah lama menyukai Lia. Iya tadi saya memang melamar nya,namun saya pun tak memaksa jika Lia akan menolak. Karena saya sadar diri dari usia saja kita sudah terpaut jauh apalagi dengan status saya yang hanya seorang guru biasa" Tutur Riki


"Kalau kamu memang cukup tahu diri ,kenapa kamu masih nekad ngelamar?" Tanya Yoga,Lia terkesiap


"Om ! " Ucap Lia

__ADS_1


"Hanya peruntungan saja,siapa tahu Lia akan menerima lamaran saya ,maka saya akan berjuang untuk bisa memantaskan diri untuk bisa menjadi suami nya,namun jika Lia menolak maka saya akan mengubur perasaan ini dalam-dalam " Ucap Riki jujur


"Pak Riki " lirih Lia pelan


Mereka nampak terkesima dengan keberanian Riki."Apa kamu serius terhadap putri ku ?" Tanya Gibran


"Saya sangat serius om " Jawab Riki mantap


"Serius sih serius,tapi gimana dengan Lia nya ,kamu terima gak lamaran nya ?" Tanya Yoga melirik pada Lia. Gadis itu tiba-tiba gugup,apalagi ketika Rifki dan Gibran juga menatap pada nya


"Gimana sayang ,apa kamu mau menerima nya ? Semua keputusan ada pada mu nak ,fikirkan dengan baik dan matang ,apalagi kamu saat ini masih berstatus sebagai pelajar " ucap Gibran. Jujur ia sendiri kaget melihat putri kesayangan nya tiba-tiba dilamar orang ,ia masih merasa jika putri nya masih kecil namun ia pun sadar jika saat ini putri nya sudah tumbuh menjadi gadis cantik ,ia pun tak merasa heran jika ada seorang pria yang akan menyukai nya.


"Tak dijawab sekarang juga tidak apa-apa,aku ngerti jika kamu saat ini sulit memutuskan,tapi jawaban nya juga jangan terlalu lama ya" Ucap Riki


Lia terdiam karena ia masih merasa bingung ,sebab ia yang baru pertama merasakan suka dengan lawan jenis pun takut jika perasaan nya hanya sebatas fans terhadap idola nya,Lia pun hanya mengangguk.


"Papa harap kamu gak langsung jawab iya nak,masa depan mu masih panjang,papa khawatir jika lulus sekolah kamu langsung menikah kamu akan merasa jenuh dan bosan karena setiap hari harus mengurus rumah tangga. Papa takut jika nanti setelah menikah kamu malah merasa tertekan dan akhirnya kamu keluar dari zona nyaman mu" lirih Gibran membatin


Waktu berjalan begitu cepat,siang kini berganti malam. Selesai makan malam Lia memutuskan untuk ke kamar nya,namun panggilan Gibran membuat nya mengurungkan niat nya.


"Lia,sini nak papa mau bicara " Ucap Gibran ,Lia pun menghampiri nya dan duduk di samping Aranta


"Ada apa pah?" Tanya nya ,dalam hati ia sudah menduga jika apa yang akan di bicarakan papa nya ada kaitan nya dengan lamaran Riki siang tadi


"Papa mau tanya sama kamu , apa kamu juga menyukai nya ?" Tanya Gibran


Lia menunduk."Jawab saja,iya atau tidak ! Dan apa kamu akan menerima lamaran nya?"Tanya Gibran. Sebelum nya Gibran sudah membahas nya bersama Aranta begitu pun dengan Rifki yang juga sudah memberi tahu Nuri.


"Apapun jawaban kamu ,mama harap tak membuat mu menyesal dikemudian hari,ikuti saja apa kata hati mu nak ,jika kamu ragu maka sholat lah,minta petunjuk pada Allah " Ucap Aranta


"Jangan takut,jawab saja. Kami tidak akan marah,kami memang terkejut tapi kami juga tak mungkin mengabaikan pria itu. Kasihan dia ,apapun jawaban kamu ,pria itu pasti mengerti ,apalagi kamu nya yang masih sekolah " timpal Nuri


"Se... sebenarnya aku memang ngefans sama pak Riki,tapi aku juga gak tahu bagaimana perasaan ku terhadap nya " Jawab Lia ragu. kedua tangan Lia pun nampak saling meremas karena gugup.


"Pak? Kamu memanggil nya pak?" Tanya Aranta


"I...iya mah.Pak Riki adalah guru aku di sekolah " Jawab Lia lirih


"Guru kamu ?" Tanya Aranta lagi sementara Nuri dan Rifki sudah mengetahui perihal siapa Riki


Atha yang sejak tadi hendak ikut bergabung pun terdiam sambil mendengarkan ,ia pun terkejut mendengar nya.


"Hah....jadi pak Riki melamar kamu ? Kapan ?"

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2