Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Kehujanan


__ADS_3

Yoga terperanjat saat Nuari berlari ke arah nya,bersamaan dengan itu anak panah pun melesat cepat ke arah nya.


Hal yang tak pernah di duga sebelumnya jika rupanya Nuari berlari bukan untuk melindungi Yoga,melainkan untuk mencegah babi hutan itu terkena panah,sebagai gantinya pohon besar lah yang terkena tajam nya anak panah tersebut.


Semua nya terjadi begitu cepat,hampir saja anak panah itu mengenai tubuh langsing Nuari jika saja ia tak cepat merunduk dan merengkuh babi hutan itu ,hingga tubuh itu bergulingan bersama babi hutan yang ia peluk.


Pak Hermanus pun hanya bisa membelalakkan mata melihat nya,sementara Yoga terlihat mematung dengan detak jantung yang seakan berhenti.


Uuuiiiikkkkk.......


Suara lengkingan babi hutan itu memekik menyadarkan kedua pria yang tengah terdiam di posisi mereka.


Sadar dengan apa yang ia lakukan, Nuari pun segera melepaskan babi hutan itu dan segera menjauh.


"Ya Tuhan......apa yang aku lakukan" lirih nya


Sebenarnya yang Nuari hendak lakukan tadi adalah menghalangi Yoga dari serangan babi hutan itu,namun entah kenapa ia tiba-tiba malah beralih haluan ke babi hutan itu saat melihat anak panah melesat cepat ke arah babi itu.


Babi hutan itu menatap nyalang pada Nuari membuat gadis itu sedikit gemetar karena takut,perlahan Nuari memundurkan langkahnya saat melihat babi hutan itu mendekat.


"Nuari...." seru Yoga saat babi hutan itu semakin dekat


Nuari semakin tercekat sebab entah kenapa kaki nya terasa sangat berat untuk di gerakkan seolah kaki nya tertanam pada tanah.


"Ya Tuhan....mama...papa..." lirih nya dalam hati ,pak Hermanus pun sudah kembali bersiap melepas anak panah nya jika saja babi hutan itu akan menyerang nya


Gadis itu pun memejam kan mata sebab ia tak tahu harus berbuat apa saat ini,sementara untuk berlari pun percuma.


Akan tetapi tiba-tiba saja babi hutan itu pergi dan menghilang di balik semak-semak. Hal itu membuat Yoga dan pak Hermanus merasa lega.


Yoga akhirnya menghampiri Nuari yang masih mematung memejamkan mata.


Tanpa sadar Yoga pun memeluk gadis itu,perasaan takut kehilangan tiba-tiba menyelimuti hati nya.


Nuari yang merasakan tubuhnya di peluk seseorang pun sontak membuka mata dan mendongak mentatap wajah pria yang tengah terpejam sambil terus mengusap kepala Nuari


"babi hutan nya sudah pergi " ucap Yoga seraya menatap balik Nuari yang masih dalam pelukan nya


Gadis itu pun menoleh dan mengedarkan penglihatan nya ke segala arah.


"huuuuuffftt..... Alhamdulillah.....hampir saja, " lirih Nuari menghela nafas lega


"pelukan ini....pelukan yang sangat aku rindukan , meskipun dulu tak pernah ada adegan peluk memeluk,tapi aku sangat merindukan nya " batin Nuari lirih


"eh...maaf ....maafkan aku " ucap Yoga terkesiap lalu melepas pelukan nya


"apa yang dokter lakukan,tadi itu berbahaya,bagaimana kalau anak panah nya mengenai dokter " tegur pak Hermanus setelah Yoga melepas pelukan nya


Dalam hati pria itu bergumam


"bukan nya katanya calon istrinya gadis yang satunya lagi,tapi kenapa aku merasa mereka sangat cocok dan sepertinya tanpa sadar mereka saling menyukai satu sama lain "


"iya ,Nuari tadi itu berbahaya" sambung Yoga

__ADS_1


"maaf kan aku ,sungguh aku juga tak tahu kenapa aku melakukan nya ,itu terjadi begitu saja " lirih Nuari menunduk


"ya sudah tak apa,yang penting sekarang kamu baik-baik saja,dan babi hutan itu pun pergi ,semoga saja babi hutan itu tak datang lagi membawa koloni nya " ucap Yoga merasa tak tega melihat ekspresi Nuari saat ini


"tapi kenapa tiba-tiba babi hutan itu malah pergi ya,biasa nya dia langsung menyerang siapa saja yang ada di depan nya" bingung pak Hermanus


"entahlah pak,ya sudah kalau begitu sebaik nya kita cepat-cepat memetik tanaman nya sebelum babi hutan itu kembali" ujar Yoga kemudian


Mereka akhirnya kembali memetik tanaman yang dibutuhkan,setelah selesai mereka pun bergegas untuk kembali.


"ah iya ,apa luka di kaki ku sudah benar-benar kering?" tanya Yoga tiba-tiba


"iya , bahkan aku sudah membuka jahitan nya kenapa memang nya ?" tanya Nuari


"kapan kamu membuka jahitan nya?" tanya Yoga mengerut kan kening


"dua hari yang lalu,aku sendiri yang membuka nya" sahut Nuari


"apa....kau sendiri yang melakukan nya,apa gak ngilu?"seru Yoga terkejut


"ngilu sih ,sedikit ,pasti bekas luka nya pasti akan membekas " lirih Nuari seraya memperhatikan kaki nya yang tertutup celana jeans


"kamu tenang saja,aku tahu obat yang ampuh buat ngilangin bekas luka di kulit " ucap Yoga tersenyum


"benarkah ?" tanya Nuari nampak berbinar


"tentu saja " Yoga pun beranjak memetik sebuah daun yang nampak asing bagi Nuari,entah daun apa nama nya yang jelas bentuk daun tersebut menyerupai daun sirih namun batang nya berongga dan sedikit berduri


Tanpa berkata-kata Yoga memasukan satu lembar daun itu pada mulut nya dan langsung di kunyah, terlihat kening Yoga mengernyit,lalu pria itu mengeluarkan daun yang sudah ***** dengan tangan nya,ia pun meludah beberapa kali ke samping nya.


Dengan cepat Nuari memberikan air minum nya yang ia simpan di dalam tas punggung nya.


Yoga segera meraih nya dengan sebelah tangan lalu berkumur beberapa kali.


"huuuhhh.... pahit sekali" gumam nya


"coba mana aku lihat bekas luka nya "ucap Yoga


Nuari pun segera menggulung ujung celana jeans nya lalu terlihat lah bekas luka di bawah betis yang cukup panjang.


"ini dibalurkan saja,sebaik nya menggunakan nya hendak tidur ,biar cairan nya meresap ke kulit,dan bilas keesokan hari nya ,daun ini cukup beracun loh,jadi hati-hati jangan sampai tertelan " ucap Yoga seraya mengoles kan daun yang sudah ***** itu pada kaki yang terdapat bekas luka


"kau bilang beracun,...lalu tadi kenapa kamu memakan nya?" seru Nuari


"aku tak memakan nya ,hanya ******* kan nya saja,kan gak ada sesuatu juga buat menumbuk nya,makanya tadi aku minta air buat kumur-kumur " sahut Yoga apa ada nya


"tapi bagaimana kalau tadi kamu tak sengaja menelan nya ?" tanya Nuari sangat khawatir


"palingan aku akan demam, sudahlah gak perlu se khawatir itu,aku sudah biasa kok " sahut Yoga


"ya gak bisa gitu dong kalau nanti terjadi sesuatu pada mu aku tak bisa memaafkan diri aku sendiri"


"kamu tenang saja aku punya kok penawar nya, tapi di rumah " sahut Yoga membuat gadis di depan nya melotot

__ADS_1


"di rumah "


"iya ,di rumah penginapan maksud ku " cengir Yoga


"huuuffthhh....aku kira di rumah mu yang di desa " lirih Nuari


"aku akan ambil beberapa , nanti kamu sendiri yang melakukan nya,tapi ingat harus malam hari"


"baiklah" sahjt Nuari


"apa segini sudah cukup?" tanya pak Hermanus tiba-tiba seraya menunjukan hasil petikan nya


"wah ...itu sih lebih dari cukup,terima kasih ya pak" ucap Yoga


"iya sama-sama,ya sudah kalau begitu lebih baik kita pulang , seperti nya akan turun hujan" ujar pak Hermanus


Setelah mengemas tanaman yang mereka petik ke dalam tas masing-masing,mereka bertiga pun bergegas untuk segera pulang,menapaki jalan yang tadi mereka lewati,hingga sampai ke tempat dimana pak Hermanus menyimpan babi buruan nya.


"ini bagaimana cara bawa nya pak?" tanya Yoga nampak keheranan


"jika tak keberatan saya mau minta tolong untuk bantu ngangkat babi ini " ucap pak Hermanus


"baiklah " jawab Yoga


Selanjut nya pak Hermanus mencari sebuah pohon kecil seukuran genggaman tangan nya,lalu mengikat ke empat kaki babi itu pada batang pohon kecil tersebut menggunakan tali yang terbuat dari kulit kayu.


Pak Hermanus mengangkat bagian depan sementara Yoga bagian belakang,Nuari berjalan di belakang mereka.


Langkah demi langkah mereka lakukan hingga sampai lah mereka di pinggir jalan setapak tempat dimana mereka tadi pagi memasuki hutan tersebut.


"akhirnya ..... kita keluar juga dari hutan " seru Nuari seraya menghirup udara sambil merentangkan ke dua tangan nya


Dan hujan lebat pun langsung mengguyur tubuh mereka yang baru berjalan beberapa langkah.


Setelah sampai di rumah pak Hermanus,Yoga dan Nuari akhirnya berpamitan untuk pulang.


"tahu Renita gak di sana,langsung pulang saja tadi " gerutu Yoga sambil berjalan


"memang nya kamu tega apa membiarkan pak Hermanus pulang sendiri dengan membawa babi nya?" tanya Nuari dengan suara bergetar karena kedinginan ,ia bahkan memeluk tubuh nya sendiri


"iya juga sih,sudah di antar masuk hutan kita malah membiarkan nya pulang sendiri dengan bawaan nya yang berat,tak tahu diri sekali aku " kekeh Yoga


"ayo lebih cepat lagi ,aku sudah tak tahan " seru Nuari mempercepat langkah nya ,apalagi hujan malah semakin turun dengan deras nya


Yoga pun mempercepat langkah nya juga,hingga mereka berlari kecil untuk segera sampai.


"ahhh... akhirnya...." Nuari pun segera membuka pintu


Dapat di pastikan jika Evan dan yang lain belum pulang,sebab hanya ada satu mobil Jeep di depan,sementara yang satunya tak ada di tambah keadaan rumah yang sangat sepi,hanya terdengar samar-samar suara nyanyian seseorang dari dalam kamar,dan dapat di pastikan jika Renita lah pelaku nya.


Nuari bergegas masuk ke dalam kamar untuk mengambil handuk dan pakaian ganti mengabaikan keberadaan Renita yang tengah asik dengan ponsel nya sambil bernyanyi tak jelas,sebab ia menggunakan headset ,sementara Yoga tengah mencari obat penawar racun di dalam tas nya.


"nah ini dia " Yoga pun segera meminum nya satu sendok lalu hendak ke kamar mandi,namun tiba-tiba Nuari pun hendak ke kamar mandi juga,ia pun memilih untuk menunggu Nuari terlebih dahulu yang membersihkan tubuh nya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2