
Semalaman Lia tak dapat tidur. Gadis itu gelisah karena memikirkan jawaban untuk gurunya padahal ia sudah sholat istikharah untuk meminta petunjuk dari Yang Maha Kuasa.
"Haduh,gimana ini ya? Kalau aku jawab iya aku sendiri belum siap buat nikah muda,kalau aku tolak kan kasihan pak Riki nya dia pasti kecewa" Lirih nya entah kenapa ia tak ingin melihat gurunya itu kecewa padanya
Pagi ini Lia nampak lesu karena kurang tidur , sepanjang perjalanan ia terus menguap sampai-sampai Atha pun bertanya pada nya.
"Kamu kenapa ? Sakit ?"Tanya nya
"Enggak bang,aku ngantuk " Jawab nya jujur
"Emang semalam kamu tidur jam berapa ?" Tanya Atha lagi
"Semalaman aku gak bisa tidur bang,pas mau tidur malah keburu adzan subuh jadi nya aku gak tidur sampai sekarang " Tutur Lia dengan nada lesu
"Jangan bilang gara-gara pak Riki kamu jadi gak bisa tidur ?" Tanya Atha. Yang ditanya nampak diam
"Terus kamu udah dapat jawaban nya ?" Tanya Atha lagi ,Lia menggeleng
"Aku masih bingung bang " lirih nya
"Abang tanya sama kamu,jawab yang jujur " Lia yang sedang berjalan pun sontak berhenti dan menoleh pada kakak nya
"Apa?" Tanya Lia
"Apa kamu suka sama pak Riki?" Tanya Atha
"Aku juga gak tahu bang,disebut suka ya suka karena kan pak Riki baik,siapa juga yang gak suka pada nya,tapi kalau cinta aku juga gak ngerti hanya saja aku suka seneng saja kalau pak Riki yang ngajar gitu loh " tutur Lia
"Kalau misalnya kamu lihat pak Riki sama cewek lain apa kamu akan kesal ?" Tanya Atha
"Ya gak tahu,kan aku belum pernah liat dia jalan sama cewek gimana sih " Ucap Lia mencebik
"Tapi....."Ucap Lia terhenti
"Tapi apa ?" Tanya Atha penasaran
"Hm,... gak deh gak jadi " Ucap Lia sambil berlalu
"Yee.....gak jelas " Cebik Atha
Saat itu Raffa pun baru sampai ,ia melihat Atha langsung menyapa nya.
"Hey bro,tumben sendirian mana Lia apa dia gak sekolah?" Tanya nya
"Noh udah jalan duluan " tunjuk Atha dengan dagu nya
"Wueh....hehehe...kirain gak masuk ,ya udah yuk " Raffa menggandeng Atha menuju kelas nya
"Cie.....gandengan nih "
Set'
Raffa dan Atha memicingkan mata pada sosok hantu pria dengan kepala yang hampir terputus. Sosok tersebut segera pergi setelah mendapatkan tatapan maut Raffa dan Atha.
"Dasar,udah mati aja masih usil saja tuh mulut setan " gerutu Atha
__ADS_1
"Untung dia langsung pergi kalau enggak,"
"Kalau enggak apa ?" Potong Atha cepat
"Hehehe....ya kamu tahu sendiri lah,mau aku apain tuh setan " Lirih Raffa nyengir
Atha menggeleng kan kepala dengan tingkah sepupu nya itu. Sikap Raffa dan Lia memang menurun dari papa nya,Gibran. Yang suka usil terhadap makhluk tak kasat mata.Namun berbeda dengan dirinya yang mengikuti gen Aranta yang tak begitu suka membully setan.
Sesampainya di kelas ia melihat Lia yang malah tertidur dengan kepala bertumpu pada kedua lengan nya yang ia letakan di atas meja.
"Dia tidur ?" Tanya Raffa ,namun Atha malah mengangkat kedua bahu nya,ia segera mendekati adik nya itu
"Dek,bangun ! Jangan tidur di sini" Ucap Atha sambil menyentuh bahu nya
"Hmm..... ngantuk banget bang " Lirih Lia dengan mata nya yang nampak merah
"Mending kamu ke UKS saja deh ,jangan tidur di sini ,nanti aku kasih alasan ke guru " ucap Atha
"Lia,kamu sakit ?" Tanya Chika yang baru datang
"Iya nih ,pusing dikit " jawab Lia ,pusing yang ia maksud adalah pusing karena kurang tidur
"Tuh kan ,yuk aku antar ke UKS" Ucap Atha lagi
"Ya udah deh " Jawab Lia pasrah
"Mending aku tidur dulu sebentar,pasti pusing nya juga hilang kalau aku udah tidur meski sebentar "Batin Lia
Gadis itu pun beranjak. Dengan menggandeng lengan Atha ,ia berjalan menuju ruang UKS.
"Mau nganterin Lia dulu ke UKS,pusing katanya " Sahut Atha
"lah,kalau sakit kenapa berangkat sekolah,kenapa gak istirahat saja di rumah ?" Tanya Raffa
"Pusing nya juga baru kerasa sekarang,ya udah yuk aku sudah gak tahan pengen tidur " Jawab Lia lalu menarik kakak nya agar segera mengantar nya ke UKS
"Katanya sakit ,kok mau tidur" Gumam Raffa heran ,namun kemudian Raffa kembali fokus pada ponsel nya
"Raffa " Sapa Chika
"Eh,iya Chik,ada apa ?" Tanya Raffa
"Kamu dari tadi sibuk terus sama ponsel kamu, ngapain sih ?" Tanya Chika basa-basi padahal ia sudah bisa menebaknya.
"Biasa lah. Oh iya nanti malam kamu ada acara gak ?" Tanya Raffa
"Hm.... gak ada.Kenapa memang nya ?"Tanya Chika. Jantung nya seketika berdetak dengan cepat,ia berharap Raffa akan mengajak nya nonton atau makan malam,atau apapun itu yang jelas mereka akan jalan berdua
"Bagus deh kalau gak ada acara,karena nanti sore kamu diundang Vania ke acara ulangtahun nya. Acaranya sih lebih ke acara syukuran gitu,akan ada pengajian dan yang datang juga anak-anak yatim gitu ,aku ngasih tahu saja karena takut nya nanti kamu salah kostum,kamu datang kan ?" Tanya Raffa
"Iya ,nanti aku minta izin dulu sama papa" Ucap Chika lirih
"Acara nya dimulai dari ba'da Ashar,karena nanti akan ada sholat Maghrib berjamaah dilanjut sholat isya ,setelah itu makan-makan deh " Tutur Raffa lagi
"Iya " sahut Chika singkat
__ADS_1
Sementara di ruang UKS,Lia kini sudah berbaring di tempat tidur, sementara Atha menitipkan Lia kepada dokter UKS yang kebetulan baru saja sampai.Atha bisa tenang menitip kan adiknya karena dokter nya seorang perempuan.Dokter nya pun masih muda kisaran usia 26 tahunan.
Setelah itu Atha pun berpamitan untuk kembali ke kelas nya.
Dokter menghampiri Lia."Kalau sakit kenapa ke sekolah,kalau ujung-ujungnya berakhir di UKS mending kamu tidur di rumah,biar gak ngerepotin orang " Ucap dokter itu dengan nada ketus
"Aku gak sakit ,cuman pusing kok " Sahut Lia sambil memejamkan mata nya
"Ya itu namanya sakit. Ini minum obat nya " perintah nya seraya memberikan satu buah pil berwarna putih pada Lia
"Aku gak suka minum obat,bau " Tolak Lia
"Kalau gak minum obat kapan sembuh nya,udah nih jangan banyak drama ,minum obat nya " Perintah dokter nya lagi
"Aku gak perlu minum obat kodok,dibawa tidur sejam dua jam juga badan udah enakan " tolak Lia lagi
"Apa kamu bilang tadi? Kodok ? Kamu mau meledek saya ya ?" Geram dokter itu
"Aduh dok,masih pagi jangan ngajakin ribut napa,aku loh lagi pusing,lagian siapa yang ngatain dokter kodok sih "Lia mulai naik pitam karena ia sudah merasa tak tahan dengan rasa pusing di kepala nya
"Duh,ini kenapa jadi pada gerak-gerak sih ,duh gak bener ini. Musti cepat tidur kalau enggak bisa mabok aku " batin Lia saat apa yang ia lihat nampak bergerak-gerak,jika sudah seperti itu gadis itu pasti akan merasa mual dan makin pusing persisi seperti orang mabuk perjalanan
"Yee...malah bengong ! Lah tadi kamu bilang kodok padaku ,masih ngelak saja " seru dokter itu
"Ya ampun ini dokter sarap kali ya ,siapa juga yang ngatain dia kodok" Lirih Lia pelan
"Hihihi....tadi kamu bilang ko dok gak pake jeda ,jadi kedengeran nya kodok hihihi "Sosok hantu penunggu UKS tertawa cekikikan,Lia pun faham dimana letak kekeliruan tersebut
"Oh,mungkin maksudnya ko-dok ,gitu kali ,aku nyebut nya kecepetan jadi kaya manggil kodok "Jelas Lia
"Udah ya dok,aku mau tidur dulu,ini obat nya simpan lagi saja ,aku gak suka minum obat ,atau dokter saja yang minum ya" Lia segera memejamkan mata nya lalu memunggungi dokter tersebut
"Kok aku yang minum nih obat sih,kan yang sakit dia "kesal dokter itu lalu melempar obat tersebut ke tempat sampah
Di tempat lain
Hari ini Riki akan melakukan pertemuan dengan pengacara nya. Pria itu ingin mengamankan surat tanah dan rumah yang kini ibunya tinggali.Ia khawatir jika Ferro akan berbuat sesuatu terhadap surat-surat tersebut. Apalagi dirinya yang tidak tinggal di rumah tersebut membuat nya harus menitipkan nya pada pengacara nya tersebut.
Beruntung pengacara itu merupakan teman nya semasa kuliah dulu,meski perbedaan usia mereka yang terpaut cukup jauh,tapi persahabatan mereka sudah seperti adik kakak.Jadi Riki merasa surat-surat itu akan aman pada sahabat nya tersebut.
Beberapa saat kemudian Riki sudah sampai di sebuah kantor advokat ternama. Ia lalu melenggang masuk,semua staf di sana sudah mengenal nya hingga tak menyulitkan nya ketika ia datang.
"Apa Julian sudah datang ?" Tanya Riki pada resepsionis
"Sudah pak,silahkan masuk saja ke ruangan beliau sudah menunggu " sahut resepsionis tersebut ramah
"Baiklah,makasih " Riki pun pergi menuju ruangan sahabat nya
Saat tengah menunggu pintu lift, seseorang menepuk pundak nya.Sontak Riki menoleh namun ia terperanjat ketika yang menepuk pundaknya seseorang yang ia kenal.
"Loh,...anda "
Bersambung....
Maaf beribu maaf aku jarang up.Aku sibuk banget ngurusin baby,apalagi yang gede merajuk terus,dah gitu kerjaan rumah aku kerjakan sendiri jauh dari ortu dan mertua,jadi repot banget say,kadang aku ngetik baru dapet puluhan kata malah ketiduran π. Siang kalo baby tidur niatnya mau setor bab tapi karena kerjaan rumah menumpuk jadinya ngerjain kerjaan rumah dulu jadinya gak ada waktu buat ngetik,malam nya baru jam delapan malam udah teparπ jadi maafin ya πππ
__ADS_1