Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 27


__ADS_3

"Mama....mama....ayo mah....." teriak Atha


"Papa....cepetan pah....jangan mau kalah dari mama " teriak Lia. Mereka menyoraki kedua orang tua nya yang tengah berlomba berenang


Karena anak-anak belum bisa berenang dengan benar,maka yang berenang hanya Aranta dan Gibran. Sementara anak-anak nya menjadi tim sorak.


"Yeee.....mama menang !" sorak Atha kegirangan


"Yaa.....papa payah masa papa kalah sama mamah sih " keluh Lia nampak kecewa


"Jadi kamu dan papa harus di capit jepitan jemuran ya ,sesuai tantangan nya " ucap Atha


"Ah gak mau ah ,sakit " rengek Lia


"Loh gak bisa gitu dong ,kan kesepakatan nya begitu " ucap Atha


"Gak mau sakit " tolak Lia lagi


"Kamu mah gitu gak seportif ih " ucap Atha seraya bersedekah d*da


"Udah-udah biar papa saja ,kan papa yang lomba nya " ucap Gibran


"Beneran pah?" tanya Lia dengan mata berbinar


"Iya " sahut Gibran


Akhirnya selama satu jam Gibran memakai jepitan jemuran di rambut nya,hal itu pun membuat Atha cemberut. Pasal nya yang dimaksud Atha yaitu telinga atau anggota tubuh lain nya yang di capit jepit jemuran,bukan malah di rambut.


"Papa curang " cetus nya


"Loh ,kok curang sih ?" tanya Gibran mengulum senyum. Ia tahu maksud putra nya,ia hanya ingin menggoda putra nya itu


Namun bukan nya menyahut Atha malah mencebik. Aranta yang baru bergabung karena habis berganti pakaian pun tersenyum melihat nya. Aranta pun pergi ke dapur.


Tak lama kemudian Aranta pun kembali dengan membawa beberapa cemilan dan air minum.


"Habis berenang kita makan,siapa yang mau " ucap Aranta


"Mau mau mau ...." seru Atha dan Lia


Sementara di dalam kamar Rifki sama sekali tak memperbolehkan Nuri untuk keluar,tak hanya pintu kamar nya yang dikunci ,tapi tubuh nya pun tengah dikunci oleh Rifki.


"Mas, udah dong....aku sudah lelah " rengek Nuri


"hehehe.....ya udah tapi nanti malam lagi ya" ucap Rifki


"Kamu tuh mas gak ada bosen nya apa?"

__ADS_1


"Eh ,enggak ya ,aku gak pernah bosan apalagi sama kamu. Kamu harus bersyukur karena aku hanya mau melakukan nya dengan mu,jadi gak ada kamus bosan dalam hidupku "


"Awas saja kalau kalau kamu berani macam-macam ,tahu sendiri akibatnya" ancam Nuri


"Aku gak akan berani sayang. Cinta ku padamu tak kan pernah luntur "


"Gombal "


"Bukan gombal ,tapi memang itu kenyataan nya,semakin ke sini akun merasa semakin jatuh cinta pada mu,tak ingin rasanya jauh barang sedetik pun. Seandainya aku gak sibuk kerja, mungkin aku akan ikut kamu kemana pun kamu pergi,tapi nyata nya perusahaan selalu membutuhkan ku, anak-anak pasti akan keteteran "ucap Rifki menuturkan semua isi hati nya


"Aku selalu bersyukur karena Allah telah mengirimkan kamu yang mencintai ku melebihi dirimu sendiri,terima kasih atas semua rasa sayang dan cinta mas yang sudah mas kasih ke aku,itu tak akan ternilai harga nya" Ucap Nuri dengan mata berkaca-kaca. Ia tak pernah menyangka akan mendapatkan cinta dan kasih sayang berlimpah dari suami juga mertua nya


"Aku pun bersyukur karena sudah dipertemukan dengan wanita hebat seperti mu" puji Rifki


"Aku gak sehebat yang mas bilang "


"Siapa bilang? kamu itu wanita yang paling hebat yang pernah aku kenal apalagi kamu juga hebat di ranjang,dan bisa mengimbangi ku " puji Rifki lagi


"Kamu bilang seperti itu karena ingin nambah kan ?" tanya Nuri sambil memicingkan mata


"Enggak ! Jangan sok tahu ! Tapi kalau kamu mau ngasih lagi aku gak bakal nolak kok " Rifki tersenyum menatap Nuri yang berada di bawah nya


"Ih kamu tuh paling bisa ya mas " sahut Nuri mencebik


"Hehehehe...." tanpa ba bi bu Rifki pun kembali menyerang Nuri. Nuri pun hanya bisa pasrah karena menolak pun tak mungkin karena sejujurnya ia pun masih menginginkan nya meski tubuh nya sudah lelah


Sementara di tempat lain


"Baru ditinggal ke dapur sebentar udah pada tepar saja. Gimana gak makin bulet tuh badan " gumam nya sambil memperhatikan putra nya


Ia terkekeh karena teringat dulu tubuh suami nya juga bulet,ia tak pernah menyangka jika suami nya akan berubah jadi laki-laki yang bertubuh atletis. Ia masih bingung kemana semua lemak-lemak di tubuh suaminya itu pergi.


Nuari pun pergi untuk mengambil selimut. Udara dingin dari luar membuat nya tak ingin kedua orang yang ia cintai itu kedinginan.


Beberapa saat kemudian Nuari kembali dengan membawa satu selimut. Posisi Yoga saat ini tengah memeluk Raffa. Hal itu membuat hati Nuari berdesir.


Setelah menyelimuti kedua nya,Nuari beranjak ke dapur.


"Bi,lihat loyang yang bentuk bunga gak? Kok di sini gak ada ?" tanya Nuari pada bibi art ketika ia mencari loyang,ia hendak membuat puding


"Oh sebentar Bu " bibi art lalu mengambilkan loyang yang di minta majikan nya itu


"Oh pantesan dicari gak ketemu , rupanya disana nyimpan nya ,makasih ya bi" ucap Nuari saat menerima nya


"Iya Bu ,maaf kemarin habis dibersihkan jadi bibi pindahkan"


"Iya bi,gak apa-apa "

__ADS_1


Bisa bibi bantu?" tanya bibi art


"Iya bi,tolong bantu kocokin telur nya,sampai mengembang nya bi " pinta Nuari


"Memang nya ibu mau bikin apa? bukan kah tadi kata ibu mau bikin puding ? Kok pakai telur ?" tanya bibi art


"Mau bikin puding lumut bi,nanti bibi bantu ya" ucap Nuari


"Siap Bu ,saya jadi penasaran seperti apa puding lumut " ucap bibi art yang nampak antusias


Waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa hari semakin gelap. Nuari membawa puding buatan nya ke ruang keluarga dimana Raffa dan Yoga tengah menonton televisi. Sebelum nya Nuari sudah menyisihkan puding tersebut untuk para art nya,karena memang ia sengaja membuat nya cukup banyak.


"Wah apa itu sayang ?" tanya Yoga


"Taraaa....ini namanya puding lumut " ucap Nuari seraya meletakan puding nya di meja


"Kok seperti lumut mah,mama ambil dimana lumut nya ?" tanya Raffa polos


"Hahaha.....sayang ini hanya namanya saja puding lumut ,tapi bukan nya pakai lumut beneran " tutur Nuari


"Kok gitu ? terus ini apa dong mah?" tanya Raffa lagi


"Ini itu putih telur yang dikocok lama sayang jadinya begini " jelas Nuari


"Oh ,bisa gitu ya " gumma Raffa lagi


"Hm....enak mah ,mama hebat " ucap Raffa memuji


"Mama nya siapa dulu dong " sambung Yoga


"Mama nya Raffasha Yogasawara " sahut Raffa bangga


"Alhamdulillah....kalau kamu suka. Nanti mama buatkan lagi "


"Nanti aku mau bawa buat bekal ke sekolah ya mah,bawa juga untuk Chika. Chika pasti suka "


"Ok siap "


"Aku juga mau " ucap Ki Jamal yang baru saja muncul


"no...no...no..no...." gumam Raffa seraya menggerak-gerakkan kepalannya ke kiri ke kanan


Nuari dan Yoga tentu tidak tahu kenapa putra nya seperti itu,mereka hanya megira jika Raffa hanya sedang bersenandung kecil.


bersambung...


Marhaban Ya Ramadan 🙏🙏🙏

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan.


Maaf ,up nya jarang-jarang,hp aku kena bajak bocil 🤭😅🙏


__ADS_2