Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Tak ingin dilupakan


__ADS_3

"jadi ternyata dugaan mama selama ini benar "cetus Bu Nur Aini membuat kening Yoga kembali mengerut


"maksud mama?" tanya Yoga


"mama sudah curiga dari sebelum kalian berangkat ke luar kota "lirih nya


"ma...percaya lah aku tak pernah melakukan nya " ucap Yoga frustasi


"lalu jika bukan kamu memang nya siapa lagi,kan kamu calon suami nya ,kamu bersikeras untuk menikahi nya meski mama tak setuju" seru Bu Nur Aini


Yoga hanya bisa mendengus kesal seraya mengusap wajah nya kasar.


"untuk itu lah ,mari kita datangi rumah nya,aku sangat yakin jika aku tak pernah menyentuh nya " ujar Yoga akhirnya


"bagaimana kamu bisa yakin,bukan kah selama ini kamu menderita amnesia,bisa saja kan sekarang kamu lupa jika kalian pernah melakukan nya " celetuk salah satu kerabat nya


Yoga memicingkan mata nya menatap kerabat nya itu


"aku memang lupa ingatan,tapi bukan berarti aku lupa dengan apa yang aku lakukan,yang aku lupakan hanya masa lalu ku bukan masa sekarang " ucap Yoga penuh penekanan


"ayo ma,kita pergi sekarang " Yoga kemudian berjalan lebih dulu , meninggalkan Bu Nur Aini yang masih terpaku di tempat nya


"bagaimana ini,siapa yang benar, Yoga atau perempuan itu ,kalau memang Yoga tidak melakukan nya lalu perempuan itu hamil oleh siapa ?"


"wah gak beres itu perempuan,ayo kita ikuti Yoga,kalau sampai Yoga bukan ayah dari bayi nya akulah orang pertama yang akan menghajar nya"


Maka mereka pun segera pergi mengejar Yoga.


"ayo....mbak kenapa masih diam saja,kita buktikan sama-sama " seru salah satu kerabat nya yang melihat jika perempuan paruh baya itu masih terdiam di tempat nya


Yoga yang sudah berjalan menjauhi rumah nya tak peduli jika keluarga nya tak ada yang percaya pada nya,dengan mengeratkan rahang ia berjalan dengan langkah yang panjang.


Akan tetapi seseorang melihat nya dari arah lain yang juga hendak menuju ke rumah nya.


"Yoga" seru orang itu saat mereka sudah dekat


"kau mau kemana,ada sesuatu yang akan aku bicarakan pada mu " ucap nya


"nanti saja aku sedang buru-buru " tolak Yoga


"tapi ini penting" seru orang itu


"urusan ku jauh lebih penting " Yoga tak menghiraukan orang itu , dia kembali berjalan dengan tatapan yang tak dapat diartikan


"jika benar dia hamil,ini akan aku jadikan alasan untuk membatalkan pernikahan " batin Yoga


"dia mau kemana,kenapa sepertinya dia marah ,apa ada masalah ,lebih baik aku ikuti dia " pria berlesung pipi itu segera melangkah kan kaki nya mengejar Yoga


"gila cepat banget jalan nya, sepertinya dia belok ke arah sini deh,...nah itu dia " Evan pun menajamkan penglihatan nya,ia yang hampir kehilangan jejak pun dengan cepat melangkah kan kaki nya


Di belakang nya nampak Bu Nur Aini dan yang lain nya juga tengah berjalan ke arah yang sama.


Sesampai nya di depan rumah Renita, Yoga menatap nanar halaman rumah yang sudah di dekor dengan panggung yang juga sudah di dekorasi. Pelaminan yang juga sudah di hias sedemikian rupa pun tak luput dari tatapan nya.


"huuuuuffftt....."


Yoga melihat beberapa bapak-bapak yang tengah berkumpul di atas panggung,kepulan asap yang berasal dari rokok yang di hisap para bapak itu mendominasi udara di sekitar mereka.


Salah satu bapak melihat kedatangan Yoga

__ADS_1


"loh kenapa calon pengantin malah keluar malam-malam, datang kesini pula " celetuk nya


Sontak saja yang lain pun menengok


"wah nampak nya sudah tak sabar ya " sahut yang lain


"maaf ,pak,saya buru-buru" tanpa ingin menghiraukan gurauan bapak-bapak itu Yoga memilih untuk berjalan menuju pintu


Tak lama Evan pun sampai di susul Bu Nur Aini dan yang lain nya


"loh ...loh...ini ada apa ya ,kenapa kalian beramai-ramai datang ke sini "


Mereka melihat wajah Bu Nur Aini dan yang lain nya nampak tegang ,mereka pun saling tatap satu sama lain,dan membiarkan pihak Yoga masuk namun tak mengurangi sara penasaran dari mereka.


Mereka pun turut masuk,sebagian mengintip di jendela.


Ayah nya Renita yang melihat Yoga tiba-tiba datang pun terkejut.


"loh nak Yoga,ada apa malam-malam begini datang ke mari ?" tanya nya heran


"maaf pak ,boleh panggilkan Renita ke mari ada sesuatu yang ingin aku tanya kan pada nya " pinta Yoga


Evan yang sudah berada di samping Yoga pun hanya bisa diam menantikan apa yang akan terjadi.


"memang nya ada apa ya,kenapa tak di telpon saja,bukan kah besok kalian juga akan bertemu " tanya ayah nya Renita


Sementara ibu nya Renita juga tak kalah bingung nya,namun ia memiliki firasat yang buruk.


"jika bapak tidak mengizinkan,biar aku saja yang menghampiri nya "


"tunggu ,baiklah akan kami panggilkan,Bu...panggil Renita ke mari " pinta ayah nya Renita pada istri nya


"jelaskan pada ku dan yang lain,apa pernah aku menyentuh mu !" seru Yoga tanpa ingin menunggu lama


"ma..maksud mu apa ?" tanya Renita gugup


"apa benar kamu hamil ?" tanya Yoga


"hah...hamil..." Evan nampak terkejut begitu pun para bapak-bapak yang sedari tadi kepo pun sama terkejut nya , mereka pun nampak saling berbisik-bisik


Tak ada jawaban dari Renita,gadis itu hanya menunduk dengan perasaan yang sudah tak menentu. Ia pun terus meremas jemari nya sebagai pelampiasan rasa gugup dan takut nya.


"kamu hamil?" tanya ayah nya Renita membuat tubuh gadis itu makin gemetar


"JAWAB..." bentak ayah nya ,sebab Renita malah diam


"siapa ayah dari anak yang ada di perut mu?" tanya Yoga dingin


"hah....maksud nya " ayah Renita nampak shock mendengar pertanyaan Yoga ,mendengar pertanyaan Yoga membuat ia mengerti jika bukan Yoga yang menghamili putri nya


"apa maksud mu, ini anak kita " lirih Renita


"jangan mengada-ada kamu ya,kapan aku pernah menyentuh mu,mencium mu saja aku tak pernah,jangan mencoba memfitnah ku " geram Yoga


"Renita jawab yang jujur siapa yang sudah menghamili mu " suara lembut sang ibu membuat Renita yang sedari tadi menunduk tiba-tiba mendongak,gadis itu pun segera menghambur ke pelukan ibu nya


"hiks....ibu...maafkan Renita ...." gadis itu terisak dalam dekapan sang ibu yang juga tak dapat menahan air mata nya,ia marah ,kesal dan segala rasa berkecamuk dalam benak nya saat ini ,namun ia tak tahu harus berbuat apa


"katakan yang sebenarnya,jangan melempar masalah pada orang yang tak tahu apa-apa " pinta ibu nya,ia sudah pasrah dengan apa yang akan dikatakan putri nya,sebab ia memang sudah merasa was-was dari sebelum nya

__ADS_1


"apa jangan-jangan Jupri yang melakukan nya " todong ibu nya tiba-tiba


Renita pun sontak mematung dengan jantung yang sudah berdebar-debar.Ia pernah mendapatkan laporan dari salah satu tetangga nya saat Jupri keluar dari kamar Renita lewat jendela.


"kamu diam berarti benar jika Jupri lah ayah dari anak yang kau kandung?" timpal ayah nya


"JAWAB....!!!"lagi-lagi suara bentakan terdengar menggema di rumah itu


"i...iya ... bang Jupri yang ... melakukan nya " jawab Renita akhirnya mengakui


Tentu saja hal itu membuat mereka tercengang


"jadi sudah jelas jika bukan aku yang telah menghamili nya,jadi aku tak ingin melanjutkan pernikahan ini,aku tak ingin menikahi gadis yang sudah hamil oleh orang lain " ucap Yoga


"tapi bagaimana dengan semua persiapan nya,apa kata orang jika pernikahan nya batal?" tanya Renita tak terima


"kenapa bertanya pada ku, itu kesalahan mu,kamu fikirkan saja sendiri...kau fikir aku laki-laki bodoh yang mau saja menerima mu yang sudah di garap laki-laki lain apalagi sekarang kau tengah hamil anak nya ,asal kamu tahu sedikit pun aku tak pernah mencintai mu,aku ingin menikahi mu karena aku lihat kau gadis baik-baik tapi rupanya penilaian ku tentang mu selama ini salah,aku bersyukur karena Tuhan sudah membuka kebenaran sebelum pernikahan ini terjadi,pernikahan yang akan membuat ku menyesal untuk selama nya " ucap Yoga panjang lebar


Renita terdiam dengan perasaan campur aduk,rasa sakit hati ,malu ,dan sedih jadi satu,apalagi saat Yoga mengatakan jika dia tak mencintai nya.


"pernikahan ini harus tetap terlaksana " seru seseorang tiba-tiba dari arah luar,tatapan orang-orang beralih ke arah suara tersebut


"besok kita nikahkan mereka,dan setelah mereka menikah kita asing kan mereka selama satu bulan di hutan, sesuai hukuman adat desa kita" tutur seorang bapak paruh baya dengan sedikit menyeret seorang laki-laki dengan perawakan jangkung ke dalam


"iya pak RT benar " timpal warga lain


Rupanya pak RT datang setelah mendapat laporan dari seseorang tentang kedatangan Yoga sekeluarga. Tak di sangka setelah mereka mengetahui permasalahan tersebut ,Jupri tiba-tiba terlihat melintas di sana maka dengan cepat-cepat warga menarik Jupri hingga sampai di tangan pak RT.


Akhirnya masalah tersebut tuntas,kini Yoga dan yang lain nya memilih kembali ke rumah.


Saat yang lain sudah di dalam rumah Yoga dan Evan masih berasa di luar.


"besok ikutlah dengan ku ke Jakarta, temui Nuari,dia sangat membutuhkan mu " ucap Evan tiba-tiba


"ya...aku akan ke sana,sudah saat nya aku kembali,aku sudah mengingat semua nya " lirih Yoga, Evan pun dengan cepat menoleh


"syukurlah kau sudah mengingat nya kembali sebelum pernikahan mu terlaksana ,tadinya aku sangat bingung memikirkan bagaimana caranya membawamu kabur dari acara pernikahan mu " kekeh Evan


"kenapa kamu mau melakukan hal itu,bisa saja kan kau gunakan kesempatan ini untuk mendapat kan nya, bukan kah kau juga menyukai nya?" tanya Yoga


"aku tak sepicik itu bung,...bagiku kebahagiaan Nuari adalah yang terpenting,percuma aku mendapat kan raga nya jika hati nya untuk pria lain,mungkin dia bisa tersenyum untuk ku tapi hatinya akan berbeda, menjalani hubungan dengan cinta bertepuk sebelah tangan itu tak akan menyenangkan,jadi...jangan pernah lagi kamu sia-sia kan Nuari ,jika itu terjadi jangan salahkan aku jika aku berusaha merebut nya,tak peduli dia tak mencintai ku " tutur Evan dengan sedikit ancaman


"kau tenang saja,aku tak akan menyakiti nya lagi " sahut Yoga sambil menatap jauh


"bagus lah ,ya sudah kalau gitu aku akan kembali ke penginapan,besok kita berangkat pagi-pagi sekali ,takut nya Nuari keburu pergi " ucap Evan beranjak


"pergi kemana?" tanya Yoga


"ke Jerman "


"mau apa ke Jerman ?" tanya Yoga penasaran


"katanya di sana ada seorang yang ahli dalam menghilangkan rasa trauma atau semacam nya,ya...seperti menghilangkan kenangan masa lalu " sahut Evan


"untuk apa dia melakukan itu,memang nya Ari punya trauma ?" tanya Yoga menjadi cemas


"untuk apa lagi....ya untuk melupakan mu lah ,apa kau tahu betapa menderitanya Nuari selama ini karena merindukan mu , ditambah lagi saat mengetahui jika kamu akan menikah " sahut Evan dengan sedikit menyungging kan senyum


"apa....tidak ,itu tak boleh terjadi dia tak boleh melupakan ku ,kita harus berangkat sekarang juga "

__ADS_1


...***...


__ADS_2