Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 18


__ADS_3

Arjun mencoba tersenyum mendengar ucapan putri nya,karena sesungguhnya ia belum bisa melupakan mendiang istrinya yang sudah meninggal kan nya satu tahun yang lalu karena penyakit kangker yang dideritanya.


"Aku iri melihat teman-teman yang lain ,mereka pulang sekolah dijemput mama nya, seandainya mama masih ada ya pah "lirih Chika


Sungguh hati siapa yang tak akan sesak ketika ditinggal orang tercinta ,apalagi ada anak yang juga masih membutuhkan perhatian dan kasih sayang seorang ibu. Selama ini Arjun selalu ingin terlihat kuat dan tegar untuk putri semata wayang nya, padahal dalam hati ia menangis.


"Mama sudah bahagia di sana nak,kita tak boleh sedih ,kalau sedih mama juga nanti ikutan sedih dan gak akan bahagia di sana,kita doakan saja yang terbaik untuk mama ya " ucap Arjun sambil mengusap kepala Chika


"Kenapa mama harus pergi secepat itu pah? Kenapa Allah ambil mama dari kita ?" tanya nya lagi


"Karena Allah sangat menyayangi mama,makanya Allah lebih cepat memanggil mama,karena surga sana mama sudah tak lagi merasa kesakitan. Kamu mau juga kan masuk surga dan bisa bertemu dengan mama lagi ?" tanya Arjun


"Mau pah ,mau ..." seru Chika antusias


"Maka jadilah anak Sholehah,agar doa-doa Chika dikabulkan Allah ,kelak kita akan bertemu dan berkumpul lagi di surga "


"Sholehah itu apa ?" tanya Chika polos


"Sholehah itu ,pribadi yang baik ,rajin sholat,mengaji ,rajin bersedekah,tidak sombong ,hormat pada orang tua dan tidak melakukan hal yang tercela, insyaallah Allah akan mengabulkan doa anak Sholeh dan Sholehah "tutur Arjun menjelaskan


"Kata papa aku harus jadi anak Sholehah ,kok ada Sholeh juga ,emang nya Sholeh siapa ?" tanya nya lagi dengan wajah polos nya


Arjun terkekeh dan mencubit gemas kedua pipi putri nya


"Sholeh itu sebutan untuk anak laki-laki , sementara Sholehah untuk anak perempuan seperti kamu ,faham ?"


"hm.....aku bingung pah "jawab nya sambil menggeleng


"hahaha....gak apa-apa, nanti juga kamu akan mengerti,ya sudah sekarang lebih baik kamu bersih-bersih terus istirahat ya ,nanti papa buat kan bubur sum-sum. Kamu mau ?"


"Mau pah ,mau ..."


Di tempat lain Nuari hendak pulang karena pekerjaan nya sudah selesai,namun saat hendak memasuki mobil nya seseorang menepuk pundak nya.


"Hai,apa kabar ?" tanya seorang pria dengan menggunakan topi dan masker


"Maaf ,siapa ya?" tanya Nuari


"Masa gak ingat ,aku teman SD kamu,masa kamu gak ingat " ucap nya lagi


"Maaf seperti nya anda salah orang,permisi " Nuari bergegas masuk ke dalam mobil nya ,dan mengunci nya


Pria tersebut pun menatap heran pada Nuari yang bisa begitu saja lolos dari hipnosis nya.


Sampai mobil yang dikemudikan Nuari menjauh pun pria itu tetap tertegun di tempat nya.


"kenapa perempuan itu gak bisa gue hipnotis?" batin nya


Sementara Nuari yang sebelumnya sudah mengetahui akan berita yang terjadi akhir-akhir ini mengenai kasus hipnotis,membuat ia selalu berhati-hati dan waspada. Ia tak ingin terlalu menanggapi orang asing.


"Ya Allah...maafkan aku sudah su'udzon, belum tentu orang tadi akan berniat jahat ,tapi aku memang harus waspada kan ,dari cara bicara nya saja juga seperti itu,seakan dia memang mengenali ku,masa iya dia teman SD ku,aku saja lupa siapa saja teman-teman SD ku " gumam nya


Apa yang di fikirkan Nuari memang benar,jika difikir-fikir bagaimana bisa seseorang masih mengenali nya jika mereka saja sudah lama tak bertemu,apalagi orang tadi mengatakan mereka teman SD,secara fisik pasti semua sudah banyak berubah.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian ,Nuari pun sampai di rumah ,ia segera masuk setelah memarkirkan mobil nya di garasi.


"Assalamualaikum....."


"Waalaikum salam ,mama sudah pulang "sambut Raffa


"iya sayang ,papa mana ,kok mobil nya gak ada ?" tanya Nuari , sebelum nya Yoga memberi tahu jika dirinya langsung pulang setelah menjemput Raffa


"Tadi setelah mendapat telepon,papa pergi lagi mah"sahut Raffa


"papa gak bilang pergi kemana?" tanya Nuari


"enggak mah " jawab Raffa seraya menggeleng,Nuari menghela nafas ,lalu ia mencoba menghubungi suami nya itu


tuuuuuut'..... tuuuuuut'...... tuuuuuut'.....


"kok gak diangkat ?"gumam nya


"mah ,aku ke kamar ya " ucap Raffa


"eh...iya sayang "


Raffa pergi dengan menahan senyuman nya. Ki Jamal yang berdiri di tangga nampak terdiam dengan bersedekap d*da.


"kok masih gak diangkat juga sih,kemana Yoga "lirih nya


"mending aku mandi dulu deh ,mungkin Yoga sedang sibuk" Nuari berjalan menuju kamar nya


Selang beberapa menit Nuari sudah selesai membersihkan diri. Nuari meraih ponsel nya hendak menelpon Yoga,namun kini nomor ponsel nya malah tidak aktif.


Nuari yang merasa bosan pun keluar dari kamar ,ia hendak melihat putra nya.


tok tok tok


"sayang ....mama boleh masuk?" tanya Nuari sambil mengetuk pintu ,lama Nuari menunggu jawaban ,namun tak ada sahutan dari putra nya tersebut


"apa Raffa tidur " fikir nya


Ia pun membuka perlahan pintu kamar itu,namun setelah pintu terbuka ia tak mendapati putra nya,kamar nya nampak kosong.


"loh,Raffa kemana ,apa di kamar mandi " Nuari berjalan menuju kamar mandi dan kembali mengetuk pintu


tok tok tok


"sayang .... Raffa...kamu di dalam ?" tanya nya ,namun hening ,tak ada jawaban ataupun suara air


Merasa penasaran Nuari pun membuka pintu kamar mandi


Cklek'


"gak ada juga" kamar mandi nampak kering tak nampak bekas mandi


"mungkin di luar " gumam nya, Nuari pun segera pergi meninggalkan kamar putra nya

__ADS_1


"ini rumah kok sepi banget ,bibi juga kemana ,lagi" Nuari pun berkeliling rumah untuk mencari siapa saja ,namun sampai ia lelah tak satu orang pun ia temui ,bahkan para art sekalipun


"Ya Allah....mereka pada kemana ?" lirih nya


Perasaan nya mulai tak tenang ,ia kembali teringat akan kasus yang tengah marak akhir-akhir ini, apalagi tadi ia sempat dihampiri dan diajak bicara oleh orang asing.


"Ya Allah.... lindungilah keluarga ku ,jauhkan kami dari hal buruk, amin " lirih nya


Pada saat itu tiba-tiba ia menangkap suara berisik di luar rumah ,dengan setengah berlari Nuari menuju pintu. Ketika pintu ia tarik tiba-tiba.


TAK'


"SELAMAT HARI JADI....!!!"


Suara confety diiringi serpihan kertas warna warni bertaburan hingga mengenai tubuh nya,Nuari terkesiap namun sedetik kemudian ia merasa bingung.


"siapa yang berulang tahun , perasaan ulang tahun ku masih lama ?" tanya nya bingung


"kamu lupa hem? ini kan hari jadi pernikahan kita " ucap Yoga , dibelakang nya ada Nuri ,Rifki ,Nur Aini, Dewi ,Gibran dan Aranta,tak ketinggalan putra dan kedua keponakan nya


Nuari terdiam, nampaknya ia tengah mengingat-ingat sesuatu.


"iya , kamu benar. Sekarang hari jadi pernikahan kita ,hehehe...maaf ya lupa " ucap Nuari tersipu


"gak apa-apa kok, aku juga sebenarnya lupa ,tapi tadi Raffa yang ngingetin jadi nya aku inisiatif kumpulin mereka ,maaf aku tak sempat angkat telepon dari kamu" ucap Yoga


"ini kita mau di sini saja nih ,gak masuk ke dalam "celetuk Rifki


"hehehe....iya maaf ,ayo mah, pah ,nek ,semuanya masuk " ajak Nuari


Ketika mereka memasuki rumah ,Nuari dibuat terkejut sebab tiba-tiba saja sudah banyak makanan dan minuman yang tersaji di ruang tengah.


"astaga...siapa yang nyiapin ini semua?" tanya Nuari


Yoga tersenyum lalu menunjuk pada art


"ya ampun ,kalian .... makasih ya udah repot-repot " ucap Nuari terharu


"enggak kok Bu, ini semua bapak yang pesan , kami hanya melakukan perintah bapak saja untuk menyiapkan nya" sahut salah satu art


"apapun itu makasih buat kalian" ucap Nuari lagi


"kalau begitu ayo kita makan ,papa sudah lapar ini..." seru Rifki


Mereka pun akhirnya menikmati makanan tersebut.


"ah iya sayang ,maaf karena aku lupa ,aku hanya bisa ngasih kamu ini" ucap Yoga seraya memberikan sebuah kalung berlian


"makasih.... tapi apa kamu gak bosen ,tiap ulang tahun ngasih nya kalung terus ,di lemari sudah numpuk gak kepakai " ucap Nuari


"bukan gak kepakai, tapi gak kamu pakai,yang kamu pakai hanya itu-itu saja " gemas Yoga


Nuari memang tidak pernah memakai perhiasan secara berlebihan , karena menurut nya itu hanya akan mengundang bahaya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2