Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
S2 episode 93


__ADS_3

Di rumah sakit


Riki yang tadi subuh ketiduran setelah mengerjakan sholat,kini terpaksa harus membuka mata nya kembali karena beberapa perawat masuk ke ruangan nya untuk mengecek kondisi mama nya. Dengan muka bantal Riki berjalan menuju kamar mandi untuk cuci muka ,sementara para perawat segera melakukan pekerjaan nya.


"Hooooamm.....Ya Allah,ngantuk banget " beberapa kali Riki terus menguap ,ia pun segera menyala kan air keran lalu membasuh wajah nya


Setelah itu ia pun keluar."Permisi pak " Ucap perawat itu setelah selesai


"Iya,makasih ya sus " ucap Riki


Setelah para perawat keluar ,Riki melihat pada meja di samping tempat tidur terdapat makanan dan air minum. Rupanya perawat tadi yang membawa nya.


"Mama mau makan,ini udah ada bubur " Ucap Riki menawari mama nya yang memang sudah bangun saat para perawat datang


"Iya,mama lapar " Jawab nya


"Sini,aku suapin ya mah" Dengan sabar dan telaten Riki membantu mama nya makan


"Mama harus banyak makan ya biar cepat pulih " Ucap Riki lagi


"Iya ,tapi memang nya mama kenapa bisa ada di rumah sakit ?" Tanya Arin bingung


"Mama pingsan ,aku panik banget langsung saja aku bawa mama ke rumah sakit" Tutur Riki


"Memang nya apa kata dokter ?"


"Mama hanya kecapean" Sahut Riki tak sepenuhnya berbohong,pasal nya dokter memang mengatakan jika mama nya kecapean


"Terus Yuli mana ,apa dia nunggu di rumah ?"Tanya mama nya


"Kok dia belum keliatan?" lanjut nya


Mendadak pria itu terdiam ,ia bingung untuk mengatakan nya,jika ia jawab jujur ia takut kondisi mama nya akan kembali menurun ,tapi jika berbohong pun apa yang akan ia jadikan alasan ,tidak mungkin ia mengatakan jika Yuli sedang pulang kampung.


"Kok,diam ?"


"hm....mah,sebelum nya aku minta mama jangan kaget ya"Ucap Riki hati-hati. Meski ragu,tapi Riki harus mengatakan yang sebenarnya


"Ada apa ,kok ekspresi kamu seperti itu ?" Tanya Arin mengerut kan kening


"Yuli,...sudah pergi " lirih Riki mendundukan kepala nya


"Pergi ? Pulang kampung ?" Tanya Arin


"Kok gak bilang-bilang sama mama kalau mau pulang kampung,memang nya kapan pergi nya ?"Tanya Arin lagi


"Maaf,mah. Maksud aku Yuli sudah pergi untuk selama-lamanya "Ucap Riki lagi


"Maksud kamu apa ? Jangan bikin mama bingung !" Ucap mama nya


"Saat mama pingsan, Yuli kecelakaan.Ia tewas ditempat dan sekarang sudah dimakamkan di kampung halaman nya " Jelas Riki seraya menggenggam tangan mama nya


"Kamu jangan bercanda,ini gak lucu ! Cepat panggil kan Yuli sekarang juga atau mama yang pergi menemui nya " Mama nya nampak tak percaya dengan penuturan Riki


"Maaf mah,tapi aku serius. Yuli sudah tiada " lirih Riki seraya mengusap matanya yang sudah berair


"Huuuhhuuu....tidak mungkin,itu tidak mungkin terjadi , Yuli sudah mama anggap putri mama sendiri,mama sangat menyayangi nya , bagaimana mungkin Yuli tega ninggalin mama , huuuhhuuu..." Tangis Arin seketika pecah


"Padahal selama ini dia yang selalu ada buat mama,dia yang menghibur mama disaat mama sedih,dia yang menemani mama disaat mama kesepian ,dia juga yang menjadi pengobat disaat mama selalu merindukan kamu , huuuhhuuu.... Yuli...."


"Maafin aku mah, seandainya malam itu aku mencegah Yuli untuk pergi ,pasti saat ini dia masih berada bersama kita " Riki sangat menyesal karena memang malam itu tidak ada pilihan lain ,jika ia yang pergi Yuli yang ketakutan di rumah bersama mama nya,ia juga tak mungkin pergi mengantar Yuli karena mama nya tak ada yang menjaga nya

__ADS_1


"Aku janji mulai sekarang aku akan selalu ada bersama mama ,aku gak akan pergi lagi,aku akan belajar berdamai dengan hati aku " ucap Riki seraya memeluk mama nya yang terus saja menangis


"Mama mau melihat makam nya ,antar mama ke kampung nya !" Pinta nya


"Iya mah,tapi nanti ya nunggu kondisi mama pulih dulu,aku tidak mau mama kenapa-kenapa dijalan , cuma mama yang aku punya saat ini,maaf jika yang sudah-sudah aku selalu mengecewakan mama " lirih Riki dengan tanpa melepas kan pelukan nya


Arin terus menangis memikirkan nasib Yuli yang tragis, sedikitpun ia tak pernah membayangkan hal tersebut terjadi pada gadis itu.


Jika Riki tengah menenangkan mama nya ,di tempat lain Atha sedang membujuk Lia untuk ikut bersama nya. Ia dan Raffa sudah janjian hendak pergi menonton kompetisi motor trail di daerah Bandung.


"Ayo lah Lia ,biar aku ada temen nya " Ajak nya namun yang diajak malah duduk santai sambil memakan keripik kentang dengan kaki nya yang ia masukan ke dalam kolam


"Kan Abang pergi sama Raffa, gak ada temen nya gimana" Ucap Lia


"Masalah nya Raffa ngajak Vania,kamu tahu sendiri kan gimana sikap Raffa ke Vania, bisa-bisa aku jadi obat nyamuk nanti "


"Ya makanya Abang ajak gebetan Abang juga lah,biar gak ada yang jadi obat nyamuk " Cetus Lia


"Gebetan apaan,kamu tuh bicara jangan sembarangan ya,emang nya kapan aku punya gebetan ,setiap hari di sekolah juga kita barengan terus " Atha mencebik gemas dengan ucapan adik nya itu


"Ya kali,ada. Hehehe...." Lia cengengesan


"Kamu sendiri kapan ngasih jawaban sama pak Riki ? Jangan kelamaan loh nanti pak Riki berubah haluan baru tahu rasa "


"Biarin aja ,cowok banyak kok " Sahut Lia sok cuek,padahal dalam hati nya mendadak panik


"Duh, gimana ini, apa benar yang dikatakan bang Atha" batin nya


"Hey, malah bengong! Ayo lah mau ya ,ya,ya " Ajak Atha membuyarkan lamunan nya


"Males ah bang "rengek Lia manja


"Dih,kok maksa " Lia mencebik


"Biarin,yang penting kamu ikut " ucap Atha


"Emang jam berapa berangkat nya sih ?" Tanya Lia


"Harusnya sih sekarang,karena aku juga ikut kompetisi" Ujar Atha


"Hah ! Beneran ? Mama sama papa tau gak ?" Tanya Lia antusias


"Ssstttthhhhh....jangan keras-keras nanti ada yang denger,bisa bahaya " Atha menutup mulut Lia sambil celingukan


"Iiihhh,Abang ! Tangan Abang bau " Keluh Lia melepaskan tangan Atha di bibir nya


"Enak aja bau ! Jangan fitnah ya " Atha tak terima dengan apa yang diucapkan Lia ,padahal Lia hanya bercanda


"Mau bicara dalam hati juga pasti bakal sampe ke telinga mama papa. Abang lupa ,tuh "Ucap Lia menujuk pada bang Popo dan Nagin yang sedang bermain catur


"Eh,iya ya " sahut Atha sambil menggaruk kepala nya


"Abang seriusan ikutan kompetisi motor trail ? Emang Abang bisa ?" Tanya Lia


Mereka berdua bersama Raffa memang menyukai olahraga ekstrim seperti motor trail,namun mereka tak pernah mengikuti kompetisi apapun. Selama ini orang tua mereka selalu mengiringi mereka jika mereka tengah melakukan olahraga ekstrim tersebut.Medan yamg digunakan pun terbilang aman dan tidak terlalu berbahaya hingga para orang tua mereka tak begitu was-was jika melihat mereka sedang beraksi dengan motor trail nya.


"Ya bisa lah ,kan kita bertiga sering melakukan nya " Sahut Atha yakin


"Bang,kalau aku juga mau ikutan masih bisa daftar gak?" Tanya Lia berbisik


"Heh,jangan aneh-aneh deh. Enak saja kamu mau ikutan,kalau terjadi sesuatu sama kamu gimana ,kita kan belum tahu bagaimana kondisi jalur kompetensi nya " Seru Atha sambil menyentil kening adiknya itu

__ADS_1


"Isshh .... Ya sudah kalau gitu aku gak mau ikut " Ucap Lia malas


"Ya jangan gitu dong "


"Ya udah ,kalau gitu izinin aku buat ikutan juga ya "Pinta Lia


"Iya in aja dulu kali ya,kan kalau gak salah pendaftaran nya juga udah di tutup " Batin Atha


"Kalau gitu cepat siap-siap aku tunggu di depan " Ucap Atha


"Ok,aku siap-siap kalau gitu " Lia pun segera berlari ke kamar nya


Beberapa saat kemudian Lia sudah siap,ia sedang berjalan menuruni tangga dengan buru-buru.


"Lia,kamu mau kemana? Katanya lagi males kemana-mana?" Tanya Nuri ketika melihat cucu nya sudah berganti pakaian


"Mau ikut kakak nonton nek " Sahut Lia


"Iya kan ,aku gak bohong. Aku kan mau lihat kompetisi,sekalian ikutan juga "lanjut nya dalam hati


"Oh,ya sudah kalian hati-hati ya " Ucap Nuri


"Iya nek ,kalau gitu aku berangkat dulu assalamualaikum" Ucap Lia


"Waalaikumsalam " Nuri memperhatikan punggung Lia ,lalu berjalan keluar untuk melihat kepergian kedua cucu nya. Sebelum nya Atha juga sudah berpamitan dan mengatakan hal yang sama seperti yang Lia katakan


"Dikira aku gak tahu kalian mau kemana" lirih Nuri dalam hati


"Untung saja adanya dan Gibran gak ada di rumah ,kalau mereka ada,pasti mereka gak bakal bisa pergi " lanjut Nuri


"Kamu selalu ikuti mereka ,jangan biarkan sesuatu yang buruk menimpa mereka " Ucap Nuri pada Nagin


"Iya,ini juga aku mau berangkat " Ucap Nagin. Siluman ular itu pun merubah wujud nya menjadi ular sepenuhnya,lalu pergi dan menghilang


Sementara itu,Raffa dan Vania sudah menunggu Atha dan Lia di rest area.


"Mereka kok lama banget ya ,apa gak dapet izin " Ucap Raffa


"Masih di jalan mungkin kak " Ucap Vania


"Kamu mau tambah makanan nya lagi gak ?"Tanya Raffa


"Enggak ah kak ,udah kenyang aku " Tolak Vania ,namun tiba-tiba muncul sosok hantu wanita dengan menggendong bayi menghampiri


"Hm,mau ngapain nih setan,ganggu saja " lirih Raffa membatin,namun Raffa melihat gelagat aneh dari Vania


Vania terlihat enggan menoleh ke sebelah kiri dimana sosok hantu itu berada,Vania cenderung terus menoleh ke sebelah kanan dengan tangan kiri seolah ingin menutupi bayangan dari sosok itu.


"Ada apa dengan nya ?" Tanya Raffa dalam hati


"Kak,pergi yuk !" Ajak Vania


"Kemana ?" Tanya Raffa


"Kemana kek,kita nunggu di tempat lain saja"Ucap Vania


Raffa terdiam sejenak,"Ya udah " Raffa melirik hantu itu sekilas lalu beranjak menggandeng lengan Vania


"Aku yakin,dia juga bisa lihat hantu itu " Batin Raffa


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2