
Riki merasa tak tahan melihat Lia bernyanyi dengan sangat mesra bersama MC di atas panggung. Jika tak malu rasanya ia ingin naik dan menghentikan acaranya saat itu juga,namun ia tak mungkin melakukan nya,apalagi di sana ada keluarga Lia.
Gibran dan Rifki saling lirik melihat ekspresi Riki. Keduanya mengulum senyum merasa lucu melihat nya.
Dengan perasaan panas,Riki pun undur diri dengan alasan ada yang harus ia urus. Sementara Lia yang masih bernyanyi di panggung tak menyadari kepergian Riki. Gadis itu terlihat sangat menikmati penampilan nya.
"Hm....anak itu,paling bisa bikin anak orang panas dingin " kekeh Gibran
"Namanya juga tampil di atas panggung ,ya harus terlihat profesional dong " Bela Nuri
"Iya,deh iya, yang sering tampil di tv " Ledek Rifki
"Berani ledekin aku ya mas " Nuri menyipit kan mata pada suami nya
"Hehehe...bersyanda sayang , bersyandaaaa....ampun " Rifki meringis
Aranta ,dan Gibran nampak menggeleng kan kepala melihat kedua paruh baya itu.
Beberapa saat kemudian,Lia pun turun dari panggung. Ia tak melihat keberadaan Riki.
"Riki sedang sibuk " Ujar Gibran pada Lia
"Ih,apa sih papa. Siapa juga yang nyari pak Riki " Kilah Lia malu
"Iya juga gak apa-apa kali " Cetus Atha
Namun tiba-tiba ia terkesiap saat melihat seorang gadis yang tak asing tengah berjalan ke arah nya. Jantung nya seketika berdebar dengan kencang.
"Aku bahkan bisa dengar debaran jantung mu dari sini " batin gadis itu
"Wah,siapa yang datang tuh " Celetuk Lia menggoda kakak nya. Nuri ,Rifki ,Gibran,Aranta ,Nuari dan Yoga pun menoleh
"Assalamualaikum,hai semua nya ,maaf aku telat datang nya. Ada sesuatu yang harus aku siapkan terlebih dulu " Ucap nya
"Waalaikumsalam,iya nak,tak apa. Makasih loh udah repot-repot datang" ucap Nuri menyambut nya dengan hangat
"Enggak kok nek ,aku gak repot " Ucap nya lalu menoleh pada Atha juga Lia
"Selamat ya, akhirnya kalian udah pada lulus "
"Iya,makasih ya Syakira " Ucap Lia
"Hm...aku ke toilet sebentar ya,kebelet " Lirih Lia
"Iya, hati-hati,jangan lama-lama setelah ini kita mau makan-makan,untuk merayakan kelulusan kalian " Ucap Aranta memperingati
"Iya ,mah "
"Kalau bisa ajak Riki sekalian,biar makin ramai " Ucap Gibran menambahi
"Oh,iya pah "Sahut Lia ,ia pun segera pergi ke toilet
Saat Lia sedang berjalan di koridor yang sepi , seseorang tiba-tiba menarik nya ke sebuah ruangan. Lia yang terkejut sontak berontak dan hendak melawan ,akan tetapi kedua tangan nya segera di tahan. Lia pun terpaksa pasrah saat orang itu membawa nya.
Setelah berada di ruangan tersebut ,nampak orang itu melepaskan tangan nya ,dan berjalan ke arah pintu ,lalu menutup nya rapat.
"Pak Riki " Seru Lia terkejut
"Maaf, sudah membuat mu terkejut " Ucap nya dengan nada datar
"Bapak mau apa ?" Tanya Lia waspada
"Kamu tak usah takut ,aku gak akan ngapa-ngapain kamu kok "Ucap nya
"Gimana gak takut ,kalau muka bapak seperti itu " Lirih Lia
"Duh,Tante Nagin kemana sih ,kok tumben gak kelihatan. Kalau pak Riki macam-macam gimana, takut nya aku gak bisa nolak " batin nya gelisah
"Ba...bapak baik-baik saja kan ?" Tanya Lia gugup
"Tidak , aku sedang tidak baik-baik saja " Jawab Riki lalu bersedekap dada
"Bapak sakit ?" tanya Lia cepat
__ADS_1
"Iya. Sakit tapi tidak berdarah "Jawab nya masih dengan wajah datar dan dingin
"Emang apa nya yang sakit ?" Tanya Lia polos
Riki merasa gemas karena gadis itu nampak tidak merasa bersalah.
"Bener-bener gak peka. Apa memang karena dia masih ingusan " lirih Riki membatin
"Eh,ralat deh jangan ingusan. Orang dia cantik begini kok aku bilang ingusan " Lanjut nya kembali membatin
"Ih,bapak kenapa sih ,tadi katanya bilang sakit,sekarang kenapa malah bengong " Lia nampak bingung melihat gurunya itu
"Bisa gak sih ,kamu tuh jangan panggil bapak terus ! Aku bukan bapak kamu " Ucap Riki kesal
"Dih,kok marah " Lirih Lia
"Gak ,kok gak marah " Ucap Riki berkilah
"Masa ? Tapi dari wajah nya keliatan banget tuh. Kenapa ? Apa aku ada salah sama bapak ?" Hanya Lia sebal ,ia yang merasa tak melakukan kesalahan pun mendadak kesal
"Ya . Dan kesalahan pertama kamu adalah kamu yang terus manggil aku bapak,dan aku gak suka. Ganti panggilan nya sekarang !" Ucap Riki
"Terus aku harus manggil bapak apa,dong ?" Hanya Lia
"Bapak lagi " keluh Riki pelan, sementara Lia hanya bisa menggaruk kepala nya tak gatal
"Kesalahan kedua,kamu kenapa tadi mesra banget di atas panggung ? Apa kalian pernah menjalin hubungan sebelum nya ,kalian masih ada rasa ?" tanya nya kemudian
"Loh " Gadis itu terkesiap
"Itu namanya profesional. Aku baru pertama kok bertemu dengan MC nya,sungguh " lanjut Lia jujur
"Baru pertama bertemu tapi dari tadi keliatan banget kalau kalian tuh ada apa-apa. Sampe mesra begitu ,aku cemburu loh " Tutur Riki tak sungkan mengutarakan kecemburuan nya
"Ya,ampun pak ,jadi bapak cemburu ?" Lia melongo dibuat nya
"Ya iya,aku kan punya perasaan,cowok mana yang lihat cewek nya deket dan mesra-mesraan sama cowok lain gak cemburu,gimana sih " Sahut Riki menggebu
"Emang ,aku cewek nya bapak ?" Goda Lia lagi
Lia pun tersenyum,"Oh ya maaf ,aku gak tahu kalau bapak akan cemburu. Tapi kan aku hanya ingin terlihat profesional saja ,sungguh " jujur Lia
"Iya sih profesional,tapi kesan nya kamu kaya gak ngehargai perasaan aku " Lirih Riki
"Ya maaf ,pak. Aku gak ada maksud gak menghargai bapak. Cuman kan aku harus bersikap profesional pak. Bapak ih kaya gak tahu dunia entertain saja. Gimana kalau misal aku jadi pemain film,masa bapak mau cemburuan terus,apalagi kan kalau main film lawan main nya pasti kebanyakan cowok " Ucap Lia
"Jadi kamu kepingin jadi artis?"Tanya Riki terkejut
"Ya enggak juga,itu misal nya gitu,...aku mah cukup jadi istri Solehah nya bapak saja udah bahagia kok "Sahut Lia. Mendadak tubuh nya meremang akibat ucapan nya sendiri
Mendengar ucapan nya itu ,sontak Riki yang daritadi memasang wajah datar tiba-tiba sumringah,hatinya berbunga-bunga.
"Ah,kamu bisa saja "Hidup Riki terlihat megar karena merasa senang mendengar ucapan Lia
"Kalau gitu jangan panggil bapak lagi dong " pinta Riki memelas ,ia sangat risih ketika Lia terus saja memanggil nya dengan sebutan bapak
"Ya udah deh,mas Riki jangan marah lagi ya,meski tadi aku centil dan genit itu hanya bentuk profesional saja,tetep mas Riki yang ada di hati kok" Ucap Lia dengan debaran di dada nya yang terus berdisko
"Apa...apa ? Kamu tadi manggil aku apa ?" Jantung nya terasa dibombardir mendengar kata yang keluar dari mulut Lia. Hatinya seakan meleleh
"Mas Riki " Sahut Lia lagi
"Huaaa.....aku senang banget . .."
"Eehhh......bapak mau apa?" " Lia terkejut dan menghindar
"Mau peluk kamu ,sedikit saja ya. Masa gak boleh " Lirih Riki memelas
"Boleh sih,tapi nanti kalau udah halal " Ucap Lia tersenyum
"Ok,nanti kalau kita udah halal aku gak bakal lepasin kamu. Kamu bakal aku kekepin terus sampai kamu meminta ampun untuk aku lepaskan " Canda Riki
Lia tak menyahuti,gadis itu justru mengulum senyum,ia jadi membayangkan jika mereka sudah menikah nanti.
__ADS_1
"Hiisss.....aku ngebayangin apa sih. Wah kacau ini mah ,aku harus segera kabur, bisa-bisa aku khilaf ini" Lirih Lia membatin
Pasalnya saat ini ia merasa sangat ingin memeluk pria itu.
"Pak,aku keluar sekarang ya,udah terlalu lama di sini ,bisa bahaya " Cetus nya
"Kok,pak lagi sih ! " Riki protes
"Eh,iya lupa. Aku keluar dulu ya mas ,dadah "Lia melambaikan tangan nya lalu berjalan menuju pintu
Riki tersenyum lebar.Rasanya ia ingin salto saking girangnya.
Saat hendak membuka pintu,Lia menoleh "Oh,iya mas. Sampai lupa aku. Kata papa,mas diminta ikut bersama kami ,setelah ini kami mau pergi makan-makan" Ucap nya
"Oh,iya baiklah , nanti aku nyusul saja ,kamu kirim saja alamat resto nya " Jawab Riki tanpa mengurai senyuman nya
Setelah itu Lia pun pergi.Riki yang masih berada di sana pun nampak masih terdiam sambil terus senyum-senyum sendiri.
"Ya Allah ..... baru segini saja sudah bahagia sekali rasanya. Semoga Engkau memperlancar jalan ku untuk meminang nya ,amin " lirih Riki seraya mengusap wajah nya ,akan tetapi seseorang nampak ikut menyahuti
"Amiiin......."
Deg'
Riki terkesiap karena ia ingat jika di ruangan itu kini hanya ada dirinya.
"Astaghfirullah,itu siapa ya? Di sini kan hanya ada aku " lirih nya sambil menoleh sekeliling nya
"Tuh kan ,gak ada siapa-siapa" lirih nya lagi
Tanpa berfikir panjang ,Riki pun segera keluar dari ruangan itu. Selepas kepergian nya nampak seseorang keluar dari kolong meja. Nampak nya ia mendengar semua obrolan Lia dan Riki,hingga ia mendengar doa Riki refleks ikut mengamini.
"Wah,gak nyangka aku. Ternyata pak Riki dan Lia diam-diam menjalin hubungan " gumam nya
Sementara itu Lia yang sudah kembali pada keluarga nya mengatakan jika Riki akan pergi menyusul. Maka tak berlama-lama lagi,mereka pun segera pergi ke tempat yang akan dituju.
Jika Lia dan Atha sedang dalam perjalanan untuk merayakan kelulusan mereka ,lain hal nya dengan Chika. Gadis itu sedang memikirkan sebuah keputusan yang akan menentukan masa depan nya.
Setelah selesai wisuda,ia memutuskan untuk langsung pulang,setelah mendengar jika Raffa akan menemui Vania. Namun setelah sampai di rumah nya ,ia dikejutkan dengan kedatangan Aman.
"Maaf,aku datang tidak mengabari terlebih dahulu. Kebetulan aku akan ada acara di komplek ini,jadinya mampir dulu " ucap nya
"Oh,iya ustadz,terima kasih sudah mampir , kebetulan ada yang ingin aku sampaikan " ucap Chika ,ia kemudian menoleh pada Arjun seakan meminta izin untuk nya berbicara
Arjun pun mengangguk
"Jadi begini,sebelum nya aku mau minta maaf ,bukan nya aku mau mengecewakan ustadz,tapi...setelah aku lulus aku mau kuliah di luar negeri. Insyaallah Minggu depan aku berangkat "Ucap Chika hati-hati
"Wah,hebat dong kuliah di luar negeri. Di luar negeri nya dimana ?" tanya Aman nampak antusias
"Paris " Jawab Chika singkat
"Alhamdulillah, kalau jodoh emang gak kemana ya " Ucap Aman merasa lega
"Loh,memang nya kenapa ?" Tanya Arjun
"Jadi begini om, maksud saya mampir tuh sekalian mau bilang kalau saya akan berangkat ke Paris untuk sebuah pekerjaan,saya juga di Paris lumayan lama karena harus mengurusi perusahaan mama di sana ,mungkin satu ,dua atau tiga tahun saya masih belum tahu kapan lama nya saya di sana. Tapi sebelum itu saya mau memastikan dulu apa jawaban Chika mengenai lamaran saya waktu itu ,sebab kan saya juga gak bisa menunggu tanpa kepastian disaat saya harus pergi jauh ke negeri orang. Semisal Chika menerima ,ya Alhamdulillah,itu yang saya harapkan dan menjadi doa saya di sepertiga malam ,tapi jikalau jawaban nya tidak sesuai harapan,mungkin memang belum jodoh dan mudah-mudahan saya bisa berlapang dada menerima keputusan nya" Tutur Aman benar-benar pasrah meski di hati nya mungkin akan sakit dan hancur jika jawaban Chika tak sesuai ekspektasi nya
Mendengar ucapan Aman yang terlihat tulus membuat Chika yakin dengan keputusan nya. Akhirnya gadis itu menjawab,
"Iya , ustadz. Bismillahirrahmanirrahim....aku menerima pinangan ustadz" Jawab Chika menunduk
"Kamu yakin sayang ?" Tanya Arjun lirih ,ia baru mengetahui jawaban putri nya
"Insyaallah yakin pah,apalagi ustadz Aman akan berada di negeri yang sama dengan ku. Aku yakin ustadz Aman bisa menjaga dan membimbing aku di sana " Jawaban Chika benar-benar mantap,tak terlihat keraguan di wajah nya
Aman benar-benar tak menyangka jika jawaban Chika akan membuat nya sebahagia itu. Ia yang awal nya pesimis pun tak menyangka sama sekali,padahal selama ini ia sudah mensugesti dirinya sendiri agar tak terlalu berharap. Ia terus menguatkan dirinya jika memang jawaban Chika tak sesuai harapan nya. Tapi kini ternyata apa yang ia takutkan rupanya tak jadi kenyataan. Gadis itu malah menerima lamaran nya.
Rasa bahagia yang begitu membuncah membuat nya tak bisa mengendalikan diri. Hingga akhir nya Aman pun tumbang tak sadarkan diri.
Bruukk'
"YA ALLAH .... USTADZ !!! "
__ADS_1
Bersambung .....