Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati

Tarzan Cantik Dokter Idaman Hati
Sangat khawatir


__ADS_3

Evan membawa Ayu ke sebuah penginapan,ia memesan dua kamar,satu untuk Ayu dan satu lagi untuk nya juga dokter Satria.


"kamu istirahat saja ya,jangan fikirkan apa pun, orang-orang itu sudah dilaporkan ke polisi,kamu aman di sini" ucap Evan setelah memastikan kondisi Ayu baik-baik saja


"terima kasih,karena kamu selalu menolong ku ,aku tak tahu akan seperti apa nasib ku jika tidak ada kamu " lirih Ayu dengan terus mengeratkan jaket milik Evan yang membalut tubuh nya


"iya tak apa,kalau begitu aku masuk ke kamar ku,ini ada makanan kamu makan lah ,dan jangan lupa kunci pintu nya dari dalam,jika ada apa-apa hubungi aku " Evan memberikan ponsel milik nya


"kalau ponsel mu di sini,gimana aku menghubungi mu ?" tanya nya mendongak


"kamu hubungi nomor dokter Satria, beliau ada bersama ku " sahut Evan


Ayu menoleh ke belakang Evan ,dimana dokter Satria berada


Sebenarnya dokter Satria sangat ingin memeluk Ayu,namun karena kebenaran belum terungkap tentang jati diri gadis itu,dokter Satria terpaksa menahan diri untuk kenyamanan Ayu selepas kejadian yang baru saja gadis itu alami.


Di tempat lain nampak beberapa orang berseragam polisi menggelandang juragan Barja dan para anak buah nya masuk ke dalam mobil patroli,tak jauh dari tempat itu nampak Jhony tengah bersembunyi di antara kerumunan warga yang nampak penasaran.


Keberadaan Jhony tak di sadari para warga sebab semuanya tengah fokus pada apa yang mereka lihat.


"s*al ,untung saja aku tidak ada di sana tadi,jangan sampai tua bangka itu buka mulut tentang ku " gumam Jhony dalam hati nya


"tapi bagaimana cara nya agar dia gak buka mulut " lanjut nya lagi


Ketika salah satu anggota polisi melirik ke arah nya, Jhony cepat-cepat menghindar,padahal belum tentu polisi itu melihat nya,namun ia yang sudah lebih dulu ketakutan pun merasa polisi itu melihat pada nya.


"aku harus cepat-cepat meninggalkan tempat ini ,aku harus pergi sejauh mungkin " ucap nya


Ia tak lagi memikirkan Ayu,yang ada di fikiran nya saat ini adalah pergi sejauh mungkin,tapi sebelum itu ia akan memastikan terlebih dahulu jika juragan Barja tidak buka mulut tentang nya.


Sementara itu di tempat lain


Nuari yang tengah terlelap tidur tiba-tiba terbangun saat merasakan perih pada ulu hati nya.


Tanpa ingin membangunkan Yoga,Nuari beranjak dari tempat tidur nya,dengan perlahan Nuari turun dari ranjang.


Nuari berjalan menuju dapur


ctak'


Ruangan dapur seketika terang benderang setelah Nuari menekan saklar.


"kita lihat ada apa di dalam lemari es,apa yang bisa aku makan " gumam nya pelan


"makan ini saja deh " Nuari meraih roti tawar dan susu ,ia lalu menyeduh susu dengan air hangat lalu mencelupkan roti tersebut ke dalam seduhan susu


"yah...abis,tapi perut ku masih lapar " ucap nya ketika roti tersebut sudah habis


"makan apa lagi ya " ia pun kembali melihat-lihat isi kulkas nya,dan tatapan nya tertuju pada buah alpukat ,mata nya langsung berbinar

__ADS_1


Maka ia pun segera mengambil dua buah,tanpa di buat jus Nuari langsung menyantap alpukat itu bersama susu kental manis tentu nya setelah dipisahkan dari kulit nya.


"eeuugghh....... Alhamdulillah....Ya Allah sampai sendawa aku " kekeh nya pelan


Karena merasa perut nya sudah terisi penuh,ia pun memutuskan untuk kembali ke kamar.


"ini biar di bereskan besok saja lah " ucapnya lagi,entah kenapa rasa nya ia malas sekali membereskan bekas makan nya itu


Akan tetapi ketika ia berbalik,ia dibuat terkejut karena tiba-tiba saja Yoga sudah berdiri tegak di belakang nya.


"ah... astaga.....sayang iiiihhh....kamu bikin aku kaget saja " seru Nuari sambil mengusap d*da nya


"maaf ,aku mengagetkan mu " lirih Yoga


"sayang kamu sedang apa malam-malam begini di dapur ?" tanya Yoga


"aku lapar " sahut Nuari singkat


"ya ampun kenapa gak bangunin aku , aku juga kan lapar sayang " ucap Yoga


"hm...ya sudah kalau gitu kamu duduk saja ,aku mau buatkan sesuatu buat mu,kamu mau makan apa?" tanya Nuari seraya menarik Yoga untuk duduk di kursi


"aku mau yang manis-manis sayang " sahut Yoga


"kok sama,aku juga kebangun karena pengen makan yang manis " Nuari menatap Yoga dengan tatapan bingung


"mungkin karena kita sehati sayang,jadi apa yang kamu mau aku juga mau"


Setelah itu Nuari mengambil satu bungkus biskuit coklat.


"semoga kamu suka,kak Gibran selalu membuatkan nya untuk ku " ucap Nuari sambil meletakan hasil kreasi makanan nya di depan Yoga


"coba sini aku cobain rasanya " ucap Yoga meraih sendok lalu mulai mencicipi makanan buatan Nuari


"hm....enak,manis nya pas ,semanis senyuman mu " ujar Yoga membuat pipi Nuari merona


"ah kamu mah ,bisa saja,dasar kang gombal "ucap Nuari tersenyum


"loh,bukan gombal tapi beneran " ucap Yoga lagi


"hm.....sayang....bisa gak sih sekali saja kamu gak muji-muji aku terus,bisa terbang nanti aku kalau keseringan kamu puji " ucap Nuari lalu menghela nafas


"kalau kamu terbang nanti bisa aku tangkap "


"iya tapi masalah nya aku takut sekarang kamu muji-muji aku sampai aku rasanya berada di atas awan,eh tahu-tahu kamu jatuhin aku saat ada wanita lain yang lebih cantik dari aku " lirih Nuari kemudian


"Masya Allah....kenapa kamu berfikiran seperti itu,percaya deh aku itu kalau sudah sayang dan cinta pada seseorang maka selamanya aku akan menjaga hati dan perasaan ku,hanya kamu yang selalu ada di hati ku,kamu tahu...siapa cinta pertama ku ?" tanya Yoga menatap tajam Nuari yang kini sudah kembali melow


Nuari menggeleng

__ADS_1


"kamu Nuari Alara,....kamu lah cinta pertama ku, pertama kali aku melihat mu jantung ku terus berdebar-debar,dan debaran jantung ini selalu menggetarkan hati ku kala melihat mu " tutur Yoga seraya meraih tangan Nuari dan menggenggam nya


"kamu tidak bohong ?" tanya Nuari


"apa aku terlihat sedang berbohong?" tanya Yoga balik


"entahlah hanya Tuhan yang tahu isi hati seseorang" jawab Nuari, Yoga menghela nafas


"kamu masih kefikiran sinetron ikan terbang itu" tanya Yoga kemudian


Lama Nuari menjawab hingga akhirnya ia mengangguk


"astaga sayang....kamu itu lucu banget sih,gemesin tau " ucap Yoga merasa gemas terhadap istri nya itu ,saking gemas nya Yoga meraih wajah Nuari dan mengecupi nya bertubi-tubi


"iih...Yoga sudah hentikan " seru Nuari


"habis nya kamu tuh ada-ada saja, sudah ya mulai sekarang aku melarang kamu untuk nonton sinetron ikan terbang lagi ,atau apapun itu yang akan mempengaruhi mu,gak baik juga buat kesehatan mental mu,aku juga yang kena kan" ucap Yoga


"kok jadi kamu yang kena?"tanya nya bingung


"ya aku yang kena,kena suudzon ...." sahut Yoga seraya memasukan makanan buatan Nuari ke mulut nya


"hehehehe....maaf aku tak bermaksud,aku hanya....."


"iya sayang aku ngerti kok,ayo aaa...kita makan bareng,ini kebanyakan ,aku gak sanggup ngabisin nya sendirian" ucap Yoga


Selesai menghabiskan makanan itu, kedua nya lalu kembali ke kamar,bukan untuk tidur melainkan untuk berolahraga malam.


"sayang....ssshhh .... kok aku mual ya,aahhh....apa karena oohhh....aku kekenyangan ?" tanya Nuari seraya m*ndesah di bawah kungkungan Yoga


"seperti nya iya,kamu bisa tahan sebentar lagi tidak,aku sebentar lagi sampai "tanya Yoga yang juga semakin terengah seiring gerakan nya yang semakin cepat


"ok aahh.... ,ak ..kan aku coba "


Keduanya mengerang bersama , hingga akhirnya Yoga ambruk di atas tubuh Nuari. Dengan nafas tersengal Yoga dapat mendengarkan detak jantung Nuari,tarikan nafas Nuari terasa cepat,seiring wajah nya yang memerah menahan mual.


"hmmpphhh...." Nuari mendorong Yoga,hingga bagian bawah mereka yang masih bersatu terlepas dengan berguling nya Yoga ke samping nya ,Nuari lalu bergegas menuju kamar mandi,namun belum sampai langkah nya di kamar mandi Nuari sudah mengeluarkan muntahan nya


"hmmpphhh.....huueekkk "


Yoga yang melihat nya pun terkejut dan segera menghampiri istri nya itu.


"ya ampun sayang " Yoga memijit tengkuk Nuari yang masih memuntahkan isi perutnya


Yoga merasa sangat khawatir melihat Nuari terus saja memuntahkan isi perutnya.


"huueekkk....."


"huueekkk....."

__ADS_1


...***...


__ADS_2