
"om Dede......" seru Nuari masih memeluk erat sosok pria yang ternyata merupakan om nya
"loh....Ari....ku fikir siapa " ucap Om nya
"om kok gak bilang-bilang sih ada di Jakarta juga " tanya Nuari seraya melepas pelukan nya
"maaf ,om belum sempat ngabarin,kemarin baru dapat panggilan kerja ,malam nya om baru nyampe,dan paginya om langsung kerja" ucap om nya menerangkan
"ya kan bisa nelpon atau kirim pesan gitu " ucap Nuari mencebik
"iya maaf ,ponsel om nya hilang,di gondol jambret semalam ,tadinya om mau ngasih kabar kalau sudah nyampe kontrakan,eh masih di terminal udah apes ,untung cuman ponsel ,dompet aman,kalau dompet juga raib ya wassalam deh " tutur om nya lagi
"oh gitu,beruntung banget kalau begitu jambret nya " celetuk Nuari tiba-tiba
"loh kenapa beruntung?" tanya om nya heran
"ya beruntung ,karena dengan begitu secara tak langsung dia sudah berhasil mendapat kan tiket masuk neraka ,hehehe" cengir Nuari
"hadeuh ....kamu tuh ..." gemas nya seraya mengacak rambut keponakan nya
"iih...om berantakan tahu" keluh Nuari lalu merapikan kembali rambut nya
"gak apa-apa lah om ,untung cuman ponsel ,ponsel bisa di beli lagi asal ada uang nya buat beli , daripada om yang kenapa-kenapa kan itu bahaya" cetus Nuari kemudian
"iya kamu benar, ngomong-ngomong kamu sedang apa di sini?"
"yee....om mah... kalau ke mall memang nya mau ngapain ,ya belanja lah ,ngabisin duit, hehehehe" Nuari terkekeh
"jangan boros,ingat di sekitar kita masih banyak orang yang membutuhkan,daripada dibuat belanja gak penting,mending buat di sedekah kan itu lebih bermanfaat " nasehat om nya
"ini aku belanja juga buat kebutuhan anak-anak panti kok om,bukan buat aku " sahut Nuari
"waah ...bagus kalau gitu,om bangga pada mu ,kamu belanja sama siapa , sendirian saja?" tanya nya lagi
"iya " sahut Nuari singkat
"oh....baiklah kamu hati-hati ya " ucap om nya
" ok ,aku ke dalam dulu ya,inget kerja yang bener mata nya jangan jelalatan"
"iya kau ini ,emang nya om mu ini pria mata keranjang apa jelalatan segala" om nya mencebik
"hehehe....ya kali ....udah ah ngobrol terus kapan shopping nya ,aku masuk ,dah om Dede....." Nuari pun segera masuk ke dalam mall tersebut di barengi gelengan kepala dari Febry,om nya yang sering di panggil om Dede
Seorang pria yang sedari tadi memperhatikan dalam diam pun mencoba menerka-nerka siapa laki-laki itu dan apa hubungannya dengan Nuari.
Sementara Febry sudah menjadi sasaran rekan kerja nya yang lain menanyakan bahkan menggoda nya.
"wah....hari pertama kerja sudah dapet gandengan saja nih ,mana masih muda banget lagi" goda rekan nya
"jangan mikir macem-macem ,dia itu keponakan ku ,aku belum ngasih kabar kalau aku mulai kerja di sini ,jadinya dia heboh banget tadi " ucap Febry
"oh... keponakan,apa keponakan...."
"haiiissshhhh....terserahlah ,kalau kalian tak percaya,aku itu ya,biar duda begini , pilih-pilih kali cari cewek,gak asal main comot ,apalagi masih muda kaya gitu, ke banting banget sama usia ku " Febry berdecak
"sudah lah sekarang kita kerja ,tuh semakin siang semakin banyak pengunjung " lanjut Febry
Akhirnya mereka pun kembali di posisi masing-masing untuk memantau dan mengamankan area mall tersebut.
__ADS_1
Febry memang sudah menduda sejak dua tahun yang lalu,istri nya ketahuan selingkuh dengan teman semasa SMK nya dulu,ia yang sudah terlanjur kecewa pun langsung menceraikan istrinya yang baru ia nikahi lima bulan.
Miris memang ,tapi apa mau dikata,ia tak ingin larut dalam keterpurukan,dan ingin mengubur rasa pahit itu dengan bekerja keras.
Padahal jika mau Rifki beberapa kali meminta nya bekerja di perusahaan nya,namun Febry menolak dengan alasan tak punya keahlian di bidang perkantoran.
Kini ia enjoy dengan pekerjaan nya sebagai security,pernah ia mencoba bekerja di bengkel sesuai jurusan sekolah nya,namun rupanya keberuntungan tak memihak nya. Pekerjaan tersebutlah yang membuat rumah tangga nya yang masih seumur jagung pun berantakan sebab teman kerja di bengkel tersebut lah yang sudah membuat istri nya berpaling.
Di dalam, Nuari nampak tengah asyik berbelanja barang seperti pakaian anak-anak,makanan,juga mainan.
Karena tak ingin direpotkan dengan barang belanjaan nya ,Nuari menyewa jasa petugas kebersihan di sana untuk membawa kan nya ke dalam mobil milik nya yang ia sendiri mempercayakan kunci mobil tersebut pada petugas kebersihan itu,namun sebelum nya ia meminta petugas itu untuk memberikan nya pada satpam bernama Febry, yang tak lain dan tak bukan adalah om nya.
Kini saat nya ia bersenang-senang dan masuk ke area kecantikan untuk memanjakan diri nya sebelum rutinitas nya esok hari juga selanjut nya.
Nuari menjalani perawatan tubuh dari atas sampai bawah tubuh nya tanpa terkecuali.
Hingga tiga jam berlalu begitu cepat gadis cantik itu keluar dengan wajah yang terlihat fresh.
"akhirnya selesai juga, tapi sekarang aku lapar,makan dulu lah " Nuari pun pergi ke restoran yang masih berada di mall tersebut
Ia segera memesan makanan ketika pelayan datang menyapa ,ia pun menunggu beberapa saat.
Hingga seorang pria datang dan langsung duduk di depan nya.
"Evan....hai...kamu di sini juga" sapa nya
"iya , kebetulan ada sesuatu yang aku butuh kan di sini,tak sengaja aku melihat mu jadinya aku menghampiri mu deh " ucap nya
Padahal sebenarnya sedari tadi ia mencari keberadaan gadis itu.
"oh..."
"kamu mau makan juga ,aku pesan kan ya " tawar Nuari
"gak perlu ,biar aku pesan sendiri saja " Evan pun segera memesan makanan pada pelayan yang masih berada di sana
"maaf ya ,aku duluan ,sudah lapar banget ,tadi pagi juga cuman makan bubur doang " ucap Nuari merasa tak enak
"iya tak apa-apa,santai saja " sahut Evan diam-diam memperhatikan gadis di depan nya
Tak membutuh kan waktu lama,pesanan Evan pun tiba,dan ia mulai menikmati makanan nya.
"hm... Nuari aku mau tanya sesuatu pada mu ,tapi maaf jika pertanyaan ku menyinggung mu" ucap Evan ragu
"iya tanya apa ,tanya saja " ucap Nuari mendongak pada nya lalu meluruskan duduk nya
"apa kamu sudah punya kekasih ?" tanya Evan ,mendengar itu Nuari terdiam ,ia bingung harus jawab apa
"kenapa diam ?" tanya nya lagi
"maaf ,kenapa kamu nanya itu?" tanya Nuari balik
"ya ... ingin saja ,soal nya aku tak pernah melihat mu bersama pria lain,selain satpam di depan,apa kalian ada hubungan sesuatu?" tanya Evan penasaran
"oh...itu ...dia om ku ,adik nya mama aku,kenapa ,kamu pasti mikir nya aku ada main ya sama om-om " terka Nuari terkekeh
"eh....enggak bukan begitu ,aku hanya bingung melihat mu begitu dekat dengan satpam di depan " sangkal nya cepat
"aku memang sangat dekat dengan om ku ,bahkan dengan om ku yang lain , kakak-kakak ku juga,karena aku perempuan satu-satunya di keluarga,kakak ku cowok,adik mama aku cowok dua-duanya" sahut Nuari apa ada nya
__ADS_1
"hm... seperti itu ,tapi pacar, kamu punya belum ?" tanya nya lagi
"untuk itu,maaf aku gak bisa jawab " sahut Ari berubah sendu
"maaf jika pertanyaan ku menyinggung perasaan mu" ucap Evan merasa bersalah ,apalagi setelah melihat raut wajah Nuari yang berubah sedih
"iya ,tak apa-apa" sahut Nuari
"sepertinya aku sudah terlalu lama,mereka pasti menunggu ku ,aku duluan ya ,tak apa kan?" tanya Nuari hendak beranjak
"iya ,tak masalah " sahut Evan
"baiklah aku duluan ,sampai ketemu besok " Nuari pun berlalu meninggalkan Evan yang terdiam di tempat nya memperhatikan punggung Nuari yang semakin menjauh
"aku tak tahu apa sebenarnya yang kamu alami ,karena seperti nya kamu sangat menderita,terlihat dari tatapan mata mu " lirih Evan ,ia pun mengabaikan makanan nya yang masih ada setengah nya lalu memanggil pelayan untuk membayar makanan nya itu,namun ternyata makanan nya sudah di bayar oleh Nuari.
Pria tersebut hanya bisa menggeleng dan tersenyum tipis.
Sementara Nuari saat ini tengah mencari Febry ,sebab ia tak melihat nya.
"mbak nya cari mas Febry ya?" tanya seorang satpam
"eh ,iya pak,bapak tahu dimana om saya ?" tanya Nuari
"mas Febry nya lagi istirahat ,tuh di pos " tunjuk nya
"oh ,iya makasih ya pak" sahut Nuari lalu berjalan ke arah pos satpam
"om sedang makan ?" tanya Nuari
"enggak ,om lagi nyari rumput" jawab Febry asal
"ye....om ngelawak "gadis itu mencebik
"lagian kamu aneh ,orang lagi makan kok ditanya , tanpa di jawab pun kamu pasti tahu kan"
"sensi banget sih,keliatan banget lapar nya " ledek Nuari
"kamu ngapain aja dari tadi di dalam ,sudah lebih dari lima jam gak keluar-keluar?" tanya Febry dengan terus memasukan makanan ke mulut nya
"biasa lah om ,abis capek belanja ini itu,aku langsung nyalon " sahut nya
"terus mana belanjaan nya ?" tanya Febry
"udah di mobil ,tadi ada petugas kebersihan yang aku minta bantu bawain,sekarang mana kunci mobil ku ?" Nuari menengadahkan telapak tangan nya
"kunci mobil apa an ?" tanya Febry mengerutkan kening
"om jangan becanda deh,tadi aku suruh orang nya kasih ke om kok " ucap Nuari mulai merasa panik
"yang bener kamu,om gak merasa nerima kunci mobil mu kok "
"hah......yang bener,coba deh om ingat-ingat lagi ,barangkali om lupa ?"
"iya ,beneran ,om enggak menerima kunci apapun kok "
"innalilahi......lalu bagaimana ini.... " gumam Nuari semakin panik
...***...
__ADS_1